Les 200 premières lignes.
Wanita yang melompat
dari atap gedung bertingkat di Camberwell kemarin
telah dinyatakan tewas.
Aku sudah dapat tempat.
Bintang lima, mewah, pokoknya lengkap.
Dan aku belum pernah ke Spanyol.
- Portugal. - Apa?
Sagres itu di Portugal.
Baiklah, itu tak penting. Lihat, menarik sekali.
- Kau tak paham apa yang menarik. - Rambutku jadi kempis.
Aku malah suka itu.
Coba cicipi ini.
- Apa itu? - Resep baruku.
Nanti ada sesi FGD.
Wah, bocoran produk. Aku beruntung.
- Bagaimana? - Ya.
- Ya? - Enak.
- Apa ini? - Miso.
- Pasta kedelai. - "Minta dibelai"?
- Dasar jahil kau ini. - Aku cantik.
Sangat menggoda.
Aku juga lagi ingin liburan.
Baiklah.
SENIN
Konsumen mungkin tak terbiasa dengan tekstur biskuitnya,
tapi hasil uji rasanya sangat bagus.
- Itu susu almonku. - Aku minta sedikit.
- Minum yang lain. - Itu...
- Yang vegan cuma itu. - Astaga.
- Oke. - Dasar diktator susu. Ya sudahlah.
- Maria, kami siap. - Sakit!
- Sudah? - Ya.
Maaf, rapatnya kita sudahi, ya.
- Seperti Hucklebuck biasa. - Ya, Bos. Sesuai resepmu.
- Tak ada kacangnya? - Gula dan putih telur saja.
Baguslah. EpiPen-ku di sana. Aku malas ambil.
Kau berhasil lagi.
Ide-idemu gila, tapi ternyata hasilnya enak.
Para kelinci percobaan sudah masuk. Semua siap?
Ya. Mau coba?
Masuklah. Silakan duduk.
Hai.
Oke.
Enak, tapi pikirkan juga...
- Pertama... - Apa?
Lihat, ada Kapten Jack Sparrow.
- Apa? - Pria itu. Lihat dia.
- Bagus. - Ya.
Terima kasih.
- Ada yang mau kopi? - Aku.
- Aku double espresso . - Aku kopi hitam.
Aku mau latte.
Nah, terima kasih sudah hadir.
Aku Camille, pemandu hari ini.
Halo. Maaf, benarkah ini ruangan untuk uji rasa?
Maaf, jadwalmu bukan hari ini.
- Apa dia... - Oh.
Mustahil.
Namaku pasti ada. Verity Greene.
- Ternyata benar. Dia Verity Greene. - Sebentar.
Oh, ya. Di bawah.
Silakan duduk. Kami belum mulai.
- Maaf. - Kenalanmu?
- Kuambil kursi lagi. - Kami satu SMA.
- Maaf, ya. - Tak apa.
- Hei. - Penampilannya berubah drastis.
- Sungguh? - Baiklah.
Saatnya mencicipi.
Manajer Pengembangan Rasa kami punya inovasi baru untuk Hucklebuck.
Kalian yang pertama mencobanya.
Silakan mencicipi
dan beri tahu kami pendapat kalian.
Silakan resapi dulu rasanya jika masih ragu.
- Maaf, ini tidak enak. - Baiklah.
Aku suka rasa Hucklebuck yang biasa.
Tapi ini... Bagaimana, ya?
Aku suka.
Rasa apa ini tadi?
Miso. Jadi, rasanya umami.
Kenapa? Kenapa harus rasa miso?
- Boleh aku coba lagi? - Ya. Silakan.
Ambil saja sepuasnya.
Permisi.
Mungkin cuma perasaanku, tapi makin lama enak juga.
Baiklah.
Kalau dicicipi lagi, rasanya sepuluh kali lebih enak. Serius.
Cobalah.
Memang,
begitu terbiasa rasanya,
lumayan juga.
Aku suka tingkat asinnya.
"Tingkat asin".
Itu melengkapi rasa cokelatnya. Kontrasnya pas.
- Ya. Setuju. - Baiklah.
- Untung ada Verity, ya? - Ya.
- Makasih. - Mantap.
- Bagus. - Kerja bagus, Bos.
- Warnanya pas... - Terima kasih.
Konsepnya dariku.
Maria. Kau Maria, 'kan?
Aku Verity Greene. Ingat? SMA Colworth Manor.
- Astaga. Ya. Tentu saja. - Ya.
- Hai. Sudah berapa lama... - Astaga. Sudah sepuluh tahun?
- Lama, ya? - Ya. Siapa sangka?
- Wah. - Kau di sini untuk uji rasa?
Tidak. Aku bekerja di sini.
- Kerja di sini? - Ya. Litbang.
Bagian litbang? Wah!
Aku baru saja ikut sesi FGD.
Tadi seru sekali. Menarik, ya.
Isiannya inovatif.
- Keilmuannya juga menarik. - Ya.
Sepertinya aku akan melamar.
- Maaf, melamar? - Ya. Asisten riset bagian litbang.
Setahuku tak ada lowongan.
Tapi di situs web, ada lowongan.
Kalau ada, aku pasti tahu.
Kurasa sekarang tak ada lowongan.
- Oh. - Maaf.
Padahal aku yakin sekali...
Aduh, sayang sekali.
Kau mungkin ingat dulu aku suka sibuk di lab.
- Ya. - Dulu aku gila komputer, 'kan?
- Itu... - Aku betah sekali di lab komputer.
Ya, kau...
Aku kaget kau masih mengingatku. Dulu kau populer sekali.
Tidak juga...
Ya. Apalagi dibandingkan aku.
Apalah aku dulu?
Maaf, aku harus pergi.
- Astaga. Ya. Maaf. - Ya.
Oh, ya.
- Senang bisa bertemu. - Ya, sama-sama.
KARIER DI DITTA
BERGABUNGLAH DENGAN KAMI
CARI KARIER ASISTEN PENELITIAN, LITBANG
- Hei, Gabe. - Hei.
- Hei. - Hucklebuck rasa misomu ide bagus.
Kata Camille, awalnya mereka ragu.
- Ya, lama-lama menagih. - Sangat.
Mereka sampai minta bungkus.
Aku baru tahu ada lowongan asisten riset.
- Ya. Belum lama diunggah. - Luisa baru masuk Maret lalu.
Ekspansi tim.
Kinerja kita bagus. Kinerjamu bagus.
Ditta tertarik konsep mallow-mu.
- Ada peluang dirilis global. - Itu kata Pak Ditta?
Tanya saja kalau tak percaya. Kamis dia kemari.
- Kemari? - Ya.
Aku akan beli baju baru.
Dia teman satu SMA-ku.
Sudah lama tak melihatnya, tapi tiba-tiba tadi
dia jadi penguji rasa dan ingin melamar di kantorku.
- Di kantormu? - Kantorku.
- Ada lowongan? - Ada, tapi dia tak cocok.
- Dia dulu anak paling aneh. - Itu julukan resminya?
Otaknya encer.
Saking encernya, sampai agak "lain".
Tak bisa berbaur.
Rambutnya berantakan.
Dia selalu corat-coret diagram aneh komputer yang ingin dia rakit.
Kedengarannya dia keren.
Tidak keren sama sekali. Sejak awal.
Ada rumor juga tentangnya.
Rumor nakal?
Dia merancap Pak Kendrick di lab komputer.
Siapa itu? Guru?
Ya, tapi mungkin itu bohong.
- Astaga. - Itu...
Remaja suka bergosip meski tak benar.
Kau suka bergosip soal Verity?
- Semua orang juga begitu. - Baiklah.
- Hanya saja, dia itu... - Sasaran empuk?
Bukan bagiku.
Ada satu cewek, Natalie Caine,
yang jahat sekali begitu dengar rumor soal Pak Kendrick.
Dia terus mengejek Verity "Tukang Perah"
sampai julukan itu melekat dan menjadi namanya.
"Lihat rambut Tukang Perah." "Tukang Perah duduk sendirian."
Anak-anak bisa sejahat itu, ya.
Tapi dia memang jago komputer. Di sini tertulis dia agen perjalanan.
- Kau menguntitnya? - Tidak.
Tapi kenapa banting setir ke riset pangan?
Mungkin dia punya kualifikasi.
Mana mungkin.
SELASA
Setelah itu, saya kuliah Biokimia Molekuler di Cambridge.
Saya bangga bisa meraih IPK sempurna.
Begitu, ya.
Lalu, saya jadi tertarik dengan ilmu pangan.
Jadi, saya ambil prodi Katering di Oxford Brookes.
Kau hobi selam skuba sejak umur 12?
Itu temanmu, 'kan?
Siapa yang minum ini?
- Bukan aku. - Akan kulabeli dengan namaku.
- Perlu bantuan mengeja? "L." - Ya. Lucu sekali.
Rekan-Rekan? Halo! Semuanya.
Dia Verity.
Dia adalah asisten riset baru kita.
Tolong buat dia kerasan.