166 baris pertama.
Tanpa Vox Machina, aku tak bisa melakukan ini.
Atau apa pun ke depannya.
Apa yang baru terjadi?
Dia membawanya. Raishan mengambil jasad Thordak.
Kiki, kau baik-baik saja?
Tentu saja tidak.
Dia menjebak kita dan kita langsung termakan.
Kita tidak tahu.
Aku yang tahu.
Selama ini aku tahu, tetapi tak bisa meyakinkan siapa pun.
Jangan salahkan dirimu.
Aku tak menyalahkan diriku, Vax.
Tiap kali kubahas, tiap kali kutinggikan suaraku,
aku ditanyai, diragukan, diabaikan.
Oleh timku sendiri.
Tunggu.
Kau mau apa?
Aku tak mau menunggu persetujuan orang lain.
Aku tak mau mengandalkan siapa pun lagi.
-Keyleth, kumohon. -Jangan.
Jangan mengejarku.
Keyleth!
LEGENDA VOX MAChinA
Keyleth benar.
Kita menipu diri sendiri.
Saling meyakinkan kita bisa menyelesaikan masalah bersama-sama.
Kau tak sependapat?
Sebelum ada Vox Machina, hanya ada kau dan aku.
Kita selalu selesaikan semua urusan.
Kau ingin mengejar Ripley.
Kupikir membalas dendam Ibu akan lebih baik.
Ternyata tidak.
Karena ada satu hal lagi yang harus diperbaiki.
Lalu tim kita?
Tak ada tim lagi.
Jika ini yang kau mau, aku mendukungmu.
Apa yang terjadi pada kita?
Jadi... belum ada perubahan?
Tubuhnya sudah pulih tetapi dia tak akan bangun.
Sudah coba berdoa?
Entah apa itu akan membantu.
Biar kucoba sesuatu.
Scanlan?
Scanlan.
Hei, Scanlan!
Bangun, Pemalas! Aku bawa miras!
Wanita telanjang!
Wanita telanjang berlumur miras!
Astaga.
Biasanya itu berhasil.
Mungkin dia tak mau bangun?
LAGU KAYLIE
Sobat, mungkin kau benar.
Aku harus menemukan Allura.
Jangan bergerak sampai aku kembali!
Baiklah.
PENGINAPAN
Maaf! Aku Pike, halo. Kau kenal aku. Kurang lebih.
Dengar, Kaylie di kamar berapa?
Enam.
Terima kasih, Doc!
Aku tumpangannya.
Kau ini penyembuh. Kenapa harus aku yang melakukan?
Karena dia sayang kepadamu. Sangat sayang.
Aku tak pernah lihat dia begini kepada siapa pun.
Kecuali dirinya.
Dia sedang menulis lagu ini.
Ini untukmu.
Masa?
Kenapa dia tak pernah menemuiku?
Pernah. Mencoba, sebenarnya.
Kaylie, dia pertaruhkan segalanya untuk menemuimu.
Dengar, aku sudah lama kenal Scanlan
dan kami sudah melalui banyak hal.
Apa kalian berdua...
Tidak! Astaga, tidak.
Yah... Maksudku, baiklah.
Aku melakukan... Kami akan mencoba...
Kita tak perlu bicarakan itu.
Kaulah yang memunculkan sisi terbaiknya,
dan, entahlah,
kau mungkin membuatnya ingin hidup.
Scanlan Shorthalt sialan.
Bagus, Teman Hijau.
Keyleth.
Bagaimana aku memimpin Ashari jika tak bisa membuat enam orang,
enam teman, mendengarkanku?
Sandungan bagian dari pertumbuhan.
Seperti kebun Ibu.
Saat Ibu pergi,
siraman Ayah selalu tak tepat...
Membuat semuanya layu.
Namun, Ayah tak pernah mencabutnya.
Benihnya ada di sana,
tepat di bawah permukaan,
menunggu untuk hidup kembali.
Namun, aku tak akan dapat kesempatan lagi.
Semua ini tak penting jika aku tak bisa temukan Raishan.
Ayah tahu sesuatu.
Ayah. Katakan.
Ada sebuah ritual kuno.
Ritual itu bisa menemukan seseorang dari jarak jauh.
Itulah yang kubutuhkan. Bagaimana caranya?
Tidak.
Ritual ini sangat berbahaya.
Hanya sedikit Ashari Tanah yang tahu.
Mereka tak akan membagikannya tanpa seizin Dewan.
Sebaiknya Ayah adakan rapat.
STILBEN
Stilben.
Tempat orang-orang paling tak bisa dipercaya di dunia.
Kau yakin soal ini?
Dunia tak bisa dibersihkan tanpa berbuat kotor.
Kalau begitu, silakan.
Korrin, Dewan sudah berkumpul.
Ada urusan apa memanggil kami?
Terima kasih, Uvenda, anggota dewan. Aku...
Sebenarnya, aku yang ingin bicara.
Namaku Keyleth, putri dari...
Kenapa kau tidak di Aramenté-mu?
Kujamin,
kami tak akan memanggil kalian jika tak mendesak.
Di pertempuran Emon,
aku bertarung bersama Ashari Api yang berani
dan mengorbankan nyawa mereka melawan Thordak.
Kami menang.
Setidaknya sampai Raishan mengkhianati kami.
Kupikir...
Aku tahu tugasku menghentikannya.
Sebab itu kuminta kalian memercayakan Ritual Melihat Ashari Tanah kepadaku.
Apa? Tidak masuk akal.
Sama sekali tidak.
Kau belum siap.
Aku bukan gadis yang kau kenal saat aku pergi.
Aku selamat dari Alam Fey,
memasuki Neraka Despath.
Aku telah melewati api dan menyatu dengannya.
Kalian tak tahu betapa berbahayanya Raishan.
Ashari pernah menghadapi naga ini.
Para tetua kami telah memberinya kutukan
yang akan menjadi ajalnya.
Tunggu.
Kita mengutuknya dengan penyakit itu? Aku tak...
Ada banyak hal yang kau tak ketahui, Keyleth.
Kau belum melewati separuh ujianmu.
Kini kau meminta apa?
Melewati Aramenté-mu dan belajar ritual berbahaya ini?
Ritual itu bisa membunuhmu.
Aku bisa mengatasinya.
Benarkah?
Ibumu juga bilang begitu dan dia tak pernah pulang lagi.
Sebagai Ashari, misi kita menjaga celah.
Raishan mungkin menyalahkan kita.
Kau mungkin punya masalah pribadi dengannya.
Namun, itu tak bisa menghapus tugasmu
dan tak membenarkan risikonya.
Permintaanmu ditolak.
Ayah?
Maafkan Ayah, Keyleth.
Ayah tak ambil suara dalam keputusan ini.
BAR EMBER & SEKOP
Dasar curang!
Bodoh.
Kalian akan menarik perhatian.
Pergilah dari hadapanku.
Pistol pepperbox.
No comments yet. Be the first to leave one.