Les 200 premières lignes.
Putramu mengutil di tokoku.
Kita tak boleh terus dimanipulasi.
Dia minta apa?
Korban tewas adalah Hideyuki Sakuma, 40 tahun.
Peluru dari jasad korban
ditembakkan dari pistol milik ayah Keisuke.
Aku pelakunya.
Lalu, pistolnya?
Aku tak menyebut soal kapsul waktu.
Pistol itu kemungkinan
tak akan ditemukan.
Polisi bertanya padaku kapan di salon…
Kapan terakhir kali kau pakai?
Sabtu, tanggal 17.
Ada yang mau kutanyakan.
Bisakah kau datang ke kantor polisi?
Aku menolak.
Junichi, kenapa kau menjadi polisi?
Aku seharusnya tak menjadi polisi.
Terima kasih sudah datang.
Kita cari pistol itu bersama-sama.
Aku minta kalian berkumpul di sini
karena aku mau meninjau ulang insiden yang terjadi 23 tahun lalu.
Saat Polisi Kiyohara tertembak,
dia menjatuhkan pistol yang dipegangnya.
Orang yang memungutnya menembak Oshima.
Siapa yang menembak Oshima?
Orang pertama yang tiba di lokasi ini.
Kau tak seharusnya
bersama orang sepertiku!
Aku yang menembaknya.
Orang yang membunuh Oshima
adalah aku.
Saat aku tiba di sini
dan melihat Polisi Kiyohara ditembak,
aku melihat
Oshima berdiri di sana.
Tatapan kami bertemu,
membuatku ketakutan
dan mencoba kabur,
tapi aku tersandung dan jatuh…
Di saat itulah tanganku menyentuh pistol itu.
Jadi, aku
mengambilnya…
Aku memungutnya…
Aku memungutnya
dan mengarahkannya pada Oshima.
Pikiranku menjadi kosong.
Lalu?
Pistolnya?
Kutinggalkan di sini dan kembali pada Naoto.
Pak Kiyohara dan Bu Iwamoto sedang bersama Pak Sakuma,
jadi kalian ke sini bersama?
Aku juga bersalah seperti Junichi.
Apa maksudmu?
Saat Junichi tiba di sini,
aku sebenarnya membuntutinya.
Dari sekitar area itu,
aku melihat Junichi memegang pistol.
Lalu, terdengar tembakan
dan aku panik, lalu kabur dari lokasi.
Selama ini, aku diam saja
soal Junichi menembak Oshima.
Jadi, aku juga bersalah seperti Junichi.
Jadi,
saat kalian berempat tiba di sini,
pistolnya masih ada di dekat jasad.
Apa itu benar?
Tapi
selama proses penyelidikan
segera setelah kalian diselamatkan,
pistolnya tak ditemukan.
Apa yang terjadi pada pistolnya?
Apa kau
menduga salah satu dari kami mengambilnya?
Ya, mungkin saja.
Tapi
kakakku bilang dia menemukan pistolnya di hutan.
Aku mengerti.
Kalian semua,
terima kasih atas kerja samanya.
Jangan beri tahu siapa pun tentang apa yang kita bahas di sini.
Semuanya, termasuk penembakan Oshima oleh Detektif Tobina,
itu harus tetap
sangat dirahasiakan, di antara kita saja.
Mengerti.
Oke.
Oke.
Kami pergi dulu.
Terima kasih Pak Kiyohara dan Bu Iwamoto.
Sampai jumpa lagi.
Junichi menembak punggung Oshima.
Kalau dia menembak Oshima saat mencoba kabur,
itu pasti untuk membalas kematian ayahku.
Selama 23 tahun, dia memendamnya, tanpa beri tahu siapa pun
dan Naoto, yang menyaksikannya, juga ikut diam.
Kukira diriku orang paling menderita karena ayahku dibunuh,
tapi mereka menanggung beban yang lebih berat.
Bagaimana mereka menjalaninya?
Tidak terbayang perasaan Junichi
setelah menembak seseorang.
Saat Naoto
menyarankan mengubur pistol itu di kapsul waktu,
itu bukan cuma untukku, tapi rupanya untuk Junichi juga.
Ya.
Itulah Naoto.
Saat itu,
entah bagaimana nasib Junichi kalau aku tak mengambil pistol itu?
Apa dia akan ditangkap?
Hei, Makiko.
Ya?
Aku pulang dulu.
Detektif Tobina.
- Ya? - Apa rencana kita?
Melaporkan perbuatanku?
Maksudku, makan siang. Apa rencana kita?
Begini…
Soal melaporkan yang terjadi pada atasan…
Melaporkan apa?
Soal aku menembak Oshima 23 tahun lalu.
Kau ingat yang tadi kubilang?
Hal yang kita bahas di hutan tetap menjadi rahasia kita.
Maksudmu, untuk ketiga orang lainnya, 'kan?
Tidak.
Aku tak akan melapor pada atasan mana pun di kepolisian.
- Kenapa? - Sebab kasus itu belum ditutup.
Jadi, makin ada alasan untuk melapor.
Jangan bicara apa pun soal ini.
Kumohon.
Meski aku tetap diam, bukan berarti aku bisa terus menjadi polisi.
Kau menyebalkan sekali.
Kau mau mundur karena ketahuan?
Apa kau akan terus lanjut andai tak ketahuan?
Apa sebenarnya alasanmu menjadi seorang polisi?
Aku tak habis pikir kau berbuat kejahatan, tapi justru
menjadi polisi.
Itu konyol.
Itu sungguh penghinaan.
Itulah pendapatku.
Kau menjadi polisi karena sudah berbuat kejahatan.
Ayo, makan.
Ini seharusnya tak kita bahas sambil makan.
Lezat.
Pistol yang diakui Naoto Sakuma sudah dipakai untuk membunuh
kakaknya, Hideyuki Sakuma,
Manajer Smile Sakuma, masih belum ditemukan.
Pak.
Kami melakukan pencarian ke area lebih luas,
tapi belum menemukan pistolnya.
Makiko Iwamoto bilang ke kami
dia berada di salon rambut di malam kejadian,
tapi ternyata itu bohong.
Ada laporan saksi tentang seseorang
di salon hari itu,
tapi orang itu penata rambut lain dan bukan Makiko Iwamoto.
Jadi, kami memintanya ikut secara sukarela, tapi ditolak.
Itu mencurigakan.
Senjata pembunuhannya belum ditemukan
dan tak ada bukti konklusif untuk mendakwa Pak Sakuma,
tapi kini alibi Bu Iwamoto tak sesuai.
ORANG YANG DICURIGAI - MAKIKO IWAMOTO
Sebaiknya dipertimbangkan kemungkinan Makiko Iwamoto
tahu sesuatu soal pistol itu.
Apa bisanya dipanggil sukarela saja?
Ya, untuk saat ini.
Kau dapat informasi apa
dari perjalanan Naoto Sakuma hari ini?
Apa maksudmu?
Sepertinya Detektif Nara dan Tobina mengajak Naoto Sakuma ke suatu tempat.
Apa?
Ke mana dan apa yang kalian lakukan?
Sayang sekali, aku tak mendapat hasil apa pun.
Apa yang kalian lakukan?
Kami ke sungai tempat Naoto Sakuma
diduga membuang pistolnya dan memeriksa ulang lokasi.
Kami memberitahunya alibi palsu Bu Iwamoto
dan mencoba menekannya,
tapi pernyataannya tetap tak berubah.
Apa akan makin sulit untuk mendakwa Naoto Sakuma?
Tidak, itu belum bisa dipastikan.
Tapi kantor pusat juga mau penyelesaian yang cepat.
Terus lakukan pencarian menyeluruh untuk senjata itu
dan kerahkan semua usaha kalian agar bisa diselesaikan dengan cepat,
reputasi kita dipertaruhkan.
Siap, Pak.
Apa pun risikonya, kebenaran harus diungkap.
RUANG INTEROGASI
Kami masih belum menemukan pistol yang kau buang ke sungai.
Entah di mana keberadaannya.
Mungkin hanyut hingga ke laut.
Aku baru ingat.
Bu Makiko Iwamoto sudah berbohong.
Dia bilang sendirian di salon rambut
saat hari kejadian, tapi itu tak benar.
Dia tak ada di sana.
Kami mau tahu penjelasannya,
jadi memintanya datang sukarela,
tapi dia menolak.
Menurutmu, kenapa dia begitu?
Karena tak ada hal khusus untuk dibicarakan?
No comments yet. Be the first to leave one.