Paltan

Paltan (पल्टन)

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

Paltan (2018) WEB/HD
Un commentaire de AlifAkbarB
Don't resync, thanks.

Tags

web
HD
Publié le: 2019-04-21
Téléchargements: 73
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

Sorry to make you wait long, CharliePutra92

Tembak!

Maju!

Ayo pergi. Ayo pergi. Ayo pergi.

Hukum Singh!

Hukum Singh!

Hukum Singh!

Siapa sih itu?

Ada telegram untukmu.

Sayang...

Sayang... Putra kami mati sebagai Martir!

Anakku!

Anakku telah meninggalkan kami.

Putra kami telah meninggalkan kami.

Putra kami telah meninggalkan kami.

Hanuman Singh.

Hanuman Singh.

Ada telegram untukmu.

Ibu! Ayah!

Telegramnya tentang Kak Sumer.

Dia mati sebagai Martir.

- Kakak! - Anakku.

Kak Sumer mati sebagai Martir.

Vishal Parmar!

Vishal Parmar!

Ada telegram untukmu.

Ayah! Ayah.

Paman sudah tak ada lagi.

Paman sudah tak ada lagi, Ayah!

Ibu!

Paman sudah tak ada lagi.

Hanuman Chand!

Hanuman Chand!

Ada telegram untukmu.

Ayah!

Chutki, Ayah sudah tak ada lagi.

Ayah sudah tak ada lagi, Chutki.

Ayah sudah tak ada lagi, Chutki.

Jai Hind, Pak!

Jai Hind, Pak.

Jai Hind.

Lt. Kol. Rai Singh melaporkan, Pak.

Duduklah.

Terima kasih Pak.

Selamat datang di Sikkim, Kol. Rai.

Terima kasih Pak.

Kau akan sampai di Pos Nathu La dan membantu 18 Rajputs

Pak.

Kol. Rai, kau tahu'kan Nathu La Pass sensitif.

Pak.

Pada tahun 1965, perang Pakistan, Cina mengancam akan membuka front lain...

...jika kita tak mundur dari Jelep La dan Nathu La.

Komando tertinggi memerintahkan kami...

...dan menyarankan kami...

...untuk mundur dari kedua Pos itu.

Sayangnya, kami kehilangan Jelep La.

Tapi Nathu La...

Aku menolak untuk dikosongkan.

Karena itu adalah kunci Sikkim.

Jelas tak?

Sangat jelas, Pak.

Aku telah mempelajari fitur fiturnya dan...

...jelas bahwa kami punya keunggulan di bidang ini.

Ya. Bagus, kita ada di tempat yang sama.

Semua yang terbaik.

Pak.

Semoga berhasil.

Terima kasih Pak.

Dan Kol. Rai.

Pak.

Aku tahu semua tentangmu.

Kau suka Field Marshall Mont Gomery.

Ahli strategi yang hebat.

Pahlawan perang Dunia kedua,

Mont Gomery.

Baiklah Pak, setelah pendirianmu, kurasa aku suka Pahlawan yang lain.

Aku bukan Pahlawan.

Jai Hind, Pak!

Jai Hind.

Tarik.

- Ayo! - Ayo!

Tarik.

Ayo... Ayo.

Dorong!

Tarik lebih keras, Kawan.

Ayo!

Tarik. Tarik.

Bagus. Bagus.

Doronglah!

Tarik lebih keras.

Ayo, dorong.

Tarik.

Tarik.

Ayo!

Ayo!

Bagus, Kawan.

Tarik.

Bagus.

Tarik.

Pak.

Kurasa 2 Grenadier ada disini untuk mengambil alih Pos Nathu La.

Tahan!

Bagus, Kawan.

Kita...

Kuat!

Kita...

Kuat!

Bagus, Attar Singh.

Kupikir kau akan mengalahkan Cina sendirian.

Pak Daggar, aku baru tiga bulan bertugas di Ketentaraan.

Tapi kau juga ikut berperang pada tahun 1965,

Itu benar.

Di bawah bimbingan para Perwira yang berpengalaman dan pemberani sepertimu...

...kami tak hanya menghentikan Orang-Orang Tionghoa itu, tapi juga mendesak mereka keluar dari Tibet.

Aku lebih dari itu.

Pengalamanku bekerja sama dengan semangat muda sepertimu.

Pak.

Sekarang kita bersama sama akan mendesak Orang-Orang Cina itu agar kembali ke Beijing.

Jai Hind, Kolonel.

Lt. Kol. Rai Singh, 2 Grenadier.

Kol. Zail Singh, 18 Rajputs.

CO.

Senang bertemu denganmu, Pak.

Sama.

Sangat mengesankan, Kolonel.

Aku belum pernah melihat CO mendorong senjata itu bersama Peletonnya.

Bagus.

Terima kasih, Kolonel.

Sebenarnya, aku ingin Peletonku tahu bahwa aku adalah salah satunya.

Hebat.

Ayo, biarkan aku memberitahumu.

Tentu saja.

Kau pasti lelah, Kolonel.

Ayo duduk disini dan berbicara.

Ayo.

Tentu saja Pak.

Kolonel, ceritakan tentang instingmu di Canterbury, Inggris.

Disiplin, Pak. Disiplin.

Mereka membuatku terkesan dengan moto mereka.

"Berbuat atau mati, jangan tanya kenapa."

Ya.

Mungkin moto mereka adalah alasan kenapa matahari tak pernah terbenam di Kerajaan Inggris.

Dan tentu saja, aku mendapat kehormatan bertemu dengan Jenderal Spartan.

Field Marshal Mont Gomery.

Suatu hal yang luar biasa.

Field Marshal Mont Gomery.

Dia Pahlawan sejati perang Dunia kedua.

Ya Pak.

Dia Pahlawanku, dia berperang dalam perang Dunia kedua.

Apakah kau tahu bahwa selama perang dunia kesatu...

...peluru sniper menusuk paru-paru kanannya.

Tapi dia selamat.

Dia selamat.

Syukurlah.

Untuk melihat hari lain, yang merupakan perang Dunia kedua...

...yang dia menangkan.

Tentu saja itu takdir.

Petugas ini telah kembali dari Inggris.

Kukira dia akan keras.

Bagaimana dia bisa keras?

Dia menarik senjata dengan Peletonnya.

CO tak melakukan itu.

Kurasa dia salah satu dari kita.

Kau benar.

Saudara.

Mayor Bishen Singh telah tiba juga.

Dan Saudara membawa seluruh persenjataan.

Saudara. Saudara.

Daggar, apakah kau sudah selesai mendorong senjata?

Jalannya sangat buruk dan juga penuh dengan batu.

Tapi kami sudah memutuskan, kami akan membawa semua senjata ke atas Bukit.

Kau tak akan pernah berubah, Jaat.

Ayo, Saudara, mari berbagi tugas.

Tak usah Bro, apakah kau tak lihat bahwa tanganku terikat pada RL?

Dan senjata adalah bagian dari seorang Prajurit.

Dan bagian-bagian tubuhmu tak pernah menjadi beban.

Kau harus waspada di area ini.

Pada tahun 1965, dua Tentara dari 17 Rajputs tewas...

...oleh tipu daya si Bajingan itu.

Mungkin kami dikirim untuk membalas kematian mereka.

Mereka menggunakan tipu daya, tapi kami akan menantang mereka dan membunuh Bajingan itu

Setelah perang diumumkan.

Akan ada perang.

Dan kau juga akan mendapatkan kesempatanmu.

Tapi tahukah kau, Daggar, seorang Prajurit tak pernah menginginkan perang.

Karena dia tahu tentang kerugian yang ditimbulkannya.

Dan hal lainnya...

Tentara, majulah!

Seorang Prajurit tak berkelahi karena dia membenci Prajurit lainnya.

Dia berkelahi karena dia mencintai yang dia tinggalkan.

Saudara, apa yang kau katakan itu masuk akal.

India-Cina bersaudara!

India-Cina bersaudara

India-China bersaudara

"Saudaraku, ini bukan tanahmu."

"Jadi kenapa kau mempertaruhkan hidupmu."

"Perwira seniormu menikmati kenyamanan dan waktu luang dengan biaya Pemerintah."

"Tapi, apa yang kau dapatkan?"

"Apakah kau mendapat kompensasi? Apakah kau mendapat kenaikan gaji?"

"Apa yang didapat Keluargamu?"

Paltan subtitles in other languages

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left