200 baris pertama.
Konon keluarga adalah segalanya.
Tapi terkadang menemukan keluarga sejati dimulai...
dengan cara bangun yang kejam.
Maafkan aku, Nyonya Pat.
Aku tidak tidur.
Aku hanya bermeditasi menghitung banyak dolar.
- Kumohon. - Dasar kambing!
Seharusnya kau...
bermeditasi di rumahmu!
Aku takkan tidur lagi. Jangan memecatku.
- Nyonya Pat! - Dasar bodoh.
Jika mengikutiku akan kupotong kakimu.
Nyonya Pat, kumohon.
Kumohon, Nyonya Pat.
- Halo, Nyonya. - Pat.
Sudah dapat bahan-bahan untuk es krim raspberry-ku?
Aku tak mau malam tanpanya.
Sudah, Nyonya.
Bagus.
Sudah kau atur...
rencana perjalanan Natalku ke Swiss?
Permintaannya ada di meja Chief Daddy . Akan kuingatkan lagi saat dia kembali.
Apa putraku sudah kembali dari studio?
Belum, Nyonya.
Aku kembali!
Aku berlibur Tapi jelas tak ada hari libur
Aku kembali ke studio, bukan?
Kau tahu maksudku? Jangan beranjak, Istriku
Jangan beranjak, Kawan
Tambahkan sedikit efek gema.
Kau mengerti?
Aku masuk hanya sekali
Selalu teler, bersenang-senang
Mereka mencoba memeriksaku, tapi
Pacarmu mencoba menggodaku, tapi
Aku menghindar
Dia bukan Penelope Dia membuatku tertawa
Begini...
Berani berbuat onar, kau akan dipukul
Bawa senjata atau ditampar
Di wajah seperti...
Tampar
Sebaiknya kau bawa senjata.
- Astaga! - Bagus sekali, Sayang!
Benarkah itu kau, Kawan?
Tn. X, bukan?
Kawan!
- Senang bertemu denganmu, Kawan! - Ya.
Aku berharap kau datang, Kawan.
Kau tahu?
Memang telingamu di mana-mana,
tapi bagaimana bisa kau tahu soal aku?
Aku tak tahu soal siapa pun.
Aku datang untuk bertemu kawanku, kami sudah selesai,
aku akan pulang. Senang bertemu denganmu.
Baiklah, Kawan, maaf.
Tolong matikan itu, kau ini kenapa?
Maaf, Bos.
Menurutmu bagaimana laguku? Kau menyukainya?
Kawan.
Lagunya buruk.
Dengar, akan lebih baik setelah tiga tahun,
17 bulan, belajarlah lagi soal musik.
Jangan buang waktuku. Sampai jumpa.
- Baiklah. - Kawan, bagus.
- Kita selesaikan nanti. - Ya.
- Semoga diberkati. - Dah.
Sampai jumpa.
Sayang, apa yang dia katakan?
Pria itu menyukainya.
Baik, sampai nanti, Kawan.
Sampai nanti.
Katanya dia sangat tertarik padaku,
dia pikir aku campuran Biggie dan Tupac,
tapi juga seperti Stormzy dan Skepta.
Dia bahkan ingin membuat remix. Bisa kau percaya?
Astaga!
Sungguh luar biasa.
Sayang, ingat kau menjanjikanku mobil saat dapat kontrak pertamamu.
Ya. Kau tahu aku mencintaimu.
Ya.
Selamat datang, Chief Daddy .
Kusiapkan makanan kesukaanmu...
pounded yam...
dan efo elegusi.
Chief Daddy...
kupecat penjaga gerbang dan mengganti yang baru.
Nyonya Kay bilang seharusnya aku...
Tapi jelas
Manusia tak tumbuh di sana...
Ini bukan putraku?
Benar, Tuan, itu Femi.
Kenapa cara bicaranya seperti itu?
Entahlah.
Halo?
Apa kabar?
Bagus.
Kau ingin mampir?
Bagus.
Sudah waktunya bertemu semua orang.
Bagus. Sampai jumpa.
Chief Daddy, ingat kau bilang...
setiap anggota keluarga dan staf harus
menulis keinginan mereka saat Natal?
- Aku ingin... - Pat.
Ya, Chief?
Tulislah dan taruh di mejaku.
Sudah kukatakan berulang kali.
Maaf, Tuan.
Terima kasih, Chief Daddy.
Chief Beecroft.
Temanku, dia adalah multi-miliarder,
berhenti menghinanya dengan menyebutnya miliarder biasa.
Kau tahu dia meminta kami menulis apa pun keinginan kami untuk natal?
Dan aku menulis rumah, dia tak menolak.
Itukah orang yang kau sebut miliarder biasa?
Nanti kita bicara lagi.
Dasar pemimpi.
Apa yang kau inginkan?
Ayo, antar aku ke supermarket,
aku mau belanja untuk Nyonya Kay.
Siapa, aku? Mengantarmu ke supermarket?
Dengar, aku sopir Chief Beecroft.
Aku bukan sopirmu atau sopir Nyonya Kay. Paham?
Tak masalah!
Ya, tidak masalah.
- Shoffa Donatus. - Benar, itu aku.
Baiklah. Lihat saja nanti.
Tunggu di sini.
Omong kosong.
Dah.
Lihat siapa yang akan menangis.
Baik, supaya kau bisa merusak namaku? Tidak akan.
Chief Daddy, tolong suruh Donatus untuk mengantarku ke supermarket.
Dia menolak.
Chief Daddy, dia berbohong.
- Dia tak memperbolehkanku mengelap mobil. - Haruskah sebelum mengantarku?
- Aku tak mau mengantarmu. - Kenapa?
Karena aku bukan sopir sembarangan! Aku sopir Chief Daddy.
Ada bedanya!
Panggil saja Aloy atau Johnson. Mereka sopir siapa saja.
Chief Daddy, tolong suruh dia mengantarku.
Chief Daddy, aku datang untuk mengingatkanmu...
tentang rapat sore ini dengan Croft...
Chief Daddy!
Tunggu.
Jangan khawatir.
Berikan padaku!
Aku akan mengangkatnya, kau angkat kakinya.
Angkat itu.
Pelan-pelan.
Tidak, kau dahulu.
Ayo, sebelah sini.
Chief Daddy.
- Tidak. - Chief Daddy.
Chief, tidak.
Cepat. Ambil air.
Air, biar kubantu pernapasan.
- Satu. - Apa?
- Dua... Pertolongan pernapasan. - Beri air.
Dua.
Cepat, buka ini sekarang juga!
- Aku datang! - Jika sesuatu menimpa Chief Daddy...
Cepat, buka ini.
Satu,
dua,
tiga,
empat,
lima.
Apa?
Kenapa kau harus mengunci kotak P3K?
Maafkan aku.
Sudah terbuka. Maaf.
Dua.
Tiga. Chief Daddy, kumohon.
- Ambil. - Empat.
Berikan padaku, temukan sesuatu.
- Beri sesuatu yang bisa... - Ini.
Apa yang kau cari?
Sesuatu untuk menutup hidung dan memompa oksigen.
- Masker oksigen? Di kotak P3K? - Ini kotak P3K.
Mustahil.
Tidak ada!
- Chief Daddy. Jangan. - Aku harus bagaimana?
- Satu, dua... - Aku akan menelepon.
Chief Daddy.
- Jangan begini. - Astaga.
Pulsaku habis. Berikan ponselmu.
Apa? Ponsel?
- Sepertinya ada pulsanya... - Berikan sekarang!
Kau selalu punya pulsa.
Chief Daddy...
- Tak ada jaringan. - Hei!
Tak ada jaringan.
- Berikan ponselku. - Tak ada jaringan.
- Ponsel! - Hei!
Kau tak boleh mati, Chief Daddy. Satu!
Dua!
Tiga!
Empat.
No comments yet. Be the first to leave one.