Dead Poets Society

Dead Poets Society

Indonesian उपशीर्षक डाउनलोड करें

रिलीज़ जानकारी

Dead Poets Society 1989 BluRay x264 YIFY
टिप्पणी द्वारा tedi
Retail NF | 2:10:08 Resync for BluRay

टैग

bluray
प्रकाशित: 2025-08-04
डाउनलोड: 602
श्रवण बाधित: No

Indonesian उपशीर्षक पूर्वावलोकन

पहली 200 पंक्तियाँ।

Tegakkan bahumu.

Baiklah. Rangkul adikmu.

Bagus. Lagi.

Hanya ingin mengingatkan,

kau akan mengikuti prosesinya

sampai kau menghadap Kepala Sekolah.

Saat itu, dia akan memberimu tanda untuk menyalakan lilinnya untuk anak-anak.

Anak-anak, tenang.

Angkat panji-panji!

TRADISI

Hadirin sekalian, anak-anak,

lilin pengetahuan.

Seratus tahun lalu, tahun 1859...

41 anak duduk di ruangan ini

dan mendapat pertanyaan yang sama

untuk menyambut kalian pada awal tiap semester.

Tuan-tuan, apa keempat pilar itu?

Tradisi. Kehormatan. Disiplin. Kesempurnaan.

Pada tahun pertama,

Welton Academy meluluskan lima siswa.

Tahun lalu, kami meluluskan 51.

Dan lebih dari 75 persen dari mereka

masuk ke Ivy League.

Keberhasilan macam ini...

adalah hasil

dedikasi pada prinsip yang diajarkan di sini.

Karena itulah orang tua kalian mengirim putra-putranya pada kami.

Karena itulah kami sekolah persiapan terbaik di Amerika Serikat.

Kalian sudah tahu,

Pak Portius dari jurusan Bahasa Inggris pensiun semester lalu.

Kalian akan bertemu penggantinya, Pak John Keating...

lulusan sekolah ini

yang selama beberapa tahun

mengajar di Chester School yang terkenal di London.

- Richard, tasmu ketinggalan. - Hai, Charlie. Apa kabar?

Senang kau bisa datang.

- Upacara menarik yang seperti biasa. - Kau pergi terlalu lama.

- Dr. Nolan. - Apa kabar?

- Ini putra bungsu kami, Todd. - Pak Anderson.

Kau diharapkan jadi yang terbaik. Kakakmu siswa terbaik kami.

Terima kasih.

- Upacara yang indah. - Aku senang kau menyukainya.

- Gale. - John.

- Senang bisa bertemu. - Halo, Pak Nolan.

Neil, kami mengharapkan

- yang terbaik darimu. - Terima kasih, Pak.

- Dia takkan mengecewakan kita. - Aku akan berusaha sebaik-baiknya.

- Sudahlah, Nak. Jangan menangis. - Angkat wajahmu.

- Aku tak mau di sini. - Ibu sayang kau.

Biar Ayah antar.

Belajar yang giat.

Hei.

- Kita sekamar. Aku Neil Perry. - Aku Todd Anderson.

Kenapa kau keluar dari Balincrest?

Kakakku sekolah di sini.

Jadi, kau Anderson itu.

Ini untuk sinusnya.

Jika dia tak bisa menelan, beri dia ini.

Jika dia sulit bernapas, beri ini.

Baiklah.

- Kau ingat vaporisermu? - Ya.

- Hei, apa kabar, Neil? - Hei, Knox.

- Neil, kelompok belajar malam ini? - Tentu.

Rutin lagi? Kudengar dapat teman baru. Sepertinya membosankan.

Jangan dengarkan Cameron. Dia memang bermulut besar.

Aku mendengar gosip. Kau ikut sekolah musim panas.

Ya. Kimia.

Ayahku ingin aku mendahului belajar.

Bagaimana musim panasmu?

Hebat.

Meeks, tutup pintu.

Baiklah.

Tuan-tuan, apa keempat pilar itu?

- Tiruan. Horor. Dekadensi. Kotoran. - Tiruan. Horor. Dekadensi. Kotoran.

Baiklah. Kelompok belajar. Meeks pandai bahasa Latin.

Aku belum gagal bahasa Inggris.

Jika kau mau, kita bisa membentuk kelompok belajar.

Cameron juga menanyakan. Keberatan mengajak dia?

- Apa keahliannya? Menjilat? - Dia teman sekamarmu.

Itu bukan salahku!

Maaf. Namaku Steven Meeks.

Ini Todd Anderson.

- Senang bisa kenal. - Sama.

Charlie Dalton.

Knox Overstreet.

Kakaknya Todd adalah Jeffrey Anderson.

Ya. Benar.

Siswa terbaik. Siswa terbaik nasional.

Astaga. Selamat datang di Hell-ton.

Di sini sungguh berat. Kecuali kau genius seperti Meeks.

Dia memujiku. Jadi, aku membantunya bahasa Latin.

Dan bahasa Inggris dan Trigonometri.

Pintunya terbuka.

Ayah, kukira Ayah sudah pergi.

- Pak. - Pak.

Duduk saja.

Neil, Ayah sudah bicara pada Pak Nolan.

Kegiatan ekstrakurikulermu terlalu banyak.

Kau harus keluar dari pembuatan buku tahunan.

Tapi aku Asisten Editor.

Ayah minta maaf.

- Tidak bisa. Itu tidak adil. - Anak-anak.

Kami permisi sebentar.

- Jangan membantah di depan orang. - Ayah, aku...

Setelah kau lulus sekolah kedokteran, kau bebas berbuat apa saja.

Sebelum itu, ikuti perintah Ayah.

Paham?

Ya, Pak. Aku minta maaf.

- Ini amat penting bagi ibumu. - Ya, Pak.

Ayah tahu aku selalu banyak kegiatan.

Ini baru anak Ayah.

- Jika butuh apa-apa, beri tahu kami. - Ya, Pak.

Kenapa kau dilarang melakukan yang kau mau?

Ya, Neil. Bilang jangan ikut campur. Ayahmu takkan memaksa.

Memang kalian bisa membantah orang tua kalian,

Calon Pengacara, Calon Bankir?

Aku juga tidak senang ditekan seperti itu.

Jangan mengajari aku cara berbicara pada ayahku. Kalian juga sama.

Baik. Astaga.

Lalu bagaimana?

Yang seharusnya.

Berhenti dari buku tahunan.

Jangan terlalu dipikirkan.

Mereka hanya mau menjilat Nolan.

Aku tidak peduli hal itu.

Baiklah...

- Latin? Pukul 20.00 di kamarku? - Ya.

- Todd, kau bisa ikut serta. - Ya, ikut saja.

Terima kasih.

Pelan-pelan, Anak-anak.

Pelan-pelan, dasar anak-anak nakal!

Pilih tiga percobaan laboratorium...

dari daftar proyek dan buat laporannya tiap lima minggu.

Dua puluh pertanyaan pertama di akhir Bab 1 harus diserahkan besok.

Agricolam.

Agricolam.

- Agricola. - Agricola.

- Agricolae. - Agricolae.

- Agricolam. - Agricolam.

- Agricolis. - Agricolis.

- Agricola. - Agricola.

- Agricolis. - Agricolis.

- Sekali lagi. Agricola. - Agricola.

Belajar trigonometri membutuhkan ketepatan yang tinggi.

Siapa saja yang tidak menyerahkan PR

nilai ujian akhirnya akan dikurangi satu angka.

Aku sarankan kalian tidak mencoba-coba.

Hei, Spaz!

Cedera otak!

Ayo!

Oh, Kapten, Kaptenku

Siapa yang tahu itu dari puisi apa?

Ada yang tahu?

Tidak ada yang tahu?

Itu dari puisi Walt Whitman tentang Pak Abraham Lincoln.

Kalian bisa memanggilku Pak Keating

atau jika lebih berani, "Oh, Kapten, Kaptenku."

Biar kubantah beberapa rumor, agar itu tak menjadi fakta.

Ya, aku juga pernah sekolah di Hell-ton

dan selamat. Namun...

Aku yang dulu tidak seperti sekarang.

Aku pemuda lemah, 44 kg, yang kepandaiannya seperti kalian.

Di pantai, orang menendang buku Byron ke wajahku.

Sekarang...

Pak...

Pitts.

Nama itu menyedihkan sekali. Pak Pitts, di mana kau?

Pak Pitts.

Buka bukumu halaman 542.

Baca stanza pertama dari puisi itu.

"Untuk Perawan yang punya Banyak Waktu"?

Ya, yang itu.

Sesuai, kan?

Berkumpullah wahai kuntum bunga Selagi bisa

Masa lalu masih ada

Dan bunga ini yang tersenyum hari ini Besok akan mati.

Terima kasih, Pak Pitts.

"Berkumpullah wahai kuntum bunga selagi bisa."

Kata Latin untuk istilah itu adalah "Carpe Diem".

Ada yang tahu artinya?

Carpe Diem artinya "raihlah kesempatan".

- Bagus sekali, Pak? - Meeks.

Meeks. Nama yang tak lazim lagi.

Raihlah kesempatan.

"Berkumpullah wahai kuntum bunga selagi bisa."

Kenapa penulisnya menulis itu?

Dia terburu-buru.

Bukan!

Terima kasih sudah ikut bermain.

Karena kita adalah makanan cacing.

Percaya atau tidak, kita semua, kelak, akan berhenti bernafas,

menjadi dingin dan mati.

Kuminta kalian maju kemari

dan perhatikan wajah-wajah dari masa lalu itu.

Kalian sering melewatinya, tapi tidak pernah memperhatikannya.

Mereka tidak banyak berbeda dari kalian.

Potongan rambutnya sama.

Penuh semangat, seperti kalian.

Tak bisa dikalahkan, seperti yang kalian rasakan.

Dunia ini milik mereka.

More Indonesian subtitles for Dead Poets Society

टिप्पणियाँ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left