Les 200 premières lignes.
Di suatu waktu. Di suatu tempat...
Dunia telah diracuni.
Satylite City adalah salah satu pos perintis peradaban terakhir.
Tanpa adanya tempat lain untuk berpaling,
warganya telah jatuh di bawah kendali figur memesona
yang dikenal sebagai Plutonovich.
Selama dia menyita perhatian mereka, harapan sulit dijangkau.
Tapi jauh di pegunungan, sebuah ramalan telah diturunkan selama bergenerasi.
Ramalannya tentang kekuatan satu orang yang bisa menggugah jiwa...
yang bersenjatakan sebuah gitar perkasa.
Ini adalah kisah dari Putra Ketujuh.
O'dessa!
Bangun!
Saatnya untuk bekerja.
Nol Plazma.
- Nol Plazma. - Sialan.
Baiklah.
Ini yang sedang kulatih belakangan ini.
Jangan beri tahu Mama.
Andai aku di luar di jalan itu
Andai aku di luar di jalan itu
Aku menjadi kesepian karena aku tak pernah meninggalkan rumah
Andai aku berkelana di jalan itu
Aku tahu ada sesuatu di luar sana hanya untukku
Ya
Aku tahu seseorang ada di luar sana hanya untukku
Ayahku pernah bilang "O'dessa, kau punya takdir yang besar"
Andai aku ada di luar di jalan itu
Terima kasih, Bumi, untuk berkah ini.
Amin.
Sudah periksa pompa?
Sangat kering.
Aku tak tahu kenapa kita tak melakukan sesuatu soal itu.
Pindah. Mencoba tempat baru.
Tanah ini sudah disedot habis tak bersisa.
Dunia sudah menjadi gila di luar sana.
Kegilaan yang tak bisa kau bayangkan.
Orang-orang menjadi putus asa.
Tak aman bagi gadis 19 tahun yang penuh harapan.
Jangan menakutiku, Mama.
Itu sudah tak berguna lagi.
Ibu berkata jujur.
Kita ini petani miskin.
Tak perlu malu dengan itu.
Kita adalah penyintas.
Kaum ayahmu memang berbeda.
Mereka menceritakan kisah kosmis kepada diri mereka sendiri
bahwa musik mereka akan mengubah dunia.
Berkelana bukan kenyataan.
Bagaimana keadaan Mama?
Seperti kuat bergelut dengan beruang.
Saat aku mati biarkan aku terbang setinggi tujuh mil dengan sayap
Bukan enam kaki di dalam tanah dengan enam senar terkutuknya
Bukan enam kaki di dalam tanah dengan enam senar terkutuknya
Seorang pengembara muda yang miskin memikatku
Dia menyanyikan lagu untukku saat dia memetik keenam senarnya
Aku memberinya hatiku
Dia memasang cincin peraknya di jariku
Dua menjadi satu dengan putri kami menjadi tiga
Tapi si Pengelana akan menyanyikan takdir besarnya
Katanya
Sayang, aku harus berkelana di dunia ini tapi aku akan pulang saat musim dingin
Dan kujawab ya kuberi ciuman perpisahan
Aku melihatnya pergi dengan linangan air mata di pipiku
Dia berjalan bermil-mil lagu yang dia nyanyikan
Dia berkelana dan memetik enam senar terkutuk itu
Dia berkelana dan memilih senar itu daripada aku
Hari-hari makin pendek dan malamnya mulai dingin
Pengelanaku, dia gugur dan yang dikirim ke rumah
Untuk keluarganya adalah enam senar terkutuk di peti mati
Aku menggali kubur enam kaki di tanah
Agar enam senar yang dikubur itu tak bisa bersuara
Dan sekopku mengenai minyak dan tanah kami teracuni oleh Plazma
Dan aku bernyanyi ya O'dessa anakku
Andai aku bisa terbang bulu-bulu di punggungku
Aku akan bangkit tujuh mil ke surga di atas sana
Untuk bersama pengelanaku cinta sejati kesayanganku
Untuk bisa bersama cintaku yang satu-satunya
Aku tahu kau akan berkelana seperti ayahmu.
Kau akan melakukan yang mau kau lakukan.
Tapi tolong ingat,
tak ada yang lebih kuat dalam hidup ini melebihi cinta.
Mama?
Jangan pergi.
Willa.
Ini adalah gitarmu,
dan kau harus melindunginya dengan nyawamu.
Kau yang terakhir dari garis keturunan panjang.
Tujuh generasi.
Penutup dari sebuah lingkaran.
Punya burung atau tidak, kau adalah Putra Ketujuh.
Mama cantik sekali.
Saat matahari sudah terbit di awan ungu pegunungan
Ini saatnya mencari kehidupan yang menungguku
Aku akan menenangkan yang terusik dan mengusik yang sudah tenang
Dengan enam senar ini aku akan menyanyikan takdirku
Saat aku berkelana seperti ayahku
Seperti ayah dari ayahnya
Dan aku berjalan di dunia ini dan mengembara
Aku berkelana seperti ayahku di jalan ini
Oh, Tuhan
Aku berkelana seperti ayahku di jalan ini
Seperti seorang Galloway aku mengembara dan kini dunia adalah rumahku
Dengan lagu semua orang asing adalah kawan
Dan Bumi menjadi bantalku hanya aku dan Weepin' Willa-ku
Kami akan bermain bersama sampai akhir
MATA DI ANGKASA
Saat aku berkelana seperti ayahku
Seperti ayah dari ayahnya
Dan aku berjalan di dunia ini dan mengembara
Aku akan berkelana seperti ayahku di jalan ini
Aku akan berkelana seperti ayahku di jalan ini
Baiklah.
Ayo. Lakukan lagi.
Itu tak akan membosankan, ya?
Permisi.
Maaf mengganggu.
Ini...
Ini dingin sekali.
Selamat datang, Kawan.
Hangatkan dirimu di dekat api, Domba Kecil.
Terima kasih, Tuan.
Bukan. Panggilanku Bapa.
Bapa Walter.
Seperti yang kau lihat, aku bekerja untuk Yang Di Atas.
Senang bertemu. Namaku O'dessa.
Berikan kawan kecil ini sedikit kebaikan manusia.
Minumlah.
Molotov itu bisa sedikit memberikan surga di kepalamu
dan api neraka di perutmu.
Tunggu sebentar.
Aku kenal gitar itu.
Aku pernah menggelandang dengan seorang pria gila.
Kami menjalani pertualangan yang seru.
Vergil?
Ya, Vergil Galloway.
Raja Para Pengelana.
- Ya. - Ya, benar.
Itu ayahku.
Itu sungguh mengejutkan.
- Tidak, itu mustahil. - Itu benar, Pak.
Berarti kita bisa dibilang bersaudara.
Pengelana adalah manusia langka di dunia yang sekarat.
Kau tahu, pada pagi hari, kami naik kereta barang sampai ke Satylite City.
Satylite City, tempat bermuaranya semua saluran.
Itu adalah tempat yang bejat dan nista.
Tapi tugas Ilahi tak pernah berakhir.
Tapi saat ini, angkat gelasmu.
- Semuanya berdiri... - Ayo, Walter!
...saat kita merayakan perjalanan pertamamu dan terakhir kami di kehidupan pengelana.
Dan semoga Vergil tersenyum kepadamu
saat kami menyerahkan pelita penghibur kepadamu!
Semoga jalanan bangkit bersamamu, O'dessa!
Sudah tak ada lagi jalan kembali
Lompat ke gerbong barang jika bernyali
Karena Dia adalah masinis takdirku
Ya, karena aku hidup dalam kehidupan penuh dosa
Kehidupan penuh dosa
Bergelimang wanita, lagu, dan gin
Gin yang manis
Tapi aku tahu saat aku bertemu Dia
Saat aku bertemu Dia
Dia akan memaafkanku
Saat aku bertemu Dia, Dia akan memaafkanku Oh, ya
- Jadi, mari naiki kereta kemuliaan itu - Kereta kemuliaan itu
- Naiki kereta kemuliaan itu - Kereta kemuliaan itu
- Ini saatnya pergi - Ini saatnya pergi
- Saat peluitnya berbunyi - Tut tut
Aku akan diampuni
- Aku akan diampuni - Oh, ya
Oh, ya
Tut tut!
Ya!
Hidup akan mengukir lagu itu ke dalam jiwamu
seperti Galloway tua mengukir gitar ini dari Pohon Willa itu.
Surga telah bicara.
Dari tubuh pohon yang terbakar ini, kau akan mengukir gitar...
Kemudian Roh Bumi memberi tahu Galloway,
"Hanya lagu dari Putra Ketujuh pada gitar ini
yang berpeluang menyelamatkan dunia yang sekarat ini."
Dan O'dessa, lagu itu ada dalam dirimu.
Itu adalah takdirmu.
Willa?
Sialan!
Sialan! Tidak.
Tidak.
Sialan!
Tidak.
Hei!
Kalian mau ke mana?
Itu punyaku! Kembalilah!
Si anak kampung kita sudah bangun dari tidur lelapnya!
Gadis bodoh!
- Elijah, lari! - Ini jadi milik kami.
Lepaskan aku, Bocah!
Hei! Tidak!
Kumohon, tidak!
Aku Putra Ketu...
Kau akan pergi ke Satylite City.
Kau akan merebut Willa kembali dan kau akan melanjutkan perjalanan.
No comments yet. Be the first to leave one.