पहली 200 पंक्तियाँ।
Cepat dorong.
Baik... baik.
- Alih Bahasa oleh - * H@w-to-kiLL *
Dorong yang kuat, ya.
Hidupkan.
Sialan, dasar berengsek.
Kabur lagi, kau mau kabur lagi?
Aku memang lebih kuat.
= PERLAWANAN KELOMPOK KECIL =
Hei, bagaimana jika dari sekarang kita melakukan yang terbaik?
Kau masih saja berpegang pada hal itu.
Begini sangat membosankan.
Dasar konyol.
Kau lihat orang itu, dia juga melewati jalur berbentuk S.
Pegangan.
Baik.
Hei, matamu di mana saat menyetir?
Dasar bocah ingusan. \ Ini malah beraksi ugal-ugalan di jalanan biasa.
Kau sudah bosan hidup, ya?
Kau tak sadar, ini akan memengaruhi seluruh lalu lintas?
Aku tahu.
Jadi jangan ugal-ugalan, paham?!
Kau sudah bosan hidup, ya!
Jangan emosi.
Sial, aku mau lihat apa maunya dia.
Kenapa dia tidak jalan?
Hei, apa_apaan... \ Kenapa denganmu, Nak?
Tak apa.
Bisa tidak jangan menghalangi?
Cepat enyahlah.
Baiklah.
Jangan ditutup, buka. Buka!
Buka pintunya. \ Ya, ya, ayo pergi, dasar konyol.
Aku cuma mau menggodanya.
Ya, dasar berengsek, ayo turun.
Baiklah jika tak mau buka pintunya.
Sungguh pria yang tolol.
Bagaimana ini? Kenapa sulit dilepas?
Hei, coba lihatlah bus itu. \ Kenapa?
Bagaimana jika kita loncat ke sana? \ Apa maksudmu dengan itu?
Kau tak melihat mereka yang di sana?
Kita curi beberapa celana dulu.
Persediaan kita kurang banyak.
Kenapa bisa begitu?
Sebab, kini penyelidikan sangat ketat.
Menurutmu?
Lihatlah perutku.
Sekarang situasi malah makin sulit.
Hei, saat mereka sedang lengah, itulah saatnya kau harus bantu aku, mencurinya!
Ya, tapi harus kita rencanakan dulu semuanya dengan matang.
Kini adalah kesempatanmu untuk melenturkan otot.
Jika berhasil, kita takkan lagi ditindas oleh mereka, kita bebas dari penindasan.
Hei.
Ya.
Apa yang sedang kalian bicarakan?
Apa?
Tak ada apa-apa.
Ayo, tunjukkan kehebatan kalian! Cepat!
Sungguh tidak buruk.
Anak ini sungguh luar biasa.
Eh, sana pindahkan tong-nya.
Hai, selamat datang, selamat datang.
Lihat, anak baru dan mereka sudah mahir.
Lihatlah mereka. \ Mereka sangat konyol.
Kalian berdua, cepat sapa mereka.
Selamat datang.
Ada satu orang lagi.
Selamat datang.
Kalian harus melayani dua tamu ini! \ Baik.
Hai.
Sedang apa? \ Tak apa-apa.
Senang bertemu denganmu.
Hei.
Kita pernah bertemu sebelumnya.
Kenapa?
Cepat sekali sudah lupa.
Kau lupa yang kita lakukan bersama? \ Enyah dari sini!
Apa pintunya tertutup? \ Ada masalah sepele.
Lihatlah ini.
Jangan bangga dulu.
Biarkan aku melihatnya. \ Jangan menggangguku!
Selamat datang.
Ini sekelompok anak nakal, ya?
Hei, Yong-Mi, apa tak ada minuman selain ini?
Buatmu, ini satu-satunya pilihan.
Kejam sekali.
Sekarang apa yang sedang kau lakukan?
Sekarang saatnya untuk membaca.
Jangan baca. \ Tunggu sebentar.
Mari kita bahas lebih lanjut.
Jangan baca lagi!
Pegang.
Yong-Mi, beri aku segelas minuman.
Baik, tunggu.
Sudah kau pertimbangkan hal itu?
Sekarang aku yang disalahkan.
Kau tak bisa begitu, orangtuamu mencemaskanmu.
Kurasa kau harus memikirkan tentang masa depan.
Jangan melakukan hal rendah.
Selain itu, kondisi masyarakat buruk.
Kau pertimbangkan hal itu. \ Tapi jangan melakukan hal ini pada kami.
Kau jangan asal bicara.
Kau tak usah teruskan lagi.
Sungguh tak mau berubah?
Ini sebuah lelucon.
Kini aku tak bisa bilang apa pun.
Tinggalkan aku sendiri. \ Tapi ada sebagian orang mencemaskanmu.
Itu bukan urusanmu.
Baiklah jika begitu, Yong-Mi, tolong bonnya.
Jangan, jangan.
Lihat dia, gayanya sok sekali.
Oh, tidak masuk.
Giliranku, giliranku, perhatikan.
Ayo masuk!
Astaga. \ Keluar.
Ayo minggir.
Awas, jangan menghalangi.
Keluar juga.
Lihat hasil permainanku.
Apa ini?
Kau sadar yang kau lakukan?
Bukan masalah besar.
Kau tak memikirkan orang lain.
Apa yang akan kau lakukan?
Ibumu sangat kecewa dengan perilakumu.
Kau tak tahu kapan mau bertobat?
Kenapa jadi begitu serius.
Bukan aku yang minta jadi adikmu.
Jangan tertawa!
Bagaimana kau menjelaskan? \ Aku tak perlu menjelaskan.
Aku harus minta maaf secara langsung?
Bukankah menurutmu ini kebutuhan yang utama?
Aku sering bertemu dengan pria berengsek sepertimu.
Kakak besar ini sungguh lucu.
Terserah yang mau kau lakukan.
Kau akan menyesalinya.
Kalian berani melawan?
Kalian lihat saja.
Kami pergi, biarkan kakakmu bersihkan bar ini.
Belum pernah kulihat orang sepertimu.
Kakak, jangan bicara bertele-tele.
Oh, benar-benar basah.
Ah, lihat apa ini.
Kalian semua bajingan.
Lari, ah, kakak besar mengamuk.
Sana pergi!
Jangan pernah kemari lagi.
Sana pergi!
Masih berdiri di sini?
Kita lihat sehebat apa kalian.
Cepat pergi!
Ada apa?
Ambil ini dulu. \ Kau jangan mengintip isinya.
Berikan ke ibumu?
Ya.
Apa artinya ini?
Sebagai ganti rugi buatnya.
Kenapa tak kirim sendiri?
Kaukira ini akan mengganti kerugian?
Jadi apa lagi yang kau mau?
Aku cuma sanggup segitu.
Ini masih kurang, tambah lagi.
Itu sudah semua. \ Kaukira bisa menindas kami? Masih mau memeras kami?
Jangan cerewet, berikan!
Kenapa tidak? \ Berisik.
Lagi pula, hanya ini, dan kau akan mendapatkannya lagi.
Tunggu... dasar...
Malah mau kabur.
Baik aku paham.
Lalu apa yang mau kau lakukan?
Berhubung ini yang sering kau lakukan, kau urus sendiri.
Urus sendiri lewat telepon.
Di sini, belok kanan.
Parkir di sana!
Berhenti, berhenti!
Hari ini aku mendengar hal yang sangat lucu.
Apa kabar? Lama tak jumpa.
Aku sangat baik. \ Kau masih keren seperti biasa.
Kau pandai berbicara.
Yong-Mi mana?
Senang bertemu denganmu.
Lebih baik jangan bergerak.
Lepaskan aku.
Jangan begitu.
Aku merindukanmu. \ Jangan lakukan ini.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Ya, ada apa?
Berkelahi?
Tak ada masalah.
Siapa yang berani memukulmu?
Kalian berdua pergi dulu!
Ceritakan padaku.
Kau mau ke mana?
Jangan pergi.
Biar kulihat.
Mengalir banyak darah.
Siapa yang melakukannya?
Sulit dijelaskan.
Ada tokoh kuat, sedang di lantai atas.
Bisa saja mereka sedang turun.
No comments yet. Be the first to leave one.