Les 200 premières lignes.
Episode 5 Penerjemah: Runi
Pilihlah kuda yang bagus.
Bagus!
Putera Mahkota, ayo kita bertaruh.
Baiklah.
Baiklah, ayo ajukan taruhannya.
Cepat sekali.
Lihat.
Bagus.
Nah, yang itu bagus.
Benar, itu bagus.
Adik ke-14, kau pernah dengar "Persamaan Hak"?
Apa itu? Tidak pernah dengar.
Artinya setiap orang terlahir tanpa perbedaan kedudukan,
tanpa mengkhawatirkan strata sosial.
Setiap orang mempunyai kedudukan yang sama.
Setiap orang dapat hidup semau mereka.
Bahkan seorang Kaisar tidak dapat mengontrol kehidupan orang lain.
Itu mustahil.
Kita ini berada dalam sistem kerajaan.
Saat sesorang terlahir, status mereka sudah ditetapkan.
Kau dan aku adalah pangeran.
Karena itu, kita hidup sebagai pangeran.
Lagipula, bagaimana bisa kau tidak menjalankan perintah Kaisar?
Itu pengkhianatan terbesar.
Tidak akan ada sopan-santun kalau begitu.
Mungkin di tempat lain ada yang seperti itu.
Setiap orang dapat menyuarakan pemikirannya tanpa takut dihukum.
Orang-orang dapat memilih pasangan hidupnya.
Kakak ke-13, kebebasan bagaimana?
Itu artinya peraturan dan akar dari kehidupan kita...
lalu ajaran Confucius akan diabaikan.
Ini pemikiran yang tidak lazim.
Aku tidak ingin mendengarnya lagi.
Ruoxi yang mengatakan ini cara berpikir manusia modern.
Manusia modern?
Itu manusia modern dengan pemikirannya yang tak lazim datang.
Selamat datang, Kakak Ipar.
Hormat Pangeran ke-13.
Hormat Pangeran ke-14.
Berdirilah.
Apa Ruoxi telah mengatakan pemikirannya yang tak lazim?
Kakak ke-13 dan aku sedang membicarakan masalah persamaan hak?
Kami tidak menyalahkan pemikiran itu.
Tapi Ruoxi, apa maksudnya manusia modern itu?
Manusia modern itu...
- Hebat! - Bagus!
Kakak, siapa itu?
Hebat!
Bagaimana dia bisa...
Aku tidak pernah mengira keterampilan berkudanya bagus.
Kemampuan berkuda saudari Guoluoluo terkenal di lingkungan istana.
Kau tidak tahu ya?
Itu kan karena kau menyukainya.
Apa?
Adik ke-10, aku tidak tahu kalau kemampuan berkuda adik ipar sangat bagus.
Lebih baik dari kemampuanmu.
Lebih baik dari diriku?
Kenapa kau tidak menyuruhku mencobanya sekali saja?
Ayo!
Aku...
Adik ke-10.
Isterimu telah berusaha dengan keras, kenapa kau tidak ke sana membantunya?
- Cepat sana. - Cepat sana.
Sungguh hebat.
Kompetisi berkuda hari ini sangat menyenangkan.
Sayang sekali adik ke-4 tidak bisa hadir.
Sayang sekali ya.
Huang Ama selalu berkata...
Dua bersaudari Guoluoluo memiliki gaya berkuda khas Manchuria.
Melihatnya hari ini, kata-kata Huang Ama bukan omong kosong.
Yang Mulia terlalu memuji.
Kata-kata Huang Ama itu ditujukan untuk kakak saya.
Saya tidak berani menerima pujian itu.
Meski kemampuan kakakmu sangat bagus,
tapi kupikir kemampuanmu lebih hebat.
Terima kasih, Yang Mulia.
Kudengar para puteri Maertai dibesarkan di padang rumput yang luas.
Semua orang di sana bisa berkuda.
Kenapa kau tidak mencoba kesempatan ini dan menampilkan kemampuanmu?
Eh, bagus juga.
Kalau begitu tunjukan kemampuanmu pada kami.
Maertai Ruoxi.
Karena penampilanmu sudah siap,
kenapa kau tidak memerlihatkan kemampuanmu sedikit?
Mingyu.
Kau tidak akan mengatakan kalau kau tidak bisa berkuda, bukan?
Ternyata tidak sesuai yang kudengar.
Kupikir setiap orang di bawah Jenderal Maertai dapat berkuda...
dan kemampuannya sungguh hebat.
Tapi, kelihatannya itu hanya rumor palsu.
Yang Mulia.
Saya sempat berlatih bersama pasukan ayah saya.
Jadi, saya bersedia menunjukkan kemampuan berkuda saya.
Kakak sangat hebat.
Sungguh memesona!
Penampilannya sungguh bersemangat.
Dia benar-benar "Penunggang Kuda Bagai Burung Layang-Layang".
Tentu saja.
Tidak seperti seseorang, "Penunggang Kuda Bagai Beruang Terbang"
Siapa "Penunggang Kuda Bagai Beruang Terbang"?
Apa yang kaulakukan?
Isterimu sungguh luar biasa.
- Terima kasih. - Hebat sekali!
Hebat...! Hebat sekali.
Hebat, bagus! Luar Biasa!
Sangat luar biasa! Bagus!
Kakak!
Bagus! Luar Biasa!
Kakak!
Kakak.
Kau berhasil menyelamatkan reputasi keluarga Maertai!
Hari ini Kakak sungguh hebat!
Bukan apa-apa. Semua orang juga bisa melakukannya.
Hebat! Kemari sebentar!
Kemampuan berkuda adik ipar hebat.
Terima kasih, Yang Mulia.
Aku tidak menyangka Kakak sangat hebat.
Tapi, setelah menampilkan kemampuan hebatnya, kenapa dia terlihat sedih?
Adik ke-8, kemampuan berkuda isterimu lebih baik dari dirimu.
Benar.
- Dia yang paling berbakat dari yang lainnya! - Benar...!
Kenapa Pangeran ke-8 juga bersikap begitu?
Senyumnya terlihat getir.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Hormat, Bei'le.
Berdirilah.
Belakangan ini, kau tidak pernah menyinggung masalah berkuda,
kau bahkan tidak pernah berkunjung ke istal.
Tapi barusan, kau mampu menunjukkan kemampuanmu dengan sempurna.
Ruolan, tidakkah kau tahu? Semua orang terpesona pada dirimu?
Dirimu yang berkuda terlihat cantik daripada biasanya.
Tapi, saya lelah.
Tubuh, bahkan hati ini.
Ruolan tidak ingin berkuda lagi.
Ruolan.
Hanya ada kita berdua di sini.
Tidakkah kau ingin berterus terang padaku?
Bei'le, ini sudah sore.
Kita harus segera kembali dan beristirahat.
Ruolan, apapun yang terjadi di masa lalu, biarkan berlalu, meski hal itu menyakitkan.
Sudah saatnya kau merelakan.
Kita masih bisa meraih kebahagiaan untuk masa depan kita.
Kita masih bisa mendapatkan anak.
Meski kita telah kehilangan sekali.
Bei'le, tolong jangan katakan apapun lagi.
Aku tidak meminta kau melakukan sesuatu untukku.
Aku hanya tak sanggup melihat dirimu bersedih sepanjang waktu.
Apa menikahiku... hanya membawa penderitaan bagimu?
Sebagai pangeran, apa aku bahkan tak punya kemampuan membahagiakan isteriku sendiri?
Ruolan, apa yang harus kulakukan agar kau bahagia?
Bei'le telah melakukan banyak hal demi Ruolan.
Bei'le tidak perlu melakukan apapun lagi demi Ruolan.
Kita ini telah menikah.
Haruskah sisa hidup kita harus seperti ini?
Hubungan kita bahkan tak bisa dikatakan seperti teman.
Jika Bei'le ingin begitu, Ruolan juga menginginkannya begitu.
Ruolan, aku tidak bisa begini terus.
Aku lebih ingin kau marah dan membenciku. Aku akan berusaha untuk memperbaikinya.
Aku tidak mampu kau perlakukan diriku dengan dingin selamanya.
Tidakkah kau mempunyai sedikit perasaan padaku?
Aku mengerti.
Kau tidak menolaknya.
Karena keluhan, ketidakberdayaan, dan kesakitanmu...
adalah hukuman terbesar bagi dirimu dan diriku.
Benar, bukan?
Kau tidak mempunyai tempat untukku di hatimu.
Maafkan aku.
Aku pergi duluan.
Dia menikah atas perintah Kaisar.
Pertandingan ini takkan bisa berakhir sampai ratusan tahun.
Tak ada gunanya marah-marah.
Bagai belanga yang menyebut hitam kepada ceret.
Apa maksudmu?
Haruskah saya katakan?
"Seorang pria menikahi, wanita dinikahi."
"King Xiang mempunyai impian, tapi para dewa tak berperasaan"
Seseorang ingin seperti kapten Qiao yang semena-mena menuliskan kontrak pernikahan...
dan berpikir aku menyukai Mingyu.
Memang bukan begitu?
Tapi, saya juga akan jujur.
Anda juga telah salah paham.
Saya tidak mencintai Pangeran ke-10.
Jadi, kita sama.
Tapi, kenapa saat malam pernikahan Pangeran ke-10,
Anda terlihat sangat sedih?
Jika sulit, Anda tak perlu mengatakannya.
Yes.
Malam itu, aku memang bersedih.
Karena saat itu adalah hari peringatan kematian ibuku.
Hari yang sama satu tahun yang lalu.
Huang Ama mungkin sudah melupakannya.
Tapi jika kau tidak mencintai Kakak ke-10,
kenapa kau berbuat banyak untuknya?
Seperti bernyanyi dan membuat bangau kertas?
Tahukah kau apa yang dilakukan Hong Funu dan Qiu Ranke saat pertama kali bertemu?
Hong Funu menyisir rambut Qiu Ranke.
Hubungan pria dan wanita bisa seperti mereka.
Peduli terhadap satu sama lain.
Tanpa rasa cinta, hanya ketulusan.
No comments yet. Be the first to leave one.