Les 200 premières lignes.
Ada sesuatu di sini. - Cepatlah.
Apakah ini kamarnya?
Minggir!
Apa yang kalian lakukan? Siapa kalian?
Apa yang kalian lakukan?
Astaga.
Tidak, itu uangku! - Minggir!
Jangan mengambil itu!
Jangan mengambil itu! Itu milikku! Kembalikan!
Lepaskan!
Kalau tidak, kembalikan uangku!
Ibu! - Astaga.
Ibu.
Aku tidak tahu apa-apa tentang investasi kalian.
Apa yang terjadi?
Kamu mau tahu apa yang terjadi? Kamu bangkrut!
Siapa yang bangkrut? Itu mustahil!
Tidak.
Ibu. Apa yang terjadi?
Entahlah. Apa yang terjadi, Min Hee?
Berikan kepadaku! - Tidak.
Tidak!
Astaga.
Mereka pasti benar-benar bangkrut.
Astaga.
Ayah. Ayah akan apa mengenai keluarga Min Kyu?
Tentu saja ayah akan menuntut mereka.
Menuntut?
Ayah mencegah Seok Hoon lakukan itu, tapi ayah harus menuntut.
Ayah terlalu frustrasi untuk diam saja. Para bedebah itu.
Ya, tentu saja. Ayah harus menuntut mereka.
Permisi.
Kenapa kamu ke sini?
Kenapa? Beraninya kamu datang ke kedai kami.
Aku minta maaf.
Kupikir aku harus meminta maaf kepadamu.
Aku tidak butuh permintaan maaf. Lupakan saja dan keluarlah!
Ayah, dia ke sini meminta maaf.
Dia seharusnya meminta maaf jauh sebelum ini!
Bagaimana kamu bisa berpura-pura tidak tahu apa-apa?
Aku sungguh tidak tahu.
Aku baru mengetahuinya setelah semuanya terjadi.
Aku tidak sanggup mengatakannya.
Aku tidak sanggup memberitahumu bahwa ibuku berbuat sangat jahat
karena aku.
Malapraktik itu! Itulah awal semuanya!
Beraninya kamu memfitnah orang lain untuk itu?
Dasar bedebah! Aku tidak mau melihatmu! Keluar!
Keluar! - Ayah!
Pak Geum.
Ayah. - Keluar.
Pak Geum. - Ayah!
Aku sungguh minta maaf.
Aku semakin tidak sanggup mengatakan karena orang itu adalah kamu.
Kamu sangat baik kepadaku.
Aku sungguh minta maaf. - Aku tidak mau mendengarnya!
Aku akan menuntutmu dan mendapatkan ganti rugiku!
Apa istilahnya itu? Soal reputasiku itu!
Pencemaran nama baik? - Benar!
Aku juga akan mendapatkan lagi reputasiku!
Sayang!
Lihatlah siapa ini.
Halo. - Astaga.
Kamu seharusnya tidak berada di sini menyapaku.
Rumahmu dalam keadaan kacau. Kamu sebaiknya segera ke sana.
Apa? Rumahku?
Bukan milik kami, bukan?
Orang menyerbu rumahmu dan mengambil semuanya.
Aku belum pernah melihat yang lebih kacau.
Min Kyu!
Ibu, apa yang terjadi?
Apa yang dilakukan orang-orang?
Mereka masuk dan berkata menginginkan uang mereka kembali.
Aku ke sana mau bertengkar, tapi tempat itu sudah kacau.
Sepertinya ibunya salah berinvestasi.
Aku menyaksikan sampai dia hampir pingsan.
Dia sangat percaya diri sampai beberapa hari lalu. Ada apa?
Astaga.
Apa yang terjadi?
Mereka seperti kawanan belalang.
Mereka mengambil semuanya.
Ibu!
Apa yang terjadi?
Apakah benar orang-orang membobol masuk?
Min Kyu.
Astaga, ibu akan apa sekarang?
Ibu harus apa sekarang? - Ibu.
Min Hee, apa yang terjadi?
Aku tidak tahu.
Perusahaan tempat Pak Kim berinvestasi atas nama Ibu.
Tapi investasinya menghilang.
Orang-orang mencari Ibu untuk uang mereka.
Apa yang telah Ibu lakukan?
Entahlah.
Tidak ada gunanya menanyakan ibu. Ibu tidak tahu.
Kamu sudah menghubungi perusahaannya?
Mereka tidak menjawab.
Ibu pernah mengunjungi perusahaan itu?
Tentu saja pernah. Ibu mengunjunginya bersama Pak Kim.
Astaga.
Dia menipu ibu sedari awal.
Dia merencanakan semuanya.
Ibu akan membalasnya.
Ibu mau ke mana?
Aku akan ikut dengan Ibu!
Ini sulit dipercaya.
Pak Kim, jujurlah. Apakah kamu mengambil semua uangku?
Apa? Aku tidak tahu.
Kamu meneken berkas investasinya dengan namaku sebagai CEO-nya.
Bagaimana lagi aku bisa menjadi CEO perusahaan itu?
Bagaimana bisa kuteken berkasnya? Anda sendiri yang menekennya.
Aku menekennya karena kamu menyuruhku!
Benar, bukan? Anda melakukannya sendiri.
Anda tidak bisa memperlakukanku seperti ini.
Aku akan menjadi bekas narapidana karena Anda memutus hubunganku.
Apa? Apakah ini caramu membalas dendam?
Permisi, bawalah penipu ini sekarang juga.
Kembalikan uangku.
Ibu.
Kamu sungguh mengambil semuanya?
Mengambil apa? Aku tidak mengambil apa-apa.
Aku punya 180 dolar di rekeningku. Periksalah saja sendiri.
Bedebah.
Kamu memberikan uangku kepada orang lain.
Sudah ibu duga ini akan terjadi saat dia mulai membuatkan rekening
dengan nama orang lain!
Benar, bukan? Siapa itu? Beri tahu aku!
Nyonya membuat rekening itu untuk menghindari pajak.
Kalau Nyonya mau melaporkan itu, silakan.
Anda yang akan ditahan karena menghindari pajak.
Anda akan dikenai pajak banyak karena puluhan tahun hindari pajak.
Nyonya akan harus dipenjara karena sudah bangkrut.
Kamu memanfaatkan kelemahan itu...
Ibu.
Pak Kim, kamu seharusnya tidak melakukan ini.
Kamu sudah bertahun-tahun mengenalku!
Pada akhirnya kamu putranya. Kamu membelanya.
Dia meninggalkanmu, lalu menamparmu saat bertemu.
Pak Kim! - Aku bukan putranya.
Jangan berharap aku akan iba.
Aku juga sudah mengatakan dengan jelas.
Tidak akan ada masalah kecuali Anda mengkhianatiku lebih dulu.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Hei, Pak Kim. Kamu! Aku pasti membalasmu.
Aku akan mengikutimu ke ujung dunia untuk menghancurkanmu.
Ini aku, Sa Gui Jeong!
Kalau memutuskan balas dendam, akan lebih buruk bagi Anda.
Apakah ada yang tidak kuketahui mengenai Anda?
Aku lebih mengenal Anda daripada anak-anak Anda.
Berhati-hatilah.
Pak Kim. Kamu!
Ibu.
Astaga, ibu merasa sekarat.
Ibu sebaiknya duduk. - Si bodoh itu.
Presdir Mo, produk musim ini diterima sangat baik.
Penjualan kita meningkat.
Begitu rupanya. Itu berkat semua orang.
Coba kulihat. Apakah muat?
Kurasa begitu. - Ayo lihat. Lihatlah ke cermin.
Ibu, aku terlihat bagaimana?
Kamu sangat cantik.
Ukurannya pas bagimu dan begitu juga warnanya.
Kita beli ini saja? Bagaimana ukurannya?
Aku akan membeli ini. - Baiklah.
Ya.
Kamu mau ke mana? - Kak Seok Hoon.
Aku baru memeriksa video suntingan. Aku akan kembali ke ruangan.
Bagaimana denganmu? - Rapatnya baru saja selesai.
Kamu tidak akan pulang?
Aku harus menemui Nona Shin dulu.
Ayo pulang bersama. Akan kutunggu kamu.
Mungkin cukup lama. Apakah Kakak tidak masalah?
Ya.
Baiklah.
Apakah Kakak mendapat mobil ini dari perusahaan?
Menakjubkan.
Kakak membutuhkannya untuk pekerjaan.
Tim produksi membicarakan Kakak.
Mereka bertanya-tanya apakah Kakak akan terus menjadi konsultan kami
meski saat Kakak sibuk dengan yayasan medisnya.
Kakak akan melakukan keduanya.
Kakak akan sangat sibuk.
Aku tidak akan bisa sering bertemu dengan Kakak lagi.
Apakah itu membuatmu sedih?
Kalau kamu berusaha ceria
agar kakak merasa lebih baik, kamu tidak perlu melakukannya.
Memang benar kakak merasa bersalah.
Kakak juga merasa marah tidak bisa memberi tahu Ayah
bahwa kakak mau pindah.
Kak Seok Hoon.
Berhentilah berpikir bahwa Kakak harus memilih
antara keluarga dan aku.
Berhentilah juga merasa bersalah.
Kakak tidak bisa bahagia kalau merasa begitu.
Kamulah kebahagiaan kakak.
Kamulah yang kakak butuhkan.
Apakah kamu tahu kapan kakak mulai menyukaimu?
Kakak berusaha mengingat kapan itu.
Di bawah pohon gingko itulah.
Kamu bahkan tidak mengenal kakak dengan baik.
No comments yet. Be the first to leave one.