पहली 196 पंक्तियाँ।
Hey, Sersan. Aku bisa siapkan susu segar yang nikmat dan bisa kau bawa di ranselmu.
Hentikan itu, Little John, aku sedang tidak mood.
Pasti bakal mood jika dengar kabar baik.
Kabar baik apa?
Kita dapat 3 prajurit baru.
Pasukan pengganti?
Kirby sedang menjemput mereka.
Ya, ini sudah waktunya ..
Pasukan pengganti.
Hey Sersan, perang berakhir seminggu lagi. Kita punya pasukan pengganti di sini.
Kalian, masuklah.
Berbaris di sana, nak.
Sekarang, Sersan... Hei, luruskan tanganmu.
Sersan, tiga prajurit ini, datang langsung...
...dari tugas di Inggris selama 2 tahun.
Mereka, dari kiri ke kanan, si petugas masak.
Dan kawan kita ini, instruktur senam.
Dan kawan kecil kita ini, dia penyiar radio dari AFRS.
Dan mereka semua prajuritmu, Sersan.
Baiklah, istirahat di tempat.
Kalian boleh lepaskan helm jika mau. Buka saja.
Siapa namamu?
Joe Gainsborough.
Apa kau Jendral Joe Gainsborough, Kolonel Joe Gainsborough,
atau Prajurit Joe Gainsborough?
Hanya Prajurit Joe Gainsborough.
Nomor seri?
Tiga, satu, tiga, empat, tiga, empat, eh.
Tiga, satu, tiga, empat, tiga, empat, eh.
Tiga, satu, tiga, empat, tiga, empat, eh.
Entahlah aku lupa.
Ini disebut apa?
Senjata.
Ini namanya senapan (rifle).
Senapan?
Senapan.
Berapa beratnya?
Berapa berat badanmu?
205.
205 ya?
Berapa berat badanmu ketika daftar wajib militer?
160.
Aku sudah memasak selama dua tahun.
Apa yang dimaksud garis proyektif akhir?
Garis utama penyerangan?
Apa kau tahu?
Tidak, Pak.
“Pak” hanya digunakan untuk perwira, aku Sersan.
Siapa namamu?
Prajurit Wayne Temple Jr. Nomor seri 3141210.
Apa yang kau masukkan ke dalam senapan itu?
Peluru.
Kaliber?
30.
Berapa banyak untuk satu klip?
Enam.
Kau salah.
Apa kau tahu?
Delapan.
Kau yakin?
US Rifle M1 senapan yang dioperasikan gas, senjata bahu semi otomatis, klip berisi 8.
Wow, wow, kalau begitu, sekarang kita tanya di satu tempat.
Atau semua yang kau tahu.
Aku tahu apa yang sudah kupelajari. Tidak lebih, tidak kurang.
Dipelajari di mana?
Infanteri pelatihan pasukan cadangan. Aku berlatih 2 minggu.
Dua minggu. Dan belajar apa?
Senapan, packing, sanitasi lapangan, kebiasaan militer dan rasa hormat.
Namaku Jerome Crown, nomor seri 43...
Tidak ada yang bertanya siapa namamu, Prajurit.
Apa di antara kalian ada yang pernah bertempur?
Apa pernah ikut pelatihan militer khusus atau apapun?
Tentu saja, Sersan. Lihat, yang itu Jadi juru masak selama dua tahun.
Dan ini salah satu instruktur senam.
Dan yang satu ini penyiar radio luar negeri.
Dengar, kami tidak minta dikirim ke sini.
Gainsborough, apa pekerjaanmu sebelum perang?
Aku salesman mobil bekas.
Kau?
Aku mahasiswa pendidikan jasmani.
Materinya payah. Aku sudah lihat catatannya. Dia penari balet.
Hentikan itu. Kita coba beri kesempatan.
Apa pendidikan jasmani atau balet?
Balet.
Aku ingin kerja di teater, atau komedi musikal.
Tn. Penyiar Radio. Apa pekerjaanmu sebelum perang?
Aku penyiar radio, aku Disc Jockey di Cincinnati.
Dan pasti akan begitu lagi setelah keluar dari sini.
Saat kau keluar, apa kau pikir akan ada Disk Jockey di tahun 1980, nak?
Jangan khawatir orang pintar. Aku takkan ada di sini tahun 1946, apalagi 1980.
Hanya kesalahan administrasi yang mengirimku ke sini pertama kali.
Aku akan kembali London 2 minggu lagi.
Atau ke kuburan.
Tak mungkin. Kecuali kalau sedang sial, sobat. Seperti kena tembakan di kepala.
Pasukan pengganti...
Letnan. Sudah lihat pasukan pengganti yang mereka kirim padaku?
Baiklah. Mari kita bahas.
Jujur saja, ini bukan lelucon. Mereka takkan bisa bertahan seminggu.
Aku khawatir hal itu.
Aku juga. Apa yang bisa kulakukan untukmu?
Kirim mereka kembali ke London.
Dan ambil apa yang seharusnya sesuai pertukaran.
Tentara.
Dari siapa? Komandan wilayah?
Sekarang kita bicara urusan penting.
Kau akan dapatkan detailnya besok sore.
Patroli pengintai berjumlah enam orang, termasuk kau.
Enam orang? Letnan, skuadku kacau. Pasukanku kehabisan nafas.
Aku tak bisa temukan 6 orang yang bisa berdiri, apalagi berangkat.
Baiklah, jadikan 3 orang ditambah 3 pasukan pengganti itu.
Letnan! Jangan bergurau. Mereka akan membuat kami semua terbunuh.
Mereka tidak tahu apa perbedaan patroli atau piknik.
Ajarkan mereka perbedaannya.
Ajarkan mereka perbedaannya.
Baiklah ayo coba yang lainnya.
Menunduk.
Tarik pin-nya.
Siap dilemparkan!
Lemparkan!
Kau dan Gainsborough ke barak bantu Kirby periksa sinyal observasi. / Siap.
Baiklah, kau berikutnya.
Ke bawah sini.
Menunduk.
Tarik pin-nya.
Tarik pin-nya.
Siap dilemparkan. Kemudian lemparkan. Ini bukan yang pertama kalinya bagiku.
Ya, bagus untukmu.
Tarik pin-nya!
Siap dilemparkan!
Lemparkan!
Kuhajar kau.
Kenapa? Karena jatuhkan granat? Bukan salahku. Ini lepas dari tanganku.
Baiklah. Itu kecelakaan.
Apa yang membuatmu panik?
Kenapa kau lari?
Kenapa kau tidak segera ambil granatnya dan lemparkan?
Aku sudah bilang sebelumnya jika hal seperti ini terjadi.
Apa yang akan terjadi jika ada selusin orang di sana?
Berapa banyak yang selamat jika kau melarikan diri?
Ayolah, jangan seperti itu, oke?
Dengar. Kau jalani perangmu, dan aku jalani perangku sendiri.
Kau berangkat ke Berlin. Aku ingin ke Cincinnati.
Sersan.
Sersan.
Semua aman?
Semua aman.
Hey, Letnan perintahkan segera datang.
Apa yang dia inginkan? / Patroli. Kita bergerak sekarang.
Oke nak, pelajaran selesai.
Misi ini tak boleh dianggap sederhana.
Jika posisi S2 tepat di sana, maka akan ada sedikit bahaya.
Tapi jika salah prediksi, maka akan lebih parah lagi.
Rincian peta ini hanya terlihat secara umum. Jangan terlalu mengandalkan petunjuknya.
Kita di sini. Jerman sudah digilas di sini, di Moreaux.
Di jalan menuju Moreaux, ada sebuah kota bernama Amiele. Sepertinya sudah kosong.
Jerman sudah menyingkir. Atau itu yang mereka harapkan kita berpikir seperti itu.
Tugasmu memeriksa dan laporkan kembali. Jangan ada kontak senjata kecuali terpaksa.
Ini patroli pengintaian. Ada pertanyaan?
Ya, Pak. Apa S2 itu berpikir kita pasti lakukan apapun untuk sampai di sana?
Oh, mungkin kelihatannya ringan. Tapi menghambat peleton jika tidak diatasi.
Ada pertanyaan lagi?
Kalian bergerak sejam lagi. Laksanakan.
Hey prajurit. Coba sebutkan lagi namamu?
Temple.
Dengar, Temple. Jangan terlalu khawatir nanti akan terbunuh, paham?
Aku tidak khawatir. Yang kukhawatirkan adalah jika harus membunuh orang lain.
Baiklah, ini granatnya. Masing-masing dapat dua.
Aku tidak pikirkan pelajaran hari ini. Tapi... pokoknya bawa saja granat ini.
Wayne, granatnya.
Dua untukmu.
Caje bilang ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu.
Aku baik-baik saja.
Dengar, semua orang juga takut. Tidak ada yang salah dengan itu.
Aku tidak seperti orang lain, Sersan.
Kau pikir... Penari bisa jadi prajurit yang hebat?
Tentu saja, kenapa tidak.
Bagaimana kalau polisi?
Bagaimana kalau polisi?
Itulah aku. Darah yang mengalir. Ayahku, kakek, saudara, sepupu, semuanya polisi.
Lalu, bagaimana menurutmu?
Orang saling membunuh. Aku dibesarkan seperti itu.
Polisi tertembak, atau seseorang ditembak oleh polisi.
Setelah itu tidak masalah bagiku yang mana. Aku hanya ingin keluar.
Jutaan mil jauhnya dari hal itu.
Kupikir belum tentu aku bisa jadi polisi yang hebat. Bagaimana menurutmu?
Mereka tak sabar menunggu untuk segera mendaftarkanku ke Akademi Kepolisian.
Aku yakin sekolah Ballet membuat mereka kecewa, ya?
Itu yang membuatku terusir dari rumah.
Pokoknya jangan berpikir bahwa saling bunuh adalah hal baru bagiku. Bukan itu.
Paham maksudku? / Kau pasti jadi yang berikutnya dengan caramu sendiri, mau tahu kenapa?
Karena kau dibesarkan dengan mereka yang saling bunuh. Kau pasti tahu rasanya.
Lihatlah mereka.
Crowne dan Gainsborough... Semua ini hal baru untuk mereka.
Sebaiknya pikirkan saja hal itu. Kau hanya pikirkan... hanya itu saja.
Hei, hei, ayo semuanya.. Ayo kita berperang.
Mundur... Caje.
No comments yet. Be the first to leave one.