Les 200 premières lignes.
SEMUA TOKOH DALAM FILM INI HANYA FIKTIF, SEGALA KEMIRIPAN PADA SESEORANG HANYA KEBETULAN SEMATA
TAK ADA BINATANG ATAU BURUNG YANG DISAKITI DALAM PEMBUATAN FILM INI
MelsBatakJogja
Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk iklan komersial
Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk subtitle film lainnya
Kami ingin melenyapkanmu 30 tahun yang lalu.
Paspor sudah siap, tapi kami tidak dapat visa.
Tadi pagi putramu sudah kami lenyapkan, sekarang giliranmu...
Vinda, sudah saatnya, untuk mengubah logo perusahaanmu.
Sekarang kerajaan bisnismu jadi milik kami, mengerti?
Tembak dia.
Benda-benda ini milik putramu dan suamimu.
Kami baru saja menerimanya.
Kupikir, aku harus menyerahkannya pada anda secara pribadi.
Aku hargai maksud anda. / Terima kasih.
Kami ingin melenyapkanmu 30 tahun yang lalu.
Paspor sudah siap, tapi kami tidak dapat visa.
Tadi pagi putramu sudah kami lenyapkan, sekarang giliranmu...
Vinda, sudah saatnya, untuk mengubah logo perusahaanmu.
Sekarang kerajaan bisnismu jadi milik kami, mengerti?
Halo. / Sudah saatnya dia turun gunung.
Sudah waktunya untuk badai, yang meninabobokan.
Dia berpendidikan dan pintar.
Secara akademis, dia sungguh luar biasa.
Tak ada tandingannya, dalam perkelahian.
Di matanya, ada cinta dan kasih sayang untuk orang miskin...
..dan api untuk iblis.
Dia adalah pengusaha yang terampil.
Patung tanah liat telah berubah jadi baja.
Aku akan menjemputnya dan membawanya padamu.
Halo. / Hei, di mana dia?
Aku tak tahu pak, akan ku cari tahu dan kukatakan pada anda, pak.
Baiklah, segera cari dia! / Baik, pak.
Hei Phool Raj, ke sinilah!
Bergantunglah terbalik di pohon dan hadap pegunungan! / Baik, pak.
Halo!
Halo! / Paman ada?
Berikan telepon ke paman! / Baik, bu.
Ayo pasang taruhan kalian!
Pemenangnya, akan dapat semua ini.
Paman, ada telpon!
Kapten! Kapten!
Govinda Bhargav tidak memiliki ahli waris.
Setelah kematiannya, seluruh saham perusahaannya anjlok dengan cepat.
Perusahaan senilai 10 crores sekarang turun jadi 3 crores.
Vinda unggul dalam layanan telekomunikasi dan sektor Teknologi Informasi ...
...dan telah mencatatkan namanya sebagai salah satu pengusaha terkaya di India.
Perusahaan yang pernah menyombongkan diri sebagai salah satu perusahaan terkemuka di India...
Hari ini masa depannya dipertanyakan, pertanyaan terpenting sekarang adalah...
..Siapa yang akan mengembalikan supremasi perusahaan ini.
Rapat umum akan segera digelar...
...di salah satu grup perusahaan AB...
Di mana akan diputuskan, siapa yang akan menjadi CEO berikutnya.
Seluruh dunia sedang menantikan kelangsungan grup perusahaan AB.
Masyarakat ingin tahu...
..Siapa yang akan menjadi CEO berikutnya di grup perusahaan AB.
Pak! Pak, mohon sampaikan sesuatu.
Tenang.
Pertemuan darurat dewan direksi hari ini...
.. telah memilih Ny. Indrani Batliwala sebagai CEO sementara.
Hingga kami menunjuk CEO baru, pada rapat umum nanti...
...Ny. Indrani, akan menjadi CEO.
Kami akan segera memberitahu...
...setelah tanggal Rapat Umum Pemegang Saham ditentukan.
Kami ingin meyakinkan para investor, tak perlu khawatir tapi percaya kami.
Kita akan bangkit kembali.
Akan ada konferensi pers untuk itu. Terima kasih. Mari, ayo pergi.
Pak! / Pak!
Kami ingin melenyapkanmu 30 tahun yang lalu.
Paspor sudah siap, tapi kami tak memperoleh visa.
Tadi pagi putramu sudah kami lenyapkan, sekarang giliranmu...
Suara pertama adalah Ana dan suara kedua adalah Conda.
Ular curiga aku melingkari nama mereka.
Untuk mengekstrak racunnya, aku harus mainkan seruling.
Aku akan berkuasa di kekaisaran, yang dibangun atas kerja keras ayahku.
Pertama-tama, kita pastikan beberapa hal.
Malam saat ayah dibunuh, dia gunakan telpon siapa?
Ana atau Conda?
Telepon siapa yang dipakai untuk menelpon ke luar negeri ?
Jika dari Conda, kita bisa tahu dari kantornya.
Karena semua rinciannya ada di laptop-nya.
Jika Ana, maka mudah untuk menangkapnya.
Pembunuh ayah tak jauh dariku.
Kita bisa retas semua panggilan keluar sejak 12 Maret dari laptop.
Lalu? Kau akan membunuhnya?
Baburao, kau lihat kursi ini?
Awalnya, pasti sebatang pohon besar ditebang.
Lalu dipotong kecil-kecil dengan gergaji.
Kemudian paku ditancapkan dengan palu.
Banyak penyiksaan yang dilakukan untuk kenyamanan orang lain?
Nafsu untuk kursi ini menyebabkan begitu banyak darah mengalir.
Siapa pun yang membunuh adik dan ayahku, demi keserakahan kursi (kedudukan).
Pertama akan kubunuh binatang buas itu.
Setelah itu aku bisa tenang.
Anak-anak, jangan tunggu pot dosa penuh!
Tumpahkan sebelum penuh.
Ide bagus. / Tapi bagaimana kau mendekatinya?
Pernikahan adalah cara ideal untuk masuk ke rumah seseorang...
...dan wawancara untuk masuk ke kantor seseorang.
Hari ini ada wawancara untuk jabatan asisten pribadi.
Orang bodoh ini mencuri pisang...
...bawa dia ke sini atas tuduhan pencurian.
Sekarang, aku adakan wawancara, bawa dia!
Apa? Ada wawancara lainnya?
Kau info setiap pelamar kerja agar kami tidak mengantri.
Tapi tak ada papan pengumuman.
Itu disana!
Maaf, wow dia sangat pintar.
Aku sarapan telur rebus, jadi otakku tajam. Ayo pergi!
Ayo beri tahu juga orang-orang miskin ini!
Bodoh, aku orang termiskin di India.
Apa kau bilang? / Ayo kita bereskan.
Persetan dengan yang lain. Ayo jalan, akan ku ikuti, ayo!
Kusobek saja ini.
Jadi tak ada yang tahu ada wawancara kerja lain.
Rasanya kita datang ke alamat yang salah.
Tidak, kau datang ke alamat yang tepat.
Nak, tunjukan KTP dan ijasahmu!
Akan kukirim gajimu ke rumahmu.
Anda akan memberiku uang? / Ya, betul.
Baik, apa yang harus aku kerjakan?
Akan ku beritahu kata sandi Wi-Fi di tempat ini.
Kau bisa duduk dan berbuat semaumu. / Apa pilihan kedua?
Masukkan kunyit ke dalam minyak kerbau, lalu pijat aku.
Saat orang dewasa bicara, orang tua tak usah ikut campur.
Bukankah ibumu mengajarimu itu?
Cepat wawancarai aku, aku ada perlu di tempat lain.
Kau pasti sudah dengar tentang penggerebekan sindikat...
...hari ini kau akan tahu tentang perbudakan tangan.
Betulkah?
Aku tahu kenapa anda ikat tanganku.
Bagus, kau cepat paham. / Agar kugunakan otak, bukan google.
Pesanan tempat telah didapat...
Pembangunan, dari Kashmir ke Kanyakumari.
Itukan pertanyaan geografi.
Paman, si tolol ini punya bakat ganda.
Apa maksudmu? / Benarkah?
Itu sebabnya dia lulus. / Halo!
Aku belum jawab, kenapa bisa lulus?
Ini wawancaranya. / Orang bodoh yang berpendidikan.
Ada begitu banyak pengangguran berkeliaran...
...tetapi kami hanya memilihmu. Mengapa?
Betul juga...
...jadi kalian mempermainkanku? / Kau mengerti sekarang.
Dia cerdas sekali.
Cabut foto orang bodoh itu dan tempelkan foto orang tampan ini.
Bunyikan bel, jika kau ingin ke toilet. / Bel yang mana?
Haruskah kurampas miliknya?
Jangan yang wanita, yang ini saja.
Ayo cepat, palangnya cepat menutup lagi.
Simpan! / Kalpesh?!
Ya?! / Apakah ini milikmu?
Ya, itu milikku.
Ambil kartu pass-mu. / Terima kasih.
Jika hilang, kau tak bisa ke mana-mana.
Betulkan? / Tentu saja.
Ya, baiklah.
Lantai pertama, pemeliharaan.
Ini adalah mikrofon yang sangat kuat. Kututup dengan bungkus cokelat.
Bawalah ke ruang wawancara. / Baik.
Mengerti?
Aku bisa dengar suara mereka. / Baik.
Pakai bluetooth ini!
Pertanyaan mereka akan kudengar dari sini.
Aku akan beritahu jawabannya. / Hebat kau Siwa!
Shiv Shankar.
Ada apa? / Lihat ini!
Itu punyaku. / Mau berdebat denganku?
Tolong!
Liftnya kelebihan beban. Berikan kertasnya!
Ya, sudah terbuka.
Keluarkan aku, aku sangat ketakutan. / Terima kasih. Tunggu.
Bersabarlah!
Pak, tarik aku. / Kau tak terjebak dalam sumur, ini lift.
Ulurkan tanganmu! / Aku takut terjebak di dalam...
..dengan lengan wanita dan lift.
Sepertinya bahumu tak memiliki kekuatan, biarku pijat.
Kau tak apa-apa?
Mari sini!
Pak, jangan main-main. / Ayo keluar, jangan khawatir.
Sudah beres.
Lift statis bisa dibuka jika di tangga kau akan menggelinding.
Terima kasih. / Ya, baiklah.
Para tamu telah disambut, menunggu pengantin pria.
Dia akan melamar pekerjaan di perusahaannya sendiri.
Jangan khawatir, kau dapatkan pekerjaan itu. / Terima kasih banyak Pak.
Kuberi kau kabar baik, mana permennya?
Bung, boleh kuambil ini? / Ya, silahkan.
Pak... / Ada apa?
Buka mulutmu! / Namaku cuma Chate.
Tapi aku tak menjilati permen sepanjang hari.
Hanya setelah makan malam. Aku tertidur pulas.
Kusuruh istriku menjilat juga.
Maaf Bung, Pria hitam itu mengambil semua cokelatmu.
Beri aku uang. / Baik.
Sekarang, pergilah! / Terima kasih, Bung.
Hei, cokelat sudah masuk.
Permisi pak, keluarkan bluetooth-nya. / Baik.
Rencana B.
Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.