200 baris pertama.
- Kurasa perjalanan ini yang kau butuhkan, Sayang.
Semesternya sudah berakhir.
Waktunya untuk merayakannya.
Rumah liburan macam apa tempat ini?
Sejujurnya, aku tak tahu banyak
tentang ini selain perjalanan gratis
dan Angel serta pacarnya mengundang kita.
Pacar Angel?
Cewek bodoh mana lagi minggu ini?
Bersikaplah baik, Sayang.
Dia tidak seburuk yang lainnya.
Dan aku tahu ini bukan Paris atau Milan.
Aku hanya berpikir setelah tahun yang kau lalui
waktu tenang di luar sana akan menyenangkan.
Terima kasih.
Kau benar.
Suasana baru adalah yang kubutuhkan.
Bagaimana kau bisa melihat di kabut ini?
Bisa nyalakan pemanas kaca depanku?
Pelankan sedikit.
Aku tidak bisa melihat.
Aku bisa mengatasinya, Sayang.
Kai!
Kenapa kau berteriak?
- Kau tidak melihat sesuatu di tengah jalan?
Tidak.
Tadi ada di tengah jalan.
Kau baru saja menabraknya.
Menabrak apa?
Seperti apa bentuknya?
Kawan, kau berteriak untuk menyelamatkan nyawa sesuatu.
Apa itu tadi?
Aku tidak tahu.
Tupai?
Posum?
Rusa?
Tadi terlihat besar dan hijau.
Besar dan hijau?
Sayang, tidak ada hewan yang besar dan hijau.
Entahlah.
Ya Tuhan.
Apa menurutmu obatmu
membuatmu berhalusinasi?
Apa?
Kau tahu, semua iklan
obat farmasi selalu punya waktu semenit
untuk menyebutkan semua,
semua efek sampingnya.
Entahlah.
Mungkin halusinasi salah satunya.
Ini nyata.
Aku tahu apa yang kulihat.
Tidak apa-apa.
Aku percaya padamu.
Apa?
Apa?
Kurasa ban kita kempes.
Ya Tuhan.
Seberapa jauh kita lagi?
Sekitar 20 menit lagi, kurasa.
Untungnya aku tahu cara mengganti ban.
Kau tahu cara mengganti ban.
Itu cukup membuatku bergairah.
Oh ya?
Aku akan segera kembali.
Tidak, tetaplah di dalam.
Aku bisa.
Di luar gelap.
Setidaknya aku bisa memegang senter.
Sayang, aku butuh cahaya.
Maaf.
Aku berbakat, tapi bukan pesulap.
Maaf.
Kau bisa tinggalkan senternya di sini
dan masuk kembali ke mobil jika mau.
Aku, aku baik-baik saja.
Aku baik saja.
Berapa lama lagi?
Selesai.
Aku tidak yakin
ban cadangan ini bisa bawa kita balik hari Senin.
Aku harus menelepon AAA.
- Ya Tuhan. - Hei.
Tidak, Sayang.
Tidak.
- Oh. - Sialan.
Oh, maafkan aku.
Kamera depan rusak.
Tidak ada ID wajah dan layarnya tak bisa dipakai.
Jadi bagaimana cara membuka kuncinya?
- Kau bisa buka ponsel pakai jam tanganmu, kan?
Inilah si jenius kecilku.
Hei, Siri, telepon AAA.
Sayang, ayolah.
Ayo pergi.
AAA akan ke rumah pagi nanti.
AAA akan ke sini pagi nanti dengan ban baru.
Maaf soal hari ini.
Ayo kita bersenang-senang.
- Ayah Angel mengizinkannya menyetir akhir pekan ini dan-
Ya Tuhan.
Dia pasti akan sangat menyebalkan.
Mereka di sini.
Aku merasa lengket.
Ya Tuhan.
Hei, Mia.
Senang bertemu denganmu.
Kau datang tepat waktu.
Bak air panas sudah siap.
Bagus.
Siapa namanya tadi?
Vicki.
Kurasa ini orangnya.
Hei, keluarga V, kita siaran langsung
dari Danau Pearl.
Terima kasih banyak untuk Antoninias atas baju renang seksi ini.
- Oh, jangan bilang dia salah satu dari mereka.
- Diskon 20%. - Dia berpenghasilan lebih dari aku
dan kau digabungkan dengan jutaan pengikutnya.
Tidak semuanya tentang uang.
Mia.
Tentu saja kau merasa begitu
dengan gelar studi mitologi itu.
Ah.
Kau membuang uang untuk pendidikan
yang bisa kau dapatkan gratis di Wikipedia.
Sudah cukup.
Ya.
Kami akan segera masuk.
Aku akan bangun pagi.
Mm-hmm.
Sial.
Bu!
Maaf.
Aku, aku tak tahu ini rumah danau.
Kita bisa pergi jika kau mau.
Oh sial.
Bannya.
Kita bisa pergi besok pagi.
Tidak apa-apa.
Tidak, tidak apa-apa.
Ayo pergi.
Aku tidak bisa takut air selamanya.
- Baiklah, kita, kita tidak akan naik perahu.
Kita hanya, kita akan menjauh darinya.
Oke?
Tidak masalah.
Itu sudah ada di sini.
Aku bisa melakukannya.
Dia sedang jatuh cinta rupanya.
- Dia sedang horny. - Sama saja.
Kemarilah.
Sayang, jangan di sini.
Jangan di sini.
Jangan malu-malu, kawan.
Tunjukkan seperti apa lima tahun cinta itu.
Mantap, Kai.
Tunjukkan pada kami pengantin baru cara menjaga api itu tetap menyala.
Oh tidak, tidak.
Kai, tidak, jangan taruh koper di kasur.
- Aku butuh kau untuk sedikit santai, Sayang.
- Kau baru saja menyeretnya melewati kotoran
dan menaruh semua itu di kasur.
Baiklah.
Itu adil.
Selamat malam.
Oh.
Siapa kau?
Salam.
Selamat datang di Danau Pearl.
Sungguh senang bisa menjamu kalian di rumah keluargaku.
Namaku Sabrina.
Kai Oats.
Mia Daughtry.
Selamat datang di Danau Pearl.
Apa yang membawa kalian ke sini?
Tak bisa melewatkan perjalanan gratis.
YOLO.
Maaf, apa itu YOLO?
Itu sebuah ungkapan.
Kau hanya hidup sekali.
Begitu ya.
Kami akan bilang hiduplah hari ini, karena hari esok mungkin tak pernah datang.
- Ah. - Perasaan yang sama.
Tepat sekali.
Um, kurasa kami hanya ingin sedikit
kedamaian dan ketenangan musim panas ini.
Tempatnya tampak cukup terpencil.
- Pagar yang baik membuat tetangga yang baik.
Apakah ada wifi?
Aku tidak ada sinyal di mana pun.
Wifi kami akan mati malam ini.
Teknisi tak bisa datang sampai besok untuk memperbaikinya.
Namun, kami punya telepon kabel di dapur.
- Mungkin bagus untuk tidak terhubung sehari atau dua hari.
Ya, mungkin kau benar.
- Tuhan sering ditemukan dalam pengasingan dan kesendirian.
Benar.
- Baiklah, jika kalian butuh sesuatu, aku di lantai bawah.
Oh, kau tinggal di rumah yang sama?
No comments yet. Be the first to leave one.