पहली 200 पंक्तियाँ।
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Kitty!
Kitty!
- Halo. - Halo.
- Sedang apa? - Memangnya nggak kelihatan? Lagi main.
- Kamu suka bonekamu? - Tentu. Namanya Elizabeth.
Dia cantik sekali.
Boleh kupinjam sebentar?
Aku sangat menjaga bonekaku, kamu tahu sendiri.
Eveline!
Kembalikan! Eveline!
Dasar jahat!
Dasar jahat, Eveline. Kembalikan bonekaku.
Jangan sakiti dia. Tolong, Eveline.
Eveline!
Ayo.
Kembalikan bonekaku.
Kalau tidak kaukembalikan, aku akan...
Eveline!
Kakek, lihat yang dilakukan Eveline.
Aku mau bonekaku! Kalau tak dikembalikan,
- akan kucabuti rambutmu! - Sudah, hentikan. Kembalikan bonekanya.
Dia selalu mengambilnya, Kek. Dia tak pernah membiarkanku tenang.
Aku Ratu Merah, dan Kitty Ratu Hitam.
- Aku Ratu Merah... - Eveline, kembalikan bonekanya!
Kakek akan mengambilkan bonekamu kembali.
Aku Ratu Merah, dan Kitty Ratu Hitam.
Eveline, kamu sudah gila?
Eveline... Sedang apa kamu? Eveline!
- Aku benci Kakek! - Eveline! Jangan!
- Tidak! Bonekaku! - Aku benci kalian!
Eveline!
Eveline!
Mary... Mary!
Sudah! Berdiri!
- Kitty, lepaskan aku! - Mary!
Berdiri.
- Sudah! - Akan kubunuh kau, Kitty!
- Cukup! - Akan kubunuh kau!
Sudah cukup!
Sudah.
Berdiri.
- Dia yang mulai, Kek. - Tidak benar!
Maaf, Kek. Aku tidak bermaksud begitu,
tapi saat melihat lukisan itu, ada sesuatu yang kurasakan.
Kakek tak pernah benar-benar menjelaskan arti lukisan itu.
Kakek cuma bilang yang satu baik dan yang satu jahat.
Mary, ambilkan obat tetesku.
- Tolong cepat. - Baik, Tuan.
Kakek mau cerita?
Sebenarnya Kakek berharap tak perlu membahas lukisan itu.
Tapi mungkin sekarang sudah waktunya.
Bertahun-tahun yang lalu,
Ratu Merah dan Ratu Hitam tinggal di kastel ini.
Mereka kakak beradik, sama seperti kalian.
Sejak kecil, mereka saling membenci.
Ratu Hitam diam-diam menahan
segala rencana jahat Ratu Merah,
menunggu saat untuk membalas dendam.
Ketika Ratu Merah jatuh cinta pada seorang pria,
akhirnya Ratu Hitam mendapat kesempatan membalas dendam.
Suatu malam saat kakaknya tidur, dia membunuh Ratu Merah.
Dia menusuknya dengan kejam sebanyak tujuh kali.
Menurut legenda, setahun setelah kematiannya,
Ratu Merah hidup kembali dan menebar teror.
Dia membunuh enam orang tak bersalah.
Yang ketujuh adalah Ratu Hitam.
Setelah dendamnya terbalaskan, Ratu Merah kembali ke makamnya.
Namun hal yang sama terjadi seratus tahun sebelumnya,
dan seratus tahun kemudian,
selalu di kastel ini.
Dan selalu terjadi di antara dua saudari,
dan akan terus terjadi setiap seratus tahun sekali.
Kakek percaya cerita seperti itu?
Itu omong kosong. Hanya legenda, tidak ada kebenarannya.
Menurut legenda, kapan kejadian itu akan terulang?
Empat belas tahun lagi.
Tepatnya pada tahun 1972.
Masih lama sekali, Kek.
Benar. Mary?
- Ya, Tuan? - Singkirkan lukisan itu hari ini.
Buang saja.
Aku tak mau melihatnya lagi.
Kalian berdua, pergilah bermain.
RATU MERAH MEMBUNUH TUJUH KALI
Kakek.
Apa kau belum cukup lama di luar?
Belum, Franziska. Aku suka di sini.
Aku senang tinggal di pedesaan. Jangan khawatir.
- Kakek merasa tidak enak badan? - Tidak.
- Ada apa? - Sebaiknya kita masuk.
Oh, Kitty menelepon.
Dia menanyakan kabarmu dan bilang akan segera datang berkunjung.
Kitty pembohong. Dia tak pernah datang.
Aku juga belum dengar kabar Eveline.
Dia di Amerika, Kek.
Setidaknya dia sesekali masih bisa berkirim surat.
Franziska... itu kamu?
Siapa di sana?
Franziska... Franziska!
Tolong!
Tolong!
Franziska...
Herbert?
Herbert?
Apa kau dengar...
- Halo? - Ini Franziska.
- Ada apa? - Kakek...
- Ada apa dengan Kakek? - Kakek...
Tadi malam aku berlari ke kamarnya. Kulihat matanya terbelalak.
Dia tergeletak di samping ranjang. Serangan jantung.
Mengerikan sekali.
Kasihan Kakek.
Bukankah diam-diam kita semua mengharapkan dia mati?
- Jangan bicara begitu. - Memang begitu bukan?
Ada warisan besar yang menanti kita.
Kau, Kitty sayang,
cucu kesayangannya, akan mendapat bagian terbesar.
Sedangkan Franziska dan aku
akan mendapat bagian kami, setengah dari bagian Kitty.
Benar begitu, Sayang? Atau mau kita tolak saja?
Kau memang keterlaluan, Herbert.
Bagaimana, Kitty?
Tak ada lagi yang perlu kubahas. Kita sudah sepakat.
Kenapa murung begitu? Hidup kita akan berubah.
Kalau maksudmu pekerjaanku, kau salah. Aku tak akan berhenti.
Tadi malam aku melihat Ratu Merah di taman.
Sudah kubilang, kan?
Herbert turun ke perpustakaan. Dia tak bisa tidur.
Tiba-tiba dia mendengar jeritan
disusul tawa yang mengerikan.
Dia berlari ke jendela dan melihat Ratu Merah melarikan diri.
Itu konyol.
Pasti cuma khayalannya.
Aku tahu. Mungkin memang cuma khayalannya.
Tapi, Kitty...
Aku juga mendengar tawa itu.
- Dan ada satu hal lagi. - Apa?
Herbert belum bilang, ya...?
Kalau Ratu Merah itu...
berwajah Eveline?
Tidak, Franziska. Itu tak mungkin.
Ya, aku tahu. Kita semua tahu Eveline sudah meninggal.
Kemari sebentar.
Bagus. Tetap begitu.
Siap, Lulu?
Punggungmu tegakkan saat naik Vespa.
Frederick, kirim semuanya ke laboratorium.
Bantu bereskan para model, lalu kembali ke sini.
Baik, Kitty.
Frederick, siapkan kamera untuk pemotretan berwarna.
Lihat dua sejoli itu, Lenore.
Dia berusaha melupakan istrinya yang sinting, dan dia melakukan segala cara...
- Hai. Apa kabar? - Hai.
- Capek? - Lumayan.
- Kamu perlu istirahat, Sayang. - Aku tahu.
Temui aku di kantor. Aku ingin membahas
model-model untuk musim panas tahun depan.
Menurutku Martin cukup tampan.
Apa adikmu akan datang saat pembacaan wasiat?
Tidak. Eveline masih di Amerika, sudah kubilang.
Kami bahkan tak tahu alamatnya. Aku sudah berusaha mencarinya, tapi...
Kenapa kau begitu tertarik pada adikku?
Kenapa jadi kesal begitu? Memangnya ada masalah apa?
Padahal sampai beberapa bulan lalu, kau terus membicarakannya.
Kau benar.
Rasanya melegakan, seolah aku akhirnya terbebas darinya.
Selama bertahun-tahun, Eveline menyiksa dan mempermalukanku.
Tapi meski begitu, Martin...
aku sangat merindukannya.
"Aku, Tobias Wildenbruck, dengan kesadaran penuh,
"menulis dan menyatakan hal-hal berikut.
"Pada hari ini, 12 Januari 1972,
"aku menetapkan bahwa bila aku meninggal
"pada tahun yang menentukan ini,
"sebagaimana diperkirakan karena kondisi kesehatanku,
"demi mencegah malapetaka menimpa keluarga kita,
"harta warisanku tidak boleh dibagikan kepada para ahli waris
"sebelum tahun ini berakhir.
"Pada awal tahun baru, Tuan Bauer,
"selaku pelaksana wasiat yang kutunjuk,
"akan membuka amplop terlampir yang disimpannya,
"berisi daftar seluruh hartaku
"beserta petunjuk pembagiannya kepada cucu-cucuku,
"Kitty Wildenbruck, Franziska Wildenbruck Zieler,
"dan Eveline Wildenbruck."
Itu saja. Entah apa yang dipikirkan Tuan Wildenbruck.
Belakangan ini tingkahnya memang agak aneh.
- Selamat tinggal, Nona Franziska. - Selamat tinggal.
- Nona Kitty. - Selamat tinggal.
Wasiat itu tak masuk akal.
Apa bedanya menerima warisan sekarang atau setahun lagi?
Kakek kan tak percaya pada legenda itu.
Kurasa ini bukan hal yang buruk.
Kenapa?
Demi Eveline. Kita punya lebih banyak waktu.
Masuklah dulu, Franziska. Biar aku yang mengunci pintu.
Berteriak sedikit saja, akan kugorok lehermu.
Dengarkan aku, Kitty.
No comments yet. Be the first to leave one.