Festen (The Celebration)

Festen (The Celebration) (Festen)

Télécharger le sous-titre en Indonesian

Informations sur la version

The Celebration 1998 1080p BluRay FLAC x264-HANDJOB
Un commentaire de SurgerySquad
Resync from Vanvine's sub

Tags

BluRay
x264
1080
Publié le: 2022-02-26
Téléchargements: 156
Malentendants: No

Aperçu des sous-titres Indonesian

Les 200 premières lignes.

PERAYAAN

Ini Christian. Hai, aku sudah sampai.

Aku tiba pagi ini.

Apa?

Mandi? Tidak, tapi sudah bercukur di bandara.

Aku bercukur di bandara!

Aku baik... saat ini, aku sedang berjalan di ladang.

Di kampung halaman ayahku. Indah sekali.

Membuatku ingin tinggal di sini lagi, tapi itu tak mungkin.

Aku pasti sampai.

Ya, kurasa akan mengagetkan.

Apa? Suaramu agak hilang.

Baik, dah.

Ya ampun, itu kakakku.

Kakakku! Kenapa kau diam saja?

Memangnya aku mengenalnya? Bukan main!

Selalu aku yang melakukan semuanya!

Astaga, Christian! Sedang apa kau?

Kau melihatnya, Kasper? Dia jalan kaki dari Paris.

Tidak. Hanya dari stasiun.

Hai, semua!/ Ya ampun.

Rasakan!

Kuhajar kau!

Ya ampun!/ Kau sangat lincah.

Sudah bertahun-tahun tidak bertemu.

Apa kabarmu?

Kuberi kau tumpangan.

Minggir, anak-anak.

Akan kuantar Christian./ Masih banyak tempat.

Cepat, Mette.

Duduk di depan./ Aku bisa jalan.

Tidak, aku mau bicara./ Kau membiarkan kami jalan kaki?

Kenapa memang?/ Masih jauh!

Dia kakakku! Jangan ganggu aku, paham?

Diam saja kau!

Tenang saja!

Menurutmu ayah sudah pulang?/ Belum.

Halo?

Hai, siapa namamu?/ Lars.

Lars... Baik Mads, dengarkan.

Asal kau tahu, aku selalu bermasalah dengan pegawai baru.

Hai.

Menurutmu kami siapa?

Ini Christian, kakakku.

Dia punya 2 restoran di Paris. Dan aku punya kantin...

...di Docklands. Baik.

Kami besar di sini, jadi kami tahu cara melayani pelanggan.

Resepsionis yang baik hafal nama semua pelanggan.

Kami ingin kamar nomor 9 dan 19.

Sepertinya kau tidak ada di daftar tamu.

Apa?/ Periksa lagi, Michael Klingenfeldt.

Ayahmu memberitahuku kalau kau tidak diundang.

Baik Mads, dengarkan.../ Namaku Lars, paham?

Ya, Lars, tahun kemarin aku mengacau, aku sedikit marah.

Saat aku minum, keadaan menjadi di luar kendali.

Hanya minum 2 gelas schnapps lalu aku menggila.

Aku sudah bawa istri dan anak-anakku...

Ada Michelle hari ini, jadi...

Aku tak tahu soal itu.

Ada kamar untuk kami?/ Tidak.

Biar aku bicara dengan Ayahku./ Dia sedang berburu.

Kalau begitu cari solusinya! Itu pekerjaanmu, 'kan?

Lars, carikan dia kamar. Aku akan bicara dengan Ayah.

Berikan kami kamar yang paling kecil saja.

Mereka tak pernah di tempati. Nomor 3 dan 1.

Beri kami salah satu kamar itu.

Kau tak mau kuncinya?/ Oh, ya.

Aku pasti ada di daftar. Adikku sudah datang?

Lebih cepat sedikit. Sekarang ulang tahun Ayahku yang ke-60.

Orang yang di depan sana adalah keluargaku.

Aku harus menyambut mereka.

Namamu Nadim, 'kan?

Nadim, ya./ Baik, Nadim.

Kalau kau ngebut, aku akan memberimu nomor teleponku.

Hai, Sayang! Hai! Kau sudah siap? Mereka segera sampai.

Kau belum minum, 'kan?/ Tidak hari ini.

Pemakamannya indah ya?

Aku siap./ Sedang apa kau di sini?

Apa?

Kau tak hadir di pemakaman kakakmu.

Apa urusanmu?

Aku ingin tahu kenapa kau tidak hadir!

Kau tak hadir di pemakamannya.

Kau tak menelponku di ulang tahunku. Kau tak peduli!

Dia mulai lagi. Mending aku pulang.

Semoga perjalananmu menyenangkan!/ Mau pakai sepedaku?

Dia selalu membuatku gila./ Tenanglah. Jangan ribut terus menerus.

Ya, tenanglah./ Kau meniru Christian.

Hentikan!

Ayolah!

Tenang!/ Dengarkan si pintar Christian.

Hentikan! Tenang!

Nyalakan lagi klaksonnya. Supaya mereka dengar.

Itu istri salah satu putranya.

Itu Mette.

Dan ketiga anaknya. Apa kabar?

Jangan ribut anak-anak. Tolong diam. Kita sudah sampai.

Jangan nakal.

Jangan begitu! Aku kakakmu.

Untungnya hanya diadakan tiap 10 tahun sekali.

Selamat datang, kek./ Terima kasih.

Terima kasih atas pemakamannya./ Terima kasih.

Senang bertemu denganmu lagi.

Hai lagi. Perjalanan yang melelahkan.

Aku pergi dulu, ingin bercinta dengan istriku.

Hai, Ayah.

Ayahmu menyuruhku menjadi pemimpin acara malam ini.

Kau kenal Lise?

Apa kabar, sobat?/ Menyebalkan.

Cuacanya. Sepertinya aku tak tahan.

Hai, kau tidak berubah./ Terima kasih.

Selamat datang, Helge menunggumu di dalam.

Hai, Paman.

Christian, sayang! Senang rasanya kau bisa sampai kemari!

Kau terlihat sehat./ Permisi, tamu-tamunya sudah datang.

Temui Ayahmu. Jangan lupa katakan Selamat Ulang Tahun.

Hai, ayah. Selamat Ulang Tahun!

Mereka sedang menunggu./ Duduk dulu sebentar.

Ada yang ingin Ayah sampaikan.

Duduk.

Cepat, duduklah.

Mau temani Ayah minum Cognac?/ Tidak, terima kasih.

Ya, ini sangat penting.

Ayah sudah memikirkannya seharian.

Dengar, 2 pelacur sedang kemari naik kereta.

Jangan tertawakan ayahmu! Jangan di hari ulang tahunnya!

Beraninya kau? Akan kuberitahu ibumu.

Kami sedang menunggumu./ Anak ini mentertawakan aku!

Christian, jangan begitu./ Ceritakan leluconmu.

Aku hanya ingin bicara dengan putra tertuaku.

Bagaimana kabarmu?

Baik. Aku punya perusaan di Lyon, dan...

Aku baca di koran. Bisnis di sana bagus.

Bagaimana dengan pacarmu yang selalu menelpon?

Kau tidak mau punya anak dan pulang ke rumah?

Tidak, dia sedang mengandung anak pria lain.

Kalau begitu cari gadis lain dan pindah kemari.

Aku semakin tua dan aku mau keluargaku menemaniku.

Belum lagi soal ibumu./ Ibu kenapa?

Dia mulai bosan dengan leluconku./ Aku tahu sebabnya.

Apa maksudmu? Kenapa dengan leluconku?

Mana sopan santunmu?

Ceritakan masalahmu. Punya pacar? Oh, aku sudah tanyakan itu.

Cepat!/ Kami segera kesana.

Ikuti aku, nak. Satu hal lagi...

Christian, bisa kau sampaikan sesuatu tentang saudari kembarmu malam ini?

Aku tak bisa. Aku bisa menangis.

Aku sudah menulis sesuatu untuknya.

Sudah? Bagus, anakku.

Michael datang./ Ayah juga harus bicara dengannya.

Tamu Anda sudah siap./ Michelle, kau sudah menikah?

Belum.

Sebaiknya Ayah tanya Michael./ Sebaiknya begitu.

Oh, ya, yang itu putra bungsuku. Akan kudiskusikan ini dengannya.

Hari ini ulang tahun Helge. Hip hip, hore!

Dia akan dapat banyak hadiah, kue dan coklat...

Hai, Christian. Kau tidur di kamar berapa?

Kamar 17. Kenapa?

Aku ingin pakai kamar mandimu. Maksudku. Boleh aku pinjam kamar mandimu?

Suara lautan dimulai...

Aku akan menyuruh mereka tinggal di sini.

Hidangan utamanya rahasia./ Rahasia?

Kau berburu hari ini...?/ Seperti biasa.

Kau dengar aku?

Bagus.

Itu ketiga kalinya kami pindah ke Kopenhagen.

Tapi Bettina H malah pindah bersamanya.

Bettina H?/ Ya.

Jadi, aku masih di sini. Aku pergi ke taman kemarin.

Aku diberikan kamar mendiang kakakku.

Lebih baik diberikan padamu daripada Christian, soalnya mereka kembar.

Sebenarnya aku tak ingin bicarakan itu,...

...tapi jika ditutup-tutupi rasanya tidak baik.

Lihatlah, kamar ini seram./ Ya, aku paham.

Seperti ada hantunya.

Kurasa, kakakku juga tidak menyukai kamar ini, kalau kau paham maksudku.

Bisa kita lepas penutupnya? Pindahkan perabotannya sedikit?

Jika sudah, aku akan tinggal dengannya. Aku tak keberatan.

Tentu./ Baik.

Di sinilah tragedi itu terjadi. Di kamar mandi ini.

Mungkin aku harus pindah ke kamar lain.

Kalau kau mau.

Hanya saja...

Perasaanku tidak enak.

Kau dengar itu?

Dia ada di kamar mandi ini.

Tidak, dia sudah mati.

Kita harus melihatnya.

Tidak, kurasa kita harus pergi.

Hei, Mette, aku tak menemukannya./ Sudah kau periksa di koper?

Aku tak temukan sepatuku./ Pasti ada di koper.

Sudah kucari di sana./ Tenang saja.

Aku tak bisa makan malam dengan sepatu coklat, Ayah bisa marah.

Pasti ada di suatu tempat./ Aku sudah mencarinya kemana-mana.

Kurasa ketinggalan./ Yang benar saja.

Pulang dan ambil sepatuku. Kau punya waktu 2 jam.

Bawa mobilku.

Jangan gila, Michael./ Ayahku bisa curiga.

Mau kubawakan sepatumu? Apa kata Ayah dan Ibumu nanti?

Aku tak bisa makan malam dengan sepatu ini, tolol!

More Indonesian subtitles for Festen (The Celebration)

Commentaires

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left