163 baris pertama.
Sekarang kita akan mengadakan seleksi perwakilan anggota
untuk Pertempuran Antar Kelas Akademi Sihir Altena.
Dua orang murid akan bertarung untuk perebutkan posisi Pendekar Sihir.
Pelajar Ephtal dan Pelajar Abe.
Siapa yang lebih unggul akan dipilih.
Ingat, dilarang gunakan sihir.
Kalian hanya tunjukkan kebolehan berpedang kalian.
Kenapa malah jadi begini?
Kalian sudah siap?
Woi!
Pasang kuda-kudamu, Ras Rendahan!
Kau pikir aku akan senang jika mengalahkan lawan yang tidak siap?
Sportif sekali, ya.
Manusia itu sampai gemetar loh ya.
Ya lawannya Si Abe, sih.
Sepertinya dia lumayan berbakat.
Baguslah kalau begitu.
Aku akan mulai dengan tendangan ringan sebagai tipuan,
setelah menghindarinya, dia akan kuajak beradu pedang sejenak,
lalu mengalah secara natural.
Kalau begitu, mulai!
Tendanganku benar-benar kena, loh!
Tapi, ini kan cuma tipuan, dampaknya tak mungkin sesakit itu...
Yang bener, nih!
Pemenangnya, Pelajar Ephtal!
- Seriusan? - Bukan main...
- Abe itu... - Apa maksudnya ini?
Aku tahu!
Mungkin saja Nona Merlin ingin merombak kurikulum pendekar pedang sihir!
Ras manusia tuh payah soal sihir,
tapi katanya kuat banget di pertempuran jarak dekat.
Makanya murid spesial ini sengaja dipindahkan ke sini.
Wajar dia dapat perlakuan istimewa.
Oh, begitu. Jadi masuk akal, ya.
Pantas Nona Merlin sendiri yang jadi wali kelas kita.
Begitulah.
Cuma itu alasan yang masuk akal.
Daripada menarik perhatian, mending ikuti alurnya saja, deh.
Hei, bener, kan?
Begitulah...
Tuh kan, beneran.
Selamat makan!
Anu, Tuanku.
Kenapa?
Hari ini, Tuanku baru saja mengalahkan lawan yang kuat dengan mudah, kan?
Itu sekadar karena lawanku terlalu lemah.
Misalkan, kelak Tuanku hadapi masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan,
apa yang akan Tuanku lakukan?
Benar juga.
Mungkin terus berusaha sampai masalah itu teratasi?
Itu jawabannya orang kuat, ya.
Tidak, maksudku tidak begitu.
Bagaimana jika itu adalah takdir tragis yang tidak bisa dihindari?
Tentu saja, malahan seperti itulah sekarang.
Untuk melampaui apa yang mustahil diatasi, itulah alasanku datang kemari.
Benar juga, ya.
Tuan tuh memang hebat, deh.
Jauh beda denganku.
Itu tidak benar...
Tapi, status saya masih seorang budak.
Saya memang tidak berguna dan tidak bisa membantu Tuanku.
Rasanya tidak baik jika saya terus-terusan tidak bisa membalas budi.
Karena itu...
Begini... Saya masih perawan.
Setidaknya, saya bisa melayani Tuanku sebagai seorang budak seks.
Tu... Tunggu! Apa yang kamu lakukan?
Kamu tak perlu melakukan itu!
Tapi...
Aku paham rasa syukurmu, kok!
Tapi, daripada dilayani olehmu,
aku lebih senang saat makan bersama denganmu!
Itu sudah cukup bagiku!
Itu saja cukup...
Ayo, dagingnya keburu dingin, loh.
Ayo, kita makan bersama.
Baik, Tuanku.
Telima kasih banyak.
Dagingnya enak sekali.
Syukurlah.
Olahan daging memang lezat, ya.
Iya.
Makan daging itu bisa membuat bersemangat.
Jangan nangis terus.
Baik, Tuanku.
Maaf!
Sepertinya artefak seperti Raikiri dan beberapa lainnya telah dicuri.
Karena pelakunya Anastasia, Majin pun membiarkannya masuk dengan mudah,
setelah itu dia langsung menghilang.
Ada Lambang Budak Khusus di bawah Lambang Budak Seks-nya...
Sudah pasti dia pencurinya.
Akhirnya aktif juga.
Kontrak budak punya aturan tertentu,
namun tidak boleh memerintahkan untuk melakukan kejahatan,
atau merenggut nyawa budak.
Tetapi, ada cara bengis itu melakukannya.
Itulah "Lambang Budak Khusus."
Padahal membuat itu saja sudah dianggap tindak kriminal.
Kenapa dia bisa dipasangi itu?
Entahlah.
Apa yang akan Anda lakukan?
Aku membawanya dengan kesadaran penuh akan terjadi hal seperti ini.
Sebenarnya bisa kudiamkan saja...
Tapi itu tak akan menyelesaikan apa pun.
Menyelesaikan?
Eh, jangan-jangan...
Seperti dugaanmu.
Aku akan batalkan Lambang Budak Khususnya.
Anda tahu betul konsekuensinya, kan?
Pembatalan kontrak Lambang Budak Khusus
pernah hancurkan suatu negeri kecil akibat amukan dewa, loh!
Aku tahu itu tidak mudah, Merlin.
Konstruksi Kontrak Lambang Budak Khusus itu
dijamin oleh kuasa suatu makhluk kontrak yang disebut dewa.
Untuk membatalkannya, aku harus mengalahkan dewa itu.
Jika aku sampai kalah dari dewa itu,
bisa saja negeri yang dulu kulindungi sebagai Kaisar Petir hancur.
Mengapa Anda sebegitunya pada gadis itu?
Dia sudah mengkhianati Anda, loh.
Sama seperti saat aku memungutmu dulu.
Sekali kupungut, akan kurawat dia sampai akhir.
Lagi pula, dia bukan tipe yang tega mengkhianatiku.
Aku tak bisa mengabaikannya.
Benar juga, ya.
Seperti inilah sifat Anda.
Tetapi, kira-kira di mana Anastasia sekarang?
Karena sudah menduganya,
aku telah pasang sihir pelacak pada harta-harta itu.
Sebentar lagi,
dia pasti tiba di tempat tuannya yang asli untuk serahkan curiannya.
Ayo, kita rebut Anastasia-ku kembali!
Kali ini kerjamu bagus sekali.
Bagus sekali!
Kau dapat harta Si Peyot Merlin itu bahkan artefak milik bocah itu.
Terima kasih banyak, Tuanku.
Kerjamu benar-benar bagus, Anastasia.
Tetapi, aku benar-benar terkejut
saat melihatmu datang sebagai murid pindahan.
Saya juga terkejut.
Selain itu, tak kusangka kau bisa dapatkan pedang Raikiri
yang konon dimiliki ajudan Sang Raja Iblis 400 tahun lalu.
Harta ini lebih berharga dibandingkan milik Keluarga Edworth.
Kerja bagus.
Baik.
Namun, apa kau sudah tahu,
kalau ras rendahan itu punya kekuatan sebesar itu?
I... Itu...
Anastasia, dengar.
Atur agar aku bisa lakukan simulasi pertarungan dengannya.
Tapi, Tuan Ephtal terlalu kuat...
Ikuti saja perintahku!
Paham, kan?
Baik...
Tatapan macam apa itu?
Ti... Tidak...
Saya tidak menyangka dia sekuat itu.
Begitu, ya.
Ma...
Maaf...
Ngomong-ngomong...
Kejadian ini, benar-benar bisa menyudahi semuanya, bukan?
Tentu saja.
Jika digabungkan dengan tiga artefak kakakmu, totalnya jadi lima.
Menyerahkan lima artefak per satu generasi.
No comments yet. Be the first to leave one.