Les 200 premières lignes.
BAHAYA
Ayo. Kita berangkat.
Tarik! Tarik! Ayo berangkat!
- Kita akan segera sampai. - Ya, Kapten.
Semua aman ya?
Ya, Kapten. Semuanya baik-baik.
Abu, Hasan, Kaerudin.
Kau juga lagi yang datang.
- Apa kita buat ini? - Sini.
- Apa? - Ini.
Kau tengok tidak, juragan kayu tadi kasih uang banyak ke Kapten.
Untuk bawa kotak.
Oh, yang tadi itu!
Aku tengok. Apa isi kotak itu ya?
Itu pasti barang berharga, pasti mahal.
Bagaimana kalau kita tengok saja?
Kita mau mengambil barang itu ya?
Tak berubah sikap kita ini. Itu bukan hak kita.
Apa yang mau kau ubah? Macam kau sebut aku maling!
Aku cuma mau tengok.
Hei, Din. Kalau kau tak mau ikut, biar kita berdua saja yang ke bawah.
Ah sudah. Kau tinggal saja di sini.
- Ah kau. Tinggal saja kau sendiri. - Woi!
Macam mana kau nak tinggal aku.
Hei! Ikutlah aku ya! Woi, aku ikut ya.
Kaptennya mana nih? Nanti kita ketahuan.
Sudahlah, kau tak usah takut.
Biar aku yang tanggung jawab, Kapten 'kan sedang pegang kemudi.
Tidak akan ketahuan, Din.
Sudah ikut saja.
Ah, kacau kita nih.
Hushhhh. Jangan berisik.
Ini. Ambo sebenarnya sudah curiga, apa isi kotak ini sebenarnya.
Sudah tengok saja!
Kotak macam itu hendak kau tengok. Yuk balik.
Kamu tidak usah takut. Biar aku yang tanggung jawab.
Tunggu.
Apa ini?
Apa kau ini!?
Dalam kotak itu ada isinya betina.
Ya, sudahlah.
Tunggu, tunggu.
BAHAYA
Papa…
Diani sayang…
Mama masih tidak sangka, kamu dapat peringkat enam.
Hebat kamu, sayang!
Sekali lagi selamat, ya!
Sayang….
Ya sudah sekarang kita beli es krim, ya.
- Yuk. - Yuk!
Tasya. Kamu baik-baik saja, 'kan?
Kamu sudah menunggu lama ya?
Kakak belum telat, 'kan?
Belum ya? Ya sudah. Kakak naik dulu ya, ambil rapor kamu. Oke?
Maaf.
Assalamualaikum, pakde!
Waalaikumsalam.
Eyangmu di mana?
- Di rumah pakde. - Oh!
Oh iya, aku mau ambil buku pesanan Eyang.
- Sebentar ya. - Ya.
Eyangmu dan aku itu, teman lama.
Sejak dolar masih 600 perak.
Tapi bedanya, Eyangmu dan aku itu, aku pekerja keras dan
Eyangmu senang bertapa, semedi.
Seperti ini.
Ini coba kamu buka.
Ini pesanan Eyangmu.
Isinya klenik semua nih. Matianak coba, Ndas Glundung nih.
Nah. Jangan ditiru.
Ganteng-ganteng kenapa senang klenik. Gila.
Iya, nanti aku sampaikan ke Eyang.
Ya jangan.
Mati nanti aku disantet!
Ram?
Eh, Bel.
Ini buku Eyang aku.
Tadi aku disuruh ambil. Dan sepertinya menarik buat kamu, Bel.
Sebaiknya kamu baca ya.
- Pa, Tasya duluan. - Iya, iya, oke.
- Pa. - Hm?
Kak Angel aneh sekali belakangan ini, Pa. Lihat saja.
Ya sudah nanti coba kita cari tahu, biar jelas.
Ambilkan merica.
- Tidak, tidak bukan begitu. - Tidak.
Ambilkan merica!
Panggil Jailangkung.
Panggil Jailangkung.
Panggil Jailangkung.
Mainkan aku.
Kamu sudah ambil rapor?
Siapa yang ambil rapornya?
Ibuku, Dok.
Lalu rapor kamu bagaimana?
Rapor aku banyak merahnya.
Aku peringkat paling rendah.
Hah.
Rapor kamu kebakaran.
Peringkat paling bawah.
Iya.
Tapi yang penting ibuku ambil raporku.
Kalau ibu kamu mana?
Ibu kamu mana?
Ibu kamu mana?
Ibu kamu mana?
Ibu kamu mana?
Mana ibu kamu?
Jailangkung, Jailangkung, di sini ada pesta kecil-kecilan.
Hadirlah di sini Sarah Wijanarko,
datang gendong, pulang bopong.
Jailangkung, Jailangkung,
di sini ada pesta kecil-kecilan.
Hadirlah di sini Sarah Wijanarko,
datang gendong, pulang bopong.
Jailangkung, Jailangkung, di sini ada pesta kecil-kecilan.
Hadirlah di sini Sarah Wijanarko,
datang gendong, pulang bopong.
Jailangkung, Jailangkung,
di sini ada pesta kecil-kecilan.
Hadirlah di sini Sarah Wijanarko,
datang gendong, pulang bopong.
Hentikan!
Sarah, aku senang sekali lihat kamu lagi. Aku senang sekali.
Umm…
Terakhir kita bicara apa ya?
Pa! Itu ada Tasya!.
Tasya.
Kenapa kamu belum tidur?
Tidur, ya. Sudah malam.
Ya?
Pa, benar, 'kan. Ada yang aneh dengan Kak Angel.
Kalau tidak, mana mungkin piring-piring tadi bisa jatuh sendiri.
Bel.
Coba kamu ingat-ingat.
Ada tidak yang kamu belum cerita ke Papa selama Papa koma?
Ada tidak?
Waktu itu.
Kak Angel sempat hilang, Pa.
Dan akhirnya aku dan Rama menemukan Kak Angel di kuburan.
Kak Angel lagi gendong seorang bayi.
Dan katanya Kak Angel yang melahirkan bayi itu.
Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin.
Dia 'kan tidak hamil.
- Lagipula Papa koma tak selama sembilan… - Pa, sudah Pa!
Kita harus tanya Kak Angel sekarang.
Angel.
Kak Angel.
Angel.
- Angel? - Kak Angel?
Kak Angel!
Kak Angel itu bayi yang…
Ini bayi keluar dari perutku.
Kak, tapi itu bayi… Itu bayi lahirnya tidak wajar, Kak!
Apa yang tidak wajar ya, Bel?
Kakak hamilnya mendadak dan…
- Dan kakak melahirkannya… - Lahirnya dari rahimku.
Angel.
Bayi itu tidak bisa tinggal di rumah ini.
Kenapa tidak?
Papa pasti mau 'kan melindungi anak Papa?
Kalian akan selamat.
Selama tidak mengusik anakku.
Kak Angel.
- Kak Angel. - Bel. Bel.
Pa, itu bayi pasti Matianak.
Bel.
Papa mau keluarga kita hidup normal lagi.
Papa minta kamu tidak usah memikirkan urusan soal itu.
Masalah Angel biar Papa yang urus.
- Tapi, Pa… - Bella, dengarkan Papa, oke?
Selama ada Matianak di rumah kita.
Pasti akan terjadi sesuatu, Pa.
Sekarang, dia sudah kembali.
Pergi! Keluar!
Sudah kembali.
Kamu tahu
kamu harus cari siapa?
Datang sayang main
Ke sini
Jangan pulang sampai kau mati
Walaupun aku tidak tahu isi buku ini akurat atau tidak,
tapi buku ini cukup menarik, Bel.
Tapi yang ada di buku ini apa saja? Yang disebutkan.
Yang bikin menarik, buku ini membahas tentang Matianak.
Ya kalau misalnya itu, aku sudah tahu.
Bel?
Kamu kenapa?
Kemarin…
Aku…
Aku melihat…
Melihat apa?
Aku ke toilet dulu sebentar.
Maaf.
Ada siapa ya?
Ahh.
Kenapa?
- Tenang. Tenang. Napas dulu, napas. - Maaf…
- Maaf… - Tenang.
- Kenapa bisa tiba-tiba begitu? - Hei, kenapa?
No comments yet. Be the first to leave one.