Les 200 premières lignes.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
Pada abad ke-17, Setan berkeliaran di Bumi,
dan begitu besarnya murka terhadap makhluk-makhluk mengerikan itu,
yang haus akan darah manusia,
yang oleh tradisi diberi nama "vampir".
Segala permohonan belas kasihan atau ampunan sia-sia.
Saudara tak segan-segan menuduh saudara sendiri
dan para ayah menuduh anak-anak mereka
dalam upaya putus asa untuk membersihkan Bumi dari ras mengerikan itu
ras pembunuh yang memangsa darah.
Namun sebelum menghukum mati mereka,
Pengadilan manusia mendahului penghakiman ilahi
dengan membakar tanda pada tubuh mereka...
Lambang Setan.
Asa, putri keluarga Vajda,
Pengadilan Tinggi Inkuisisi Moldavia ini
telah menyatakan kamu bersalah.
Aku, putra kedua Pangeran Vajda,
selaku Inkuisitor Agung, menjatuhkan hukuman atas dirimu.
Dan sebagai saudaramu, aku menolakmu.
Terlalu banyak perbuatan jahat yang telah kamu lakukan demi memuaskan
cinta mengerikanmu itu kepada hamba Iblis itu, Igor Javutich.
Semoga Tuhan mengasihani jiwamu di saat-saat terakhirmu ini.
Tutupi wajahnya dengan topeng Setan.
Tancapkan!
Semoga api penyucian mengubah tubuh kotornya menjadi abu.
Agar angin dapat menyapu semua jejak keberadaannya.
Tidak, tidak!
Tidak!
Griabby!
Akulah yang menolakmu,
dan atas nama Setan aku mengutukmu.
Silakan,
ikat aku ke tiang hukuman,
tapi kamu takkan pernah lolos dari rasa lapar-Ku, maupun rasa lapar Setan!
Kekuatan kegelapan yang tak terkendali sedang mengintai dalam penyergapan.
Hati-hati, Griabby!
Pembalasanku akan menimpa dirimu dan keluarga laknatmu itu,
dan dalam darah anak-anakmu dan cucu cicitmu...
Aku akan terus hidup, abadi!
Mereka akan mengembalikan kepadaku kehidupan yang sekarang kamu rampas dariku.
Aku akan kembali untuk menyiksa dan membinasakan di sepanjang malam waktu.
TOPENG SETAN / MINGGU KELABU
Seolah-olah atas perintah Iblis,
amukan alam tiba-tiba memadamkan kobaran api penyucian.
Orang-orang yang ketakutan itu berlari melarikan diri dari tempat terkutuk itu.
Dan sepanjang malam yang panjang itu, lonceng gereja terus berbunyi...
untuk mengusir roh jahat.
Saat amarah telah reda,
jenazah Javutich ditutupi dengan tanah tak diberkati...
di tempat pemakaman yang dikhususkan bagi para pembunuh.
Dan jenazah Asa, sang penyihir, ditempatkan di makam leluhurnya.
DUA ABAD KEMUDIAN
Kusir! Kusir!
Seberapa jauh lagi menuju persimpangan di Mirgorod?
Enam atau tujuh verst, Tuanku.
Kamu mendengarnya, Pak?
Jika kita berhenti di Mirgorod, kita takkan pernah sampai Moskow
- sebelum malam. - Tidak masalah.
Kita bisa bermalam di losmen di Mirgorod. Salmon asap dan vodkanya luar biasa!
Kita masih akan tepat waktu untuk kongres besok.
Tapi kita akan melewatkan pidato pembukaannya.
Sayang sekali. Dr. Blistanov dari St. Petersburg akan hadir, dan Dr. Steiner dari Wina.
Sudah berapa lama kamu memiliki gelarmu?
Tiga tahun, Profesor. Sudah dua tahun aku bersamamu.
Saat kamu sudah berkecimpung dalam profesi ini selama aku,
kamu belajar untuk tak mudah percaya semua pidato di konferensi-konferensi ini.
Kusir! Berhenti!
Hoo!
Lewati jalan hutan, itu lebih cepat.
Jalanannya penuh lubang. Tak ada yang menggunakannya lagi.
Aku mengerti. Kamu takut pada penyihir itu!
Tidak mudah untuk menakutiku,
Aku berjuang melewati perang melawan Napoleon, tetapi sejujurnya,
aku lebih memilih berhadapan langsung dengan orang Prancis terkutuk daripada...
bertemu dengan hantu.
Ini akan membantumu melupakan semua tentang hantu. Ini dia!
Ayo, jalan lagi!
Hiah!
Hiah!
Suara tangisan apa itu?
Bukan apa-apa, hanya angin bertiup di pepohonan.
- Ada apa? - Ranting-ranting pohonnya, Tuan.
Ranting itu menjulur dan mencoba mencekikku.
Hati-hati jangan sampai tersedak vodka itu. Sekarang, cepatlah!
Hiah! Hiah!
Kenapa dia begitu terburu-buru?
Antara tip yang aku berikan dan rasa takutnya...
Oh!
Aduh kacau ini! Astaga!
Dari semua tempat, kenapa harus terjadi di sini.
- Oh! - Apa serius?
Tidak, tidak. Untungnya ia hanya terlepas dari soketnya.
Aku akan segera mengembalikan ke tempatnya.
- Tunggu sebentar. - Bagus.
Suasananya jelas tidak menyenangkan di sini.
Suara aneh itu.
Itu berasal dari sana. Mari kita lihat apa itu.
Nah! Kamu lihat?
Itu hanya angin yang berhembus di dalam pipa-pipa organ rusak ini.
Aduh!
Apa yang terjadi, Tuan-tuan?
Bukan apa-apa. Lanjutkan pekerjaanmu.
Lebih dari seribu tahun konflik, kebencian, dan cinta
semuanya menjadi debu di makam-makam ini.
Tidak ada yang tersisa dari para pangeran kuno Vajda.
Hanya bayangan mati dari kejayaan mereka sebelumnya.
Sejarah Moldavia kuno terukir di batu-batu ini.
Andre, kemarilah.
Ini penyihir dalam legenda lama itu.
Lihat topeng perunggu ini?
Yang selalu diletakkan di atas wajah penyihir yang dihukum mati.
agar ia akan mengenakan wajah aslinya, wajah Setan, untuk selama-lamanya.
Kenapa ada jendelanya?
Mereka takut si penyihir akan bangkit kembali
dan percaya kalau salib yang dapat dilihatnya lewat kaca
akan selamanya memaku dirinya di sana.
- Luar biasa! - Tuan-tuan!
Tuan-tuan, di manakah kalian?
Sebaiknya ada yang datang membantuku dengan roda ini.
Tolong jangan tinggalkan aku sendirian di tempat mengerikan ini!
Dia sangat ketakutan.
Pergilah bantu dia. Aku ingin melihat-lihat lagi.
Jujur saja, aku lebih suka di luar.
Selain pengap di sini, suasananya juga agak suram.
Profesor?
Profesor Kruvajan, apa yang terjadi?
- Kenapa kamu menembak? - Lihat di sini.
Monster itu menyerangku tanpa alasan yang jelas.
Itu sangat aneh.
Biasanya kelelawar menjauhi manusia.
Ayo pergi dari sini, Profesor. Kita akan lebih baik di luar.
Kalau tidak, kusir akan yakin dia benar.
Tunggu.
Apa yang kamu lakukan?
Masih utuh setelah dua abad.
Oh, kamu terluka.
Kamu benar, aku tidak menyadarinya.
Pasti kena serpihan kaca.
Hanya setetes dua tetes darah.
Mata kosong itu seolah menatapku.
Baiklah, kita pergi.
Siapa kalian?
Kalian mau apa?
Aku Profesor Choma Kruvajan dan ini asistenku.
Andre Gorobec.
Aku sedang berjalan di taman ketika aku mendengar suara tembakan.
Apa yang terjadi?
Aku membunuh seekor kelelawar besar di rubanah.
Mohon maafkan kami karena telah memasuki kapel,
tetapi kami kira itu adalah reruntuhan terbengkalai.
Kami ingin memuaskan rasa ingin tahu kami.
Semuanya terasa begitu aneh, begitu misterius di sini.
Semuanya akan jadi reruntuhan.
Ayahku, Pangeran Vajda, menolak untuk memperbaiki bahkan kapel tua ini.
Di matanya, tempat ini adalah kutukan.
Tuan-tuan, rodanya sudah diperbaiki. Kita bisa pergi sekarang.
Baiklah, kami datang.
Mohon maaf, Putri, tetapi kami harus pergi.
Kami masih harus menempuh lima verst lagi menuju Mirgorod.
Kami akan bermalam di sana.
Jika tidak keberatan, aku tak akan mengucap selamat tinggal kepadamu.
Mungkin kita akan bertemu lagi.
Ya...
Aku yakin kamu akan menikmati malam yang menyenangkan di Mirgorod.
Wah, terpesona?
Betapa sedihnya tatapan matanya.
Tapi lihatlah...
Ah, sebuah kenang-kenangan dari penyihir itu.
Seperti suara yang terputus.
- Apa itu? - Serigala!
Itulah kenapa tak kutemukan jejak rusa liar di hutan hari ini.
Bukan, sepertinya sesuatu yang lain di luar sana.
Itu bukan serigala.
Grifon-nya bergerak.
Constantine! Katya!
- Ada apa? - Ayah!
Ia tak dilukis seperti itu, sebelumnya hidup.
Sekarang dia mati.
- Apa maksud Ayah? - Ayah yakin.
Ayah benar, sebelumnya ia tidak berada di posisi itu.
Katia, lukisan itu selalu memberikan efek aneh padamu. Aku penasaran kenapa.
Itu seperti nyala api yang tak bisa padam.
Ada sesuatu yang hidup di dalamnya,
sesuatu yang berbeda pada mata dan tangannya,
seolah-olah menyembunyikan sesuatu.
Terkadang aku takut mendekatinya.
Katia!
Mungkin Constantine benar.
Ayah pasti sedang berkhayal.
Kita tak usah membahasnya lagi.
Dingin sekali!
Udara dingin sepertinya keluar dari perapian malam ini
dan menembus hingga ke tulangku.
Ayah, kenapa tidak tidur saja? Mata Ayah sudah lelah.
Tidak, mata Ayah tidak lelah.
Tapi Jiwa Ayah.
Kalian berdua tidurlah sekarang. Ayah ingin sendirian.
Selamat malam.
Selamat malam.
No comments yet. Be the first to leave one.