200 baris pertama.
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ Night ¶
¶ And the spirit of life ¶
- ¶ Calling ¶ - ¶ Oh, oh, iyo ¶
- ¶ Mamela ¶ - ¶ Oh, oh, iyo ¶
¶ Uhukhosibo khokho We ndodanaye sizwe sonke ¶
¶ Wait ¶
¶ There's no mountain too great ¶
- ¶ Hear the words and have faith ¶ - ¶ Oh, oh, iyo ¶
- ¶ Oh, oh ¶ - ¶ Oh, oh, iyo ¶
¶ Have faith ¶
¶ Hela, hey mamela ¶
¶ Hela, hey mamela Hela, hey mamela, hela, hey mamela ¶
- ¶ He lives in you ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ He lives in me ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ He watches over ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ Everything we see ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ lnto the water ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ lnto the truth ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ ln your reflection ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
¶ He lives in you ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ He lives in you ¶
¶ Hey, oh, yeah ¶
- ¶ He lives in you ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ He lives in me ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
¶ He watches over ¶
- ¶ Everything we see ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ ln to the water ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
- ¶ lnto the trees ¶ - ¶ Hela, hey mamela ¶
¶ ln your reflection ¶
¶ He lives in you ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ I ngonyama nengw' enambala ¶
¶ He lives in you ¶
Ah, Pumbaa, lihat kawan kecil itu!
Bagaikan chip yang keluar dari blok yang sudah tua!
Dan kau harus tau siapa yang akan membesarkannya.
- Orang tuanya? - Okay, tentu saja. Secara teknis.
Tapi, siapa yang akan mengajarkannya semua hal yang benar-benar penting?
Seperti bagaimana cara bersendawa.
Dan mencari serangga.
Aku beritau kau, kawan, Ini akan jadi seperti waktu itu...
Kau, aku dan anak laki-laki ini.
- Ini anak perempuan. - Perempuan.
Perempuan? Oy.
Wow!
Whoa.
Memangnya kau mau pergi ke mana terburu-buru seperti itu?
Ayah! Lepaskan aku.
Baiklah, Ayah hanya ingin kau berhati-hati.
Kiara, apa kau mendengarkanku?
Kecelakaan bisa saja terjadi.
- Kau bisa terluka dengan mudah... - "Terluka, atau terinjak, atau bahkan tersesat".
Dan ingatlah...
Aku ingin kau tetap terlihat di Pride Rock...
- ...setiap saat. - "..setiap saat".
Aku tau.
"Dan jika bertemu dengan orang asing, jangan berbicara padanya.
Langsung pulang ke rumah". Okay, okay. Boleh aku pergi sekarang?
- Kumohon? - Mm-hmm.
- Lucu sekali. - Dengarkan Ayahmu, Kiara.
Ya, Ibu.
Dan menjauhlah dari outlands.
Tidak ada apa2 disana selain sekumpulan pengecut, dan para pembunuh, mereka adalah "outsider".
Zazu benar.
Kau tidak boleh membelakangi mereka.
Benarkah? Kenapa?
Lupakanlah. Sekarang pergilah.
- Tapi Yah, aku... - Kau akan mengerti suatu saat nanti. Pergilah.
Ayah!
Dan tetaplah berada di jalan yang sudah aku tandai.
Simba.
Mengingatkanmu pada siapa dia, hmm?
Hah? Apa? Siapa?
Dia sama sepertimu ketika kau kecil dulu.
Tepat sekali!
Apa kau menyadari bahaya yang menimpa kita?
Uh!
Maksudmu, bahaya yang menimpa dirimu.
Dia akan baik-baik saja.
Hey, Timon! Pumbaa! Kemari.
Selamat pagi, kapten!
Aku ingin kalian untuk mengawasi Kiara.
Kalian tau dia suka kabur.
Jangan khawatir, Simba...
...kami akan menjaganya layaknya bau yang menempel pada babi.
Hey!
Itulah kenyataannya, Pumbaa. Terima saja.
Kawan, aku mengandalkan kalian.
Bahaya bisa saja mengintai di belakang setiap bebatuan.
- Aha! - Hm! Hm! Hmm.
Hey! Tunggu! Kembali.
Aku hanya ingin bermain.
Sang pemburu perkasa...
...telah memojokkan buruannya.
Whoa!
Keren.
The outlands.
Aku penasaran apa yang ada di sana.
Oh, jangan khawatir, Kiara. Paman Pumbaa datang.
Oh, tidak! Oh! Uh, uh...
Coba lihat. "Oh, Simba, berita bagusnya kita berdua menemukan anak perempuanmu.
Dan berita buruknya adalah kami menjatuhkan seekor babi padanya.
Apa ada masalah dengan itu?"
Kiara? Kiara?
Pumbaa! Biar kujelaskan "Menduduki bayi".
Maaf.
Sekarang, puteri Kiara, sebagai anaknya Simba,
kau tau, lebih baik tidak bepergian sendirian.
- Kau bisa saja terluka. - Tapi...
Terluka? Oh, Simba akan membunuh kita!
- Kau tidak terkilir kan? - Tapi...
- Apa kau demam? Atau cantengan? - Aah! Timon...
- Aku pernah dulu. - Sakit sekali.
Sakit sekali.
Sayang, kalau melihat warna kulitmu, kau harus berlindung dari sinar matahari.
Apa? Kau mau kulitmu berkerut?
Adakah seseorang yang mau mendengarkanku?
Maaf kan aku, Aku tidak mendengarkanmu. Apa kau mengatakan sesuatu, tuan puteri?
Aku bukan saja seorang puteri, kau tau.
Itu hanya setengahnya dari diriku.
- Oh, uh, lalu siapa yang setengahnya lagi? - Oh, yaa, aku, uh, um...
Baiklah, sementara kau mencari siapa yang setengahnya lagi,
Mari kita makan!
Ini dia!
Serangga.
Dan daging berwarna putih lainnya.
- Sangat tinggi akan protein. - Idiiihh! Jorook!
Tidak mau? Bagaimana denganmu, bayi besar?
- Ah! Aku cinta serangga. - Bukan suka, tapi cinta.
- Cinta! - Cinta!
Oh! Aku selalu saja seperti itu.
Kau ambil segigit, kemudian kau meletakkannya kembali. Oh ini membuatku gila.
Tapi kau tidak bisa mengatakan yang mana yang berlendir kalau dilihat dari luar.
Berlendir? Pumbaa, temanku yang gemuk,
yang garing ini dibuat menggunakan tepung.
- Berlendir. - Garing.
- Rasanya kurang. - Rasanya enak.
Siapa kau, orang asing?
Apa yang kau lakukan?
Ayahku bilang, jangan pernah membelakangi orang asing.
Kau selalu melakukan apa yang Ayahmu bilang?
Tidak!
Aku bertaruh kau pasti melakukannya! Dan aku bertaruh kau pasti anak papi.
Para "outsider" tidak butuh siapa-siapa.
Aku menjaga diriku sendiri.
Benarkah?
Keren!
Lari!
Lewat sini!
Tadi itu hampir saja.
Yeah.
Lari!
Hey, bagaimana denganku?
Aku akan mengalihkan perhatiannya! Lari! Whoops!
Whoop... Oh!
Awas!
Cepat!
Aku berhasil!
Aku melakukannya!
Ha!
Ho, ya ampun, apa kau lihat ukuran gigi mereka?
Mereka meraum, "Rr, rr, rr, rr".
Dia hampir saja melahapku disana...
...dan aku melompat ke atas kepalanya, dan aku melakukannya dengan bagus!
Kita bisa jadi tim yang hebat!
Dan kau... Kau sangat berani.
Benarkah? Kau juga sangat berani tadi.
- Namaku Kovu. - Aku Kiara.
Kena! Kau jaga!
Kena! Kau jaga! Kau jaga!
Hello? Kau lari, Aku colek kau. mengerti?
Ada apa? Tidakkah kau tau cara bermain?
- Zira. - Simba.
- Nala. - Zira.
Timon, Pumbaa. Bagus! Sekarang kita sudah mengenal satu sama lain.
Pergilah dari tanah kaum kami!
Tanah kaum kalian?
Tanah ini adalah milik Scar.
Aku telah mengusirmu dari tanah kaum kami.
Sekarang, kau dan anak singa itu silahkan pergi dari sini!
Oh, kau belum bertemu dengan anakku, Kovu?
Dia dipilih langsung oleh Scar untuk mengikuti jejaknya...
...untuk menjadi Raja.
Pfft! Itu bukan Raja. Tapi itu cuma sekedar bulu berbulu.
Kovu yang paling akhir dilahirkan...
...sebelum kau mengusir kami ke outlands...
...dimana kita hanya punya sedikit makanan, sedikit air.
Kau tau hukumannya kalau kau kembali ke tanah kebanggan.
Tapi anak ini tidak tau!
Bagaimanapun, jika kau mau segumpal daging, ambil ini.
Bawa dia dan pergilah.
Kita sudah selesai disini.
- Oh! - Oh, tidak, Simba.
Kita baru saja mau mulai.
No comments yet. Be the first to leave one.