Les 200 premières lignes.
Episode sebelumnya di AMC The Walking Dead
Seharusnya kubunuh Istriku.
Tapi aku tak sanggup.
Lalu dia menggigit putraku.
Menurutmu dia gila?
Kurasa dia berbahaya.
Kenapa?
Karena semua nyawa itu berharga.
Ada kelompok yang menerobos dinding pembatas.
Mereka membunuh banyak orang.
Carol!
Kau tidak harus membunuh.
Tentu saja harus.
Aku tidak mahir menggunakan senjata.
Aku juga.
-SEKARANG--
Katamu kau suka berbicara.
Aku ingat hal itu.
"Mengobrol sedikit dengan orang asing di dekat api unggun."
Katamu itu seperti dalam film.
Lalu katamu kau menginginkan semua yang kumiliki.
Semuanya.
Inilah dia.
Semuanya.
-KEMUDIAN--
Kau tidak bersih.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Tak penting berapa hari,...
... atau berapa lama waktu.
Kita tidak seharusnya berada di sana.
Kau punya pisau.
Kau bersenjata!
Harusnya kau memanfaatkannya.
Harusnya kau memanfaatkannya.
Harusnya kau memanfaatkannya.
Jangan bohong.
Kau tahu.
Harusnya kau memanfaatkannya!
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Jangan! Maafkan aku.
Jangan.
Jangan! Jangan meminta maaf!
Kau masih sama.
Kau masih melakukannya.
Kau tahu apa ini.
Kau tahu apa ini.
Bisa menjauh dari kambingnya?
Dia bukan milikmu. Aku masih membutuhkannya.
Aku masih belajar cara membuat keju.
Kenapa kau tidak turunkan senjatanya lalu kita bicara?
Kau punya sedikit falafel?
Sepertinya kau lama tidak makan.
Turunkan senjata itu lalu kita bicara.
Aku yakin kita bisa selesaikan hal ini.
Kesempatan terakhir.
Turunkan senjatanya. Menjauh dari pondok.
Maaf.
Siapa namamu?
Bunuh aku.
Nama yang konyol.
Itu berbahaya.
Kau harus mengubahnya.
Bunuh aku.
Bunuh aku!
Bunuh aku!
Bunuh aku!
Bunuh aku.
Namaku Eastman.
Tak apa-apa, Tabitha.
Sial.
Itu milikmu.
Ambillah.
Itu milik kalian.
Jadi ambillah.
16 jam di lantai 19.
Kau tahu apa ini.
Kau menembakku. Aku memberimu makan.
Tolong jangan sakiti dia.
Selamat malam.
Shh. Shh.
16 jam di lantai 19.
Oh!
Ini...,
... oh, ini mengerikan!
Ya, Tuhan,...
... mengerikan sekali.
Aku hanya ingin menunggu sedikit lagi sebelum kita bicara.
Asalku dari Atlanta.
Aku seorang Psikiater Forensik.
Negara mempekerjakanku untuk meneliti,...
... apakah orang yang telah melakukan hal yang sangat buruk akan melakukannya lagi,...
... setelah dibebaskan dari penjara.
Itu dulu pekerjaanku. Sekarang aku tinggal di sini.
Karena keadaan di negara ini,...
... dan di seluruh dunia.
Apa pekerjaanmu atau apa yang kau lakukan sekarang?
Aku Pembersih.
Apa maksudnya?
Walkers, manusia,...
... apapun yang mendekatiku,...
Aku membunuhnya.
Aku Pembersih.
Kenapa?
Karena itu sebabnya aku masih ada di sini.
Yah,...
... itu omong kosong paling konyol yang pernah kudengar.
Itu makan siangmu.
Sebutannya PTSD .
Kau pernah mengalami trauma, kan?
Kau lihat darah di ujung tongkatku?
Di ujungnya yang tajam?
Itu darah dua pria.
Mungkin Ayah dan Anak.
Aku menikam salah satunya tembus di kerongkongan.
Dia jatuh dengan tongkat yang masih menempel,...
... berusaha bernafas sambil bersimbah darah.
Yang satunya lagi kucekik, tanpa tali, hanya dengan tanganku.
Itu sehari sebelum aku datang ke mari.
Mungkin,...
... mungkin di hari yang sama.
Entahlah.
Tapi itulah yang kulakukan.
Itu yang kulakukan.
Kau membunuh banyak orang?
Ya.
Mereka membahayakanmu, menyerangmu?
Tidak semuanya.
Kau menyelamatkan seseorang?
Kau menyelamatkan orang.
Perbuatan sia-sia.
Semua orang berubah.
Aku melihat sebuah cincin kawin.
Kau mencintai seseorang, kan?
Punya anak?
Oh.
Kau menyayangi mereka.
Jika kau seperti itu artinya kau sangat menyayangi mereka.
Kau melihat kejadiannya.
Dari situlah semua bermula, kan?
Kejadian itu berulang kali terjadi di depan matamu.
Tubuhmu di sini,...
... tapi pikiranmu masih di sana.
Ada pintu yang ingin kau masuki,...
... untuk pergi menjauh, kau memasukinya,...
... dan kau kembali ke momen itu.
Dan kau melihat pintu itu lagi,...
... dan kau tahu hal itu takkan berhasil,...
... tapi mungkin hal itu akan berhasil.
Jadi kau masuk ke pintu itu,...
... dan kau selalu kembali ke kejadian itu.
Kau masih merasakannya setiap waktu.
Kau ingin berhenti membuka pintu itu.
Jadi kau hanya duduk di dalamnya.
Tapi aku jamin,...
... salah satu dari pintu itu adalah jalan keluar, kawan.
Aku tidak punya teman.
Kau harus kenal aku.
Aku akan membunuhmu.
Kenapa?/ Karena aku harus membersihkanmu.
Nah, itu masalahnya. Jangan terpengaruh.
Kita diciptakan bukan untuk membunuh.
Kita tidak punya cakar atau taring atau pun baju besi.
Banyak Veteran perang mengidap PTSD,...
... itu terjadi bukan disebabkan karena kita nyaman untuk membunuh.
Tidak. Kita tidak boleh begitu.
Kita merasakan. Kita saling terhubung.
Tahu tidak, aku sudah mewawancarai lebih dari 825 orang,...
... yang telah melakukan hal yang mengerikan.
Aku hanya bertemu dengan satu orang jahat.
Beberapa dari mereka terlahir dengan kerusakan otak.
Beberapa dari mereka menderita penyakit.
Sisanya hanya orang-orang rusak.
Membuat dirinya trauma sepertimu, tapi mereka bisa sembuh.
Ada yang cepat, ada yang lambat, tapi bisa sembuh.
Kita semua bisa sembuh.
Aku tahu itu.
Seperti lingkaran dan semua orang akan kembali ke titik semula.
Pintunya terbuka.
Pintu itu. Pintu selnya terbuka.
Aku melemparkan kuncinya ke sungai beberapa waktu yang lalu.
Aku tidak akan menahanmu lagi.
Aku tak bisa mencegahmu. Pergilah, bersihkan!
Atau tinggal, duduk di sofa,...
... dan kita akan berusaha mencari jalan lain.
Pintunya terbuka.
Tidak pernah terkunci.
Kau tinggal atau kau pergi.
Itu pilihannya.
Aku takkan membiarkanmu membunuhku.
Aku tak akan biarkan hal itu.
Jangan!
Hentikan.
Hentikan.
Aku memberimu dua pilihan.
Sial.
No comments yet. Be the first to leave one.