Les 200 premières lignes.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Ayolah, Marnix. Keparat.
Hei.
Air, kumohon.
Air.
Akan kulakukan.
Akan kulakukan! Air!
Kenapa tak kau buang?
Maksudmu?
Aku ada di mobil yang satunya.
Itu sebabnya kau kemari?
Aku mau menemuimu.
Entah kenapa. Aku tak marah atau apa pun.
Kau bahkan tak bersalah.
Lalu, wanita satu lagi?
Ibuku.
Bagaimana dia?
Tidak baik.
Segala keinginannya ada di rumah, tapi Sara keras kepala.
Dia mau tinggal sendiri. Itu normal.
Dia tak mau menghadapi ibu histeris dan ayah tiri bodoh setiap hari.
Dia bilang begitu?
Bedebah.
Astaga.
Kehidupannya sendiri, itu baik.
Namun, siapkah dua?
Dia masih anak-anak, dan aku mencemaskan pi-pil itu.
Sara sudah janji akan berhenti.
Siapa yang akan mengawasi?
Kita bisa mencoba memercayainya.
Atau tak memercayainya, melarangnya tinggal sendiri,
melarang semuanya.
Menurutmu, apa yang akan terjadi?
Apa?
Sepertinya pesan menyenangkan.
- Ya. - Dari siapa?
Kantor.
Semua akan beres.
Sampai jumpa.
- Ibu Histeris. - Keparat.
Sial.
- Marnix ada? - Belum kulihat dia.
Di mana dia? Tidak jawab telepon, tak ada di rumah.
Enak sekali untuk seseorang yang seharusnya dipenjara.
Kau gelisah, Simon?
Mungkin Marnix sedang menikmati kebebasannya?
Mungkin ada dua orang, atau lebih.
Dua Mozes.
Kita akan terus menyebutnya Mozes?
Apa lagi? Jacques?
Atau Jacqueline?
Ruang pengarahan. Sekarang.
POLISI
Ya?
Mainkan.
Aku sendirian.
PEMBUNUH
Aku...
mengikuti pencuri itu karena...
mengira dia Mozes.
Kudengar suara di belakangku.
Aku...
Aku berputar balik.
Lalu aku...
Aku menembak...
tanpa peringatan.
Dia tak bersenjata.
Aku membunuh Serge Vandepoel.
Sebab aku pengecut lemah.
- Sudah dikirim ke media pers? - Saat ini, hanya kita.
- Kira-kira, di mana itu? - Seperti depo.
Bisa putar ulang sedikit?
Aku membunuh Serge Vandepoel.
Bunyi kereta. Gudang atau depo yang tak terpakai dekat jalur kereta.
Ada banyak sekali.
Mobilnya ada di rumah?
Entah.
Apa? Pokoknya Marnix tak ada di rumah.
Aku tak akan mencari mobilnya di lingkungan sekitar.
Banyak properti kosong di area ini.
Mustahil kita tahu sejauh apa jaraknya dari rel kereta.
Kita bisa mulai dari sana, perluas perimeter setelahnya.
Aku akan berunding dengan polisi lokal untuk memulai pencarian.
Simon.
Kau ikut denganku.
Sial.
Katakan.
Aku tak tahan diam lama-lama.
Kau bohong pada PSU tentang tembakan peringatan.
Apa yang akan kau lakukan?
Tahu apa yang dipertaruhkan?
Bukan hanya dirimu, melainkan seluruh regu.
Terserah.
Persetan kau, Liesbet.
Demi seluruh regu...
Apa yang akan kau lakukan?
Ayo.
Marnix, bangun. Ayo, Bung!
Berdiri, ayo!
Tembak.
Ayolah, tembak.
Ayo, Marnix!
Aku tak bisa abaikan hal ini, Simon.
PSU harus kuberi tahu.
Ini buang waktu.
Punya ide lebih baik?
Aku menembak...
tanpa peringatan.
Dia tak bersenjata.
Aku membunuh Serge Vandepoel.
Sebab aku pengecut lemah.
Peter, ini Simon.
Hentikan pencarianmu. Marnix menyalakan ponselnya.
Dia di rumah.
JANGAN MEMBUNUH
JANGAN MEMBUNUH
- Di mana Simon? - Pulang.
Menunggu undangan kedua dari PSU.
Sial.
Kenapa dia harus berbohong?
Meski penampilannya keras, Simon berhati lembut.
Mereka mau pemakaman tertutup.
Bisakah kita rahasiakan?
Aku tak tahu harus bagaimana.
Bagaimana jika Mozes mengunggah video itu?
Itu risiko yang harus diambil.
Aku enggan diperas olehnya.
Untuk menghindari spekulasi,
akan kubacakan pernyataan berikut.
Kepolisian Kriminal Federal sangat kehilangan Inspektur Santermans.
Kami tak bisa membahas detail situasi kematiannya,
kecuali bahwa investigasi sedang dilakukan.
Kuharap kalian bisa menjaga ketenangan.
Inspektur Santermans adalah aset berharga pelayanan kami
dan akan sangat dirindukan.
Kelihatannya, dia bunuh diri.
Karena merasa bersalah?
Aku tak paham.
Sebab dia menembak pria tak bersalah.
Investigasi internal telah dilakukan dan Inspektur Santermans bersih.
Terima kasih.
Selamat malam. Pak Devriendt?
Peter saja.
Maaf, aku mengganggu malam-malam.
Tidak apa. Sebagai kolega Vicky...
Sampai jumpa pekan depan.
Apa?
Kau gila, ya?
Ada apa?
Siapa yang membawa anak di pekerjaan ini?
Apa urusanmu?
Aku harus bagaimana lagi?
Penitipan anak tutup pukul 17.00.
- Pengasuh, mungkin? - Hei.
Tahu betapa mahalnya sewa pengasuh?
Seperempat harga kokainamu tiap hari.
Jangan ikut campur, Jalang.
Kau merasa dirimu lebih baik?
Wanita Cantik?
Ibu!
- Ya, Sayang. Kita pergi. - Ibu jahat.
Coba ulangi?
Anakmu menunggu.
Ayo, Sayang.
Lihat siapa ini? Si genius matematika.
Ya.
Semua baik?
Ya.
Kau tak bisa masuk?
Ada tamu.
Kenapa kau tak boleh masuk?
Mau menunggu di rumahku?
Nanti...
Blue?
Apa?
Kukira kau tak mau bekerja padaku lagi.
Aku mau dokumenku sekarang.
Ya, banyak birokrasinya, Bung,
dan dengan semua pengungsi...
Dengarkan aku, Bung.
Sudah kutunjukkan niat baik.
Aku bisa dipercaya dan diandalkan.
Akan kupertaruhkan nyawaku demi kau.
Sungguh? Apa maksudmu?
Mozes.
Kau tahu apa tentang Mozes?
Mobil kolegamu, Marnix.
Aku tahu letaknya.
Kenapa kau tahu soal Marnix?
Mau tahu atau tidak?
Ya.
Aku mau tahu segalanya.
Sebaiknya kau segera bereskan dokumenku.
Tunggu, kubantu.
Aku bisa.
Sial.
Keras kepala.
Tukang ikut campur.
Kau sangat sabar.
No comments yet. Be the first to leave one.