पहली 200 पंक्तियाँ।
Diterjemahkan oleh Kapten Kooky IDFL ™ SubsCrew
Terlambat seperti biasa, Braddock?
Aku kehilangan jam tanganku.
Kau sudah jual jam tanganmu padaku.
Kalau begitu kembalikan, biar aku tak terlambat lagi.
Braddock.
Aku kehilangan jam tanganku, Pak.
Bukan itu. Operasikan Checkmate King. Panggilkan Kevin Harper.
Siap, Pak.
Sudah kau hubungi Kapten Harper?
Radionya mati, Pak.
Kenapa mati?
Sepertinya baterainya, Pak.
Baterainya ‘kan mati kemarin. Kau sudah ambil yang baru?
Ya, Pak. Sudah kuambil yang baru tapi, tampaknya ...
Kalau begitu, kenapa tidak...
Ada apa, Bialos?
Ya, apa maumu, Bialos?
Tidak, Pak, tak ada apa-apa.
Tak ada apa-apa?
Tidak ada.
Hei, bukankah... Bukankah kau kurirnya Letnan Booker?
Ya, Pak, Peleton Pertama.
Lalu kenapa kau tak segera pergi. Tak kau lihat Letnan sangat sibuk?
Kau punya pesan dari Letnan Booker?
Tidak ada, Pak. Tak ada pesan.
Lalu apa yang... Kenapa kau jauh dari Peletonmu?
Ya. Kenapa kau jauh dari Peletonmu?
Aku bertanya padamu, prajurit.
Aku datang untuk menemui Braddock, Pak.
Bagaimana Letnan? Di tengah pertempuran?
Dia pasti mau telepon gratis. Pergilah. Sana pergi.
Tidak sampai kuambil jatahku.
Ransum?
Apa maksudmu? Jatah Apa?
Aku menukarkan 9 kotak jatah untuk baterai ini.
Di mana jatahnya?
Ada di lubang perlindunganku, Pak.
Ambillah, Bialos, dan segera kembali ke Peletonmu. / Siap, Pak.
Pastikan semua sudah lunas! Kalau tidak, kugampar kau!
Braddock!
Siap, Pak.
Jadi kau tukar baterai bagus dengan beberapa jatah ransum?
Oh, tidak, Pak.
“Tidak, Pak.“ Maksudnya apa?
Ini memang baterai mati. Sudah kucoba, aku tak pernah menukar baterai, Pak.
Maksudmu kau ditipu jatah ransum dengan baterai rusak?
Begitulah, seperti pepatah, Pak. Tak boleh menipu orang jujur.
Entah apa Anda pernah dengar, Pak. Tapi...
Kau sangat pintar.
Terima kasih Pak.
Berpikir sepanjang waktu, bukan?
Kucoba begitu, Pak.
Apa kau jadi kurirku. Atau lebih suka kembali ke garis depan bersama skuadmu?
Tentu saja aku ingin ada di tempat paling bernilai dalam Peleton, Pak.
Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu, Braddock?
Sebenarnya, itu keputusanmu, Letnan.
Tidak, kau harus putuskan yang satu ini.
Aku tak mengerti, Pak.
Sangat sederhana.
Kau tetap sebagai kurirku. Atau kembali ke garis depan bersama skuadmu.
Yang mana menurutmu paling bernilai?
Tentu saja jadi kurir, Pak.
Bagus.
Ya, Pak.
Jadi, situasinya begini... / Siap, Pak.
Kita terjebak di sini.
Kita tak bisa maju, atau pun mundur. Aku harus melapor pada Kompi.
Kita tak bisa gunakan telepon karena tak bisa nyambung.
Dan kita tak bisa gunakan radio karena baterainya mati.
Baterai radionya mati, Pak.
Itu hanya memberiku satu kesempatan, dengan cara?
Mengirim kurir.
Aku paham maksudmu, Pak. Dengan cara mengirim kurir.
Kau sangat cerdas Brad. Kau akan berjalan-jalan jauh.
Maksudmu aku “berjalan” jauh bersama Angkatan Darat? Atau apa maksudnya...
...aku akan berjalan jauh melalui medan berat kembali ke Kompi?
Tentu saja, cara apa pun yang kau tempuh, pasti bisa kau ketahui dengan mudah.
Bersiaplah 10 menit lagi untuk keluar. Akan kugambarkan posisi kita.
Dengar dulu, Letnan. Jika berkenan aku lebih suka kembali...
... ke skuadku. itu pasti bisa membantu, Pak. Maksudku...
Kau bersiap dalam 10 menit, Braddock.
Aku dan mulut besarku.
Mulut besar siapa?
Aku dan mulut besarku, Pak.
Aku dan mulut besarku.
Kau baik-baik saja?
Mulutku penuh lumpur.
Bagaimana di luar sana?
Tak ada peluang.
Mereka menggali sangat dalam?
Letnan, mereka sudah 4 tahun menggali.
Lapis baja takkan membantu.
Tank takkan punya kesempatan.
Kita tak bisa minta bantuan bomber sampai cuaca cerah.
Kudengar kita menangkap seorang Kolonel Jerman. Apa benar, Letnan?
Ya. Namanya Kolonel Hoffman.
Kalau begitu mungkin S2 bisa dapat info darinya.
Belum.
Kenapa tak mundur saja?
Jawaban terakhir dari Kompi adalah tidak, dan semoga tetap seperti itu.
Meriam '88 Jerman tak bisa menembak ke udara, kecuali menembaki kita.
Kita maju lebih jauh, mereka membantai kita.
Sekarang mereka menembakkan peluru senjata '88 itu ke arah kita.
Pintar juga, ya.
Berhenti! Siapa disana?
Braddock, Peleton kedua. Membawa pesan untuk Captain Harper.
Mendekatlah dan berikan kata sandinya.
Mendekatlah dan berikan kata sandinya.
Queens Knight.
Sudah berapa lama kau ada dalam pertempuran, Nak?
Sejak kemarin.
Sejak kemarin? Kau tahu jika berjaga seperti itu,
maka kau takkan bisa melihat hari esok.
Kau harus gali lubang. Atau memanjat pohon.
Dan harus yakin melihat mereka sebelum mereka melihatmu. Paham?
Siap, Pak.
Apa Kapten Harper di dalam?
Ya, Pak. Masuk saja, Pak.
Terima kasih.
Siap, Pak.
Entah bagaimana mengatakannya, tapi...
... jangan panggil aku "Pak". Ikutlah pertempuran sekali-sekali, Ok?
Kapten, Pak. Prajurit Braddock. / Letnan Dua...
Braddock. Keajaiban tak pernah berhenti. Istirahat di tempat.
Terima kasih, Pak.
Bagaimana kau berhasil ke sini demi gambar detail itu?
Aku mengajukan diri, Pak.
Jangan bohong. Pengajuan diri hanya berlaku 3 hari yang lalu.
Siap, Pak.
Baiklah, ada berita apa? Bagaimana Peleton?
Kami mendapat masalah, Pak. Mereka menembakkan...
... peluru anti pesawat pada kami. Ini gambaran posisi kami.
Kami tak bisa maju, apalagi mundur. Kami harus menggali lebih dalam.
Letnan Hanley ingin Anda tahu posisi kami, Pak. Kami butuh bantuan.
Checkmate King. Letnan Geroux. Ya, Pak. Siap... Siap, Pak.
Braddock. Itu yang kau dengar. / Siap, Pak. / Itu saja.
Itu dari Batalyon, Pak, Kita harus kirim sopir tambahan untuk Kolonel Clyde.
Kompi ini bukan penyedia sarana sopir untuk Kolonel Clyde.
Haruskah kuberitahu mereka untuk cari sendiri, Pak? / Jangan.
Kolonel ingin periksa sendiri posisi pasukan kita.
Dia ingin seorang prajurit dari garis depan yang tahu...
... posisi daerah ini. Hanya satu atau dua hari saja.
Tak ada satu pun yang bisa kukirim. Seluruh Kompi ...
... sibuk di garis depan. Aku hanya punya prajurit terluka saja di sini.
Aku dulunya sopir taksi di Chicago, Pak.
Kau kembali ke Peleton, Braddock, sesegera mungkin.
Aku juga tahu semua posisi Kompi, Pak.
Bagaimana?
Karena aku kurir Letnan Hanley. Aku pernah ke semua tempat.
Gagasan jadi sopir Kolonel Clyde sepertinya cocok untukmu.
Tidak, Pak. Kedengarannya cukup berbahaya.
Lalu kenapa kau mengajukan diri untuk membawa detail ini?
Hanya ingin berikan yang terbaik saja untuk Kompi-K, Pak.
Jadi, bagaimana, Kapten Kooky?
Baiklah. Kau benar, kirim saja dia.
Akan kuberitahu Hanley kita pinjam dulu anak buahnya.
Ayo.
Braddock?
Siap, Pak.
Nanti kalau ada waktu, aku ingin kau jelaskan sesuatu padaku.
Siap, Pak. Pasti akan kujelaskan semua nanti, Pak.
Aku siap bicara denganmu, Pak.
Aku ingin tahu bagaimana kau selalu dikirim ke satu tempat...
... penuh kotoran domba, tapi selalu kembali dengan wangi seperti Napoleon.
Siap, Pak.
Sersan. Aku Braddock. Kompi-K.
Kapten Harper memberi perintah untuk melapor pada Kolonel Clyde segera.
Aku sopir barunya.
Ke mana saja kau Braddock? Kolonel sudah berteriak.
Aku harus berhenti di tempat suplai dan mengambil beberapa barang.
Tapi Kolonel pasti sudah siap berangkat 30 menit lagi.
Sebaiknya kau bersihkan diri dan pakai seragam baru.
Kopral. Bawa Braddock ke tempat untuk membersihkan diri,
lalu beri pakaian baru, dan pastikan kembali ke sini dalam 30 menit.
Kau dengar aku memanggilmu, Sersan?
Siap, Pak.
Kalau aku memanggilmu, harap segera merespon. Jangan menunggu seminggu!
Siap, Pak.
Sersan, ketika para prajurit memindahkan mejaku,
Ada 36 cerutu di dalam laci sebelah kiri, benar?
Benar, Pak.
Sekarang hanya ada 35 cerutu di laci.
Benar, Pak.
Bagaimana bisa begitu!
Apa sudah dihitung cerutu yang sedang Anda nyalakan, Pak?
Terima kasih, Sersan.
Siapa itu?
Itu driver Anda yang baru, Pak.
Kiti pasti kalah perang. Aku tak peduli apa kata GHQ. Kita sudah kalah perang.
Siapa namamu, prajurit?
Prajurit B.. B..Brad, Pak. Braddock, Pak.
Maksudmu “Sir Braddock” ? Kau semacam ksatria atau apa?
Bukan, Pak, Prajurit. Prajurit Braddock. Aku Prajurit.
Apa itu di kakimu.
Ini celana, Pak. Kamuflase.
Kau bersembunyi dari siapa di sini?
Kita sudah kalah perang. Masa bodoh apa yang mereka katakan.
Sersan, apa yang terjadi dengan sopir Kolonel Clyde lainnya?
Lupakan saja. Aku tak mau tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.