Les 200 premières lignes.
Sebelumnya di Bosch: Legasi...
-Kau siap kembali bekerja? -Waktu itu kau siap?
-Aku mengerti. -Baiklah kalau begitu.
Kita sempat ribut.
Namun, yang penting,
orang yang tepat dihukum karena membunuh Robertson.
-Kantor Kejaksaan AS mengambil kasus ini. -Apa?
Maafkan aku. Tindakanmu adil terhadap Jimmy Robertson.
Kau tahu ini akan terlihat bagaimana?
Akan kelihatan LAPD tidak percaya kepada Jaksa Negeri.
Di meja kantor Ayah,
ada foto tiga orang gadis.
Identitasnya tidak pernah diketahui. Tidak pernah dilaporkan hilang.
-Kenapa Ayah simpan? -Sebagai pengingat.
Orang mati pun berhak atas keadilan.
RESTORAN STEIK TAYLOR
Kami sering berkendara tanpa berbicara.
Nanti juga baik.
Entahlah.
Rekan itu seperti keluarga.
Hubungan yang rusak akan kembali baik.
Mengutip Steely Dan?
Padahal itu sebelum kau lahir. Hebat.
Hei. Ibu diam-diam suka yacht rock. Kurasa aku juga.
Any Major Dude Will Tell You.
Ayo pergi.
-Hati-hati di jalan. -Ayah juga.
Di rumah? Tolong cari tahu sesuatu.
Ada apa?
Aku dibuntuti.
-Ya? -Harry, pelat nomornya tidak terdaftar.
Lihat pengemudinya?
Tidak. Hanya lihat dia sendiri. Siapa kira-kira?
-Entah. -Kau bawa pistol?
Aku baru makan malam dengan Maddie. Kutinggal di kantorku. Akan kuurus.
-Jangan bergerak. -LAPD. Jatuhkan senjatamu.
-Perlihatkan lencanamu. -Jatuhkan!
Tunjukkan lencanamu.
Turunkan senjatamu. Sekarang.
Siapa kau?
Renée Ballard, DPP.
-Apa maumu? -Aku mau berkas yang kau curi dariku.
BERDASARKAN NOVEL KARYA MICHAEL CONNELLY
LEGASI
Kau sebut mereka gadis bunga.
Tiga wanita muda yang dibunuh.
Aku ditugaskan menangani itu.
Jadi, mencuri berkas itu artinya mencuri dariku.
Aku tak mencuri berkas darimu atau orang lain.
Aku tahu rasanya terus memikirkan sebuah kasus.
-Sungguh? -Namun, itu bukan kasusmu lagi.
Keparat.
Ada kasus baru. Itu sebabnya kau butuh berkas itu.
Aku tidak bisa membahas kasus yang aktif.
Baru saja kau bahas.
Ini kesempatanmu bekerja sama.
Aku buat salinan.
Yang asli ada di Sektor Hollywood.
Berkasnya hilang. Jadi, aku butuh salinanmu.
Ayo bersepakat.
Kutunjukkan kasus lamanya, kau tunjukkan kasus barunya.
-Aku perlu minta izin. -Jangan lama-lama.
Orang ini mulai lagi.
Dia sedang mengincar korban berikutnya.
-Ini perlu kita lakukan. -Tidak perlu.
Bosch sering membawa masalah. Kita tidak butuh dia.
Kita butuh yang dia miliki.
Dia lama mengerjakan kasus ini. Dia paham betul.
Baiklah. Atur pertemuan untuk bertukar berkas.
Bawa surat perintah penggeledahan.
Aku masuk sendiri.
-Maaf, Chief. Dia memaksa. -Tak apa-apa. Terima kasih, Sersan.
-Duduklah. -Tidak, terima kasih. Sebentar saja.
Apa Zorrillo ditahan
atau itu hanya kau dan FBI yang boleh tahu?
Ya, dia ditahan. Di penjara federal.
Saat waktunya tepat, kami akan siaran pers.
Cek kotak masukmu. Aku sudah.
Jika ini keputusanmu,
orang yang salah akan dihukum karena membunuh Jimmy Robertson.
Sekarang, kau dan FBI menyerobot kasusku.
Itu merendahkanku di depan anggota kepolisian.
Sudah selesai?
Sungguh ingin aku jadi musuh empat tahun ke depan?
-Hei. -Hei.
Tak terpecahkan?
-Kau juga punya? -Ada beberapa.
Gadis Meksiko.
Sonia. Sonia Hernandez.
Kau tahu namanya.
Bagus. Bagaimana dengan yang lain?
Tidak tahu.
Ya?
Bisa. Kapan dan di mana?
Kursi merah muda. Besok pukul 10.00.
Aku akan ke sana. Bawa berkasmu.
Kau juga.
Katamu kau ingin tahu
kalau Harry Bosch muncul di radar.
Terima kasih.
-Ya? -Harry.
Kenapa LAPD minta surat perintah
atas dirimu, mobil, rumah, dan kantormu,
untuk mencari berkas tiga pembunuhan?
Siapa yang menyetujui?
Kapten Seals.
Terima kasih.
Kukira bawa buku pembunuhan.
Kukira kau tidak hanya bawa surat perintah.
Jaksa berutang kepadaku. Surat perintahmu tak berguna.
-Chandler tak bisa begitu. -Benar, tapi dia kenal orang yang bisa.
-Jadi, kita main kotor? -Kita hanya memainkan permainanmu.
Saat kembali ke PAB,
akan ada surat resmi darinya
yang meminta salinan dokumen dari kasus baru.
Dia tak punya kuasa atas kasus yang belum diajukan.
Itu benar.
Namun, kurasa Seals tak mau berseberangan dengannya.
Tidak dalam hal ini.
Dia akan serahkan semua, aku dapat yang kubutuhkan untuk bekerja.
Dengan atau tanpamu.
Aku pasti dapat.
Salinan asli dan lengkap untukmu.
-Reaksi Seals? -Seperti di pemeriksaan prostat.
Ayo mulai bekerja.
GADIS TANPA NAMA
Ini kau kerjakan dengan rekan?
Tidak, dia sedang cuti. Aku sendirian.
Kau suka di DPP?
Itu klub laki-laki, tapi, ya, aku ingin di sana.
Bagus. Ceritakan soal kasus baru ini.
Wanita Asia tak dikenal, usia sekitar 20-25 tahun.
Mayatnya dibuang di pintu masuk jalan tol Lima di Los Feliz.
-Pintu masuk ke selatan? -Ya, ke selatan.
Tak ada KTP, tak ada kecocokan sidik jari. Namun, dia punya tato baru.
Korban diduga orang Filipina dan terkait HiFi Boys.
-Itu alasan kita satu kasus? -Itu dan MO-nya.
Beberapa luka tusuk dari alat yang tak diketahui.
Tak ada ujung pisau yang tajam. Itu semacam alat, bukan pisau.
Tunjukkan berkasmu.
Aku segera kembali.
LAMPU NATAL
Pemandangannya bagus.
-Kau tinggal di kota? -Pantai.
Astaga, itu jauh ke DPP.
Aku harus ada di dekat air.
"Lampu Natal"?
Kusimpan di garasi tetanggaku,
jaga-jaga kau bawa surat perintah lagi.
Aku tak mau dia terlalu penasaran dengan isinya.
Gadis-gadis ini diambil dari jalanan Manila.
Mereka diiming-imingi hidup mewah di Amerika.
Dikirim ke sini dan dijual seperti barang ke HiFi Boys di Filipinotown.
Mereka dijual di internet,
yang masuk ke apartemen diatur dan akhirnya,
salah satunya memasukkan pembunuh berantai.
Memang kenapa jika mereka dibunuh?
Bagi HiFi Boys, hanya biaya berbisnis.
Pasokan mereka tidak terbatas.
Aku ditugaskan kasus pertama 13 tahun lalu. Tak ada yang berubah.
Keempat korban ditemukan di dekat pintu tol ke selatan.
Terima kasih.
Kenapa ambil risiko itu?
Membunuh mereka di lokasi yang tertutup dan sepi,
lalu buang di tempat terbuka?
Kemudian pulang.
Tidak ada sidik jari, rambut, atau DNA.
Apa?
Tidak ada apa-apa.
Dia ke mana saja?
Apa maksudmu?
Kasus pertama 13 tahun lalu. Sekarang ini. Dia ke mana selama itu?
-Menurutmu polisi. -Tak bilang begitu.
Namun, yang kupikirkan sama denganmu.
Siapa bisa mengakses berkas yang dicuri itu?
-Ceritakan tentang foto ini. -Kudapat dari situs seks.
Yang menawarkan "Bunga Filipina."
Dioperasikan dari luar Manila, jadi sulit kami cari.
Mereka nonaktifkan situsnya begitu kami mulai mencari informasi.
Lalu pembunuhan berhenti.
-Sampai sekarang. -Sampai sekarang.
Memikirkan apa?
Jika saat itu dia kutangkap, gadis ini pasti masih hidup.
Menurutnya, pembunuhnya polisi.
Astaga.
Dia menyebut tersangka atau orang yang dicurigai?
Belum.
Kau tidak beri informasi apa-apa, bukan? Tidak beri tahu soal DNA itu?
Dia tidak tahu, tapi kurasa perlu tahu.
Dia yang paling tahu kasus lama.
Tidak. Jangan coba-coba.
Awasi saja dia. Mengerti?
Dia ke mana, bertemu siapa.
Jika dia melewati batas dan...
Percayalah, itu pasti... Saat itu baru kita urus dia.
Baik, Pak.
Coba "Seks tanpa nama, wanita Filipina."
Tidak.
Coba "gadis," "gadis Filipina, Hollywood."
Seks tanpa nama gadis Filipina Hollywood
No comments yet. Be the first to leave one.