पहली 171 पंक्तियाँ।
Kazuya,
menurutmu kenapa orang-orang punya keluarga?
Apa?
Supaya mereka tak mati sendirian.
Saat memakamkan nenekmu, Kakek memikirkan soal itu.
Kami juga kehilangan putra kami dan ibumu terlalu dini,
tapi kau masih di sini.
Berkatmu, kami menemukan kepuasan dalam hidup.
Kakek.
Begitu Kakek bergabung dengan nenekmu,
kau akan sendirian.
Kazuya,
kau harus berkeluarga.
Lindungi keluargamu apa pun yang terjadi.
Lalu, saat ajalmu tiba,
kau akan merasa sudah menjalani hidup dengan baik.
Ini akan menjadi kata-kata bijak terakhir yang Kakek berikan padamu.
[Saat dia mengucapkan kata-kata itu, terdengar seperti keinginan terakhirnya.]
[Kakek sekarang sudah pergi ke tempat Nenek berada.]
Kita harus apa?
Apa lagi yang harus kita lakukan?
Kita harus apa soal ini?
Yang Mulia,
aku percaya satu-satunya solusi adalah memanggil pahlawan.
Kau mengerti prosedurnya, 'kan?
Ya.
Baiklah, sekarang kita akan melakukan Ritual Pemanggilan Pahlawan.
Apa?
Apa?
Sulit kupercaya kita benar-benar berhasil.
Apa pun itu layak untuk dicoba.
Pahlawan!
Terima kasih sudah menjawab panggilan kami.
Aku tak menjawab apa-apa.
Aku dipanggil ke sini tanpa seizinku.
Kurasa kau benar.
Dari sudut pandangmu, mungkin terlihat seperti itu.
Kau tak marah karena dipanggil ke sini, 'kan?
Jelaskan kenapa aku tak boleh marah?
Bagaimanapun, bisakah setidaknya kau memberikan penjelasan?
Aku akan memutuskan marah atau tidak nanti.
Ya, benar, penjelasan...
Biar kujelaskan.
[Banyak ras, termasuk manusia, elf, kurcaci, dragonewt, dan lainnya]
[Mereka membentuk sejumlah negara dengan berbagai ukuran.]
[muncul sekelompok iblis dari kegelapan yang disebut Dunia Iblis.]
[Kehancuran pun terjadi di antara negara-negara utara.]
[Berpusat di sekitar Kekaisaran Gran Chaos,]
[yang disebut memiliki wilayah terbesar di benua ini,]
[berbagai negara bersatu untuk membentuk pasukan besar]
[Karena kehilangan kekuatan militer utama dalam ekspedisi itu,]
[negara-negara ini tak lagi berdaya mengusir iblis dari Dunia Iblis.]
[Sekarang pasukan Dunia Iblis sudah menguasai sepertiga benua.]
[Saat ini, wilayah itu dikenal sebagai Alam Raja Iblis.]
[bangsa-bangsa manusia hampir tak bisa menahan mereka.]
[Masalah itu terus berlanjut sampai hari ini.]
Lalu?
Kuharap kau tak menyuruhku pergi dan mengalahkan para iblis itu.
Tidak, bukan itu tepatnya.
Apa?
Tuan Pahlawan,
sulit sekali bagiku mengatakan ini...
Saat ini, tak ada pergerakan besar di Alam Raja Iblis.
Tapi, pasukan yang ditempatkan di sepanjang perbatasan
sudah diberi tahu untuk tetap selalu waspada.
Semangat para prajurit tinggi
karena ditugaskan melindungi dunia umat manusia.
Tapi saat menghitung biayanya,
pengeluaran kas negara membesar dan menjadi masalah.
Jadi, soal masalah lain itu...
Masalah lain?
Soal permintaan kami pada Kerajaan Elfrieden
berkontribusi secara finansial untuk dana perang.
Batas waktunya makin dekat, tapi mereka belum merespons.
Kau akan menyerahkanku pada mereka untuk membantu keuangan?
Aku benar-benar minta maaf soal ini.
Kuharap kau akan memaafkanku!
Saat ini, negara yang menahan Alam Raja Iblis
adalah Kekaisaran Gran Chaos yang berbagi perbatasan terpanjang.
Kami, Kerajaan Elfrieden, sangat diuntungkan oleh upaya mereka,
itu sebabnya kekaisaran mencari
dana bantuan dari negara-negara yang tak berbagi perbatasan
dengan Alam Raja Iblis.
Jika cukup uang saja, kenapa tak membayarnya?
Kedengarannya jauh lebih baik daripada melawan para iblis ini, 'kan?
Masalahnya, kami tak bisa bayar.
Selain negara kami mengalami krisis pangan,
perluasan Alam Raja Iblis
mengakibatkan sejumlah pengungsi datang ke sini
dan butuh banyak biaya untuk memberikan mereka tempat tinggal.
Kami tak mampu memberikan dana bantuan.
Tapi, dalam permintaan dana bantuan itu
ada klausul yang menyatakan jika kami tak bisa membantu,
maka kami boleh melakukan Ritual Pemanggilan Pahlawan tradisional
dan mengirim pahlawan itu ke kekaisaran.
Semua ini karena klausa itu.
Sebenarnya kami sangat enggan...
Ini seperti menjual putrimu untuk membayar utang.
Jadi, apa yang terjadi padaku setelah diserahkan ke kekaisaran?
Kami tak yakin apa yang akan terjadi padamu.
Lalu, apa itu seorang pahlawan?
Konon, seorang pahlawan
adalah orang yang akan memimpin revolusi ke era baru.
Ini...
Informasi itu sangat tak jelas, 'kan?
Lagi pula, informasi kami sangat sedikit.
Konon, dia seseorang yang diselimuti misteri.
Kuharap alasan kekaisaran memintamu menyerahkan pahlawan
bukan untuk mengungkap misteri itu lewat pembedahan
atau semacamnya, 'kan?
Jadi, itu mungkin terjadi?
Peluangnya kecil sekali mereka akan melakukan hal seperti itu!
Benar! Menurutku, bukan satu banding seribu atau seratus.
[menjadi pegawai negeri dan hidup sederhana.]
[Tapi sekarang ada risiko aku dibedah di tempat aneh ini?]
[Aku bisa kabur, tapi akan sulit melakukannya.]
[Jika aku gagal dan tertangkap, situasinya hanya akan bertambah buruk.]
[Itu artinya, semuanya tergantung pada ucapanku selanjutnya.]
Yang Mulia, bolehkah aku mengajukan pertanyaan?
Apa itu?
Apa permintaan dana bantuan dari kekaisaran untuk sekali ini saja?
Tentu saja, mereka...
Tidak.
Aku yakin permintaan lain akan datang selama para iblis terus menyerang.
Kau benar.
Satu pertanyaan lagi.
Ini ada hubungannya dengan pemanggilan pahlawan.
Selama kau melakukan ritual itu,
bisakah kau memanggil orang sebanyak mungkin?
Begini...
Menurut catatan kami,
terakhir kali seorang pahlawan dipanggil hampir 500 tahun yang lalu.
Itu terjadi hanya sekali saat bangsa kami didirikan.
Kami sama sekali tak bisa melakukan pemanggilan terlalu sering.
Anggap saja itu benar,
maka aku satu-satunya harapan negara ini yang harus mengatasi masalah itu.
Apa itu benar?
Itu benar.
Kalau begitu, bukankah itu akan sia-sia jika menyerahkanku sekarang?
Sia-sia?
Sayang, "sia-sia" artinya bodoh.
Aku paham sekarang.
Jika kita berpikir ke depan,
sebaiknya meninjau keuangan negara lebih dulu,
membuat kebijakan untuk meningkatkan kemakmuran,
dan membangun negara yang cukup kuat
untuk menolak tuntutan kekaisaran semacam ini, 'kan?
Negara yang cukup kuat untuk menolak tuntutan kekaisaran?
Tapi, untuk mencapainya terlalu sulit.
Aku diberi tahu kalau pahlawan yang akan memimpin revolusi ke era baru.
Kau tak pernah tahu, kita mungkin bisa membawa beberapa perubahan di negara ini.
[Apa pun masalahnya, aku harus cari cara untuk mendapatkan dana bantuan ini.]
Bisakah memulai dengan penjelasan detail soal keuangan negara?
Aku butuh laporan anggaran, semua data soal pertanian, kehutanan, perikanan,
ekonomi, perdagangan, industri, tanah, infrastruktur, dan transportasi.
Marx, silakan.
Baik.
[dalam rapat antara raja Elfrieden, Albert,]
[perdana menteri, Marx, dan pahlawan, Souma,]
Kalian semua, aku punya pengumuman besar.
Aku, Albert Elfrieden,
Raja Elfrieden ke-13,
dengan ini turun takhta
dan menyerahkannya pada pahlawan yang dipanggil, Kazuya Souma!
Apa?
Selanjutnya, aku juga mengumumkan
pertunangan putriku, Liscia Elfrieden dengan Souma!
Apa?
[Bulan April 1546 menurut Kalender Kontinental.]
[Takhta Kerajaan Elfrieden diserahkan pada Kazuya Souma.]
Berita ini sampai ke Tiga Kadipaten,
No comments yet. Be the first to leave one.