Az első 200 sor.
Kami tiba 20 menit lagi.
Kondisi donor bagus.
Halo?
Listrik padam lagi?
Dokumen sudah diperiksa.
Donor bunuh diri.
Kenapa di usia semuda ini?
Aku tahu.
Di mana dr. Oh? Dokter Oh!
- Di sini. - Astaga!
Halo, Pak!
Apa statusnya?
Kita harus mulai pengambilan organnya.
Apa itu? Tanda lahir atau tato?
Tato.
- Dia tampak familier. - Kurasa aku juga pernah lihat.
Mungkin di buku sejarah?
Mari beri penghormatan.
Dicintai dan dirindukan seseorang,
Sang donor menaburkan bunga kasih,
lalu meninggalkan dunia ini.
Lenganku sakit.
Tubuhnya seperti baja.
Berapa pisau yang patah?
Apa dia pahlawan super?
Astaga!
Apa? Ada apa?
Monster!
Tikus?
- Keluar! - Jangan kemari!
- Keluar! - Jangan keluar!
Cepat!
Air!
(Tato yang katanya punya kekuatan...)
(Berita Sela: Manusia super muncul di lokasi kebakaran pabrik ban)
(Ditulis dan disutradarai oleh Kang Hyeong-cheol)
Kau tidak sakit sama sekali?
Tidak. Harus bilang berapa kali?
Normalnya, itu mustahil.
Kau seharusnya muntah, ngiler, dan semacamnya.
Setelah menerima transplantasi jantung
kau langsung sembuh?
Agak janggal.
Kalau dia tidak sakit, bukankah itu bagus?
Tentu saja.
Aku lega dia baik-baik saja,
tapi aku penasaran apa terjadi sesuatu.
Jadi, aku boleh pulang atau tidak?
Kalau kau baik-baik saja, boleh.
Apa itu? Kau punya tato?
Aku tidak tahu.
Mungkin efek samping operasi.
Apa kau berteman dengan anak nakal di rumah sakit?
Aku bahkan tidak punya teman!
Jangan berteriak dan makan pelan-pelan.
Lihat? Detak jantungmu lebih dari 90!
Ayolah, Ayah.
Jangan beli barang mahal seperti ini.
Ayah tidak punya uang.
Kata siapa?
Kalau ada yang ingin kau lakukan atau beli,
katakan saja.
Aku ingin melakukan sesuatu.
- Katakan saja. - Mau latihan Taekwondo lagi...
Tidak boleh.
Kata Ayah bilang saja!
Jangan Taekwondo. Tidak boleh! Itu berbahaya.
Dokter bilang aku boleh lari ringan.
Tahu apa dia? Ayah tahu yang terbaik.
Buat apa transplantasi jantung kalau lari saja tidak boleh?
Kau bisa ikut Pilates saat masuk kuliah.
- Ayah! - Dengar!
Kalau mengingat serangan jantungmu
di kompetisi,
Ayah berkeringat dingin.
Ibumu...
Dia meninggal karena serangan jantung.
Kakekmu juga.
Jika ayah juga kehilangan kau,
ayah tak sanggup menjalani hidup di dunia yang kejam ini!
Young-chun yang abadi, Dewa Baru telah dibangkitkan.
Abadi selamanya, raga yang melampaui batas.
Young-chun yang abadi, Dewa Baru telah dibangkitkan.
Abadi selamanya, raga yang melampaui batas.
Ya, Tuan.
Aku tahu.
Organ bukan baterai,
tapi dia terus mengubahnya.
Kali ini pankreas.
Untungnya, kurasa Ayah
tidak akan bertahan kali ini.
Omong-omong,
kau akan mendapatkan semuanya sebelum kebangkitan itu.
Jangan kurangi harganya.
Abadi selamanya, raga yang melampaui batas.
Young-chun yang abadi, Dewa Baru telah dibangkitkan.
Abadi selamanya, raga yang melampaui batas.
Young-chun yang abadi, Dewa Baru telah dibangkitkan.
Aku lapar. Bawakan daging panggang.
Abadi selamanya, raga yang melampaui batas.
Tambah kekuatan!
Ayo taklukkan dunia!
(Pahlawan Barcelona 1992 Master Park Jong-min)
(Turnamen Anak Nasional Pemenang 5 kali, Park Wan-seo)
- Ayah. - Tidak boleh.
Aku bahkan tidak meminta.
Tidak boleh Taekwondo.
Bukan itu.
Apa kau lari saat di sasana?
Ayah lihat detak jantungmu naik.
Berkumpul!
Aku tidak lari...
Lantas, kenapa sepatumu?
Sekali lagi!
Yang benar saja.
Berhenti, atau kubuang ini ke tempat sampah!
Dengar. Malam ini Ayah akan berkemudi lagi.
Belilah sepatu baru dan pulang.
Beli juga makanan sehat dengan teman-temanmu.
Kelas selesai!
- Sopan santun dan keberanian! - Aku tidak punya teman.
Taekwondo!
Bagus sekali!
Joong-pil!
Lakukan 50 tendangan sebagai hukuman karena terlambat.
Taekwondo! Pak!
Aku hendak menelepon
dan menjelaskan kenapa ada 100 dolar yang hilang.
Hei, Nak!
Tidak bisa menendang lebih baik?
Aku bisa tendangan 540-derajat saat seusiamu.
Minggir.
Ini semua demi kebaikanmu.
Berdiri tegap, tatap sasaran, lalu tendang!
Joong-pil. Bilang kau yang tendang, ya?
Apa yang terjadi?
Ayah.
Di sini ada anak yang akan sukses besar!
Taekwondo!
Hei! Tangkap dia! Cepat!
Maaf!
Cepat!
Ketangkap!
Ketangkap kau!
- Kau yang lambat! - Tidak mungkin!
(Ayah: Jangan lari dengan teman-temanmu!)
Dokter Song bilang,
makan berlemak tidak baik untuk pankreas.
Bilang, ah!
- Choon-hwa. - Ya, Ayah.
Pasti berat
merawat Ayah selama ini.
- Maaf. - Jangan begitu.
Ayah harus sehat agar bisa memberkati para pengikut.
Ayah harus tetap hidup agar seluruh ciptaan bisa...
Kau tahu apa yang luar biasa dari manusia?
Sekalipun kau koma dan memakai ventilator,
kau masih bisa mendengar dengan baik.
Saat kakekmu koma,
Ayah banyak menjelek-jelekkannya.
Astaga! Dia pasti dengar semua.
Ayah harus akui,
Ayah anak terburuk di seluruh dunia.
Ini seperti mesin.
(Direktur RS Saeshin Song Ho-rim)
Dan beberapa komponen mobilnya sudah diganti
menjadi mobil sports.
Hanya karena mendapat pankreas baru?
Kalau begitu, aku juga harus ganti.
Dugaanku
donornya punya tipe tubuh yang tidak biasa.
Donornya punya kekuatan super?
(Segala Sesuatu tentang Kekuatan Super)
(Cara Menulis Skenario yang Sukses)
Ayah bilang tidak boleh Taekwondo!
Kenapa terus pakai seragammu?
Ini nyaman.
Kata dokter pakai baju nyaman
bagus untuk jantung.
Tetap saja! Tidak boleh Taekwondo!
Jangan lari! Jalan pelan-pelan!
Baik!
Kau berkeliaran
di sasana kami sejak pekan lalu.
Kau ini ekshibisionis, penguntit, atau jatuh cinta padaku?
Ketiganya adalah kejahatan!
Lenganku! Aduh!
Lenganku!
Kau sangat kuat.
Aku harus memeriksakan ini.
Ayolah.
Hanya cubitan anak SMP!
Kenapa anak SMP bicara segalak itu?
Kakek yang membesarkanku
saat aku belajar bicara.
Kau tahu kemampuanmu, bukan?
Kupikir
aku tiba-tiba tumbuh pesat.
Tidak tahu aku punya kekuatan super.
Apa ibumu tahu?
No comments yet. Be the first to leave one.