पहली 200 पंक्तियाँ।
DRAMA INI HANYA FIKSI
AKTOR CILIK DIFILMKAN DENGAN AMAN AI GENERATIF DIPAKAI DI BEBERAPA ADEGAN
Makin besar rasa sukaku padamu…
Makin aku merasa kecil hati.
Kenapa aku harus menanggung masa lalumu juga?
Maaf…
Aku tak sekuat dirimu.
Aku tak pernah mencoba menahan siapa pun.
Aku selalu menghormati keputusan mereka.
Itu caraku menunjukkan kepedulianku
sambil melindungi harga diriku.
Tapi kali ini, aku tak bisa begitu.
Meski akhirnya aku hancur dan malu…
Aku tak ingin kehilangan dia.
EPISODE 9 ADA KESALAHAN, TETAP MASUK KERJA!
Perasaanku terus berubah-ubah.
Aku saja kewalahan mengikuti perasaanku.
Siapa yang bisa mengikuti…
Hati-hati.
Apa kau tak sakit hati padaku?
Setelah semua kata-kataku yang menyakitkan tadi?
Aku memang sakit hati. Kata-katamu sangat menyakitkan.
Aku bukan orang suci.
Terus, kenapa kau mengikutiku?
Karena rasa sukaku lebih besar dari sakit hatiku.
Minimal kau kuantar pulang.
Aku…
Tak tahu apa aku bisa terus menyukaimu.
Aku tahu.
Aku juga tak bisa menjamin hal seperti ini takkan terulang.
Maksudmu ini bisa terjadi lagi?
Seperti masa laluku yang tak bisa kuubah,
beberapa hal bisa terjadi di luar kendaliku.
Tapi aku ingin kau percaya padaku dan tak terpengaruh oleh hal itu.
Entah apa aku
bisa memercayaimu dalam keadaan apa pun.
Kenapa tadi kau datang terlambat?
Ibunya Nn. Choi tiba-tiba pingsan.
- Dia baik-baik saja? - Ya.
Dia dibawa ke rumah sakit dan langsung pulih.
Apa pun alasannya,
maaf aku membiarkanmu sendirian hari ini.
Aku butuh
waktu dulu.
Baiklah.
Aku akan tetap menyukaimu seperti selama ini.
Pak Kang.
Pikirkan saja dulu.
Aku akan tetap di sisimu
dan takkan ke mana-mana, sesuai janjiku.
Bagaimana kalau aku ingin mengakhiri semuanya?
Aku akan berusaha lebih baik.
Kalau aku tetap bilang tidak bisa?
Berarti aku tak bisa apa-apa. Aku harus menyerah.
Tapi tak semudah itu menolakku…
Karena aku akan menyukaimu dengan segenap hatiku.
Aku takkan mengikutimu lagi dan pergi.
Di luar dingin, masuklah.
KITA SETIM
Selamat malam.
Hei, ayo istirahat.
Ayo istirahat.
Itu akibatnya kalau ikut-ikutan, tapi tak pernah lari.
Aku penasaran karena semua orang berlari belakangan ini.
Ternyata aku tak sanggup. Melelahkan sekali.
Ini akhir pekan. Kau tak menemui Nn. Ji-yoon?
Aku sedang menunggunya.
Sudah kuduga.
Semua berkencan kecuali aku.
Ayah pindah kemarin.
Ada apa?
Nn. Ji-yoon membatalkan kencan?
Ini dari ayahku.
Dia pindah ke tempat baru kemarin.
Sudah pindah?
Kebiasaan selalu telat mengabari, ya.
Kunjungilah dia.
Tak semudah itu.
Kau masih menyalahkan ayahmu?
Di usiaku sekarang? Tolonglah.
Seluruh hidupmu berubah karena dia.
Wajar, sih, kalau dendam.
Dulu aku memang dendam,
tapi sekarang?
Ibarat bekas luka.
Sudah tak terasa sakit
atau bahkan gatal lagi.
Itu malah terdengar lebih buruk.
Mungkin.
Silakan ayamnya.
Kau memesan ayam goreng? Kau?
Untuk makan siang?
Nn. Ji-yoon suka, jadi aku juga mencoba menyukainya.
Yang kau pilih tetap daging dada.
Saat seseorang bilang butuh waktu,
sejauh apa aku harus jaga jarak?
Nn. Ji-yoon bilang begitu?
Wah.
Akhirnya,
aku punya kesempatan memberimu nasihat.
Aku siap mendengar.
Meski dia bilang butuh waktu,
jangan biarkan sendirian.
Jangan terlalu menempel juga, nanti dia kesal.
Kau cukup berada di sana saat dia menoleh,
tetap di dekatnya dengan aura yang beda dari biasanya,
serta tatapan tulus.
Itu menguntit, 'kan?
Aduh, kau garing sekali.
Jangan memutus komunikasi
hanya karena dia meminta waktu.
Kau harus tetap memberi kabar setiap pagi dan malam.
Dan akhiri pesanmu dengan tanda tanya.
Tanda tanya?
Tolonglah.
Itu satu-satunya cara untuk melanjutkan obrolan.
Sudahlah. Nanti kupikirkan sendiri.
Kenapa? Aku masih punya banyak saran.
Makan saja.
Sebentar.
Kenapa mereka di sini?
- Ada apa? - Na-ri mau menunjukkan sesuatu.
Menunjukkan apa?
Pak Kang!
Lihatlah.
Pak Kang terlihat keren hari ini, ya.
Dia tampak lebih muda dengan rambut turun seperti itu.
Pakaiannya juga!
Auranya seperti pacar idaman.
- Dia tampan. - Tampak lebih muda.
Aku cabut, ya. Kalian masuk saja dan nikmati pemandangannya.
Hei, pagi.
Jangan memutus komunikasi hanya karena dia meminta waktu.
Kau harus tetap memberi kabar setiap pagi dan malam.
Dan akhiri pesanmu dengan tanda tanya.
KANG SI-WOO
Selamat pagi?
Nah, 'kan? Salah jawab lagi.
Nn. Cha.
Ada waktu sebentar?
Kenapa diam saja soal foto ini?
Memang kenapa?
Lihat baik-baik.
Pak Kang dan Nn. Choi Soo-jin dulu pernah menikah!
Ya, terus?
Apa urusan masa lalu mereka denganmu?
Satu perusahaan pasti geger kalau ini tersebar.
Ini bakal jadi skandal besar!
Masa?
HAPUS GAMBAR INI? YA.
Anggap saja kau tak pernah lihat.
Kau sudah tahu, ya?
Dari mana kau tahu soal ini?
Cuma kebetulan.
Kita yang rugi kalau Pak Kang dapat masalah.
Demonya sebentar lagi,
jadi jangan bikin masalah.
Apa brosurnya sudah siap?
Sempat ada beberapa kali revisi, tapi sudah naik cetak.
Peralatan rumah tangga?
Aman.
Peralatan dapur sudah beres?
- Sudah. - Bagaimana program integrasinya?
Sudah beres dan sedang diuji.
Berarti tinggal bagian terpenting dari AI Rumah.
Masih ada lagi?
Kepercayaan.
Seperti pentingnya kepercayaan antarmanusia,
jika tak ada kepercayaan antara manusia dan AI,
proyek ini akan gagal.
- Maksudmu keamanan? - Ya.
Bagaimana caranya?
Waktunya tak banyak sebelum demonstrasi.
Aku sudah lama mencari solusi keamanan.
Itukah tujuan pertemuan rahasia dengan Presdir?
Ya.
Sudah dapat jawabannya?
Aku masih mengusahakannya.
Tapi tenang saja.
Akan kubereskan sebelum demo.
Tim, mari lakukan pengecekan terakhir.
- Baik. - Baik.
MASUKKAN PIN ANDA
PIN SALAH
HIDUPSAEUM PIN SALAH
Seleranya menarik.
Kita berhasil, Pak!
Kita diizinkan pakai ruang uji coba khusus!
Benarkah?
Kalau begitu, ayo mulai!
Kalau kita gas terus, kita bisa pamerkan di demo tim tugas.
Kau bisa lembur nanti, 'kan?
Ya.
TIM PENGEMBANGAN
Maaf.
Aku mendadak lembur, jadi aku harus batalkan rencana kita.
Maaf, ya.
Dia pasti antusias menunggu kencan pertama kami.
Kau tak bisa kencan karena pekerjaan?
Keren sekali!
No comments yet. Be the first to leave one.