Les 200 premiรจres lignes.
BERDASARKAN NOVEL FIRE & BLOOD KARYA GEORGE R. R. MARTIN.
Helaena.
Helaena.
Helaena.
Maaf mengganggu istirahatmu.
Ada kabar dari ibuku?
Tidak.
Aku juga tidak berharap, sampai...
Apa Aemond memintamu berperang dengannya?
Lord Corlys merasa Aemond akan melakukannya.
Saat masih kecil, aku ingin terbang.
Namun, sekarang, saat...
Saat aku bersama Dreamfyre
rasanya...
Lalu, berlebihan.
Kurasa ayah kita merasakan hal yang sama.
Dia tinggalkan kekuatan naga dan jalani hidup yang lebih tenang.
Dia tak ingin diubah.
Kau percaya
naga mengubah kita?
Sekarang kau punya banyak naga.
Apa kau sendiri tidak berubah?
Tidak.
Aku tidak mau berubah.
Aku hanya ingin mengakhiri persaingan kita
dan mengembalikan tatanan kita.
Helaena.
Adik.
Aku yakin kau mungkin seorang Pemimpi.
Bahwa kau
melihat banyak hal.
Terkadang aku melihat kilasan.
Beberapa lebih jelas dari yang lain.
Apa yang terakhir kau lihat?
Kuda betina abu-abu.
Bagaimana dengan Daemon? Kau pernah melihatnya?
Kalau Serigala Musim Dingin?
Atau Tumbleton?
Akankah Ormund Hightower tunduk?
Aku tak tahu.
Kau tak tahu atau tak mau bilang?
Kau boleh menolakku sebagai kakakmu
tapi aku bisa memaksamu sebagai ratumu.
Katakan yang kau tahu.
Katakan bahwa tak ada kesalahan.
Bahwa aku akan menang, seperti yang diinginkan para dewa.
Katakan.
Ibu.
Sudah kubilang aku akan datang jika bisa.
Bukankah kau ditawan?
Adikmu diculik.
Namun, aku berhasil tetap bersembunyi
untuk melarikan diri.
Kau sangat pintar tetap di sini tanpa ketahuan.
Kukira semua orang telah meninggalkanku.
Bagaimana bisa aku meninggalkan
putraku
yang terbaik dan sejati?
Kota telah jatuh, Aemond.
Kini hanya kau yang kumiliki.
Perjalanannya panjang dan berbahaya.
Aku butuh tempat tidur.
Bagaimana dengan Aegon?
Aegon
kemungkinan besar sudah mati.
Aku sudah berusaha semampuku.
Juga untukmu.
Namun, aku telah mengecewakanmu, Aemond.
Tidak.
- Saat itu aku terlalu muda. - Tidak pernah.
Aku masih kecil.
Saat ini, aku akan memberimu seorang putra.
Aemond.
Aemond.
Apa yang kau lihat?
Aemond.
Buka gerbangnya!
Mereka sudah menyeberangi Sungai Air Hitam.
Berapa jumlah mereka?
Dua puluh ribu.
Perjalanan sehari. Paling banyak dua hari.
Jadi
teman Dornish-mu yang bodoh tapi ambisius mati sia-sia di lumpur.
Itu tidak penting.
Kini aku punya bidak di papan yang akan buat jalang itu berlutut.
Apa itu?
- Pangeran. - Minggir!
Di mana dia?
Di mana Rhaena?
Kulihat kita tidak bersopan santun.
Apa dia di sini?
Dia terbang
setelah aku mengirimimu kabar.
Aku tak bisa menahannya.
Rantai dia jika perlu.
Kurung dia di sel.
Kau pikir mudah memaksa penunggang naga
melakukan yang tak dia inginkan?
Dia mengeksposku juga.
Dia memohon kepadaku sambil menangis
bersumpah akan tetap bersembunyi di sini.
Pembicaraan tentang penunggang naga tersebar di Vale.
Warga desa bergosip soal gadis liar di pergunungan
yang hidup di antara jelatang dan domba.
Aku sudah selesai dengan masalah ini.
Sebaiknya aku memberi tahu Ratu.
Tidak.
Kau mungkin bisa menumpulkan kemarahan Rhaenyra
tapi tidak bisa menghindarinya. Beri aku waktu sehari.
Kumohon.
Dia sudah ke mana-mana
mencari kabar tentang Vhagar.
Ada kabar penampakan di dekat Fairmarket.
Jadi, aku hanya bisa berasumsi...
Kita tertinggal dua hari dari Aemond.
Aku sudah lelah dengan pencarian tanpa akhir ini.
Aku terus berpikir aku dihukum oleh Rhaenyra
atau setidaknya dikirim jauh dari pandangannya.
Dia hanya menganggap kita sebagai alat untuk digunakan.
Aku ingin tahu, Nona
apa aku bisa memohon kebaikanmu.
Ayahku ingin Alyn dan aku disahkan
dan memakai nama Velaryon.
Namun, Ratu enggan memenuhinya.
Kau tahu posisiku setelah Gullet.
Kurasa kata-kataku tak akan memengaruhinya.
Namun, ayahmu, mungkin?
Kenapa memikirkan nama dan gelar sekarang?
Aku paham keluhanmu, tapi nagamu pasti lebih baik
daripada gelar bangsawan.
Itu hanya jika salah satu dari kami menikah.
Jika salah satu dari kami disukai wanita bangsawan.
Jadi, dia sudah bicara denganmu? Kakakmu?
Apa itu Vhagar?
Bukan.
Aku tak menyangka kami bisa kabur dari Benteng Merah
tapi Ser Adrian tetap teguh dan tegas.
Dia membawa kami ke gerbang rahasia dan...
Aku punya cukup koin untuk membeli kuda.
Kami berusaha menjauh dari jalanan
tapi terpaksa melewati hutan di beberapa tempat.
Ada orang liar di hutan sekarang.
Aku pasti tak akan tiba di sini jika bukan karena dia.
Rhaenyra merebut kastel, tapi dia tetap setia.
Dia membantuku dengan pertaruhkan nyawanya sendiri.
Dia...
Apa aku menyinggungmu?
Tidak.
Kini hanya kau yang kumiliki.
Ini dia
pelindung dan pemanduku, Ser Adrian.
Yang Mulia.
Sepertinya aku berutang kepadamu.
Aku hanya menuruti hati nurani.
Ibu Suri diperlakukan dengan memalukan.
Aemond!
Maaf, Ibu.
Namun, ada rahasia di sini
dan aku tak bisa percaya orang asing.
Di sana kau rupanya.
Kau datang tepat waktu untuk makan malam.
Para maester memberitahuku
lemak ternak bermanfaat bagi tulang.
Aku penasaran bagaimana sesuatu yang begitu licin bisa aman.
Cobalah anggurnya, Lord Corlys.
Menurutku anggurnya menutupi bau busuk udara di tempat ini.
Apa maksudmu, Hightower?
Apa ini semacam jamuan terakhir?
Pai merpati sebelum blok algojo?
Sebaliknya.
Kami harap bisa menikmati kehadiranmu untuk waktu yang cukup lama.
Kau akan sangat membantu kami dalam usaha kecil kami.
Sebagai apa?
Sandera?
Apa ratu buas itu memiliki hati yang begitu lembut
hingga akan membuang mahkotanya demi Tangan Kanan yang suka melawan?
Kurasa tidak.
Namun, Klan Velaryon...
Jika tuan mereka disandera
orang-orang Driftmark
akan berpikir dua kali untuk masuk ke Landasan Raja
dan tanpa mereka, kota itu akan kacau lagi.
Bagaimana itu akan membantu
saat ancaman Serigala Musim Dingin ada di depan mata kita?
Kau tahu?
Aku makin cenderung membatasi pola makanku
jadi sayur-sayuran.
Sama seperti bangsa Naathi.
Jika kau sudah selesai dengan instruksimu...
Apa sebenarnya yang kau lihat dari mereka?
Elemen...
Klan Targaryen?
Kau sudah banyak menjelajah.
Kau sudah melihat keajaiban dunia.
Kenapa membatasi dirimu dalam aliansi membosankan
dengan orang yang kasar dan tidak ingin tahu?
Istrimu, tentu saja, adalah darah daging mereka.
Akhirnya terlalu mudah ditebak.
Kurasa
setelah melihat mereka melahap salah satu dari mereka...
No comments yet. Be the first to leave one.