पहली 183 पंक्तियाँ।
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Namaku Alfonso Quixote,
mungkin kamu pernah mendengar kakek buyutku, Don Quixote.
Dia hebat, seorang ksatria legendaris yang punya kekuatan...
melihat hal-hal yang menurut orang lain tidak ada.
Ada yang menyebutnya gila.
Aku menyebutnya karunia.
Dan coba tebak?
Aku memiliki karunia yang sama.
Hal baik juga, karena akan kugunakan itu...
untuk menyelamatkan kota tercintaku di La Mancha.
Banyak hal berubah di sini.
Dulu kami hidup selaras dengan alam.
Namun belakangan, La Mancha terancam badai dahsyat...
yang menghancurkan segalanya.
Katanya mustahil menghentikan badai.
Orang-orang pada pergi.
Tapi tidak aku, karena seperti yang kami keluarga Quixote,
selalu katakan, "Untuk mencapai hal yang mustahil,
yang dibutuhkan hanyalah keberanian, kecerdikan,
dan percikan imajinasi."
Hei, ada apa, sobat lama?
Kamu seharusnya menangkapku seperti dulu, ingat?
Jangan sedih.
Kamu akan selalu menjadi raksasa terbesar dan terkuat di lembah.
Kamu akan segera berdiri lagi.
Kamu akan bangkit kembali, aku janji.
Oh tidak, ada badai lagi yang datang ke arah sini.
Jangan khawatir, sobat, aku akan melindungimu.
Badai kali ini lebih besar dari yang sebelumnya.
Mari kita lihat berapa banyak waktu kita sampai ia tiba.
Wah, itu bukan badai.
Itu monster badai raksasa!
Hei, itu berita bagus, badai tidak bisa dijinakkan,
tapi monster bisa dikalahkan.
Harus kuperingatkan orang-orang mereka tidak perlu lagi pergi.
Kita akan mengalahkan monster itu dan mempertahankan kota kita.
Dan satu hal yang pasti, aku orang terbaik untuk tugas itu...
karena aku pewaris Don Quixote!
Dasar Quixote!
Wuuuh!
Wuuh huu!
Kita ambil semua energi itu dan membuangnya sekarang.
Badai dahsyat telah memaksa warga
untuk meninggalkan desa mereka, orang-orang menjual rumah mereka.
Hei semuanya!
Itu bukan badai yang datang.
Tapi monster badai.
Oh, tidak! / Kalian tak harus pergi.
Percayalah!
Ini solusi terbaik untuk sakit kepala.
Lihat siapa yang datang.
Apa para raksasa mengejarmu, Quixote?
Tidak, mereka aman, para raksasa adalah teman kita.
Masalahnya adalah monster musuh.
Wadaw!
Quixote!
AWAS!
Awas!
Hei, tetangga. / Hei, kamu...
Wah!
Hei!
Quixote!
...menyebabkan eksodus massal penduduknya.
Kami akan terus kabarkan... / Hei, semuanya.
Jangan khawatir, aku mengurus monster itu. Dadah!
Melaporkan langsung dari M News Network. Saya Melinda...
Hari ini hari keberuntunganku.
Quixote.
Pansa.
Kenapa terburu-buru?
Apa gerombolan ayam terorganisir ingin mengambil alih kota?
Ayamnya terkendali berkat pengendali ayamku.
Ada ancaman yang jauh lebih besar.
Lebih dari ayam terorganisir? / Tentu saja.
Sebenarnya, ada monster badai...
Oh, semoga kamu menyukai rasa pedang bajaku!
Hai. / Hai, Vic. / Victoria!
Aku menakutinya dengan belati antik tak ternilai harganya ini.
Itu? Itu pembuka surat, bodoh.
Hai, Yah. / Apa? Siapa yang nyapa itu?
Oh, anakku kembali.
Alfonso, apa yang sudah kamu lakukan sekarang?
Ndak ada, kok.
Alfonso, masuk ke dalam. / Tapi bu...
aku harus mengalahkan monster itu. / Ndak ada itu. Kamu dihukum.
Ibu!
Jangan ngeyel, masuklah.
Tak ada petualangan yang seru tanpa adanya kesulitan,
kecuali kamu hidup dalam goa.
Aku khawatir dengan putra kita.
Semuanya baik-baik saja, sayangku.
Imajinasinya seperti lensa ajaib.
Seiring berjalannya waktu, hal itu akan memberinya teman.
Aku tak mau pergi!
Kamu akan menyukai Carrascoland.
Ada kincir ria-nya. / Aku tidak suka kincir ria.
Semua orang suka kincir ria.
Hai.
Ibu, Ayah, kunci pintunya.
Carrasco yang kejam dan jahat itu ada di sekitar sini.
Nak. / Pancho. Jangan mengolok-olok orang seperti itu.
Apa maksud Ayah?
Minggu lalu kalian berdua bilang kalau dia itu...
Anak-anak.
Mereka sungguh pelita bagi kita semua.
Oh!
Tesla, sudah kubilang jangan mengelas di dalam rumah.
Aku baru saja mau menunjukkan ke ortumu keajaiban Carrascoland.
Perhatikan. Kalian tak akan mempercayainya.
Kentut lagi dia.
Anda sehat? Anda ingin teh herbal, Pak Carrasco?
Saya baik saja, Bu. Itu pasti anjingmu.
Atau anakmu.
Hei!
Pancho!
Dasar anak-anak.
Di sini kalian akan menikmati rumah baru di Carrascoland!
Kalian capek dengan hujan deras?
Apa kalian ingin tempat baru yang membahagiakan?
Tempat itu ada,
dan itu Carrascoland!
Ini adalah lingkungan tinggal modern yang kurancang...
secara khusus dengan memikirkan anak-anak,
dan untuk menghormati mereka, disediakanlah kincir ria.
Aku benci kincir ria, dan kamu benci anak-anak.
Oh, Pancho!
Terima kasih banyak atas tariannya, Tn. Carrasco,
tapi kami tak akan kemana-mana.
Ini kota kami dan ini rumah kami.
Tidak lagi, kita berangkat pagi-pagi sekali.
Apa? Tidak!
Ibu?
Ayah?
Hanya ini hal yang masuk akal untuk dilakukan.
Hanya orang gila yang sudi tinggal di sini, seperti Quixote.
Kamu akan menyukai Carrascoland, lihat saja nanti.
Hah?
Maaf, dia tak akan melakukannya lagi.
Hah?!
Maaf, ini tak akan terjadi lagi.
Bak mandimu ada di luar.
Uuh!
Maaf, dia tak akan melakukannya lagi.
Selamat pagi, Ny. Quixote.
Hmm?
Saya ingin Anda mempertimbangkan satu dari...
Carrasco, kita sudah membicarakan hal ini.
Kami takkan meninggalkan rumah.
Saya ingin menawarkanmu kesepaka...
Rumah ini adalah rumah tua kakekku, kebanggaan Quixote.
Kami akan menjaganya dan berdiri teguh melawan arus.
Keluarga Quixote akan tinggal di kota ini dengan bahagia.
Kami takkan menyerah seperti keluarga Pansa.
Maaf sekali. / Cuaca bagus, Heather.
Alfonso, kami akan ke kota untuk memperbaiki beberapa hal.
Dan kalau-kalau ada angin kencang,
Ayah memberi kincir anginnya layar baru.
Kamu boleh ikut kalau mau.
Tetap di rumah, Bocil!
Itu yang sebaiknya kamu lakukan!
Kurasa sebaiknya aku tetap di rumah!
Oke, sayang. / Aku tidak tahan lagi! / Kami akan segera kembali!
Sayang, kami berangkat sekarang!
Kami akan kembali sebentar lagi.
Tolong jaga sikapmu. Selamat tinggal.
Ayo, teman-teman.
Aku tahu cara mengalahkan monster itu,
dan kali ini aku tak akan gagal. Aku hanya butuh satu hal.
Sepertinya aku butuh tempat lagi untuk membawa semua barang-barangku.
Oh!
Ini masih hari keberuntunganku.
Hai. / Hah?
Apa kamu mau mengarungi Tujuh Lautan sebagai bajak laut?
Sudah kubilang padamu ribuan kali,
dokter memberiku penutup ini untuk mata jerengku.
Mau ke mana kamu? / Tidak kemana-mana.
Aku tinggal di sini, bersembunyi bareng kamyu.
Apa?!
Ceritanya panjang, jangan khawatir.
Andai orang tuaku ada di sini, semua ini takkan terjadi.
Pancho, apa kamu mendengarku?
No comments yet. Be the first to leave one.