Az elsล 200 sor.
EPISODE 8
Lantas, apa operasi ini sukses?
Bisa dibilang begitu.
Semua narkoba sudah musnah sesuai rencana.
Kita juga sudah mengamankan rekaman video narkoba sebagai bukti.
Kalau begitu, ini sukses. Namun, tiba-tiba...
Bulgae muncul dari mana?
Jeong Ho-myeong, kau punya dugaan?
Mobil itu muncul tepat saat Bulgae muncul.
Itu bukan kebetulan. Sepertinya mereka bergerak
dengan perhitungan matang dan punya tujuan tertentu.
- Mobil itu. - Apa-apaan?
- Astaga, mengagetkan saja. - Mobil yang kulihat tadi.
Itu van yang kulihat di depan rumah Kim Seon-jung beberapa hari lalu.
Coba kulihat.
Benar. Ini memang mobilnya.
Hei, tadi kau tidak melihat orang di dalam mobil?
Kalau begitu, setelah hasil pelacakan mobil ini keluar
tinggal menunggu waktu untuk menemukan
siapa wanita itu dan di mana Bulgae berada.
- Benar, bukan? - Benar.
- Bagaimana kalau buat rencana lain? - Jangan. Pertama-tama
kita harus menyelesaikan Operasi Yoo In-gu dahulu.
Ayolah, semua narkoba sudah musnah dan buktinya sudah kita amankan.
Apa lagi yang harus kita lakukan?
Meskipun Yoo In-gu sudah dalam genggaman kita, ini belum berakhir.
Yoo In-gu dan Han Gyeong-wook punya banyak koneksi di kejaksaan.
Kalau salah langkah, kita bisa kehilangan
semua bukti yang susah payah kita dapatkan.
Untuk menuntut Yoo In-gu dan menyeret Han Gyeong-wook
kita butuh Jaksa Gang.
Besok, kau dan Gang Beom-ryong pakai CCTV retasan Ma Gong-bok
untuk mencari Jaksa Gang. Jika dia masih di Pulau Yeongseon
dia pasti akan tertangkap kamera setidaknya sekali.
Aku akan memeriksa pihak Yoo In-gu bersama Ma Gong-bok.
Aku dan Beom-ryong?
Bukankah Ma Gong-bok lebih ahli soal CCTV?
Benar. CCTV adalah keahlianku.
- Kenapa aku? - Kau...
Dengar.
Kau sudah bekerja terlalu keras. Beristirahatlah.
Kau kenapa?
Dasar anak ini. Sudah kuperhatikan malah begitu.
Aku tidak mau melihat kakimu gemetaran di sebelahku, ya?
Kakiku baik-baik saja. Biar aku yang melakukannya.
Aku tidak pernah...
Pokoknya, mari kita selesaikan urusan Yoo In-gu dengan tuntas.
Seperti katamu, kita hampir menangkap Bulgae.
- Tidak perlu terburu-buru. - Baiklah.
Ayo, minum. Minum.
- Baiklah. - Kalian sudah bekerja keras.
Kau terlihat sangat khawatir. Karena Bulgae?
- Kau memang peka. - Hei.
Kita menemukan Bulgae setelah sepuluh tahun
jadi kau bilang jangan terburu-buru.
Itu tidak seperti Jeong Ho-myeong.
Seharusnya kau mengamuk dan ingin segera menangkapnya.
Kenapa kau begitu? Apa yang mengganggumu?
Itu...
Aku melihatnya tadi. Wanita yang membawa Bulgae dan menghilang.
Dia polisi wanita yang disukai Gang Beom-ryong.
Benarkah?
Tunggu.
Wanita seperti apa dia sampai bekerjasama dengan agen Korea Utara?
Aku tidak tahu.
Aku tidak mengerti.
Fakta bahwa Bulgae bekerja sama dengan seorang polisi wanita
dan fakta bahwa polwan itu sering mengunjungi rumah Kim Seon-jung.
Apa yang diincar Bulgae dan polisi wanita itu
dan apa mereka akan mengganggu pekerjaan kita
sepertinya kita harus mencari tahu dengan pasti.
Mulai besok, aku dan Ma Gong-bok akan menyelidiki polisi wanita itu.
Asal kau tahu saja.
Perasaan Beom-ryong pada polisi wanita itu sepertinya dalam.
Karena itu, lebih baik dia tidak tahu.
Apa baiknya jika dia tahu wanita yang disukainya terlibat dengan Bulgae?
Mulai besok, aku akan menyelesaikannya secepat mungkin.
Kau awasi saja Gang Beom-ryong.
Baiklah.
KAMI MENENTANG PEMBANGUNAN KEMBALI YEONGSEON
Kenapa Paman tidak...
- Nam-il. - Bagaimana keadaan Paman?
Nam-il, kau baik-baik saja? Kau tidak terluka?
Sekarang bukan saatnya mengkhawatirkanku.
- Paman menyelamatkanku kemarin. - Kemarin?
Paman?
Paman tidak ingat lagi?
Paman berubah menjadi Hulk kemarin.
Katanya Paman meminta wanita di rumah Jaksa Gang memukul kepala Paman.
Benar, karena kau terlihat sangat dalam bahaya.
Paman sudah gila? Bagaimana jika gagal?
Sejak awal, jika kau tidak di sana, itu tidak akan terjadi.
Kenapa kau pergi ke tempat para gangster bertransaksi narkoba?
Aku juga tertipu. Kukira gajinya 1 juta won sehari.
Astaga, selalu ingin cepat kaya. Kau mulai lagi.
Kali ini sungguh tidak seperti itu.
Aku hanya ingin menghasilkan uang
untuk menemukan rumah kita, dan mengeluarkan Paman dari sini.
Karena aku tahu Paman sangat menderita karena aku.
Kau belum makan, bukan?
Halo.
- Kita akan ke Heaven Capital, bukan? - Bukan.
Bukankah kita akan mengawasi pergerakan Yoo In-gu?
Rencananya berubah. Kita pergi ke kantor polisi.
Kantor polisi?
Jadi, karena orang-orang yang tiba-tiba muncul.
Kamen Racer atau apalah itu, narkobanya hilang begitu saja?
Dan kau membiarkan mereka semua lolos?
Benar, mereka bukan orang biasa.
Presdir Yoo, bodoh sekali!
Tidak ada satu pun yang kau lakukan dengan benar.
Orang bodoh tidak berguna.
Sebelum aku terseret dan celaka, aku harus mundur dari ini.
Pak Geum, bagaimana persiapan membangun kembali Kelompok Kangsik
yang kubicarakan sebelumnya?
Perekrutan anggota sudah selesai.
Tinggal mengganti namanya saja.
Baiklah. Kerja bagus.
Permisi, Pimpinan, kapan sebaiknya kita mulai?
Sekarang juga.
Sekarang juga? Apa kau yakin?
Membuang sampah seperti itu tidaklah sulit.
Aku akan mengatur cara membuang sampah itu.
Jadi, Pak Geum, selidiki tentang orang
yang menghilangkan narkoba Presdir Yoo kemarin
entah itu Ahli Bela Diri atau Kamen Racer.
Mereka?
Mereka tiba-tiba muncul di Pulau Yeongseon ini
dan selalu mengganggu kita
jadi kita tak bisa abaikan.
Siapa tahu? Mereka mungkin akan mengganggu rencanaku juga.
Lebih baik kita singkirkan mereka sepenuhnya.
Jadi, kerahkan semua polisi
dan periksa CCTV dan kamera dasbor di sekitar Pelabuhan Yeongseon.
Lakukan diam-diam agar Presdir Yoo tidak tahu.
Jangan khawatirkan itu.
Presdir Yoo tidak akan punya waktu untuk memikirkannya sekarang.
Aku sudah mengumpulkan semampuku.
Hanya ini yang tersisa.
- Aku membutuhkannya hari ini. - Hari ini tidak bisa, paham?
- Siapa dia? - Itu...
Dia tamu yang datang ke kasino untuk meminjam uang.
Aku menyuruhnya pergi karena kita kehabisan dana.
Kehabisan dana?
- Astaga, Bos. - Napas.
Bernapaslah, Bos!
- Je-sun. - Jaksa.
- Kau baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.
- Astaga. - Aku tidak terluka.
Kudengar aku mengacaukan segalanya kemarin. Aku minta maaf.
Bukan. Itu bukan sepenuhnya salahmu. Jangan khawatir.
Namun kudengar kita jadi tidak bisa menangkap orang Heaven Capital?
Jadi, aku sudah memikirkannya.
Karena pihak Heaven Capital kehilangan semua narkobanya
mereka tidak mungkin hanya akan diam saja.
Mereka pasti akan melakukan sesuatu untuk menebus kesalahan mereka
bagaimana jika kita memanfaatkan kesempatan itu?
Bagaimana caranya? Kita tidak punya cara untuk tahu pergerakan mereka.
Ada satu orang yang mungkin tahu.
Jadi kau mau aku menjadi mata-mata ganda?
Mata-mata ganda?
- Apa aku sudah gila? - Ada dua pilihan.
Pertama, bekerja sama denganku dan menyerahkan diri.
Membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan
menghancurkan barang bukti, menerima suap.
Aku akan menjeratmu dengan semua tuduhan yang aku bisa.
Lantas, Sersan Kim, kau tidak hanya akan kehilangan lencanamu
kau juga harus makan nasi penjara. Sekitar 30 tahun?
Jaksa, mana ada yang seperti ini? Aku korbannya.
Aku benar-benar merasa diperlakukan tidak adil.
Kalau begitu, yang kedua.
Kembalilah ke pos polisimu. Cari tahu pergerakan Heaven Capital.
Laporkan itu kepada kami secara waktu nyata.
Maka, aku akan membantumu semaksimal mungkin untuk meringankan hukumanmu.
Jadi, dari dua pilihan itu, mana yang lebih baik?
Astaga, sungguh.
- Aku perlu memberimu info, bukan? - Benar.
Namun, apa tidak apa-apa melepaskannya?
Orang itu suka mengancam orang lain begitu ada kesempatan.
Benar. Dalam organisasi, pengkhianat akan selalu berkhianat.
Tidak.
Aku akan mengawasinya dari dekat.
- Kau akan melakukannya? - Ya.
Ketua Tim.
Apa Jaksa Gang benar-benar ada di Pulau Yeongseon?
Tidak terlihat sehelai rambutnya pun.
Memangnya kau pikir dia akan muncul tiba-tiba seperti di film?
Yang namanya pengejaran itu
adalah pertarungan kesabaran. Pertarungan menunggu.
Tetap saja.
- Mencari jarum di tumpukan pasir. - Sabar, sabar, sabar.
NOMOR PRIBADI
Ketua Tim, aku akan menerima telepon sebentar.
Ya.
- Ya, Bos. Ada apa? - Dengar, kau harus
datang menjengukku hari ini.
Tiba-tiba? Ada apa?
Memangnya kau datang kemari hanya jika ada urusan?
Aku juga penasaran dengan perkembanganmu dengan Jaksa Gang.
Kenapa? Apa kau sibuk?
No comments yet. Be the first to leave one.