139 baris pertama.
Cuma kau
yang memercayaiku.
Aku ingin berterima kasih.
Tak perlu, itu tugasku sebagai pengacara.
Tidak, itu tak benar.
Ya. Apa? Sama sekali tidak.
Ya. Ada apa?
Apa kau mau makan malam bersamaku?
Aku mau.
Kau mau?
Tentu saja aku mau.
Bagaimana jika besok Rabu?
Baiklah.
Aku akan meneleponmu lagi nanti.
Siapa itu?
Takahiko mengajakku makan malam.
Untuk berterima kasih? Berarti aku harus datang juga.
Tidak. Cari kencan makan malammu sendiri.
Kau pergi sendirian?
- Ya. - Jangan.
Kenapa jangan?
Aku juga menangani kasus itu.
Kita berdua pergi.
Dia cuma mengundangku.
Aku akan pergi sendirian.
Dengarlah.
Kau bukan pacarku.
Jangan bertingkah seperti pacarku.
SUSPICIOUS PARTNER
Ini hari yang indah.
Ya.
Ada apa denganmu?
Tak apa. Kita cuma kolega.
Jangan berani-berani kau
tersenyum di depanku lagi.
Aku perlu bicara denganmu.
Apa kau ada waktu?
Kau harus jauhi dia.
Apa?
Aku paham perasaanmu.
Kau mencari orang untuk jadi limpahan amarahmu.
Tapi kau harus kurangi sedikit.
Tak seperti dirimu,
secara umum aku menghormati hukum.
Namun,
jika kau mengganggu dia lagi,
aku mungkin akan bertindak kelewatan.
Apa itu ancaman?
Ya.
Kenapa kau berusaha melindungiku?
Aku juga ada masalah dengan Kepala Jaksa.
Kau dipecat
dari pekerjaan jaksa penuntut umum karena aku.
Dan kau bilang sendiri.
Kita terjalin takdir.
Takdir yang buruk.
Aku tak bermaksud…
Biarkan saja kujalani hidupku.
Mungkinkah aku melepaskan perasaanku?
Mungkin tidak…
Hei.
Kenapa kancingku ada di TKP?
Aku tak tahu, Bung.
Aku tak berpikir jernih. Pasti tak sengaja.
Tak sengaja?
Yah,
kadang kita membuat kesalahan.
Ya.
Satu atau dua kali!
Dengarkanlah ucapanmu.
Aku tak sengaja.
Jika itu terjadi lagi,
itu bukan kesalahan.
Itu berarti
pengkhianatan.
Kita akan jalani ini sampai usai.
Kau juga
akan merasakan akibatnya.
Satu lagi.
Jangan hilang kontak.
Ya.
Ada apa?
Aku tak boleh cemas lagi.
Tak ada apa-apa.
Ini yang kutemukan tentang Inaba.
Tak ada keluarga.
Tak ada teman.
Apa kau bisa cari tahu masa lalunya lebih lanjut?
Cari tahu apa ada keluarga atau teman lama yang menjadi korban kejahatan.
Baik.
Semua berjalan lancar?
Maksudku dengan Haruto.
Aku sudah tetapkan pilihanku.
Dia cuma gebetan saja.
Gebetan?
Jika dia cuma gebetan,
berarti aku cuma butuh wajah tampan.
Begitu, ya?
Kurasa aku sudah membuang rasa yang kupunya kepadanya.
Setidaknya
sekitar 93%.
Katakanlah sejujurnya.
30%.
Baiklah.
Aku akan membantumu.
Caranya?
- Kemarilah. - Apa?
Senyum.
Apa?
Ayo. Tertawalah.
Lagi.
Lihat? Senyummu manis.
Tak perlu kekanak-kanakan.
Aku harus pergi.
Kau mau pergi ke mana?
Sebenarnya aku mau makan malam dengan Takahiko.
Selamat!
Kau mendapat kencan!
Semoga berhasil.
Terima kasih.
Apa?
Kau berhenti?
Ya.
Aku cuma pekerja kontrak
dan selama itu aku ditahan.
Aku paham.
Aku juga merasa canggung setelah dibebaskan.
Mari cari pekerjaan untukmu bersama.
Itu tidak perlu.
Aku tak bisa merepotkan lagi.
Tapi, tetap saja…
Kau orang yang baik, Sakura.
Aku iri dengan pria dalam hidupmu.
Tak ada pria dalam hidupku.
Benarkah?
Tidak ada.
Mengejutkan sekali.
Lalu, apa ada orang yang kau suka?
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.