Les 200 premières lignes.
Robby.
AREA KARANTINA - BERHENTI HARAP PAKAI MASKER
Robby. Mahasiswa yang sesak napas ada di sini.
Baiklah.
- Kau tak apa? - Ya.
JAM KEDUA PUKUL 08.00 - 09.00
Aku mau bicara ke putra pasien di Tengah 12, tetapi dia pergi.
Ada masalah?
Ibunya menemukan daftar gadis SMA
yang ingin dia lenyapkan.
Ada apa dengan anak masa kini?
Maksudmu selain medsos, pandemi di seluruh dunia,
dan krisis lingkungan?
- Ya. - Senjata?
Berkat Tuhan hari ini, ya?
Nick Bradley, 19 tahun, ditemukan pingsan oleh orang tuanya.
Tak ada obat dan alergi.
Saat tiba, nyaris tak bernapas, pupil mengecil, denyut 38.
Pupil merespons Nalokson.
Kami pasang selang karena napasnya lemah.
- Ada narkoba atau alkohol di TKP? - Tidak.
- Tanda trauma? - Tak ada.
Baiklah. Buka matamu, Nick.
Hitungan ketiga. Satu, dua, tiga.
- Ditemukan di mana? - Di ranjang oleh ibunya.
Pupilnya enam milimeter, tak ada reaksi.
Denyut 64. Tekanan darah tak teratur.
Tak merespons nyeri. Tingkat kesadaran GCS 3.
- Cocok dengan gejala keracunan? - Tidak.
Jika hanya candu dengan nalokson, dia akan bernapas sendiri.
Penghambat beta tak sebabkan pupil mengecil.
Mungkin orang tua punya obat resep di kamar mandi.
Mereka segera tiba.
Kode trauma, tingkat 1, perkiraan tiba lima menit.
Pengendara skuter berdiri menabrak pintu mobil. Tanpa helm.
Tidak ada darah di perut, tidak ada efusi perikardial,
dan paru-paru baik.
HemoCue bagus, 15.
- Tekanan darah 84/58. - Baiklah.
Apa rencanamu, Dr. Collins?
Suntikkan epidural 0,1 miligram.
Foley bagi urine, penstabil bagi CT, dan coba semua cara.
- Kita ke mana? - Butuh ruang untuk orang lain,
tetapi istirahatlah di aula sampai hasil lab-mu selesai.
Orang tuamu pasti bangga.
Putranya jadi dokter.
Ya, kurasa.
Aku anggota keluarga yang pertama kuliah.
Mereka banyak berkorban untuk ini.
Bagaimana nyerimu, Pak Milton?
Aku tak apa. Cuma ingin minum kafelate.
Nyeri batu empedu-mu bisa kambuh.
Kalau bourbon?
Baru pukul delapan. Bagaimana kalau es batu?
Tidak usah. Aku lebih suka wiski polos.
Ya, itu tidak boleh.
Sistolik turun lagi ke 90.
Epidural 0,1 lagi.
Kelumpuhan pada keempat ekstremitas.
Tak ada gerakan mata dengan air.
- Tak ada fungsi batang otak. - Kenapa?
Cedera hipoksia, pendarahan besar.
Samira, bawa dia ke CT. Bawa kotak obat itu bersamamu.
Kabari aku.
Hei, kau tak apa?
- Ya. - Kau yakin?
Aku pernah membuatmu risau?
Tidak, tetapi tak ada salahnya tanya. Itu salah satu tugasku.
Kau sudah menanyakannya.
Baiklah.
Ada sesuatu?
Ada kasus untuk dr. Collins.
- Boleh kulihat? - Ya.
Pria 68 tahun, riwayat hipertensi,
sejam nyeri kuadran kanan atas karena makanan berlemak, kini hilang.
Tidak demam dan nyeri. Ada batu empedu saat USG.
Tak ada perubahan iskemik akut pakai EKG. Menunggu LFT dan lipase.
Kenapa lakukan EKG?
Perawat menyarankannya untuk memeriksa masalah jantung.
Keputusan bagus untuk kalian.
Perawat tahu tugasnya. Jangan ragukan saran mereka.
- Cari aku saat hasil lab keluar. - Ya.
- Bagaimana jarimu? - Tak apa.
- Dr. Robby? - Ya?
Putra dan putri Pak Spencer dari panti wreda sudah tiba.
Baik. Aku segera ke sana.
Ayah kalian mengalami pneumonia dan kondisi yang disebut sepsis.
Apa maksudnya itu?
Artinya, bakteri menyebar dari paru-paru ke aliran darahnya.
Sejauh ini, dia merespons pengobatan.
Hai, Ayah.
Ini Helen dan Jereme.
Jereme...
Hillary...
Boob... Fud.
Itu Nowhere Man dari Yellow Submarine.
Itu julukanku darinya jika tak kerjakan PR.
Itu informasi dasar?
Dia punya hari baik dan hari buruk.
Bagaimana jika kita keluar sebentar?
Ayahmu datang dengan tekanan darah rendah, sudah membaik.
- Dia bisa kembali ke panti wreda? - Kami harap begitu.
Ayahmu memiliki surat pernyataan
bahwa cairan infus dan obat-obatan diperbolehkan,
tetapi menolak mesin penyokong hidup dan RJP.
Dia tak mau disokong mesin.
Akan kami lanjutkan pemberian oksigen, infus, dan antibiotik.
Jika paru-parunya berhenti, kami tak akan masukkan
selang untuk mesin pernapasan.
Apa pneumonia bisa diobati?
Sebagian besar bisa.
Jika membaik dalam sepekan, pakailah mesin.
Ayah tak mau.
Kalian punya kuasa atas perawatan kesehatan?
- Ya. - Kami berdua punya.
Ini keputusan yang tidak perlu dibuat sekarang.
Silakan memikirkan dan membahasnya.
Jika keadaan memburuk,
terkadang kematian alami yang nyaman bisa jadi jalan paling manusiawi.
Tak ada kasus rutin sampai kami menilai tingkat satu. Terima kasih.
Dr. Langdon?
Lantas, bagaimana VA?
Ya, itu bagus. Menantang. Aku belajar banyak.
Mungkin seharusnya semua dokter diwajibkan
menghabiskan waktu di sana secara teratur
karena mereka berkorban untuk kita.
Pemikiran bagus. Kenapa kau pilih Pitt?
Saudariku ABK
dan dia mendapat fasilitas bagus di Pittsburgh.
PTMC memiliki reputasi hebat, kurasa itu akan cocok.
- Bisa konsultasi kasus sakit kepala? - Silakan.
Wanita 36 tahun, sakit kepala parah karena titik pemicu paraserviks.
Rasa sakitnya berkurang dari 11 jadi nol setelah 2 cc IM Marcaine...
Tunggu. Kau menyuntik titik pemicu sebelum konsultasi?
- Ya, aku... - Magang selalu konsultasi dahulu.
Aku magang di klinik Hopkins.
- Gawat. - Pasien!
- Tak ada masalah... - Jelas tidak baik.
Ben Kemper, 23 tahun, tanpa helm, naik skuter listrik, menabrak pintu.
Leher kena setang, wajah menabrak trotoar.
Patah tulang wajah. Tidak linglung. Semua vital bagus.
Siap.
Satu, dua, tiga.
Bagaimana keadaanmu?
Darah, masuk ke tenggorokanku.
Mungkin karena mimisan.
Ambilkan kapas hidung.
Denyut 120, saturasi oksigen 90.
Berikan 15 liter dahulu.
- Memar. - TD 138/84.
Laring bergeser ke kanan, tak ada krepitansi.
Empat dosis morfin.
Kumasukkan sesuatu ke hidungmu untuk hentikan pendarahan.
- Tidak ada hemotimpani. - Tiup balonnya.
Kalau sekarang, Ben?
Lebih baik.
Ada apa?
Vitalnya baik, kesadaran penuh. Mari kita periksa.
- Aduh. - Wajah mengambang.
Retak LeFort III.
Itu jarang terjadi.
Siapkan jalur napas. Dua lapis untuk jaga-jaga.
Kerja bagus.
Terima kasih.
Baiklah, Pak Tagari, kau boleh pulang.
Terima kasih.
Ingat, diskon sepuluh persen untuk dokter dan perawat.
Aku mahasiswa kedokteran.
Maaf, kepalaku terbentur, ingat?
Putraku suka piza, jadi, aku pasti ke sana.
- Terima kasih. - Tunggulah perawat.
- Baiklah. Terima kasih. - Hai.
Aku baru sadar sepertinya aku kerap memberi anakku makanan siap saji.
Seperti piza dan s'more.
Tidak. Aku suka piza dan s'more. Siapa yang tidak suka?
Terima kasih.
Berapa anakmu?
Hanya satu, Harrison. Kini usianya 11 tahun.
Apa pekerjaan suamimu?
Tak ada suami, hanya aku dan putraku.
Kurasa kau tidak punya anak. Maksudku, bukan karena usiamu.
Atau mungkin aku begitu.
Mahasiswa kedokteran jarang punya anak.
Benar. Aku tak punya anak.
Bahkan tidak punya pacar. Saat ini hanya sekolah.
Ya, itu akan membuatmu sibuk. Aku tidak merindukannya.
Pasti sulit menjadi ibu muda.
Ada momen baik dan buruk. Namun, hidupku penuh tantangan.
Sekolah kedokteran bukan salah satu yang tersulit.
Itu salah satu hal paling memuaskan. Selain memiliki putraku.
Hei. Luka di wajah dan mungkin ada benda asing di mata,
yang selalu bernilai tujuh pada Skala PMM.
Penyebab Mateo Muntah.
Kau tak apa?
Ya, dia lucu...
- Perawat itu. - Mateo. Kau bisa sebut namanya.
Ya. Benda asing di mata bisa sangat serius.
Hei, Tampan.
Aku bicara denganmu, Tampan.
Myrna, sudah kubilang seratus kali namaku dr. Robby.
No comments yet. Be the first to leave one.