Informasi rilis

One Ordinary Day E02 WEB-DL-LoveBug
Komentar oleh Zams
Source: Viu

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Diterbitkan pada: 2021-11-27
Unduhan: 60
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

"Seri Drama Coupang"

"Kim Soo Hyun"

"Cha Seung Won"

ONE ORDINARY DAY

"Sel Tahanan Dua"

Guk Hwa...

Namanya

Guk Hwa.

"Episode 2, Tersangka"

Pertama,

kita harus memastikan mereka tidak bisa dapat surat penangkapan.

Jika mereka berhasil mendapatkannya, itu akan menyulitkan

kita berdua.

Itu akan merugikanmu di persidangan.

Kau sudah bertemu dengan Kepala Park Sang Bum, bukan?

Ya.

Katakan dia memaksamu mengaku.

Tapi dia tidak memaksaku.

Mungkin mereka lupa membacakan Hak Miranda.

Tidak, mereka membaca semuanya.

Benarkah?

Mereka biasanya pakai kekerasan saat melakukan penangkapan

tanpa surat perintah dalam situasi darurat seperti ini.

Setidaknya mereka pasti mengumpati. "Dasar bajingan!"

Hei! Bisa lakukan sesuatu dengan bohlam ini?

Mengganggu sekali. Cepat perbaiki.

Memangnya kita sedang di kelab?

Ini buruk.

Kau mau ke mana?

Aku harus mencari tahu apa yang terjadi.

Aku akan mendengarkan perkataan polisi dan makan sesuatu.

Omong-omong, kau sudah makan?

Aku tidak lapar.

Benarkah? Baiklah.

Hei, keluarkan aku.

Seperti apa wajah korban saat ditemukan?

Aku tidak melihat korban di TKP.

Tapi dari yang kudengar, dia menyayat gadis itu begini...

Sebenarnya, tidak. Dia menusuknya dengan dalam.

Bukan hanya sekali. 13 kali.

Jadi, jelas, dia tidak ditemukan dalam kondisi baik.

Tiga belas kali...

Siapa yang menangani kasus ini?

- Kepala Park Sang Bum. - Kenapa dia menerimanya?

Dia akan segera pensiun.

Sukarela tidak akan membuatnya kaya.

Dia masih punya tiga bulan lagi.

"Kantor Polisi Chungang"

Kelihatannya tidak bagus.

Kau tidak mau minum ini?

Aku lapar. Aku mau makanan.

Kau bisa minum ini setelah makan.

Silakan.

- Ini. - Terima kasih.

- Aku ingin banyak potongan padat. - Tentu.

Ya.

- Terima kasih. - Ini dia.

Ayo?

Aku sudah memberitahumu semuanya.

Aku memarkir mobilku di sana untuk beristirahat sebentar.

Setelah satu atau dua gelas?

Sama sekali tidak.

Gambar lingkaran di wajah yang kau lihat.

Kau sudah tahu siapa dia.

Berandal ini.

Tulis namamu di bawah.

"Seung Hoon"

- Astaga. - Kau pernah mencobanya?

Apa? Ekstrak ginseng merah?

Hei, saat aku memakainya,

Baunya sepanjang hari. Astaga.

Kau pernah mencobanya sendiri?

Itu sebabnya aku menyuruhmu memakainya di malam hari.

Kau tidak pernah memberitahuku.

Aku sudah bilang.

Sial. Tidak heran.

Semua orang sangat peduli dengan kakiku.

Aku menderita dermatitis atopik.

Tapi ini tidak menular, jadi, jangan khawatir.

Kau mengidap asma, bukan?

Aku mengidap asma saat masih kecil,

jadi, aku bisa tahu dari suara tersengal itu.

Hyun Soo.

Aku bisa memahami perasaanmu saat ini,

jadi, izinkan aku memberimu dua nasihat.

Dengarkan baik-baik dan camkan ini.

Mengerti?

- Baiklah. - Pertama,

kebenaran dan keadilan.

Hal seperti itu tidak ada di sini, jadi, jangan memikirkan itu.

Fakta tidak penting, begitu pula klaimmu.

Jadi, apa yang penting?

Ulangi ucapanku.

"Apa yang harus menjadi fakta agar aku bisa unggul?"

"Apa yang harus menjadi fakta agar aku bisa unggul?"

Bagus. Ini yang kedua.

Mulai sekarang,

saat merujuk pada kejadian semalam,

semua orang akan menyebutnya "malam itu".

Ulangi ucapanku. "Malam itu."

"Malam itu."

Bagus.

Mulai saat ini,

kau tidak akan mengatakan apa pun tentang malam itu.

Tidak ada pengecualian. Tidak akan pernah.

Kau mengerti?

Kami beres-beres pos pemeriksaan mengemudi sambil mabuk.

Jadi, awalnya, kupikir dia mengemudi sambil mabuk.

Tatapannya kosong

dan tampak berbahaya.

Apa kau yang pertama tiba di TKP?

TKP?

Ya, Pak. Aku yang pertama tiba.

Maaf. Bisakah kita tidak membahas bagaimana aku muntah di TKP?

Hei.

Lihat ke kamera, bukan ke aku.

Itu hanya memalukan.

Sungguh?

Hentikan pertunjukan ini dan nyatakan apa yang kau lihat.

- Maafkan aku. - Di belakang mobil polisi,

dia bertanya soal gadis itu.

Lebih spesifik.

Dia bertanya apakah gadis itu mati.

Benar.

Dia bertanya, "Apa gadis itu mati?"

Saat ini,

polisi akan sibuk meluruskan cerita mereka.

Polisi membuat versi mereka tentang kejadian itu

dan kita membuat versi kita.

Hakim mendengarkan keduanya dan memilih yang lebih bisa dipercaya.

Begitulah persidangan.

Jadi, jika kau tutup mulut,

kita bisa mengetahui cerita apa yang mereka buat.

Tapi

bukankah seharusnya kau tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadaku?

Kau dan kebutuhanmu akan kebenaran.

Terobsesi dengan hal itu tidak akan membuatmu sukses.

Aku sudah memberitahumu bahwa polisi

menyusun kisah mereka sendiri.

"Forensik"

- Pak, Anda di sini. - Benar.

Aku yakin semuanya berawal di meja ini.

Ingat Kepala Park Sang Bum yang kau temui?

Dia naik dari polisi patroli

sampai memimpin timnya sendiri.

Entah itu bukti atau saksi,

sekecil apa pun detailnya,

dia mengumpulkan informasi secara langsung.

Dia tidak seperti orang jahat.

Hyun Soo, kau harus tahu

tidak ada orang baik atau jahat di sini.

Mereka hidup dengan keadilan yang sesuai dengan mereka.

Seorang polisi yang mencari keadilan

dan selalu mengharapkan akhir yang bahagia?

Mereka hanya ada di film.

Lagi pula, Kepala Park?

Dia seperti

binatang buas yang beroperasi diam-diam.

Veteran.

Dia menunggu waktu yang tepat, alih-alih terlalu bersemangat.

Dia bahkan menunjukkan kebaikan sesekali.

Pria itu menunggumu melakukan kesalahan.

Aku

tidak bisa...

Aku tidak bisa bernapas.

Tentu saja.

Ini pengalaman baru untukmu.

Tidak, bukan begitu. Aku...

Aku mengidap asma.

Begitu menemukan kelemahanmu,

dia akan menerkam dan menggigit!

Dia akan memotong urat nadimu

dan menggerogoti jiwamu.

Ya?

Ya, halo.

Tidak, aku hampir sampai.

Aku di dekat sini, jadi, tunggu aku.

Baik.

Hei, aku sudah selesai.

Apa yang terjadi?

Aku terlambat untuk sidang.

Juri benci keterlambatan,

dan bukan begini cara memperlakukan klien.

Bagaimana denganku?

Aku akan kembali setelah selesai.

Apa yang harus kau lakukan sampai aku kembali?

Aku akan tutup mulut.

Baik, bagus.

"Pengadilan Distrik Selatan Seoul"

"Taksi Seoul"

Kasus nomor 2021KD102635.

saya akan memutuskan dakwaan penyerangan.

Sudah jelas terdakwa menyebabkan cedera fisik,

- itu sebabnya saya menjatuhinya... - Pengacara tidak boleh terlambat.

Jangan konyol. Aku tepat waktu.

Pakai dasi.

Lupakan saja. Aku belum pernah memakainya sejak kelulusan SMP.

- Ini. - Apa...

Dasi ini tidak cocok dengan pakaianku.

Pakailah, jika kau tidak mau didenda.

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left