200 baris pertama.
Sebelumnya dalam Being Human...
Kurasa mantra yang membangkitkanku
tidak bertahan selamanya.
Kurasa aku akan mati lagi.
Ia akan memberiku makan sampai berusia 18 tahun
lalu aku akan memberinya taring.
Aku sudah setuju untuk mengubah Kenny.
Kukira kau tidak tertarik mengasuh anak lagi.
Aku bersedia melakukannya untuk melindunginya darimu.
Penyakit apa ini? Ada dalam darah, kan?
Setelah lukanya muncul, butuh 2-3 hari.
Terima kasih.
Kat salah satu teman terdekatku.
Jauhi dia, Aidan.
Akhirnya kita bertemu. Liam McLean.
- Aku membunuh putrinya. - Apa yang terjadi pada Brynn?
Apa itu?
Darah yang terinfeksi virus.
Aku membunuhnya.
Tidak!
Pergi!
Sekarang bersikap baiklah pada Ibumu selagi Ayah pergi, Isaac.
Tolong jangan pergi.
Ayah akan kembali.
Ayah berjanji.
Hei.
Hai. Apa itu?
Kupikir aku mau belanja bahan makanan
dan memberimu makan sekali-sekali.
Aku mungkin menghabiskan semua yang ada di dapur semalam.
Itu dia.
Untukmu, Josh.
Omelet bayam, sosis ayam.
Silakan, Nak.
Untukmu, Aidan. Darah bocah gelembung.
Selamat makan!
Ya!
Baik. Cukup.
- Apa yang kaulakukan? - Aku akan pergi kerja.
Kerja? Apa itu bijak?
Kau hanya punya waktu dua hari lagi.
Dan aku menolak menghabiskannya dengan bersedih di sini.
Jadi lampu kelap-kelip dan orang lupa daratan
adalah alternatif lebih baik?
Dengar. Aku merasa sehat.
Sungguh.
Sekarang aku hanya mau
sehari lagi menjadi orang normal.
Bekerja adalah yang kubutuhkan.
Aku tak yakin bagaimana reaksi pasien yang diurus
oleh pria dengan luka di wajahnya.
Aku bisa membantu soal itu.
Hai, ini aku. Sedang tak ada di sini.
Tinggalkan pesan setelah bunyi bip.
Astaga!
Halo!
Maafkan aku. Aku tak bermaksud...
Pagi yang indah untukmu.
Namaku Pete.
Nora.
Aku harus mengatakan ini padamu, Nora.
Coba menggantung daging di dahan pohon?
Keren sekali.
Aku pribadi vegetarian
tapi sisi serigalaku menghabiskan malam
melolong pada daging itu bersama denganmu.
- Kau... - Vegetarian? Ya.
Apel manis?
Tidak, terima kasih!
Aku baik-baik saja, tapi terima kasih.
- Aku sangat menghargai ini. - Tentu saja.
Aku takkan membiarkanmu membusuk begitu saja di hadapan kami.
- Kau layak mendapat yang lebih baik. - Mungkin.
Hei. Jangan bicara begitu.
Saat kau kembali, pakailah kamarku.
Aku tak mau melihatmu mati di basemen.
Beres.
Apa kau mencium sesuatu?
Tidak.
Baik, aku coba mencocokkan warna kulitmu sebisaku
tapi di kotaknya tidak ada warna putih pastri.
Warna ini untuk membuat mayat tampak hidup.
Ini lumayan.
Terima kasih.
Kudengar kaum kita lebih banyak di area Boston
jadi kupikir aku akan mampir dan melihat-lihat lokasinya
mencari satu atau dua teman.
Aku pribadi bukan penggemar peraturan dan tata tertib
mentalitas kawanan.
Serigala berpikir lebih jernih ketika mereka sendirian.
Benarkah?
Tentu. Serigala hanya membentuk kawanan
jika mereka terikat oleh darah atau cinta
tapi jika kau menyukainya
silakan saja.
Maaf, tapi aku benar-benar harus pergi.
Kau mau kuantar ke suatu tempat?
Tidak usah. Yang ada di sana itu?
Itu rumahku.
Kau pikir itu menyedihkan, kan?
Tidak.
Ini.
Apa kau tahu? Kau boleh...
Kau boleh menyimpannya.
- Sungguh? - Ya!
Terima kasih.
Sama-sama.
Baik, aku mengerti kau tak banyak kena sinar matahari
tapi kau seperti tembus pandang.
Tunggu sebentar.
Kau tertular virus itu?
Tapi bagaimana mungkin?
Kau hanya meminum darahku
dan sangat berhati-hati melakukan semuanya.
Aku kurang hati-hati.
Kenny.
Aku takkan bisa memenuhi kesepakatan kita.
Baik. Kalau begitu kau harus melakukannya sekarang.
Ubah aku sekarang karena dengan darahku yang bersih... Entahlah.
Aku mungkin bisa memulihkanmu dan kita akan memikirkannya.
Tidak. Kau tak sepadan dengan resikonya.
Tidak dengan virus ini.
Bagaimanapun juga, apa kau tak mengerti?
Kehidupan ini tak menyenangkan tanpamu.
Tidak! Tolong jangan pergi, Aidan!
Aidan, jangan pergi. Kumohon.
Aku tak bisa hidup begini lagi.
Aku harus pergi dari sini!
Kumohon.
Kumohon.
- Selamat tinggal, Kenny. - Apa?
Hei, apa kita akhirnya berhasil menangkap satu?
Tidak.
Tidak, kejunya berjamur. Tidak bagus.
Tikus sekalipun pantas mendapat makanan yang enak sebelum mati.
- Kenapa pipimu diperban? - Apa?
Astaga! Aku menghubungimu!
Aku tahu. Kukira kau akan pulang lebih awal.
Maafkan aku. Ada seorang pria tua dan aku...
Apa yang terjadi?
Tidak.
- Liam. - Tidak. Apa?
Bagaimana bisa?
Ia menyiksa Aidan. Aku harus membebaskannya.
Astaga. Aku tahu tak semestinya membiarkanmu pergi sendirian!
Itu seharusnya menjadi pertarungan Aidan!
Bagaimana ia membiarkan Liam berada cukup dekat?
Ada hal lain.
Aidan.
Kukira kau tidak bekerja hari ini.
Memang tidak.
Josh memberitahuku apa yang kaulakukan untukku.
Menanggung perbuatanku pada Brynn.
Kau tak perlu melakukan itu.
Ini harus berakhir baik bagi salah satu dari kita.
Aku tahu waktumu sedikit
dan aku tahu hubungan kita
kurang baik
tapi aku ingin kau tahu...
- Pulanglah. - Aku tidak bisa. Aku...
Tidak masalah. Aku akan menggantikanmu.
Kau tak seharusnya berada di sini.
Maaf, aku hanya berpikir waktuku lebih banyak.
Pergilah. Temui Sally dan Josh.
Aidan?
- Apa kau terluka? - Tidak! Suzanna.
Mereka bilang seluruh unitmu tewas!
Aku berdoa mereka salah.
Bahwa Tuhan akan menemukan cara untuk membawamu kembali padaku.
Ia mengabulkannya. Kau di sini.
Kau hidup!
Aku di sini
tapi tidak hidup sepenuhnya.
Waktumu 10 detik untuk menjelaskan padaku
apa yang kaulakukan di sini.
Aku harus melihat ini sendiri.
Aku dapat telepon menarik dari Kenneth barusan.
Ia mau membicarakan persyaratan lagi.
Jangan ganggu dia.
Berapa sisa waktumu?
Sehari? Mungkin dua hari.
Aku bisa mencium kematian di tubuhmu
dan mengenai Kenneth
kulihat ia akan segera menjadi agen bebas.
Nick bersikap aneh.
Aku tahu ia terjebak di rumah
dan hanya berinteraksi denganku.
Dulu kupikir hal itu manis.
Menjadi pusat dunianya, tapi sekarang...
Entahlah. Jadi berlebihan.
Baik, tunggu. Kemarilah.
Apa maksudmu? Apa yang kaukatakan?
Saat kau dan Nick bersama
apa ia pernah melakukan hal aneh?
Ia menggigitku.
Baik, syukurlah.
Kukira kau akan mengamuk padaku.
Terima kasih tidak melakukan itu. Gigitan cinta itu sangat wajar.
Kupikir begitu. Aku...
Aku bahkan sedikit menyukainya sebelum
No comments yet. Be the first to leave one.