118 baris pertama.
Malam ini, Pandawa
akan membunuh Keechak.
Aku akan menunggu
suara pertarungan antara Bhima dan Keechak
terdengar di telingaku.
Kemudian kita akan menangkap mereka,
itu akan membuat kehidupan penyamaran dari Pandawa
menjadi sia-sia.
Ayo, Tuan Putri..!
Aku akan memberimu pelajaran tari Rudra Tandava malam ini.
Di tengah malam begini?
Ya, Tuan Putri.
Ini waktu yang tepat untuk belajar gerakan Rudra
sekarang, dan di tengah malam ini.
Pengawal, tetaplah di sini!
dan ingat
bahwa tidak ada yang diperbolehkan masuk ke ruangan ini.
Mengapa ruangannya begitu gelap, Sairandhri?
Apa yang kau lakukan?
Jika kau pikir suamimu bisa membunuhku
di sini, di ruangan ini
maka kau telah membuat kesalahan yang sangat besar.
Baiklah, aku..
akan menerangi ruangan ini.
Untuk bisa mendapatkan cahaya
seseorang harus tahan dengan panasnya api, Keechak.
Dan untuk menyingkirkan
kegelapan dalam pikiranmu,
Kau juga harus dibakar.
Bodoh ka!.
Ini bukanlah kerajaan Panchala atau Hastinapura,
ini kerajaan Matsya
dan keberanian untuk membunuhku
tak seorangpun yang berani, di sini.
Bhima?
Kau memang bisa mengenali Panchali
tapi tidak dengan aku?!
Apakah kau ingin bertarung denganku?
Jangan bodoh, Bhima!
Jika kau kalah
maka kau akan dibunuh.
Namun, jika aku kalah
maka kalian semua
harus menjalani masa pengasingan selama 12 tahun
lagi.
Akan lebih baik
jika kalian ada dalam perlindunganku
dan meninggalkan Dropadi di sini bersamaku.
Meski terjebak dalam lumpur,
seekor gajah masihlah makhluk yang besar, Keechak!
Seratus ekor anjing, tidak akan bisa menolongnya.
mereka juga tidak bisa membunuhnya.
Dan aku tidak sedang terjebak
Aku sedang bebas...
untuk menghukum mu!
Maka aku akan memanggil Duryodhana,
dan dia akan berada di sini segera.
Hanya jika suaramu bisa menembus ruangan ini,
maka Duryodhana akan dapat mendengarmu, bodoh!
Dengarlah suara tarian kaki Brihannala!
Alunan irama tari Tandava akan mengiringi kematianmu.
Dengarlah derap kaki kuda-kuda Damgranthi!!
Dengarkan baik-baik!
Gemuruhnya akan mengantarkan kematianmu segera.
Dengarlah lenguh sapi-sapi Tantripala!
Lenguhan nya akan mengumumkan hukuman matimu!
Dengarkan!
Kau tidak bisa pergi dari sini , Keechak.
Lalu bagaimana kau akan memberitahu Duryodhana?
Kau dengar itu, sayang?!
Siapa yang bisa membuat suara seperti itu di tengah malam begini?
Itu adalah Pandawa!
Pandawa?
Mengapa Pandawa membuat gaduh di tengah malam begini, paman?
Agar kita tidak bisa mendengar Jeritan Keechak,
saat mereka membunuhnya.
Mari kita pergi, sayangku.
Kita harus menyelamatkan Keechak.
Setelah membunuh Keechak
jika Pandawa menyembunyikan diri
maka kita tidak akan pernah dapat menemukan mereka.
Jika kita bisa memergoki Pandawa sekarang
maka kita yang menjadi tujuan kita akan berhasil.
Ayo, paman.
Mari kita pergi.
Panglima Keechak telah dibunuh ..
Siapa pun yang melakukan tindakan keji ini, pasti akan dihukum.
Raja Wirata
pergi dan tangkap para Pandawa itu!
Panglima Keechak telah dibunuh
oleh Pandawa.
Pandawa tidak ada di kota Wirata.
Mereka tidak ada di Kerajaan Matsya ini.
Dengan mengucapkan kata-kata sampah itu
jangan coba-coba untuk menyebar teror di kerajaan ini, Pangeran!
Raja Wirata!
Panglima Keechak
akan menghadirkan para Pandawa.
Pada pagi nanti,
semua pendatang dan tamu
telah diperintahkan untuk datang ke ruang istana oleh Keechak!
Pembunuhannya membuktikan
bahwa pelakunya dari Hastinapura
ada di kerajaan Anda.
Raja Wirata!
kami hanya ingin menemukan para penjahat kami
di kerajaanmu.
dan kami mohon ijin Anda untuk hal itu.
Tidak mungkin!
Aku tidak pernah menjanjikanmu apa-apa.
Orang yang memberi kalian janji, telah terbunuh.
Janji-nya itu, telah pergi bersama dengan kematiannya.
Dengan kata lain, Anda
membela para Pandawa itu
Yang Mulia?
Untuk itu, janganlah lupa
bahwa dia yang membangun rumah di samping tempat kremasi,
maka makanan nya
No comments yet. Be the first to leave one.