175 baris pertama.
Pukul berapa ini?
Pukul 07.00. Aku hanya tidur selama dua jam.
Sama.
Kau mencemaskan hari ini?
Tidak, aku hanya memikirkan akan mendapat hadiah apa.
Semoga aku mendapatkan jiwa.
Semoga aku dapat jiwa sehat.
Semoga aku dapat ibu yang bisa mengatur emosi.
Eyang yang tak mengomentari bobotku.
Semoga Ayah ingat membumbui kalkunnya dengan benar.
- Dia pasti lupa. - Ya, dia pasti lupa.
Selamat Natal.
Selamat Natal.
MUSIM DINGIN
Aku akan menang.
- Nyaris! - Selalu begitu.
- Tidak. - Kau selalu berusaha. Ayolah.
- Tidak! - Ya!
- Kalian sudah siap? - Sebentar.
Jangan lama-lama karena semua orang akan segera tiba.
Dia selalu marah ketika Nenek dan Kakek datang.
Namun, dia tetap mengundang mereka setiap Natal.
PERKENALKAN , INI HENRY
Kau dan Nellie akan bersahabat.
Benar? Ya? Anjing pintar.
Ia anjing termanis yang pernah kulihat.
Aku harus segera menemuinya. Selamat Natal, aku mencintaimu.
Henry menyapa. Sapalah, Henry. Selamat Natal, aku juga mencintaimu.
Kau bisa menemuinya kapan pun kau mau. Aku tahu kau stres soal hari ini.
Jika tak tertahankan, ada si kecil yang mau dipeluk.
"Si kecil yang mau dipeluk" adalah Henry, tapi itu juga berlaku untukku, ya.
Kau masih terlihat agak kurus, ya?
Kakek kira masalahmu itu sudah teratasi.
Astaga, Victoria. Kenapa kau memotong pendek rambutmu?
Ayo ambil minum, Bu. Ayah mau bir?
- Ya. - Kemarilah.
Sebaiknya ada sampanye. Bukan minuman murahan tahun lalu.
- Charlie! - Oliver!
Kau sudah besar sekali! Selamat Natal.
- Selamat Natal. - Kau dapat apa?
Aku dapat banyak traktor. Apa hadiah Natalmu?
Aku dapat kaus kaki, sepatu, dan...
sebuah PlayStation.
Tidak apa jika kau merasa stres.
Menurut Geoff itu sangat normal.
Kita bisa mencoba latihan pernapasan seperti yang dia sarankan itu.
- Aku tak apa. - Semua baik-baik saja?
- Ya, semua baik-baik saja. - Baiklah. Bagus.
- Ayo, duduklah. - Ya.
- Ya. - Bagus.
- Bersulang. - Bersulang.
- Bersulang. - Ya.
Bersulang.
Selamat Natal.
- Kau mau sausnya? - Ya.
Ada kentang panggang?
- Anggur? - Dia menawarimu anggur.
- Bagaimana kalkunnya? - Lezat.
LUCUNYA DIA SAMPAI TAK TERTAHANKAN
Charlie, ceritakan tentang pacarmu. Siapa namanya?
- Nick. - Berapa lama kalian berkencan?
- Delapan bulan? - Astaga.
Bagaimana denganmu, Tori? Sudah punya pacar?
Tidak.
Kau tidak rugi besar. Pria heteroseksual sangat menyebalkan.
- Semoga yang ini lebih baik. - Dia mungkin malah jadi homoseksual.
Kau benar sekali. Charlie, kapan kau menyadari dirimu gay?
Apa kabar, Semua? Semua baik-baik saja?
- Ya. - Baik, terima kasih.
- Aku baik. - Sama.
Baiklah.
Berhenti berdiri. Mereka baik-baik saja di sana.
Kurasa dia hanya khawatir.
Tidak bisakah aku mendapatkan...
- Kau tahu Ayah tak datang? - Mungkin ya, mungkin tidak.
Tak datang. Dia selalu bilang akan mampir, tapi tak pernah.
Berhentilah sok tahu akan segalanya.
Sejak pacarmu mengalami gangguan jiwa,
kau bertingkah seperti penyelamat Bumi.
- Jaga ucapanmu. - Aku paham.
Dia mencari perhatian, tak mau makan, harus kau yang jadi penyelamatnya.
Bisakah kau diam saja?
APA MENURUTMU AKU MANIS?
TOLONG BERHENTI SALING MERAYU DI OBROLAN GRUP
Bagaimana menurutmu?
Kau terlihat tampan.
Sekarang gunakan otot-otot besarmu itu membantu Nenek memindahkan meja ini.
- Ayo. - Sebentar!
- Nenek tak bisa angkat ini. - Tunggu.
Prefek sekolah. Oxford.
Kau akan melakukan hal-hal hebat dan membuat kami semua bangga.
DARCY KAU TERLIHAT MENAWAN SEKALI!
KAU TERLIHAT MANIS
Rasanya aku mau meledak, kebanyakan makan. Aku butuh yang nyaman dan longgar.
Ini dia.
Ya. Sudah.
Nyaman sekali.
Apa? Kau menikmati pemandangannya?
Bagaimana kalau ya?
- Mungkin ada yang bilang kau menyukaiku. - Kalau ya kenapa?
Kira-kira kita mau apa?
Begitukah?
- Tunggu. Kacamata. - Baik.
Maaf, apakah itu tadi...
- Maaf. - Tak apa-apa.
- Bagaimana kalau kita jalan-jalan? - Ya.
- Dia selalu menang. - Bagaimana kabarmu, Charlie?
Baik, terima kasih.
Melegakan kau bisa pulang saat Natal, bukan?
Kakek tak bisa membayangkan Natal di tempat seperti itu.
Mereka menghias klinik itu untuk Natal. Itu sangat membantu, jadi...
Ya, tentu saja. Kau hanya mendengar cerita horor, bukan?
Tembok putih, jaket kekang, dan sebagainya.
Apa kau bertemu seseorang yang benar-benar gila di sana?
Jangan bicara begitu.
Kami senang Charlie kembali normal dan bersama kita lagi.
Aku mau ambil minuman.
Dia terlihat baik-baik saja, seolah tak terjadi apa-apa.
Maaf, Charlie. Abaikan saja mereka, ya?
Tidak semua orang mengerti yang kau hadapi.
Jadi, kuterima saja komentar mereka?
Kita hanya perlu melewati hari ini.
Nanti kita akan minum teh, tapi tak sampai dua jam. Kau mau camilan?
- Ada camilan di rencanamu hari ini? - Jangan usik soal makanan.
Charlie, mau main Mario Kart? Oliver ingin main bersamamu.
Ibu baru menyadari bahwa hari ini sangat sulit bagimu, Charlie.
Kau hanya makan separuh. Kata ahli gizi itu mencemaskan.
Ibu tak membantu, malah membuatku merasa tertekan.
Baik. Maaf telah mencoba membantumu.
Aku mau ke rumah Nick.
Jangan.
Aku tak bisa menghadapi semua itu.
Tak bisakah kau merayakan Natal denganku?
Kau selalu bersama Nick.
Dia tak memperlakukanku seperti orang gila.
Aku juga begitu.
Maaf, aku...
Sampai nanti.
- Hei. - Hei.
Di mana mantelmu?
Maaf, tadi aku bertengkar dengan ibuku.
Kau mau membahasnya?
Jadi, itu pacarnya, 'kan?
Selamat Natal! Kau mau masuk? Kami tidak menggigit. Aku berjanji.
- Ya. - Ya? Bagus.
- Mungkin agak besar. - Tak apa. Aku kedinginan.
Kau bisa balik badan saat aku ganti baju?
Ya.
Ya, tentu saja.
Baiklah.
Sudah selesai.
Kau tampak menggemaskan.
- Aku terlihat konyol. - Sangat menggemaskan.
Kau yakin tak mau membahasnya?
Aku hanya ingin hariku menyenangkan.
Baiklah.
Ayo kita lakukan.
Ayo.
Selamat Natal. Aku senang akhirnya kau datang.
- Aku senang di sini. - Semua.
Lihatlah. Baik, aku akan ambil gelasmu.
Baik. Halo, Henry.
Selamat Natal!
- Sudah lama kita tak ciuman seperti itu. - Ya.
Sebaiknya kita turun lagi sekarang.
Ya.
Ide yang bagus.
Ya!
Ia akan roboh.
Nick!
- Hebat. - Roti panggangnya enak, 'kan?
- Ini enak sekali. - Ya.
Itulah kesepakatannya.
Ya, benar. Sudah kuduga.
AKU KE RUMAH NICK
No comments yet. Be the first to leave one.