पहली 200 पंक्तियाँ।
PERFECT CROWN
KISAH INI FIKTIF
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIFILMKAN DENGAN AMAN
Berdirilah menyambut Baginda Raja!
Mari kita mulai diskusi penghapusan…
monarki.
PERFECT CROWN
EPISODE TERAKHIR
Jadi… Tidak.
Dia seharusnya sudah memberi tahu mereka, 'kan?
Ya, seharusnya begitu.
Para sejarawan istana pasti sudah mencatatnya, 'kan?
Begitu dicatat, tak bisa diubah lagi.
Ini masalah besar.
Tidak bisa begini. Aku akan menelepon Hyejeong… Maksudku, Ajudan Do…
Diam!
Besok, kau akan menjadi Baginda, bukan Pangeran Agung.
Kau juga akan menjadi Ratu besok,
bukan Putri Agung.
Apa yang pertama akan kau catat di Catatan Sejarah?
Pada hari raja yang baru dinobatkan memasuki Aula Singgasana,
semuanya berkumpul, dari Kabinet hingga keluarga kerajaan.
Semacam upacara tradisional?
Dengan semua sejarawan istana juga.
Ya.
Aku bahkan tidak tahu ini perkara besar.
Aku sudah melihat banyak pertemuan.
Itu karena kita menyebabkan masalah besar bagi mereka.
Lalu?
Apa proklamasi pertamamu sebagai raja?
Kata-kata yang…
sangat berarti.
Reaksinya bisa parah.
Namun, aku yakin kau…
Aku akan memahamimu.
Aku akan menghapus Takhta.
Mewarisi gelar dan status
bisa menjadi hak istimewa
atau kekangan.
Semuanya berasal dari Takhta.
Kukira itu pengkhianatan.
Ternyata itu revolusi.
Impianmu.
Kau baru saja mendapatkan gelar ini.
Kau siap melepaskannya?
Aku tak pernah bilang menginginkan status.
Aku hanya kesal dengan kesempatan yang kukorbankan.
Saat itulah aku tahu.
Bahwa kau akan…
menjadi revolusiku.
Baginda.
Penghapusan monarki?
Kau tak serius dengan ucapanmu.
Setiap tahun, kebanyakan negara dengan monarki konstitusional
kembali mempertanyakan penghapusan mereka sendiri.
Tapi itu…
Perdana Menteri Min.
Ya, Baginda.
Bagaimana dengan negara kita?
Kami melakukan jajak pendapat formal, tapi oposisi tetap tinggi setiap tahun.
Aku yakin perbedaannya tak begitu lebar.
Selama satu dekade,
jarak itu terus menyempit.
Keberadaan Takhta bukan untuk membuktikan nilainya.
Nilainya terletak pada keberadaannya.
"Kita tak butuh raja yang tak didukung rakyat."
Aku yakin itu kata-katamu.
Kau sudah lupa?
Raja bisa datang dan pergi…
tapi Takhta bertahan.
Maksudmu Kabinet dan Kerabat Kerajaan
pasti akan menentangnya?
Ya.
Sebagian besar institusi terkait dengan Takhta.
Monarki dan dunia politik selalu saling menopang.
Kerabat Kerajaan sudah pasti.
Jadi, Baginda tak bisa mengandalkan apa pun
selain sentimen publik.
- Itu dia! - Dia datang!
Benarkah ada diskusi tentang penghapusan monarki?
Ini kali pertama kau mendengarnya?
Rakyat negeri ini
tidak perlu khawatir.
Tolong katakan lagi!
Tolong satu pernyataan lagi!
Perilisan agenda pertama raja ke-34
telah memicu kegemparan besar.
Agenda ini memulai diskusi tentang penghapusan monarki.
Saat Perdana Menteri Min meninggalkan istana,
dia meyakinkan publik…
Dia baru saja naik takhta.
Kenapa dia menghapus monarki?
Ya, 'kan?
Menurutmu Ayah tahu soal ini?
Sial…
Beraninya kau menunjukkan wajahmu di sini?
Aku ingin melihat sendiri
betapa seriusnya dosa-dosaku.
Kau sadar apa yang telah kau lakukan?
Aku bertanya apakah menyenangkan menyingkirkan ayah dan putramu sendiri.
Kau tak kasihan pada anak malang itu,
yang kini menghilang seperti peninggalan masa lalu?
Anak malang itu…
tahu semuanya selama ini.
Dia tahu semua dosaku,
dan dia diam-diam menanggung beban berat itu.
Apa maksudmu?
Ayah tahu bagaimana perasaanku
saat mengetahui dosa-dosa Ayah?
Saat Ayah dengan bangga mengaku
bahwa itu semua demi kebaikanku.
Ayah tahu bagaimana perasaanku?
Jadi…
semoga ini menandai akhir dari dosa-dosa Ayah.
Mulai hari ini…
Ayah tak punya putri untuk diklaim.
Ibu Suri!
Perdana Menteri Min, bajingan itu…
Dia tahu soal ledakan itu
saat membawa Pangeran Agung ke tempat itu.
Kau harus menghentikan Pangeran Agung atau Baginda.
Lakukan apa pun yang diperlukan.
Aku akan mengantarmu
kembali ke istana.
PUTRAKU
Itu dia.
Ayah.
Benarkah yang mereka katakan tentang penghapusan monarki?
- Tidak benar, 'kan? - Benarkah?
Bagaimana mereka bisa menghapus Takhta?
Ayah, katakan sesuatu.
Kakak iparku baru saja menjadi Raja.
Kenapa mereka sudah menghapusnya?
- "Kakak ipar"? - Kenapa? Ada apa?
Dia kakak iparku, bukan?
Panggil dia dengan benar.
Jangan sampai orang-orang bergosip.
Jangan bercanda.
Tak ada gelar yang bisa dibicarakan tanpa Takhta.
Ayah baru saja menjadi Tuan JUNGHWA. Ayah akhirnya menjadi tuan…
Taeju!
Untuk saat ini,
waspadalah.
Waspadalah?
Kenapa Ayah mengatakan hal seperti itu?
Ayah membuatku takut.
Tunggu…
Akan ada diskusi lain tentang penghapusan monarki pekan depan.
Baginda akan menyerahkan keputusan itu kepada rakyat.
Kabinet akan menentangnya.
Aku ingin kau
suarakan keberatanmu di sana.
Aku tidak berdaya.
Aku tak memintamu menggunakan kekuasaan.
Cukup isyaratkan bahwa penghapusan monarki
adalah ambisi pribadi Baginda, bukan kehendak Takhta.
Kalau aku menolak?
Apa yang akan terjadi?
Kau ingin melihat putra tunggalmu mengikuti jejak ayahmu…
dan dicap sebagai penjahat juga?
Baginda.
Perdana Menteri Min tak menahan diri.
Anggaran istana dihentikan sementara.
Kuduga dia akan berusaha kendalikan kita, tapi kukira caranya berbeda.
Memutus pendanaan adalah tindakan licik.
Ini akan melumpuhkan Kamar Ratu lebih dahulu.
Keuangan kerajaan berada di bawah yurisdiksi Ratu.
Dia baru saja menjadi Ratu dan sudah siap diserang.
Apa yang paling mendesak?
Gaji pengurus istana.
Pengawal Kerajaan dan pejabat administratif…
Permisi.
Aku Seong Huiju.
Satu-satunya masalah keuanganku:
"Astaga, bagaimana aku akan menghabiskan semua uang ini?"
Itu saja.
Lalu kenapa? Kau mau menyumbang ke Takhta?
Ya.
Apa?
Apa gunanya punya besan kaya jika tak bisa memanfaatkan mereka?
- Coba kulihat. Anggarannya kurang berapa? - Ini…
Aku menghargai sentimenmu, tapi tidak.
Pikirkan jangka panjang.
Kita tak bisa berpikir jangka panjang sekarang.
Sudah kubilang.
Saat kita mengejar usaha yang ditentang semua orang,
kita tak bisa memberi mereka waktu untuk keberatan.
PERDANA MENTERI MIN JEONGWOO
Kerajaan pasti sangat marah. Terima kasih sudah menanganinya.
Sebenarnya, Pak…
Istana menolak pendanaan untuk paruh kedua tahun ini.
Tapi mereka tak bisa beroperasi tanpa itu.
Castle Group telah menyumbang ke Takhta.
Jumlah yang mereka terima melebihi anggaran tahunan mereka.
Lihatlah Baginda memanfaatkan mertuanya.
Picik sekali.
DEDEMIT
Hei, Dayeong.
Aku agak sibuk sekarang.
Apa yang terjadi? Panggilan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.