पहली 200 पंक्तियाँ।
Hei, Dok./ Hai.
Terima kasih sudah menemuiku.
Dokterku pindah. Penggantinya tak mau dengar soal Subutex.
Dia mengusirku kemarin.
Berapa dosismu akhir-akhir ini?/ 8 mg.
Itu cukup bagus.
Kau bisa mulai menguranginya sekarang.
Ini resep untuk 28 hari. Oke?
Baiklah.
Berikan aku kartu asuransimu.
Terima kasih.
Ingat Brahim? Dia sering di Gare du Nord,
Dan selalu memakai syal merah./ Ya.
Dia meninggal semalam.
Apa yang terjadi?/ Mereka temukan dia di jalan.
Dia antara jatuh atau kepalanya terbentur. Atau membeku kedinginan.
Intinya, dia meninggal.
Dia beritahu aku sesuatu yang tak biasa baru-baru ini.
Dia bilang dia menentang perasaan.
"Menentang perasaan"?
Dia berpikir perasaan itu sampah.
Tak berguna dan buang waktu.
Hidup terlalu singkat, khususnya bagi orang seperti kami.
Bagaimana menurutmu?
Aku tidak yakin.
Hidup kami memang singkat. Dia benar soal itu.
Tapi...
Meski begitu...
Jika kau menyingkirkan perasaan, tak banyak yang tersisa.
Apa ini tak masalah?/ Ya, sempurna.
Kau harus membayar 7.50.
Terima kasih, Dokter./ Sampai bertemu.
Ini operator. Aku ada keadaan darurat.
Seorang anak dengan sakit di perut.
Ibunya sangat khawatir.
Sektor 1, kami temukan penderita stroke.
Jika kau berada di area, bisa kau menangani itu?
Kau banyak meresepkan Subutex belakangan ini.
Dalam konteks apa?
Aku banyak mendapat panggilan dari pemakai.
Maksudmu pecandu obat?
Benar, pecandu obat.
Mereka menyebarkan nomormu?/ Mungkin.
Dan kau resepkan mereka Subutex?/ Benar.
Dua pertiga dari obat alternatif berakhir di pasar gelap.
Aku tahu.
Itu tak membuatmu takut?/ Tentu saja.
Apa kau menganggap ini sebagai aksi politik?
Tentu saja ini politik.
Membantu orang yang tak dipedulikan jelas bersifat politik.
Aku beri mereka bantuan bebas resiko. Itu politik.
Jadi ini yang kau lakukan?
Membuat sindiran tentang etos kerjaku,
Karena aku membantu pecandu di jalanan,
Itu juga bersifat politik.
Ini hanya panggilan rutin. Tapi berhati-hatilah.
Kami siap untuk menginvestigasi lebih lanjut.
Apa kau ada pertanyaan lain?
Tidak ada.
Baiklah. Sampai jumpa.
Semoga malammu indah.
Ayah!
Ayah...
Bagaimana kabar kesayanganku?/ Baik.
Apa harimu bagus?/ Ya.
Ayah? Myriam akan pindah./ Ya?
Kami akhirnya singkirkan dia.
Jangan berkata begitu!/ Tapi dia menyebalkan.
Benarkah?/ Ya!
Ke mana dia pindah? Angoulême./ Angoulême.
Dia bohong. Dia bilang belajar Bahasa Inggris dari umur setahun.
Terdengar seperti kebohongan bagi ayah.
Dan dia bilang aku terlalu banyak makan di kantin.
Sungguh?
Ayah?/ Ya?
Aku lapar.
Keluar, anak-anak.
Ayah tak boleh parkir di sini.
Dokter boleh parkir di mana saja./ Itu tidak benar.
Dokter?
Hai, anak-anak./ Dia siapa, Ayah?
Teman Ayah./ Hai.
Kau sangat cantik.
Anak-anak, tunggu ayah di lobi. Pergilah.
Kenapa kau di sini? Kau tak bisa datang begitu saja.
Aku tahu...
Anak-anak, masuklah. Pergilah. Ayah akan menyusul.
Dokter...
Aku benar-benar butuh resep. Aku mohon.
Ini. Jangan sampai hilang./ Terima kasih.
Aku temukan tempat tinggal.
Sungguh? Di mana?/ Di Villejuif. Tempatnya bersih.
Itu fantastis./ Aku tinggal bersama pacarku.
Kau sekarang punya pacar?/ Ya.
Selamat./ Terima kasih.
Ini. Untukmu.
Aku tak bisa menerima itu./ Kau bisa.
Dr. Kourtchine. Santo pelindung para pecandu.
Aku jelas bukan santo.
Ayolah. Berdoa untuk kami. Ambil itu.
Dia salah satu pasien ayah.
Pergilah cuci tangan, anak-anak.
Aku setuju. Itu sebabnya aku buat catatannya...
Aku tak sengaja masukkan itu ke dalam teks. Itu membebani.
Aku masukkan di bagian kedua.
Tak ada PR?
Matematika./ Tata bahasa.
Kau bisa kerjakan itu nanti, oke?
Kau bekerja malam ini?
Ya.
Ibu!/ Hai, sayang.
Bagaimana kabarmu?/ Lihat!
Itu indah. Tunjukkan Ayah. Mereka menggambar untukmu.
Biar ayah lihat.
Indah. Apa ini gedung kita?/ Ya.
Kau bilang malam ini tidak kerja./ Aku tahu. Maaf.
Pergilah ke kamarmu. Ibu akan periksa PR kalian.
Ibu ingin bicara dengan Ayah terlebih dulu.
Apa Ayah bekerja malam ini?
Ibu tidak tahu. Mungkin.
Kau bilang akan tetap bersama kami malam ini.
Aku tak bisa./ Bisa gunakan Bahasa Inggris?
Aku tak mau mereka mencoba mengerti.
Dengar, aku tak bisa libur karena harus mengurus pasien.
Tapi kau tak pernah bisa libur.
Kami semakin sering menghilang. Apa kau sadar itu?
Ada apa, Ibu?/ Bermainlah dengan set teh kalian.
Itu kelihatannya enak. Mari bermain "Restoran".
Kau menghindariku setiap hari. Apa yang kau lakukan setiap malam?
Ini sudah 6 hari sejak dimana kau selalu pergi setiap malam.
Kau tertawa?
Apa yang lucu?/ Aksenmu.
Ini absurd. Anak-anak tahu kita bertengkar.
Jika kubilang "Persetan denganmu", bagaimana aksenku sekarang?
Aku harus menangani masalah serius.
Kau ada masalah? Apa? Aku sangat ingin mendengarnya.
Jangan didepan anak-anak.
Keluar.
Bawa barang-barangmu dan pergilah temui Karim.
Bawa barang-barangmu./ Kami hanya bertengkar.
Ini bukan masalah besar. Hanya perdebatan biasa.
Keluar! Sekarang!
Ini bukan masalah besar.
Jangan menangis, sayang.
Kami bertengkar. Itu normal. Mengerti?
Orang yang saling mencintai terkadang bertengkar.
Mereka butuh berteriak. Itu terasa bagus. Oke?
Ya? / Sacha? Kau benar.
Maaf, aku bersikap bodoh. Aku akan memperbaikinya.
Kau tak pernah di rumah, Mikaël.
Aku sudah muak.
Anak-anak juga.
Sesuatu harus berubah. Aku serius.
Maaf, Karim menelepon. Aku harus mengangkatnya.
Hai, Karim./ Aku ada dua panggilan untukmu.
Yang pertama anak bayi demam 103.
Yang kedua pria 65 tahun rasa sakit pada ulu hati.
Anaknya histeris.
Maaf, tapi aku tak bisa. Aku harus menemui sepupuku.
Kirim Fabrice. Posisi dia lebih dekat.
Siapa yang peduli dengan sepupumu?
Kita kekurangan staf. Jangan kecewakan aku.
Aku janji takkan mengecewakanmu. Aku harus pergi.
Maaf, aku harus bicara dengan Karim.
Mikaël? Satu hal saja...
Jika kau pulang besok pagi,
Itu artinya kau memilih untuk bersama dengan kami.
Jika tidak, tak perlu repot-repot.
Aku sangat serius.
Sampai jumpa.
Sacha?
Hai./ Hai.
Apa Dimitri ada?/ Di kantornya.
Bisa kita bicara sebentar?
Waktunya kurang tepat./ Bahkan lebih baik.
Sam, bisa gantikan aku?/ Tentu, Sofia.
Hai, Sam. Semua baik?
Mereka belum memecatmu?/ Masih belum.
Bertahanlah. Bagus untukmu./ Tentu.
Ada apa?
Cepat beritahu aku.
Katakanlah.
Kita tak bisa terus melakukan ini.
Aku tak menginginkannya lagi.
Apa? Apa yang lucu?
Kau putus denganku?/ Ya.
Kita tak bisa putus./ Kenapa tidak?
Karena kita tak memiliki ikatan.
Kau datang dengan wajah serius...
Kau tahu ini bukan apa-apa, 'kan?
Bukan apa-apa?/ Ya.
Aku mengerti.
Baik, aku rasa kita sudah sepakat.
Hanya itu yang kau ingin bicarakan?
Ya.
Aku harus kembali.
Jika tidak, sepupumu akan memecatku.
Ketuk pintunya sebelum kau masuk.
Siapa?/ Mikaël.
Sebentar.
No comments yet. Be the first to leave one.