Informasi rilis

DetectiveConan'scountdowntoheaven
Komentar oleh Dhalopez
Bstation Retail

Tag

other
Diterbitkan pada: 2022-11-13
Unduhan: 95
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Itu Gunung Fuji!

Indah sekali!

Memang pantas disebut sebagai gunung nomor satu di Jepang.

Apa itu?

Itu adalah bangunan baru Menara Kembar Nishitamashi.

Dua menara itu ketinggiannya adalah 319 meter dan 294 meter,

yang membuatnya menjadi bangunan tertinggi di seluruh Jepang.

Aku ingin pergi ke sana.

Profesor,

bisakah kita mengunjungi tempat itu dalam perjalanan pulang setelah berkemah?

Kita mungkin harus memutar lebih jauh...

Baiklah, kita bisa pergi ke sana.

Kota Nishitamashi.

Karena aku membongkar kasus kriminal yang dilakukan oleh mantan walikota,

Teiji Moriya menantangku.

Omong-omong...

mereka sangat suka berkemah.

Kita akan pergi berkemah besok dan juga lusa.

Aku sudah kenyang!

Kau belum menghabiskan semua nasinya.

Ibuku memberitahuku jika kau meninggalkan sebutir nasi,

kau akan dihukum oleh dewa.

Benar sekali.

Petani sudah bekerja keras...

dan melewati 88 proses untuk menghasilkan beras.

Delapan puluh delapan proses?

Jika kita membongkar kata "beras",

itu akan menjadi 88.

Benarkah?

Itu benar!

Iya, benar!

Jadi, orang yang berulang tahun ke-88 disebut "Ulang Tahun Beras".

Asal kalian tahu,

orang yang berulang tahun ke-77 disebut "Ulang Tahun Menyenangkan".

Dan yang ke-99 disebut "Ulang Tahun Putih".

Apakah kau tahu kenapa ulang tahun ke-77 disebut "Ulang Tahun Menyenangkan"?

Itu dikarenakan kata "Menyenangkan" dalam gaya kursif...

terlihat seperti 77, 'kan?

Kata "ratusan" akan menjadi kata "putih" jika garis atasnya dihilangkan.

Aku selalu merasa...

kalian berdua tahu terlalu banyak hal.

Apakah kalian berbohong tentang umur?

Ha... dia benar tentang itu.

Baiklah, aku akan memberikan kalian teka-teki.

Disebut apakah ulang tahun ke-44?

Empat puluh empat.

Jawabannya adalah satu kanji dan tiga katakana.

Kau dapat menghiraukan kata "ulang tahun".

Satu kanji dan tiga katakana.

Apakah itu?

Empat puluh empat... delapan puluh delapan... jangan-jangan...

Profesor, aku tahu jawabannya, tapi itu sangat membosankan.

Benarkah? Bagaimana dengan Ai?

Aku juga tidak tahu!

Aku juga!

Aku juga!

Baiklah, sudah waktunya untuk memberikan jawaban.

Empat puluh empat adalah setengah dari delapan puluh delapan, bukan?

Delapan puluh delapan adalah "rice"

dalam bahasa Inggris,

dan kata "setengah" dalam bahasa Jepang adalah "han",

jadi jawabannya adalah setengah mangkok nasi. (Han Rice)

Ha... sudah kuduga...

Ada apa dengan kalian?

Jika aku menyajikan setengah mangkok nasi sebanyak tiga kali (san),

maka akan menjadi sunrise (san rice).

Aku hanya bercanda.

Aku pipis sedikit di celana.

Sangat dingin.

Kami kemungkinan akan ke Menara Kembar Nishitamashi besok.

Tentu saja dia juga ikut.

Aku tahu keberadaannya, Bos.

Menara Kembar Nishitamashi.

Bangunan itu disebut sebagai tempat terdekat ke surga.

Sempurna.

Tempat paling dekat ke surga adalah tempat yang tepat untuk eksekusi.

(Detective Conan Countdown to Heaven)

Aku adalah Shinichi Kudo, seorang detektif SMA.

Ketika aku sedang di taman hiburan bersama Ran,

teman masa kecilku,

aku menyaksikan pria berbaju hitam sedang terlibat dalam transaksi mencurigakan.

Saat itu, aku terlalu fokus dengan apa yang terjadi...

sehingga aku tak sadar salah satu dari mereka mendekatiku dari belakang.

Aku dipaksa untuk meminum racun.

Ketika aku sadar,

tubuhku telah mengecil.

Jika mereka tahu kalau Shinichi Kudo masih hidup,

mereka akan mencoba untuk membunuhku...

dan bahkan akan mencelakai orang-orang di sekitarku.

Jadi, aku mendengarkan nasihat Profesor Agasa...

dan menyembunyikan identitas asliku.

Waktu Ran menanyakan namaku,

nama Conan Edogawa tiba-tiba terlintas.

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang kawanan itu,

aku tinggal bersama Ran dan ayahnya yang seorang detektif.

Aku adalah Hiroshi Agasa, ilmuwan cerdas.

Mari kuperkenalkan maha karyaku.

Jam tangan pembius.

Dasi kupu-kupu pengubah suara.

Sepatu penambah daya tendangan.

Papan luncur mesin turbo...

dan kacamata pelacak kriminal.

Aku bahkan menambahkan senjata rahasia di dalam kacamata ini,

yang merupakan lensa teleskopik untuk penglihatan di malam hari.

Semua ini didesain untuk Shinichi yang tubuhnya telah mengecil.

Dengan menggunakan peralatan tersebut,

dia bisa meniru suara Pak Mouri...

untuk memecahkan kasus dan menangkap para kriminal.

Oh iya, betul. Aku hampir lupa.

Teman sekelasnya, Detektif Cilik,

memiliki Lencana Detektif.

Bersamaan dengan jam tangan senter,

yang juga diciptakan olehku.

Selain diriku, ada 4 orang lainnya...

yang mengetahui identitas asli Conan.

Ayahnya, Yusaku Kudo, seorang novelis misteri.

Ibunya, Yukiko Kudo, mantan aktris.

Heiji Hattori, detektif SMA di Kansai.

Dan yang terakhir Ai Haibara, teman sekelasnya.

Nama asli Ai adalah Shiho Miyano.

Dia dulunya adalah anggota dari Organisasi Hitam.

Tetapi, setelah kakaknya, Akemi Miyano, dibunuh oleh organisasi,

dia memutuskan untuk kabur dari mereka.

Dengan meminum racun yang sama dengan Shinichi,

tubuhnya juga mengecil.

Orang-orang dari Organisasi Hitam berusaha...

untuk melacak keberadaannya.

Sekarang,

di suatu tempat yang tersembunyi dariku,

kejahatan sedang berlangsung.

Walaupun tubuhku mengecil, aku tetap cerdas.

Aku adalah detektif terkenal yang memecahkan semua kasus.

Hanya ada satu kebenaran!

Kursi ini terlalu sempit.

Itu karena kau duduk di belakang, Genta.

Ketika berangkat, kau duduk di kursi depan.

Aku kira akan lebih menyenangkan di belakang.

Conan, tolong geser sedikit.

Ayolah.

Kenapa kau memakan 5 mangkok nasi pagi ini?

Maaf, Ayumi, kita akan lebih menempel.

Mitsuhiko, ayo bermain.

Mari bermain 30 detik.

Hitung mundur 30 detik tanpa melihat alat penghitung waktu...

dan kemudian tekan tombol berhenti.

Menarik, ayo kita semua bermain!

Aku harus menyetir.

Aku juga tidak mau ikut.

28, 29, 30!

40 detik! Aku kelewatan 10 detik.

29, 30!

Aku dapat di 27 detik.

Sayang sekali.

30...

59 detik?

Apakah alat ini rusak?

Sepertinya kau yang rusak.

28, 29, 30!

Tepat 30 detik!

Ayumi, kau hebat sekali.

Kau seperti punya kekuatan super.

Hanya kebetulan.

Omong-omong, Haibara,

dengan siapa kau berbicara selarut itu di telepon kemarin?

Aku tidak menelepon.

Kojima, mungkin kau sedang bermimpi.

Begitukah?

Tinggi sekali.

Aku bahkan tidak dapat melihat ujungnya.

Kelihatannya seperti bisa menjangkau awan.

Bukankah itu Conan?

Kak Ran.

Kebetulan sekali.

Bocah, apa yang kalian lakukan di sini?

Kami dalam perjalanan pulang setelah berkemah.

Lalu, kami memutuskan untuk memutar jalan demi melihat bangunan ini.

Paman, bagaimana dengan kalian?

Mio Tokiwa, pemilik bangunan ini adalah...

teman satu kampusku dulu.

Dia mengundangku untuk datang berkunjung satu minggu sebelum acara pembukaan.

Kenapa aku tak pernah mendengarnya sebelum ini?

Aku juga.

Ayahku tidak pernah memberitahuku soal ini.

Aku merasa perilakunya sedikit aneh,

sehingga aku harus menginterogasinya untuk mengaku.

Mengaku... kau sedikit berlebihan.

Begitu rupanya, Kak Ran dan Kak Sonoko ikut bersama...

untuk mengawasi Paman Mouri.

Karena Mio Tokiwa adalah...

Presiden dari Perusahaan Tokiwa...

dan juga sedang lajang saat ini.

Berhubung orang tua Ran sedang tinggal terpisah saat ini,

tentu saja dia merasa cemas.

Permisi, apakah Anda Pak Kogoro Mouri?

Benar, itu aku.

) Saya adalah sekretaris Presiden, Sawaguchi.

Dia sedang bertemu dengan klien kami sekarang.

Untuk itu, tolong ikuti saya menuju ke ruang pameran.

Ini adalah Menara A yang berisi perkantoran.

Perusahaan Tokiwa menggunakan seluruh lantai di atas lantai 31.

Case Closed: Countdown to Heaven subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Case Closed: Countdown to Heaven

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left