Les 200 premières lignes.
Diterjemahkan oleh Wiki Makassar
Cyclo.
Anakku, keluarga kita banyak berhutang kepada tukang becak cyclo
Kami bekerja keras, siang dan malam
Makan dan tidur di jalanan. Mengayuh sepanjang waktu
Suatu pagi, sakit punggung
mengikatmu di tempat tidur
Aku tidak tahu semuanya mengarah kemana
Inilah hidupku
Ketika aku mati, aku tidak punya apa-apa untuk kau wariskan
Jika kamu bisa, lihat apa kamu bisa menemukan
sesuatu yang lebih berharga
Kamu terlambat!
Lihat apa aku benar,
"Komite Rakyat memberikan pinjaman
"sesuai dengan kebijakan
"untuk memerangi kemiskinan"
Dimana? Tunjukkan padaku.
Berapa usiamu?
Delapan belas.
Pekerjaan orangtuamu?
Kami sangat miskin.
Jawab aku, pekerjaan orangtuamu?
Ibuku meninggal saat melahirkanku
Ayahku juga meninggal karena kecelakaan...
Dia meninggal karena kecelakaan apa?
Truk... dia meninggal seketika, bersama dua penumpang lainnya.
Di perempatan Hang Xanh, kan?
Iya.
Keluargamu yang masih tersisa?
Kakekku, adik-adik perempuanku
Mereka belajar di pagi hari dan bekerja di sore hari
Apa yang mereka kerjakan?
Yang tertua mengantar air ke pasar, yang kecil menyemir sepatu
Lalu kakekmu?
Dia punya usaha press ban.
Siapa yang menyewakanmu becak cyclo?
Ibu bos di Cholon.
Namanya?
Aku tidak tahu.
Berapa pendapatanmu per hari?
5.000 dongs.
Terus depositnya?
200.000 dongs
Baiklah, kami akan mempertimbangkan berkasmu
Kami akan memberitahumu nantinya.
Iya.
Akhir-akhir ini, anuku sakit
ketika aku kencing. Bagaimana denganmu?
Aku juga. Terasa panas
Kamu harus minum, ini bakal membantu.
Ini membuatmu berkeringat, membuatmu lelah.
Seorang dokter memperingatkanku, mengkonsumsi obat untuk memperkuat otot,
bakalan membuatmu impoten.
Iya, benar! Siapa yang mampu membayar biaya dokter?
Lebih baik ke tukang daging.
Menyemir sepatu, pak?
Kamu ada waktu, nak?
Becak!
Nomor 8, Jalan Le Loi
Berani-beraninya kamu mencuri pelanggan kami!
Itu dia...
Ini jalur kami. Kalau kamu masih mau hidup, pergilah!
Pergilah, kamu berada di jalur kami!
Ya, kamu ikan kecilku
Jadi, berapa?
Ini hari yang baik. 20.000.
5.000 untukmu, 21.000 untukku.
Tidak masalah?
Para preman mengambil penumpang dariku
Hati-hati, setiap jalur punya gank-nya tersediri.
Kamu lapar?
Mau makan?
Suruh dia mandi, beri dia sesuatu untuk dimakan.
Ajak dia pergi.
Ketika dia lahir memang seperti itu, dia pasti seumuran denganmu.
Jaga gigimu.
Kamu lihat, aku sudah bilang.
Baiklah, sudah cukup, keluarlah.
Ayo, kakek, sudah larut.
Iya, ayo pulang.
Bawakan tembakau untuk kakek
Bahumu sudah enakan?
Setiap hari malah semakin parah.
Masih ada salep?
Sedikit lagi habis.
Aku akan membawakanmu.
Kakek, ambil timbangan...
yang mereka kirimkan secara tidak sengaja dan ganti pekerjaan,
Lihat bagaimana cara kerjanya.
Seseorang datang, kamu melapnya.
Ajak dia mencoba, 1.000 dongs per orang.
Kita seharusnya tidak. Timbangannya bukan milik kita.
Iya kita bisa, kita sudah menunggu cukup lama.
Tidak ada yang mengklaimnya.
Bahunya sakit.
Kamu tak bisa terus memompa ban.
Ayo kita tunggu sebentar.
Di tepian sungai tua daun dan bunga memudar.
Matahari mati, dingin, dan gemetar.
Aku ragu-ragu melintasi desa kecil itu.
Kenangan masa kecilku, aku ingat dirimu.
Aku ingat bayangan anggunmu
Kamu menatapku, berseri-seri, dan lembut
Aku ingat matahari tenggelam
Di pipi putihmu, rambutmu yang berombak
Masukkan dia ke tempat tidur
Besok, aku akan datang untuk melihat apa kamu mati atau tidak
Bangunlah, adik kecil
Sana cuci mukamu.
Jika aku, si cangak yang mati direbus
Mungkin di dalam air jernih
Bisa meringankan penderitaan anak-anakku.
Ikuti mereka.
Dan jangan ceritakan kepada siapa pun.
Bom punya kipas yang terbuat dari daun kelapa.
Orang Kaya berkata, Ini akan kujual kepadamu.
Tiga sapi dan sembilan kerbau.
Aku tidak mau kerbaumu.
H! Aku akan memberikanmu,
sebuah kolam penuh ikan.
Aku tidak mau ikanmu.
H! Aku akan memberikanmu,
sebuah rakit dari kayu berharga.
Aku tidak mau rakit dan kayumu.
H! Aku akan memberikanmu
sebuah burung...
Besok, datanglah ke gudang es.
Aku akan memberitahumu apa yang harus kamu dilakukan.
Pergilah sekarang dan jaga rahasia ini.
Ada apa?
Siapa itu?
Kenapa?
Dia mencuri sepeda cycloku.
Jangan bodoh, dia bekerja untuk boss wanita itu.
Ayo pergi!
Tunggulah di sini.
Jangan keluar.
Kecuali kalau kamu mau makan,
dan jangan mengunci pintunya.
Tutup mulutmu, bau banget!
Apa kamu punya uang?
Tidak.
Kami begadang lagi semalaman.
Ayo tidur.
Boleh aku tidur di sini?
Lain kali saja.
Aku tidak mau melakukannya.
Aku datang,
karena kamu menyuruhku datang.
Aku menelepon, tapi tidak ada yang menjawab
Boleh aku masuk?
Jangan sentuh dia.
Ini adalah kali pertama baginya.
Mau kencing?
Kamu mau kencing?
Kencing, mengerti?
Kamu mengerti?
Lanjut, kencing!
Minumlah... ayo, minum!
Minum dan kencing
Kencinglah, kumohon!
Minumlah lagi!
Lagi, minumlah sampai habis!
Cukup! Kencinglah!
Terus lakukan sambil berdiri!
Aku membawakanmu dua teman.
Orang-orang menyanyikan pujianmu.
Kamu seorang Samaria.
Kamu mencoba menyelamatkan orang yang tenggelam?
Bos senang.
Dia mengirimkan hadiah ini untukmu.
Sialan, kamu menjijikkan.
Dia mau bertemu denganmu, untuk memberikan pekerjaan lainnya
Apa? Kamu bilang apa?
Aku tidak berani.
Aku tidak meminta pendapatmu!
Kamu berani menolak?
Apa yang dia inginkan? Katakan lagi!
Buka mulutmu!
Buka mu...
Ini sebuah rasa.
Lain kali akan langsung,
Sabotase!
250 ton beras berjamur.
Kamu tahu siapa yang melakukannya?
Bayangkan dirimu di berita utama?
Kamu bakal dihukum seumur hidup!
Sungai tak bernama.
Aku lahir sambil menangis.
Langit biru, bumi yang luas.
Air sungai yang hitam.
Aku tumbuh dengan bulan-bulan, tahun-tahun.
Tanpa ada yang menjagaku.
Manusia tak bernama.
Sungai tak bernama.
Tanpa warna bunga.
Dan tanpa aroma.
Tanpa suara.
Oh, sungai! Oh, ada orang mau lewat!
No comments yet. Be the first to leave one.