Les 200 premières lignes.
TERIMA KASIH TUHAN
TERIMA KASIH KEPADA PARA LEGENDA
TERIMA KASIH
YANG TERPILIH
PERUSAHAAN PENGIRIMAN VC
Masuk dan sikat barangnya. Tak apa jika ada yang mati.
Biar kakak iparku menangis. Paham?
- Paham! - Berikan!
Inkarnasi terpenting dari Dewa Wisnu adalah yang kesembilan,
yaitu Dewa Krishna.
Untuk membasmi kekejaman para iblis seperti Kamsan dan Sanuran,
membawa keadilan dan keseimbangan di Bumi,
dan membangun perdamaian dunia,
Dewa sendiri yang akan datang.
Setiap kelahiran di dunia ini punya tujuan.
Itu disebut Dhammam.
Misi Dewa Krishna tidak hanya menghancurkan para iblis.
Cinta.
- Cinta murni… - Tn. Thilagan!
Bos!
Adik iparmu mencuri semua barangmu.
Dia membunuh semua orang kita.
Dia bahkan menghabisi penjaga.
Barang Turki senilai enam lakh, datang.
Dia pasti dengar itu.
Istrimu ke sini.
Astaga, di mana ibunya?
Dia yatim piatu.
- Tenang, Nak. - Mereka tiba saat Pongal tahun lalu.
Hari ini ulang tahun anak ini.
Mereka membagikan manisan dan mendandaninya seperti Dewa Krishna.
Ayahnya dibunuh.
Haruskah kita lapor?
Tak usah libatkan polisi.
Adakan upacara kematian lalu taruh dia di luar gereja.
Baik.
Kita rawat anak ini.
Kita tak tahu asal-usulnya.
Kenapa harus membedakan anak?
Ini anugerah dari Dewa. Namun, kau…
Aku sudah lama mandul.
- Kenapa… - Terserah kau.
Itu tanggung jawabmu!
Tenang, anakku.
Lihat Ibu. Sudah, sudah.
Sayangku!
Dia menjadikanmu seorang ibu,
ada tanda tombak Dewa Murugan di tubuhnya
dan dia menemukanmu pada hari ulang tahun Dewa Krishna.
Paarivel Kannan.
- Paarivel Kannan. - Bagus sekali!
Paarivel Kannan.
- Ucapkan namanya, ayo. - Paari!
Lihat Ibu. Lihat Ibu, Sayang.
Senyumlah, Sayang. Senyum!
- Paari, lihat, mukanya lucu. - Senyum, Nak!
Lihat tingkahnya.
Lihat! Senyum, Paari!
Ayo, senyum, Paari.
Lihat aku!
Dia tak menderita sakit medis .
Trauma pembunuhan ayahnya masih ada.
Artinya dia tak akan pernah tersenyum?
Lihat nanti. Waktu akan menyembuhkannya.
Kenapa tak mau senyum, Sayang?
Paari, kau tampan bila tersenyum.
Itu sampai usianya enam.
Setelah usianya tujuh tahun, dia akan terus tersenyum.
Hei, Paari, tertawalah!
Hei, Nak, tertawa!
Paman, aku tak bisa tertawa.
Jangan marah. Jika tertawa, kau jadi tampan.
Ibu Sandhiya, aku tak bisa tertawa.
Baiklah, tak usah.
Dia ingin menonton film laga…
Ayah, mereka berkelahi seperti Ayah.
Jangan panggil aku ayah!
Bicara begitu lagi, kupatahkan gigimu.
Kenapa kau membentak anakmu?
Anak? Anak siapa? Aku menerima dia demi kau.
Bu, kenapa dia kasar sekali?
Dia memukuli semua anak.
Juga memelototiku.
Salurkanlah amarahnya.
Cari tahu kegemarannya.
Turuti pilihannya. Nanti akan reda sendiri.
SEKOLAH BUNDA MARIA, TUTICORIN
Empat. Lima. Enam. Tujuh.
Lima. Enam. Tujuh.
Aku ingin memberitahumu hal penting.
Kau bukan anak kandungku.
Dahulu kami punya penjaga bisu.
Kau adalah putranya.
Itu sebabnya Ayah tak menyukaiku?
Bagaimana pun perlakuannya…
Dia tetap ayahmu!
Setelah kepergian Ibu, kau jagalah dia, Paari.
Ibu Sandhiya akan meninggalkanku?
Kumohon jangan tinggalkan aku.
Kumohon jangan tinggalkan aku.
Kumohon jangan tinggalkan aku .
Dosa!
Istriku sudah mati. Harus kuapakan dia?
Katanya, di Kasi kita bisa buang yang tak dibutuhkan.
Haruskah kubuang dia di sini?
Setiap makhluk di Bumi ini memiliki tujuan.
Kehadirannya dalam hidupmu pun ada tujuannya.
Sampai tujuan itu tercapai,
sekeras apa pun kau membuangnya, dia akan kembali kepadamu.
Ibumu memintamu tidak menangis?
Nasihat ibuku sama.
Jika kita melepas mereka tanpa menangis dan wajah tersenyum,
mereka akan masuk surga.
Aku tidak bisa senyum.
Apa? Kau tidak bisa senyum?
Aku tidak bisa senyum!
Tidak pernah!
Siapa namamu?
Paari!
Paarivel! Itu 'kan nama panjangmu?
Betul, bukan, tebakanku?
Rukmini!
Rukmini, kemari.
Paari, kau tampan bila tersenyum.
Belajarlah tersenyum.
Paari, kau tampan bila tersenyum.
Belajarlah tersenyum.
Dia seperti sudah teler!
Bunuh dia!
Hei, awasi.
Thilagan, selamatkan dia!
Saatnya tujuan hidupnya terpenuhi.
Paari, aku pamanmu. Kumohon ampuni aku.
Anakku!
Kemarilah, Anakku!
Bagus sekali!
Tangan besiku Paari!
PELABUHAN FREETOWN AFRIKA, 1993
Semuanya!
Negaramu sedang perang!
Kuulangi! Negara ini sedang perang!
Jika ingin pergi, serahkan emasmu dan pergilah.
Jangan sampai ada yang membawa perak atau pun emas.
Serahkan! Semuanya harus pergi!
Hei, mundur dulu dan berikan KTP-mu.
PERUSAHAAN PENGIRIMAN VC
- Semua ini milikmu! - Akhirnya, ikan emasku!
Buka!
UNTUK DIMASAK KARI
SARADA BUMBU KARI IKAN KERING
Aku tak tahu apa-apa. Aku tak mengerti! Tidak!
- Hei! Apa-apaan ini? - Kumohon.
Diam!
Tulisan apa ini…
- Yang benar saja! Apa ini? - Ayolah! Tidak!
Kirim ke teman Indiaku.
Baik, Bos!
Di kuil populer di Kerala,
ornamen emas dari dinasti Pandya, bernilai jutaan telah dicuri.
Istriku yang cantik …
Kau berdandan seolah ini pernikahan putra kandungmu.
Dia cuma anak yatim yang kau besarkan untuk jadi preman.
Jangan berlebihan!
Sayang, jika kau sebut dia yatim atau preman sekali lagi…
Kuulangi ini kesekian kalinya…
Kau ingat-ingatlah.
Dia putra sulungku!
Paari!
Tangan Besiku!
Paari!
PERUSAHAAN PENGIRIMAN VC
Aku ingin kau lepaskan …
Aku ingin kau lepaskan …
Paari, aku pamanmu. Ampuni aku .
Paari!
Halo! Selamat datang teman, musuh dan pengkhianat yang berkumpul di sini.
Besok pernikahanku.
Aku sudah berhenti bekerja untuk ayahku.
Aku juga akan pergi dari kota ini.
Aku pergi bersama istriku…
Untuk hidup damai di tempat lain.
Entah persahabatan atau permusuhan, berakhir hari ini.
Minum dan menarilah gembira.
Doakan kami, lalu pergilah.
Tutup gerbangnya saat keluar.
Sial lupa!
Tutup gerbangnya saat keluar dan pulanglah.
Dengar, jika kalian pikir bisa berulah dengan ayahku karena aku keluar,
buang pikiran itu segera!
Itu demi kebaikan kalian.
Peringatan tanpa basa-basi.
Selamat menempuh hidup baru!
Mari jalani hidup bahagia bersama keluarga kita.
Gadis itu berhasil mengubah Paari yang garang menjadi lembut.
Kau melarang kami ke pernikahanmu. Setidaknya beri tahu namanya.
Paari menikahi…
Siapa?
Paari, setidaknya beri tahu kami namanya.
Rukmini!
CINTA
No comments yet. Be the first to leave one.