पहली 200 पंक्तियाँ।
Dahulu sekali, Tokyo dikenal sebagai Edo.
Ada sebuah pasar ikan yang sangat hidup di Nihonbashi.
Pasar tersebut berkembang bersama dengan kebudayaan Edo.
Pasar ini membentuk kebudayaan kuliner makanan laut Jepang yang unik selama lebih dari tiga abad.
Kemudian di tahun 1923,
pasar tersebut hancur karena gempa bumi Kanto yang hebat.
Kemudian diputuskan bahwa pasar ikan tersebut harus dibangun ulang di lokasi baru.
Delapan dekade lalu di tahun 1935, pasar tersebut selesai.
Itu adalah hari lahir dari apa yang akan dikenal sebagai pasar ikan terhebat di dunia.
Di saat kejayaannya, sekitar tiga ribu dan dua ratus ton produk ikan
senilai tiga miliar yen diperdagangkan setiap hari.
Lebih dari 60 ribu pembeli, pedagang grosir,
dan barang memenuhi pasar setiap hari.
Selama dekade itu, dunia terlihat berubah dan jutaan orang datang dan pergi.
Nama dari pasar itu adalah
Tsukiji.
Aku pernah pergi ke banyak pasar ikan di seluruh dunia
dan aku tidak pernah melihat apapun yang seperti Tsukiji.
Intensitasnya berbeda.
Dan mungkin intensitasnya adalah bagian dari antusias.
Aku tidak tahu tempat lain di dunia yang mempunyai
sejarah yang panjang dan tradisi yang kaya dan...
Dan pasar ini juga terhubung dengan kehidupan semua orang.
Tsukiji berada di bisnis untuk memberi makan 25 juta orang dalam satu hari.
Luar biasa.
Di samping semua ikannya
Tsukiji adalah sumber mendapatkan informasi.
Berjalan melewati pasar akan membuatmu tahu bahwa musim telah berubah.
Makanan Jepang sangat bermusim
dan pergantian musim adalah hal pertama yang dilihat di sini.
Bukannya Tsukiji adalah pasar terbaik di dunia.
Tidak ada yang sama. Inilah satu-satunya.
Tidak ada di dunia yang bisa membandingkannya. Aku jamin!
Orang Jepang mempunyai rasa hormat yang sangat luar biasa terhadap hasil laut.
Tsukiji didasarkan akan penghargaan terhadap hasil laut yang segar.
- Mereka migrasi ke mana? - Sado.
Sudah pindah?
Aku tidak akan merekomendasikan ini kepadamu.
Aku sudah tidak menjual sperma ikan hari ini.
Ada, tapi kualitasnya tidak baik.
- Kau mempunyai ikan sarden? - Ya, ikannya lebih baik.
Belakangnya lunak.
Pedagang grosir tengah kami mengerti ikan. Tidak ada tempat lain yang mempunyai banyak orang ahli.
Aku yakin tentang itu.
Pedagang grosir tengah berpengetahuan luas.
Mereka mengerti bagaimana untuk menilai ikan.
Mereka melelang dan menjual ulang hasil laut kepada pengecer
dengan cara yang cepat dan efektif.
Mereka adalah nelayan profesional,
para profesional yang mengirim
dan mereka yang menilai ikan.
Dan para chef berada di ujung garis.
Pedagang grosir memilih ikan
yang paling cocok dengan kebutuhan dari setiap pengecer atau restoran.
Jadi kita bisa makan ikan yang enak.
Pilihan para pedagang grosir
berdasarkan pengetahuan yang telah mereka akumulasikan.
Mereka bangga dengan pekerjaannya.
Pilihan ikan terakhirmu enak.
Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya untukmu jika aku melihatnya.
Penjual grosir sangatlah bangga
untuk menjadi bagian dari tradisi panjang pasar,
Ini bukan hanya tentang berapa banyak yang mereka hasilkan dari transaksi.
Prioritas bagi kebanyakan dari mereka adalah untuk menyediakan ikan yang berkualitas.
Mereka tidak fokus untuk menghasilkan keuntungan yang besar.
Itu bukanlah sumber kebanggaan dari mereka.
Aku biasanya datang pukul 1 subuh. Sedikit lebih awal sebelum akhir pekan panjang.
Selamat pagi.
Kau mempunyai 700 kotak?
Bagus. Bagaimana kualitasnya?
Kami mendapat pesanan satu malam sebelumnya.
Sekarang aku menyortir ikannya berdasarkan pesanan.
"20 ikan belut panggang ke L.A"
Aku mempunyai pesanan dari Los Angeles.
Sekarang pukul 08.30 pagi di L.A. Aku tidak menelepon mereka terlalu awal tapi
mereka meneleponku kapanpun. Apa yang bisa aku lakukan?
Beberapa dari pembeli grosir datang lebih awal, seperti pukul 10 malam.
Cepat tapi semuanya tergantung kepada berapa banyak yang aku selesaikan sekarang.
Yang kami lakukan adalah sederhana. Setiap hari adalah sama.
Aku memproses ikannya begitu aku datang.
Maka aku ingin pelanggan datang dan mengambilnya saat ikannya masih segar.
Aku selalu datang pukul 2:30 pagi.
Kami memproses pesanan kami satu malam sebelumya.
Aku memeriksa pesanan dan mencari tahu bagaimana untuk menanganinya.
Ada 300 ikan aji tapi pesanannya adalah untuk 250.
- Bungkus 250 ikannya dan sisanya kesampingkan. - Aku akan meminggirkannya.
Kelihatannya bagus.
Setiap ikan mempunyai nilai yang berbeda.
Pedagang grosir menilai dan menyortir ikannya.
Kami melelang ikannya dan menyortirnya berdasarkan kebutuhan klien.
Itulah tanggung jawab kami.
Pedagang grosir tengah bekerjasama untuk para kliennya.
Para nelayan mengorbankan nyawa mereka untuk menangkap ikan yang bagus.
Tapi ikan terbaik tidak akan dihargai oleh siapapun.
Maka kami harus menemukan pelanggan yang cocok untuk ikan yang kami jual.
Ini bukanlah pasar lokal.
Jadi semua jenis ikan datang kemari dari seluruh Jepang.
Kami berada di sini untuk memilih ikan yang tepat untuk klienku.
Kami mempunyai pendekatan yang kolektif untuk pelayanan kami.
Saat kau berjalan di lorong
kau melihat para pedagang grosir berdiri di meja mereka.
Dan para pedagang grosir tengah
jalan sekeliling bertanya tentang harga ikan.
Setelah interaksi singkat
para pedagang grosir meletakkan tanda sudah terjual di ikannya.
Bagus!
Bukankah kau mempunyai satu kotak berisi 30?
Ups...
Ini bukan tentang bisa membedakan ikan bagus dan bukan.
Ini tentang memenuhi kebutuhan para pelanggan.
Kualitas dan harga ikan berubah setiap hari.
Itulah di mana para pedagang grosir yang hebat membuat keputusan yang tepat.
Hasil laut terbaik di dunia
datang ke Tsukiji.
Membuat kami bisa menyediakan ikan terus-menerus kepada pelanggan kami.
Maksudku, jika kami mempunyai 200 ton ikan
itu akan memenuhi seluruh taman, mungkin naik hingga beberapa lantai di atas.
Ini benar-benar jumlah hasil laut yang banyak.
Setiap lot diberi nomor secara individu.
Kami, para pedagang grosir bisa melihat ikan yang bagus.
Setiap tahun berbeda.
Ikan di Tsushima bagus sekarang tapi tahun depan bisa berubah.
Ikan berubah setiap hari.
Aku hanya tahu ikan belut conger .
Aku tidak akan bertahan satu hari jika aku kehilangan pekerjaan ini.
"Meja Lelang A"
Aku periksa rasanya terlebih dahulu.
Warna, ukuran, tingkat keringnya...
Aku menggunakan semua indraku untuk mengevaluasinya.
Pasar melakukan transaksi bisnis dengan 20,000 kotak dalam satu hari.
Landak laut datang dari seluruh Jepang dan dunia.
Utara atas dari Rusia dan Hokkaido.
Peru dan Argentina. Banyak dari Chili.
Dari kedua pantai Amerika.
"Landak laut"
Biasanya kami sangat fokus saat lelang.
Kau tidak bisa hanya berdiri dan melihat
jika kau ingin produk bagus untuk dijual.
Kau mengevaluasi produknya dengan teliti.
Dan kau mengambil kesempatan tersebut!
Aku mencintai pekerjaan ini. Aku berkomitmen 100% kepada Tsukiji.
Ini menyenangkan.
Pertama kalinya aku menawar saat aku berumur 22.
Aku masih merasa gugup tepat sebelum lelang.
Saat aku tergantung dengan penawaran dan hanya ada satu-satunya
lututku bergetar.
Tidak ada yang datang besok.
Benarkah?
Aku akan membelinya.
Mereka mempunyai beberapa peti hari ini.
Harganya akan turun.
Kami adalah saingan. Maka kami saling menipu.
Aku akan mengatakan sesuatu yang negatif tentang ikan yang aku inginkan.
Aku berpura-pura bahwa ikannya tidak menjual, sementara ikan tersebut menjual.
Orang lain juga melakukan hal yang sama, maka semuanya berjalan dengan baik.
Baguslah.
Aku akan mengambilnya.
Kami semua bermain.
Kami saling menipu karena kami putus asa.
Setiap orang membawa buku catatan mereka.
Itu adalah catatan dengan singkatan. Aku tahu yang mana yang bagus.
Jika kau menginginkan sesuatu, kau tidak bisa pelit dengan 2,000 yen.
Ini kompetitif.
Ini seperti arena sumo.
Semua penjual berkata bahwa produk merekalah terbaik.
Maka kau memasukkan mereka ke arena untuk mengujinya. Itulah pasarnya.
Aku berterimakasih.
Ikan yang bagus menghasilkan lebih banyak uang di mana itu adalah insentif.
Maka para nelayan mencoba keberuntungan mereka dengan kami.
Aku berterimakasih karena keyakinan mereka kepada kami. Itulah Tsukiji.
Aku menyukai udang maka aku hanya ingin menjualnya kepada orang yang aku suka.
Hari ini lebih besar dan liar.
Ini bukan pekerjaan bagiku.
Aku rasa aku bodoh.
Lupakan tentang keuntungan.
- Ini bukan tentang uang? - Bukan.
Aku rasa ini tentang perasaan.
Dalam keadaan baik dan tidak kami saling berinteraksi.
Kami saling berkomunikasi langsung, tidak lewat komputer atau telepon.
Di mana itu bagus.
Mereka adalah pekerja keras.
Aku rasa, dari sudut pandangku, aku rasa orang yang bekerja di Tsukiji bersenang-senang setiap hari.
Tentu saja ini adalah pekerjaan, dan kau harus bangun sangat awal dan
dingin dan basah, dan ada hari yang baik dan tidak,
tapi dalam lingkungan sosial, ini sangat merangsang
aku rasa kebanyakan orang hidup tidak demikian, dalam sehari-hari.
Mereka bersenang-senang. Maksudku, ini pekerjaan tapi menyenangkan.
Mereka membantu orang
makan makanan yang enak.
Mereka menyediakan layanan yang besar kepada dunia, ke Tokyo dalam hal
memastikan bahwa Tokyo memiliki hasil laut yang berkualitas tinggi.
Tapi aku rasa Tsukiji menunjukkan apa yang
terkadang dipikir oleh orang sebagai etika kerja orang Jepang yang kolot.
"Lakukan yang terbaik."
"Meski saat keadaan sedang sulit, lakukan yang terbaik."
Antusiasme dan etika kerja adalah hal yang membuat Tsukiji berbeda.
Kami mendapat banyak dari Hachinohe. Pergi dan lihatlah.
Wow, kencang sekali.
Dan murah!
- Ini adalah penawaran yang baik! - Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.