Memory

Memory (기억)

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Memory E01 SubIndo
Komentar oleh Anisa Dwi

Tag

other
Diterbitkan pada: 2016-03-22
Unduhan: 29
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Jangan becanda.

Ya!

Oke, maaf.

Aku sudah bilang maaf!

Hentikan becandanya!

Jangan begitu!

Kamu becanda kan?

Aish...

Yaa!

Kamu...

Benar-benar!

Ya, ya, ya!

Kamu...

Kalau kamu main-main denganku,

Aku...

Aku akan membunuhmu.

Seperti yang dia katakan,

kemalangan mengetuk pintumu...

tanpa peringatan.

Yang lebih penting dari itu,

datang secara diam-diam...

tidak ada waktu...

bagiku untuk bersiap-siap.

Iya. Ada kan?

Bukan disana.

Maksudku...

Kamu tahu kan disana.

Dimana maksudmu?

Disebelah sana.

Di...

Bukannya di samping sofa?

Tidak ada.

Kamu sama sekali tidak ingat?

Mungkin ketinggalan di bar.

Aku membayar supir pengganti.

Aku ingat sekali.

Sudah ketemu?

Kamu meninggalkannya di rak sepatu.

Kamu ini penuh kejutan.

Tunggu sebentar.

KTP dan kartu kreditmu ada.

Malam ini pulang cepat ya.

Hari ini ulang tahun Jeong Woo.

Oke, ada telepon masuk.

Oh, dan...

Ya, ada apa?

Oke, 10 menit lagi aku sampai.

Ada yang bisa aku bantu?

Aku Jeong Jin, yang baru-baru ini ditunjuk oleh Dept. Litigasi.

Apa Tn. Park Tae Seok ada?

- Kamu baik-baik saja? - Iya.

Tidak perlu ke dokter?

- Kamu siapa? - Jeong Jin.

- Aku kemari untuk kasus hak cipta... - Tunggu sebentar.

Maaf aku terlambat.

Ada apa dengan keningmu?

Tidak ada apa-apa.

- Kasus macam apa itu? - Malpraktek dokter.

Bukannya kamu ahlinya?

Tidak, ini keahlianmu.

Kliennya...

khusus menginginkanmu.

Siapa kliennya?

Menantu mudanya Grup Hankuk Energy.

Dia bakal jadi Direktur di RS.Hankuk

Aku pergi dulu.

Wakil Direktur Young Jin sendiri yg menelepon & menginginkanmu.

Shin Young Jin?

Iya, kasus ini ada hubungannya dengan Dept.Bedah milik Kepala Shin.

Mereka tidak ingin publik mengetahui kebenarannya.

Jadi maksudmu kasus ini ditutup...

setenang dan secepat mungkin dengan sedikit pengacara.

Betul.

Kamu bawa mobilmu kan?

Hah? Aku tidak bawa.

Aku akan menelpon utk membawakanmu mobil.

Namamu Jeon Jin Hee?

Jeong Jin.

- Ayo... - Hah?

Kenapa kamu masih disini?

Oh iya...

Tolong siapkan mobil untuk pengacara Park.

Mereka mau kemana?

Aku tidak tahu.

Si dokter 2 kali meresepkan obat anti kanker daripada...

obat pencernaan ke pasien yang menderita tukak lambung.

Tidak masuk akal kan?

Terlebih lagi, si pasien menderita gangguan irama jantung dan kardiomiopati.

Lalu apa yang terjadi?

Pasien meninggal karena serangan jantung.

Iya?

Dari mana keluarga pasien tahu...

kalau obat yang diresepkan salah?

Mereka tidak tahu.

Kita tahu dari informan.

Obat anti kanker yang diresepkan...

2 hurup pertamanya sama dengan obat lambung.

Terjadi kesalahan saat menuliskan resepnya.

- Kok bisa salah begitu? - Kamu tahu darimana?

Aku tidak yakin apa yang sebenarnya terjadi,

tapi dokter itu mengecek grafiknya .

Dia selalu mengawasiku karena dia sangat kompetitif.

Dia ingin mengeluarkanku karena dia menganggapku sbg saingannya.

Sebenarnya,

kita tidak bisa menyimpulkan kalau pasien meninggal karena salah obat.

Tapi bukannya obat-obatan yang sama diresepkan lagi?

Pengacara Park.

Dokter itu meminta...

untuk menunggu dan melihat reaksi pasien terhadap obatnya.

Ini tidak bakal jadi masalah kalau kamu mengecek resep obatnya.

Gosh!

Pengacara Jeong,

kamu pasti orang yang perfeksionis.

Setiap orang bisa berbuat salah

Bukan manusia kalau tidak berbuat salah.

Dan lagi kita meminta pengacara,

bukan jaksa.

Aku disini bukan karena waktuku senggang, terlebih lagi

aku ini Wakil Direktur Grup Hankuk Energy.

Benar begitu, Pengacara Park?

Iya benar.

Aku dengar dr.Kim ingin...

memberitahukan kebenarannya kepada publik,

kecuali kalau kita memberitahukan kebenarannya kepada keluarga pasien..

- Iya benar. - Apa lagi yang dia inginkan?

Tidak ada lagi.

Aku tidak tahu kenapa dr.Kim bersikap seperti ini.

Julukannya 'Hyena'.

Dia akan menghancurkan karir rekan kerjanya...

kalau dirasa mereka lebih maju.

Pasti ada yang lain.

Dia pasti menginginkan sesuatu.

Orang tidak berubah semudah itu.

Tidak ada yang perlu aku khawatirkan, kan?

Pengacara Park?

Pertama-tama,

aku ingin menemui dr. Kim.

Silakan pergi. Aku yakin kamu sibuk

Aku sudah mengatakan semuanya.

Tidak ada lagi yang ingin aku katakan.

Tidak ada bukti...

kalau penyebab kematian pasien karena obat anti kanker.

Obat anti kanker...

menyerang sel-sel normal dan memusnahkannya.

Kematian pasien hanya masalah waktu saat obat anti kanker...

diberikan pada pasien dengan penyakit jantung.

Gugatannya tidak sesederhana itu.

Terlebih lagi, pihak tergugat adalah RS.Hankuk.

Keluarga pasien mungkin sangat menderita kalau gugatannya berlarut-larut.

Mungkin ada hal yang berubah jika publik mengetahui kebenarannya.

Bukankah itu...

yang ditakutkan RS.Hankuk?

Kamu ingin menjadi Direktur rumah sakit ini?

Apa mereka bilang...

akan memberikan posisinya jika aku menginginkannya?

Aku akan mencobanya...

jika itu keinginanmu.

Anakmu akan segera menikah ya.

Pernikahaannya besok siang.

Kalau kamu tidak segera memberitahukan kebenarannya kepada keluarga pasien,

Aku sendiri yang akan bicara kepada publik.

Jika kamu melakukannya,

bisa kena masalah.

Aku tidak peduli.

Disini tempatmu membangun karir.

Beri kami waktu 1 minggu untuk berpikir.

Sepanjang RS ini menghormatiku, aku sudah memberikan banyak waktu.

Aku menghargai suara hatimu sebagai dokter.

Bagaimanapun juga,

kamu akan sangat kehilangan...

dibanding dengan apa yang kamu dapat.

Tidak ada lagi yang ingin aku katakan padamu

Kamu akan menyesal.

Aku...

memang sudah menyesalinya.

Cari tahu tentang dr. Kim.

Aku yakin akan menemukan sesuatu.

Setiap orang punya kelemahan.

Cek dengan teliti latar belakang anggota keluarganya.

Puterinya akan menikah, dan puteranya kuliah di luar negeri.

Bisa-bisanya seorang yg matre tiba2 berubah menjadi dewa keadilan?

Apa dia sedang sakit keras, iya kan?

Mungkin karena agamanya.

Belum ada 1 hari tapi aku sudah pusing.

Apa kamu punya tylenol?

Tadi itu kasus malpraktek.

Orang yang tidak bersalah mati karena suatu kesalahan.

- Lalu? - Kenapa kita tidak bicara kepada keluarga...

Klien ingin kasusnya diselesaikan secara diam-diam.

Dan orang yg harus kita tangani ini dr. Kim.

Dia hanya keras kepala saja...

Aku dengar nilaimu paling tinggi dalam pelatihan.

Kenapa kamu tidak ke LBH saja? Harusnya kamu jadi jaksa.

Kita ini bekerja untuk klien.

Tapi mencari kelemahan untuk mengancam seseorang...

Itu namanya "Membuat kesepakatan"!

Dia tahu kelemahan klien kita, kita juga harus tahu kelemahan dia!

- Hanya itu cara kita... - Tapi apa yang salah dgn keluarganya?

Sama juga dengan pasien yang meninggal dunia.

Kalau kamu sangat peduli, berhenti dan bela keluarganya.

More Indonesian subtitles for Memory

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left