200 baris pertama.
Season 6 Episode 8 START TO FINISH
Semuanya, mundur!
Masuk ke rumah kalian, ayo!
Rick!
Kau harus mundur.
Kita harus mundur!
Ayo.
Mundur!
Mundur!
Deanna, kau tak apa?
Ya Tuhan.
Ah!
Ah!
Tidak!
Rick, kau dengar?
Siapa saja?
Tolong?
Di dalam sini, Eugene!
Rick!
Bagus, kalian selamat. Ayo.
Di sana!
Itu tempat yang aman.
Di sana!
Oh!
Oh!
Ayo, Judith ada di rumahku!
Zombi membanjiri tembok timur.
Itu berarti tembok barat yang akan pertama kosong.
Begitulah kita masuk.
Hanya karena menara runtuh, bukan berarti...
Dengar, orang-orang masih hidup di dalam sana.
Beginilah hal ini terjadi.
Dan itu selalu terjadi, Glenn.
Kita masih di sini. Teman-teman kita masih di sana...
...orang-orang yang peduli padamu.
Istriku yang hamil.
Kau hanya ingin lari, takut, melupakan ini?
Pergilah.
Tapi begitulah kau kehilangan orang.
Bahkan setelah mereka tiada.
- Taruh dia di sofa. - Ada di atas.
Kamar pertama di sebelah kiri.
Ayo.
- Di mana? - Yang di kanan.
- Kamar yang mana? - Masuk ke dalam sana!
Sam, Ibu ingin kau matikan musik itu dan tutup pelindung jendela.
Karena monster?
Kau tetap di atas sini dan diam. Semuanya akan baik saja.
- Ibu... - Sayang, cobalah. Berpura-pura saja...
Berpura-pura saja kau jadi orang yang tidak takut.
- Coba saja. - Baiklah.
Baiklah. Ibu menyayangimu.
Ibu menyayangimu.
Biar kuperiksa itu.
Tidak, aku tak apa-apa.
Kau tak percaya siapa pun, ya?
Ada yang lebih kupercayai daripada yang lain.
Tapi kau yang akan terakhir mati.
Setidaknya kita saling jujur.
Aku tak memercayaimu, tapi aku tak pernah mengira kau berbohong.
Bagaimana keadaan di luar sana?
Mereka memenuhi jalanan.
Hei, itu mungkin gegar otak.
Kau harus duduk sebelum jatuh.
- Aku tak apa-apa. - Carol...
Apa pun yang harus kita selesaikan, itu bisa menunggu.
Harus begitu.
Kurasa dia takkan kembali.
Menurutmu dia akan kembali?
Kita bisa bicara, bukan?
Kau tak perlu takut.
Bicaralah.
Ada orang cidera di luar sana.
Aku punya pasien.
Aku seharusnya tak di sini.
Kalian seharusnya tak di sini.
Bagaimana denganmu?
Bagaimana denganku?
Setelah perbuatanmu...
...kau layak ada di sini?
Ya.
Menurutmu apa perbuatanku?
Kau membunuh orang-orang.
Kami membebaskan mereka...
...dan kemudian kami hanya menggunakan apa yang tersisa.
Kau kemari tanpa tahu apa ini, bukan?
Bahwa Morgan menahanku di sini?
Katanya dia takkan melepaskanmu...
...sampai dia yakin kalau kau takkan membunuh lagi.
Ini hanya infeksi.
Aku membobol sebuah mobil...
...dan terluka karena terkena bumper karatan.
Begitu saja.
Bukan tak adil atau benar.
Tak ada yang tak adil lagi.
Mungkin ini tak membunuhku, tapi itu bisa saja.
Aku sudah lakukan tugasku.
Dunia yang akan mengurus sisanya.
Tak akan berubah.
Tunjukkan lukanya.
Kau tak dilahirkan seperti ini.
Kau sudah berubah.
Kau bisa berubah.
Bagaimana keadaannya?
Bukannya menghina Michonne, tapi apa pun tindakannya...
...rasanya menyakitkan sekali.
Aku baru selesai dengan kakinya.
Dan itu tampaknya yang terburuk.
Nah...
Sial.
Demam mulai menyerang.
Waktunya tak lama lagi.
Dia tahu kejadiannya, bukan? Semuanya.
Ya, dia tahu.
Dia bercanda.
Rick...
Dia takkan lari.
Kita punya makanan yang cukup untuk waktu yang lama.
Mereka akan bergerombol nanti, berpindah ke satu tempat.
Bila mereka begitu, aku akan berusaha ke ruang senjata.
Giring mereka menjauh.
- Dengan senjata? - Suar.
Aku akan buka gerbang, menembaki mereka...
...siapa tahu aku bisa arahkan mereka ke tempat lain.
Tempat yang bukan di sini.
Denah yang kau berikan pada Rick...
...aku sudah menelaahnya.
Aku paham.
Itu bisa berhasil.
Bahkan sekarang?
Bahkan sekarang.
Bahasa latin d pinggiran denah, itu apa?
Sesuatu yang biasa dikatakan Reg saat keadaan sangat buruk.
Aku beruntung, Michonne.
Bekerja bersama keluargaku menuju masa depan yang lebih baik...
...hanya itulah yang kuinginkan.
Itulah yang kudapatkan.
Aku bisa melakukan keinginanku.
Sampai akhir.
Apa keinginanmu?
Aku ingin tempat ini berhasil.
Ya, tapi apa artinya untukmu?
Apa yang kau inginkan untukmu?
Aku tak tahu.
Sebaiknya kau tahu.
Ron?
Hei.
Kau tak apa-apa?
Enid sudah mati.
Kita semua akan mati.
Dengar, Ayahku akan temukan cara.
Dia selalu begitu.
Itu omong kosong.
Ayahmu hanya akan tewaskan banyak orang.
Karena itulah kebiasaannya.
Itulah jati dirinya.
Ayahmu seorang pembunuh.
Ayahmu juga.
- Kita harus cari jalan. - Aku akan mati, Carl.
Ibuku akan mati.
- Adikku akan mati. - Tidak, mereka takkan mati.
Kita akan berhasil.
Ayahmu dan kau juga akan mati.
Kita semua akan mati.
Carl!
- Ron! - Carl!
- Biarkan Ayah masuk! Carl! - Ron!
Carl, buka pintunya!
Ron, buka pintunya sekarang juga!
Mundur.
Tolong!
Kumohon, Ron! Ayo!
Ayo!
Ini, minggir.
- Awas! - Minggir!
Kita butuh lebih banyak, dan kita tetap diam.
Aku akan cari sesuatu.
- Aku juga. - Aku akan membantu.
- Aku bisa. - Hei, ada apa di dalam tadi?
Kami sedang mencari perkakas dan menjatuhkan rak.
Kami mendengar teriakan.
Ya, Ron melihat mereka menerobos pintu gerbang.
Kami harus pergi.
Itulah yang terjadi.
Carl, ada meja di kamar Ibuku.
Kita bisa perkuat sofa dengan itu.
- Apa? - Kedengarannya seperti kalian berkelahi.
Ya, kami melawan mereka.
Carl? Tak apa-apa?
Tak apa-apa.
- Dengar, aku... - Berikan senjatanya, gagangnya dulu.
- Carl, maafkan aku. - Ya, aku tahu.
Sekarang berikan senjatanya.
Dengar...
Aku paham.
Ayahku membunuh ayahmu...
...tapi kau harus tahu sesuatu.
Ayahmu bajingan.
Mereka menjatuhkan patung itu.
Semua suara itu akan semakin menarik perhatian mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.