Informasi rilis

Chakushin Ari Final (2005) [One Missed Call 3: Final] Bluray 1080p Pahe in
Komentar oleh Baskara
Durasi 01:44:07

Tag

bluray
transcript
manually_transcribed
fan-made
professional_translation
softcoded
1080p
720p
bluray
pahe.in
sub_indo
Diterbitkan pada: 2025-07-18
Unduhan: 67
Tuna Rungu: No
FPS: 23.976

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

"Chakushin Ari Final" Kadokawa Herald Eiga Nihon Eiga Fund

Nippon Terebi Housoumo Toho

Ah, maaf.

Enyahlah!

Enyahlah, dasar bodoh!

Enyahlah!

Rasakan!

Kau hebat juga, ya?

Enyahlah!

Kumohon! Keluarkan aku, Azusa!

Azusa, kumohon!

Tunggu sebentar.

Kumohon, keluarkan aku!

Bagus!

- Selanjutnya! - Lanjut, lanjut.

Ayo cepat!

Aku siram yang kedua, ya!

Satu, dua!

JIKA KAU MENERUSKANNYA KAU TAKKAN MATI

Produksi : Kuroi Kazuo

Karya Asli : Akimoto Yasushi

Naskah : Daira Minako Shin Jiro

Horikita Maki

Kuroki Meisa

Jang Keun-suk

Sutradara : Aso Manabu

CHAKUSHIN ARI

CHAKUSHIN ARI FINAL

6 Februari, 19:15

Masing-masing dari kami memasang tali gantungan pada ponsel yang dipinjamkan dari sekolah.

Kami telah mempersiapkan banyak hal.

- Semangatmu tinggi sekali. - Memang tinggi.

Karena kita satu grup wisata sekolah!

Apaan, coba?

KELAS 2-C GRUP 1 KUSAMA EMIRI

TEMAN - AHN JIN-WOO

MASUKKAN ALAMAT SUREL

Karena kita satu grup wisata sekolah!

Emiri.

Ini bukan waktunya menyimpan surel orang Korea.

Emiri enak, ya. Di sana ada pacarmu.

Sudah kubilang, bukan seperti itu.

- Seriusan? Coba lihat fotonya. - Hei!

Aku juga ingin lihat!

- Tampannya! Keren sekali! - Seriusan?!

Hei, semuanya! Hei, kalian!

Hei, Hideki! Hiroyuki juga!

Wisata sekolah ke Korea!

Wisata sekolah ke Korea!

Pasti akan jadi wisata yang menyenangkan!

- In Korea! - Apaan, coba?

- Tak keren. Norak banget! - In Korea!

Ayo, coba!

Tidak mau!

Wisata sekolah?

Tidak...

Meskipun hal itu tak terjadi, kurasa aku tetap takkan pergi.

Meski aku pergi, aku hanya akan merasa tak enak.

Kau mengerti, 'kan, Pam?

Kau tahu...

Hari berikutnya setelah Pam gantung diri, mereka ketakutan.

Aku kira...

...mereka sadar seberapa buruk hal yang telah mereka perbuat...

...dan mereka pasti menyesalinya.

Namun, aku terlalu naif.

Yang mereka takutkan ialah terbongkarnya perundungan yang mereka perbuat...

...sebab mereka takut akan jadi masalah.

Di hari berikutnya pun mereka sudah bisa tertawa.

Mereka melupakan tentang Pam.

Seolah sedari awal Pam tak pernah ada.

Aku merasa itu tak masuk akal.

Tak bisa dimaafkan!

Setahun sebelum kakak perempuanku naik kapal ini, katanya di kapal ini pernah terjadi kasus pembunuhan.

Lalu, kakak perempuanku tidur di kasur bawah dari ranjang susun...

...dan dia terbangun di tengah malam setelah ia bermimpi lehernya dicekik seorang pria.

Setelah itu, dari ranjang di atasnya yang seharusnya tidak ada siapa-siapa...

...terdengar suara wanita berkata, "Napasku sesak..."

Napasku sesak...

Napasku sesak...

Menyesakkan...

Napasku sesak...

Napasku sesak...

Itu kasurku!

Dia pasti mengarangnya.

Shinichi! Apa yang kau tertawakan?

Wajahku sebegitu anehnya?

Hentikan!

Kubuang kau ke laut!

- Ada apa? Mati lampu? - Apa-apaan?

KELAS 2-C GRUP 3 KUSUNOKI AZUSA

Azusa, ponselmu berdering.

Aku tak kenal nada dering ini.

Tapi itu punyanya Azusa.

ADA PANGGILAN MASUK

Apaan, sih? Tak berguna.

Siapa?

Katanya, "Tak berguna," atau semacamnya.

Pinjam.

7 Februari 2006, 11:35 Dari : Kusunoki Azusa Isi : Trs:

Azusa, kau menghubungi dirimu sendiri. Kau bercanda?

- Mana mungkin. - Selain itu, tidakkah waktunya aneh?

Panggilan teleponnya besok siang.

- Azusa mati! - Keren!

Benar-benar mengganggu. Siapa yang mengirim ini?

Apa? Pesan spam?

Tidakkah ini terlihat mirip?

Aku pun berpikir seperti itu. Terlihat mirip seperti saat Pam melakukan itu.

- Mirip. - Malah, sama persis.

Siapa yang mengambil foto ini?

Entahlah.

Bukankah kau yang meneruskannya padaku, Takehiro?

- Aku menerimanya dari Teruya. - Benarkah?

Kalau tak salah, aku menerima pesan terusan dari Minori.

Karena menyeramkan aku langsung menghapusnya.

Pada akhirnya kita tak mengetahui siapa yang mengambil dan mengirimnya.

'Kan?

Mungkin ini pesan kutukan untukmu dari Pam.

Jangan bercanda!

Itu kutukan. Kutukan.

Hei, kalian mau kembali ke kamar kalian, 'kan?

Kalau guru datang, karang cerita saja.

Minori...

Ayo.

- Ayo. - Tak dapat dipercaya.

Pasti Minori yang mengajaknya.

Padahal hubunganku dengan Hiroyuki berjalan baik.

7 Februari, 6:48

Hei, semuanya! Jangan berpencar! Lewat sini!

Terus bersama!

Ayo.

Semuanya! Tolong tenang! Dengarkan baik-baik!

Hei, semuanya!

- Minta perhatiannya! - Tenanglah!

Perhatikan! Minta perhatiannya!

Sekarang akan Bapak tegaskan kembali tentang Orienteering (Jelajah Pandu Arah).

- Mengerti? - Iya...

Total ada 13 lokasi titik henti.

Carilah secepat mungkin, ambil fotonya dengan ponsel, lalu menuju ke garis finis.

- Mengerti? - Iya.

- Terutama kau, Teruya. - Siap!

Siap! Saya akan berusaha yang terbaik!

"LIHAT BELAKANG"

Tujuan utama dari Jelajah Pandu Arah kali ini adalah berinteraksi dengan para penduduk lokal.

Bicara dengan orang Korea dianjurkan...

...kalian jangan pulang dengan tangan kosong.

- Dia lebih tampan dibanding fotonya. - Jangan ganggu, ah.

Kemudian, jika kalian sudah melalui semua titik hentinya...

Apa, sih?

...pastikan kalian sudah kembali ke hotel pukul 4 sore.

LAMA TAK JUMPA.

Pastikan untuk mematuhi hal ini.

SENANG BISA BERTEMU DENGANMU.

Baik...

AKU SEMPAT SEDIKIT KHAWATIR.

Di buku panduan juga tertulis...

KHAWATIR KENAPA?

...sekarang kita semua akan berangkat...

KARENA DARI PESANMU BELAKANGAN INI, KAU TERLIHAT TAK BERSEMANGAT.

...lalu pada pukul 12, kita berkumpul sesaat di restoran yakiniku bernama Abuso Karubi...

JANGAN RISAU, AKU TAK APA-APA.

...di situ kita akan makan siang.

Jika semisal kalian berada dalam masalah, hubungi saya ataupun Ibu Guru Sonoda dengan ponsel kalian.

INI ANAK DARI SEKOLAH TUNA RUNGU, NAMANYA SIU.

Pastikan sekali lagi apakah nomor telepon kami terdaftar di alamat surel kalian!

Semuanya, ada pertanyaan? Sudah mengerti?

KAMI SEDANG DALAM PERJALANAN KE SEKOLAH.

SENANG BERTEMU DENGANMU.

Baiklah, ayo kita berangkat!

MAAF, AKU HARUS PERGI.

KITA SAMBUNG LAGI LEWAT PESAN.

- Wah, keren! - Gurita ini masih hidup, loh!

Wah, besar sekali!

Cepat ambil fotonya! Satu, dua!

Tinta gurita!

- Bagus! Aku sudah mengambil foto pelabuhan. - Coba lihat?

- Bagus. - Iya, 'kan?

Hei, berikutnya kita ke mana?

- Selanjutnya, ayo kita cari hotel. - Hotel, ya. Baik, ayo pergi ke hotel. Ayo, ayo.

Apaan, coba?

Dari tadi aku sudah ada di Menara Busan.

Apa? Menara? Tidakkah terlalu cepat?

Apa? Ke sini?

Serius?

Hei, Shinichi! Cepat kemari!

- Lama sekali! - Lambat!

Sekali lagi!

Hukuman!

- Ini keong laut? - Iya, keong laut.

- Keren! - Hebat!

- Azusa mana? - Bukannya bareng denganmu, Mizue?

- Tidak. - Pergi ke mana dia?

Dasar, mereka pergi ke mana, sih?

- Ah, coba telepon dia. - Ah, benar juga.

- Dia sedang menelepon. - Kenapa, ya?

Kucoba lagi.

Apaan, sih? Tak berguna.

Apaan, sih? Tak berguna.

Azusa...

Siapa?

Siapa itu?

More Indonesian subtitles for One Missed Call 3: Final

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left