Les 200 premières lignes.
Sebelumnya dalam The Shield.
Tuan Esteana bilang kau memakai kekerasan berlebihan saat penahanan.
Itu pengaduan keempat sejak aku bertugas di sini.
Jika tak suka jadwalnya, mintalah kepada Gilroy.
Di sini, aku yang memimpin.
Mungkin itu hanya khayalanmu, Kawan.
Tapi di dunia nyata, aku bukan bawahanmu. Bahkan saat hari di libur Meksiko.
Vic Mackey seperti tangkapan besar bagimu.
- Aku tak menghakimi polisi lain. - Mackey bukan polisi.
Dia Al Capone dengan lencana.
Kulihat Mackey berbicara kepada pengedar narkoba...
Namanya Rondell Robinson.
Maksudmu Mackey bekerja untuk pengedar narkoba?
Pengedar narkoba itu yang bekerja untuk Mackey.
Siapa dia?
Moses Hernandez. Dia dari Departemen Kehakiman AS.
Kita berdiskusi membuat suatu kasus
yang bisa memenjarakan Mack dalam waktu yang lama.
Tapi apa untungnya bagimu?
Aku hanya ingin polisi korup tak lagi berkeliaran.
Intinya rasa percaya, jika tidak, kalian bisa tewas.
Ya.
- Halo, siapa itu? - Tim Serbu, Tn. Pengedar Narkoba.
Nanti malam adalah saat pertama bagi Terry. Dia akan ikut.
- Ini 911, apa masalahmu? - Ada petugas terluka!
- Maaf, bisa kau ulang? - Ini Detektif Vic Mackey.
- Ada petugas terluka... - Ada petugas terluka?
Radio polisi di van tak berfungsi, aku hanya...
Bagaimana kondisi petugas itu?
Kondisi? Dia sekarat. Kami...
- Aku sudah mendapatkan alamatnya. - Kita di mana?
- Aku tak tahu... - Ambulans sedang ke sana.
Aku datang!
Detektif.
Detektif?
Dia sekitar tiga atau empat meter di depanku dan Shane
saat kudengar tembakan, lalu aku melihat Terry jatuh.
Astaga.
Aku dan Shane berbelok di pojok. Kami melihat dia di kamar mandi.
Dia menembak beberapa kali. Kami membalas.
Kami seharusnya membunuhnya.
Hei. Terry pria tangguh, ya?
Dia akan baik-baik saja.
Apa yang terjadi?
- Terry terluka? - Ya.
- Bagaimana kabarnya? - Terkena tembakan di kepala.
Ya.
Aku tak mengamankan ruangan itu.
Aku di depan. Seharusnya, pertama, kau mengamankan ruangan itu.
Kita sama-sama tak mengenainya, Kawan.
Pukul 01.29, Detektif Terry Crowley
dibawa ke rumah sakit karena luka tembak di wajah.
Dokter sudah berusaha.
Berusaha keras menyembuhkannya.
Sial.
Sayangnya usaha mereka tak berhasil.
Detektif Crowley dinyatakan tewas pukul 02.13 tadi.
Tidak!
Sial.
Aku yang bertanggung jawab.
"The Shield"
Aku yang bertanggung jawab.
Bertanggung jawab bagaimana?
Itu operasiku. Aku yang memutuskan.
Apa keputusanmu yang berbeda?
Terry memintaku menugaskannya.
- Dia bagian dari timmu. - Dia tak siap untuk ini.
Delapan tahun di kepolisian,
pernah bertugas di perampokan, dua rekomendasi.
Kedengarannya, dia sudah siap.
Tim Serbu berbeda.
Sungguh?
Kami mendobrak pintu yang tak mau didobrak polisi lain.
Timku menerima karena mengetahui aku akan mengurus mereka.
Saat bertugas, aku berharap semua bisa pulang.
Lainnya tak bisa diterima.
- Kenapa lama? - Mereka menanyai.
Ya, berapa pertanyaan yang mereka ajukan?
Bagaimana tampaknya jika provos cuma butuh lima menit
untuk memutuskan?
Mereka harus saksama.
Aceveda akan memanfaatkan kita untuk menutup tim kita.
Aceveda adalah petugas kantor. Dia tak bisa bekerja.
- Kenapa mereka lama sekali? - Kawan, ini kali terakhir, sungguh.
Aku sudah menjawabmu.
- Tidak, kau... - Baiklah.
Detektif Vendrell.
Ya, itu aku.
Ceritakan saja yang terjadi.
Ya.
Ya.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bukan TKP kita lagi.
Provos memberi peringatan ramah.
Kenapa tak ganti memperingatkan?
Wakil Komandan Gilroy memberi perintah.
- Gilroy? Dia di sini? - Tadi.
Aku tak suka menghabiskan lima jam
mengumpulkan bukti bagi orang lain.
Kita mengerjakan kasus ini atau tidak?
- David. - Pak.
Ke kantormu?
Terima kasih untuk kerja bagusmu pagi ini, Claudette.
Takkan tersia-siakan.
Tidak, hanya waktu kami.
Pak.
Di mana kau semalam?
Apa maksudmu?
Detektif Crowley tertembak. Aku meninggalkan pesan untukmu.
Ya, aku sudah mendengarnya.
Lalu?
Kau tak menyebut soal aku harus datang.
Tak perlu.
Rekan kita sekarat di rumah sakit.
Aku mendoakannya.
- Berdoa? - Ya.
Apa?
Aku baru bekerja tiga pekan. Aku bahkan tak mengenalnya.
Peraturan pertama, dia polisi.
Artinya, kau mengenalnya.
Dua kematian, dua penyelidikan.
David, ayolah.
Kau tak bisa memerintahkan polisimu menyelidiki polisimu.
Jika kau singkirkan Tim Serbu, itu akan mendepak ketidakadilan.
Jika kau menemukan sesuatu,
akan ada perang saudara di hadapanmu.
Biarkan provos bekerja.
Sudah ada yang menyampaikan simpati ke keluarga Crowley?
Aku berbicara dengan ibunya sejam lalu.
Seseorang dari pihak kita harus berpidato di pemakaman.
- Mungkin kau... - Tidak.
Dia bawahanmu.
Aku yakin, kau bisa mewakili kami.
Kau petugas pertama yang ditarik Vic Mackey
saat dia membentuk Tim Serbu.
Kami pernah beberapa kali bekerja bersama.
- Jadi, ada kenyamanan. - Ya.
Yang lainnya juga?
Vic juga mengenal mereka.
Detektif Crowley?
Tidak, Bu. Dia direkomendasikan seseorang.
Aku tak ingat orangnya.
Jadi, Terry adalah orang luar.
Bukan, dia hanyalah orang baru.
Tapi begitu Vic memasukkanmu di tim, kau bagian dari tim.
- Hei. - Hai.
Tim Serbu sedang dibantai, ya?
Ya, tampaknya begitu.
Kau yang menugaskan mereka ke TKP, 'kan?
Jangan dibahas sekarang.
Mereka penasaran. Aku bilang akan mencari tahu yang terjadi.
Ada ide?
Tampaknya, Vic dan para koboinya datang dengan tim yang kurang,
rencana yang dungu, dan membuat anggotanya terbunuh.
Tapi sekali lagi, aku tak terlibat.
Nanti, ya?
Bilang kepadanya, ini LA, bukan daerah Barat yang liar.
Aku kenal kuku-kuku itu.
Bagaimana perasaanmu?
Aku kehilangan anggota. Aku tak menyukainya.
Aku melihatmu di rumah sakit semalam.
Aku juga melihatmu.
Kau dikerumuni. Aku tak mau...
Tak apa.
- Aku tak mau kau berpikir... - Tidak.
Jika kau membutuhkan jeda, jika ingin bicara,
carilah aku, ya?
Senang mengetahuinya.
Setiap kali seseorang membunuh polisi,
orang itu langsung menjadi buruan.
Yang membawa kita ke peraturan nomor...
Tiga, polisi terluka,
kita menegakkan ulang dominasi kita di jalanan.
Jika ada yang buka mulut, kita langsung bekerja.
- Baiklah. - Jika ada yang menolak,
kita pastikan dia dibawa ke UGD.
Kita harus memastikan ke mereka, kitalah yang berwajib. Paham?
Paham sekali.
Kenapa tanganmu?
Aku memukul jendela.
Semalam, saat penggerebekan?
Bukan, setelahnya, usai mengetahui kabar Terry.
Apa itu tak apa?
Ya.
Lukamu cukup parah, ya? Ada kerusakan otot?
Bisakah kita segera mengakhiri ini saja?
Vic Mackey mengirim Terry ke sana agar terbunuh.
- Kau tak tahu soal itu. - Ayolah.
Polisi tewas saat bertugas.
Kau bilang ke orang, Terry mencoba menyingkirkan Mackey?
- David... - Karena aku tak bilang,
dan Terry tewas.
Aku mengikuti protokol.
Protokol.
Yang diinginkan oleh Terry, pekerjaan dan mobil,
bukanlah wewenangku untuk menyetujuinya.
Kau merusak siklusnya.
Aku mengirim permintaannya ke atasan.
Ini Departemen Kehakiman.
Jadi, mereka bisa dipercaya?
No comments yet. Be the first to leave one.