Les 200 premières lignes.
Mari berhenti dulu.
Namaku Ollie.
Mungkin mengejutkan, tapi ini bukan hari terburukku.
Tidak.
Itu sudah lama sekali, saat aku masih kecil.
Sejauh yang kuingat,
rasa ingin tahu selalu menguasai diriku.
Hei, Ayah.
Haus?
Ollie, jangan percaya makhluk lain.
Ollie kecil Ibu!
Ibu membuatkanmu topi panen baru.
Dia ke luar pulau.
Ke luar pulau?
Ibu takkan percaya yang kulihat.
Itu luar biasa.
Ada dedaunan yang punya mata.
Dan ikan raksasa dengan sisik pelangi tersenyum padaku.
Ikan pelangi besar?
Ayah tak peduli! Jangan ke luar pulau.
- Kenapa? - Karena berbahaya.
Kami khawatir.
Aku tak mengerti. Aku cuma menjelajah.
Nak, Pookoo tak boleh ingin tahu.
Apa moto kita?
"Sembunyi hari ini, hidup esok hari."
Tepat.
Itu sebabnya kita punya hidung Pookoo,
agar bisa mencium ancaman dan menjauh.
Kita mencium semua, tapi belum tentu berbahaya.
Begini. Cukup. Biar kuceritakan Kisah itu.
Caloo! Jangan.
Tunggu. Kisah?
Maksud Ayah Kisah itu? Aku ingin dengar.
Dia terlalu muda untuk kisah serigala. Dia bakal mimpi buruk.
Tidak. Orang tua Lodd cerita padanya.
Kita tak perlu dengar saran orang tua Lodd.
Ya ampun, ayolah.
- Apa itu? - Dia perlu tahu!
Nenek?
Dengan angin bersiul mengerikan melewati relung,
si gelap datang di malam yang hitam dan tanpa awan.
Penghancur hebat yang menyalakan api neraka
membakar Lembah.
Ini bakal luar biasa.
Bisa kurangi kengeriannya?
Tidak!
Semuanya dimulai sudah lama sekali,
saat Lembah adalah tempat yang sangat berbeda.
Pookoo tak selalu tinggal di pulau seperti kita.
Mereka tinggal di antara hewan lain,
dalam ketakutan akan serigala ganas yang mengintai Lembah.
Tapi kemudian semuanya berubah.
Ke dalam Lembah, datanglah makhluk yang begitu besar,
Dzo,
kebun berjalan yang luar biasa.
Dalam kebijaksanaan dan kebaikan mereka yang agung,
Dzo menawarkan hadiah ke para makhluk.
Dari cabang-cabang mereka, tumbuh polong berpijar ajaib,
yang punya kekuatan hebat
untuk mengubah satu makhluk menjadi makhluk lain.
Polong itu memberi mereka kemampuan untuk saling memahami,
yang menyatukan mereka semua.
Tapi si serigala, yang kesal karena kehilangan kendali atas Lembah,
membenci cara baru ini,
jadi dia mencuri hadiah Dzo untuk menjadi monster.
Untuk menjadi Serigala Api!
Untuk menghancurkan polong itu, dia menyerang Dzo!
Dia membantai empat yang pertama!
Kemudian mengusir sisanya.
Menyebabkan longsor batu,
yang membentuk bendungan.
Dia mengusir Dzo yang tersisa ke luar Lembah selamanya.
Tanpa Dzo,
dia jatuhkan makhluk-makhluk Lembah
kembali ke kehidupan yang penuh ketakutan dan ketidakpercayaan.
Dan Serigala Api masih menguasai Lembah
sampai hari ini.
Menarik, 'kan?
Yah.
"Yah"? Apa maksudmu, "Yah"?
Di mana kebrutalan dan kekejiannya?
Bagaimana jika Serigala Api mencabik Landak Pinus
dan melahap isi perut mereka?
Itu baru luar biasa.
Kau tahu? Itu anakmu.
Kami menyayangimu. Kami cuma ingin kau aman.
- Aku tahu. - Lihat sekeliling.
Tempat ini, Pookoo ini,
adalah satu-satunya yang tak perlu kau takuti.
Jadi, hari ini, kita merayakan,
untuk bersyukur atas panen piplet.
Kita sangat beruntung memiliki semua ini.
Bersedia, siap, bagikan pipletnya!
Javan?
Kita memang tak seharusnya ingin tahu.
Ollie!
Ayah bisa cium baumu di sekitar sini.
Hei, di mana kau?
Hei, Ayah, tenang. Dia tak berbahaya.
Dia pintar. Lihat.
Aku mengajarinya.
Cara makan.
Ollie.
Apa yang kau lakukan?
Ya, itu dia. Hari terburuk hidupku.
Apa pepatahnya? Rasa ingin tahu membunuh kucing.
Aku tak tahu apa itu kucing,
tapi rasa ingin tahuku mengutuk Pookoo.
Javan memakan segalanya.
Mereka makin banyak setiap tahun.
Mereka terus mengambil.
Bagaimana dengan stok darurat?
Habis.
Penyimpanan kita hampir kosong.
Bagaimana kita akan melewati musim dingin?
Kita perlu menemukan lebih banyak piplet atau…
Atau apa?
Kita kelaparan.
Ayah.
Hei, Ayah. Aku dari permukaan dengan kamuflase daunku.
Dan aku…
Aku menemukan ini.
Kenapa aku harus memberi makan Javan itu?
Apa yang salah denganku?
Itu berhasil?
Ayah, itu berhasil!
Semuanya, dengar!
Aku menemukan solusinya!
Asyik!
Oke.
Lihat siapa ini.
Pahlawan.
Ayo, maju.
Karung bulu bodoh. Tangkap aku.
Tunggu apa lagi? Ayo!
Tangkap aku!
Polong berpijar?
Dari Kisah itu?
Itu benar.
Tidak.
Jangan begini. Tak mau.
Tak butuh polong berpijar ajaib.
Ini semua salah kalian, dasar Javan bodoh!
Ollie!
Ayolah.
Ollie! Halo?
Ollie!
Kepalaku.
Ollie!
Itu kau?
Ya. Aku di bawah sini!
Di sini! Semuanya, dia di sini. Ketemu.
Dia di lubang! Di lubang yang sangat gelap.
- Kenapa kau di sana? - Kau terjebak, Nak?
Pergelangan, kaki, lengan, rusuk, punggungmu sakit?
Jangan bilang kepala!
Tidak, bukan kepala.
Aku cuma merasa agak aneh.
Kalau begitu, keluar.
Aku datang.
Javan!
Apa? Di mana?
Tunggu. Astaga, aku…
Tidak. Aku…
Javan!
Bukan, Bu! Tolong. Tolong aku!
Bu, ini aku!
Ollie?
Tolong aku.
Aku takut, Bu.
Suara Ollie datang dari burung itu?
Artinya…
Ia memakan Ollie!
Javan itu makan Ollie!
Tidak! Ollie!
- Calli! - Javan itu makan Ollie!
Pulau Pookoo?
Javan!
Halo!
Mundur! Jauhi aku!
Tunggu!
- Ivy? - Mundur!
- Ya, Lily? - Dia terlihat agak aneh, 'kan?
Sedikit? Lihat perbuatanmu padanya, Ivy.
Mundur!
Violet, berhenti dramatis.
Dia tak apa-apa.
Hei, Burung Besar. Apa kabar?
Mundur. Hei, Kau, mundur. Mundur.
Cara terima kasihmu aneh. Aku menyelamatkanmu.
- Kami. - Kalau "kami" yang kau maksud adalah aku,
sendirian tanpa bantuan kalian, seperti biasa,
maka, ya, kami menyelamatkanmu.
Mundur! Jangan bergerak. Kau. Dan kau, kau juga!
Aku akan pakai ini!
Taruh rantingnya.
Kau merusak otaknya.
Aku tak merusak otaknya.
Hei. Aku Ivy dan ini adik-adikku.
No comments yet. Be the first to leave one.