Doctor Who

Doctor Who

Unduh Subtitle Indonesian

Musim 2

Informasi rilis

Doctor Who 2023 S02E05 The Story and the Engine DSNP WEB h264-ETHEL
Komentar oleh tedi
Retail Hotstar | 47:15 Resync for DSNP

Tag

webdl
Diterbitkan pada: 2025-05-10
Unduhan: 50
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Dahulu kala, di desa tempatku hidup semasa kecil,

ada kebakaran yang melalap hutan.

Orang-orang berlarian menjerit-jerit.

Tapi aku malah berlari ke sungai membawa cangkirku untuk mengambil air.

Mereka mentertawakanku. "Kau sedang apa?"

"Berbuat semampuku!" Aku berteriak dan berlari pulang untuk menyiramkannya.

Tiba-tiba, sebuah kotak biru muncul di langit di atas kebakaran itu.

Seorang pria berdiri di pintunya dengan slang air.

Terus menyemprot

sampai semua apinya padam.

Dia mendaratkan kotak itu di tengah hutan yang hangus

dan mulai menaburkan benih segar.

Aku mendekat untuk berterima kasih.

"Apakah kau petani?" aku bertanya.

"Bukan. Akulah Si Dokter."

Kami berjabat tangan. Itulah perkenalan kami.

Keren. Bagus. Hebat…

Kisah yang hebat.

Kau yakin bahwa Dokter ini akan datang?

Ya.

Dia selalu datang saat dibutuhkan.

- Hei! - Ya Tuhan!

Si Dokter… Kita membutuhkan dia sekarang. Ini perlu diberi makan.

KISAH & MESIN

Kau harus memulangkanku.

Aku sungguh berbuat semampuku untuk…

Tunggu.

Kenapa ini baru terpikirkan olehku?

Kita bisa memperkuat Vindikator jika kita pergi ke…

- Tentu saja! - Ke mana?

Lagos, Nigeria.

Di sana ada pasar teknologi komunikasi terbesar di Afrika.

Di dekat Istana Omo pula.

- Istana Omo? - Salon cukur favoritku.

Omo, pemiliknya, adalah temanku. Kami jumpa di tengah kebakaran.

Salon cukur? TARDIS yang mengurus rambutmu.

Memang…

Aku pergi ke sana bukan untuk dicukur. Sulit menjelaskannya.

Baiklah… Coba jelaskan.

2019. Tahun yang menyenangkan.

Aku bukan manusia.

Aku adalah bentuk kehidupan yang sudah berkembang.

Selain itu…

Tubuhku sering berubah.

Ini kali pertamaku bertubuh kulit hitam.

Di beberapa bagian Bumi, aku didiskriminasikan.

Tapi di sini, di Afrika, di salon cukur itu, aku diterima.

Aku bisa melupakan.

Kami…

Astaga, kami…

- Kami tertawa, berbagi kisah. Mereka… - Memperlakukanmu seperti kerabat?

Ya.

Nenekku mengajakku ke India kapan pun sempat, dengan alasan yang sama.

Kau mengaku bukan manusia, tapi itulah hal yang paling manusiawi, Dokter.

Pergilah. Pakailah waktu sepuasmu.

Ini akan tampak cocok untukmu. Sangat cocok.

Bibi!

Aku baik-baik saja, Teman.

Saudara!

- Hei! - Hei! Apa kabar?

Paman.

- Bagaimana kau? - Bagaimana kau? Baik?

Ya.

BERBALIKLAH!

ORANG HILANG OMO ESOSA

HILANG - TUNDE ADEBAYO OBIOMA OKOLI

Karena itulah cangkang kura-kura menjadi retak-retak.

- Omo? - Dokter.

- Hei! - Masuklah.

Kukatakan, dia pasti datang.

Kau! Kau merusakkan bagian akhirnya.

- Mungkin tak cukup. - Apa?

Omo, dia kira siapa yang dia ajak bicara?

Tunggu. Kau diumumkan di poster orang hilang.

Kalian semua. Posternya ada di dinding luar.

Rashid, Tunde, Obioma.

Dokter, sudah lama kau tidak kemari.

Standar pun dilupakan. Di luar lembap berkabut, di sini berdebu.

Bukan kesalahanku.

Manajemen baru.

Selamat datang.

Aku sudah menantikanmu.

Selamat datang ke tempat bisnisku.

Tempat bisnismu? Kenapa jalanannya kosong?

Kenapa Obioma tidak pergi?

Kenapa mereka diumumkan hilang?

Mereka tak bisa pergi.

Tak ada yang bisa.

Kaulah Si Dokter mahatahu yang seharusnya menyelamatkan kami,

tapi kau tak tahu apa pun?

Menyelamatkan dari apa?

Sabarlah, Obioma. Dia sudah lama tidak kemari.

Dia tak tahu. Tak pernah buat janji temu.

Ya. Lagi pula, janji temu tak pernah dipatuhi di Afrika.

Kau membicarakan apa?

Siapa berikutnya?

Rambutmu.

Kita mulai kehabisan kisah!

Lihatlah rambutnya.

Aku saja. Aku bisa melakukannya.

Dahulu kala, seorang musisi hebat, Yo-Yo Ma,

sedang menjelajah Botswana untuk mengoleksi musik lokal,

saat dia mendengar seorang dukun menyanyi.

Yo-Yo Ma berkata, "Berhenti. Wah. Aku harus mencatat ini."

Dia menulis sebentar, lalu berkata, "Lanjutkan."

Tapi kemudian, si dukun menyanyikan lagu yang berbeda.

Yo-Yo Ma berkata, "Bukan. Nyanyikan yang tadi."

Si dukun berkata, "Aku tak bisa.

Kali pertama tadi, seekor antelop berada di kejauhan.

Awan menutupi matahari.

Pada kali kedua, awan sudah pergi, antelop hilang, maka lagunya berubah."

Kalian tahu, di masa lampau, musik adalah hal yang hidup.

Tapi setelah revolusi industri,

manusia terobsesi dengan memproduksi secara identik untuk mengemas waktu.

Tidak di Afrika.

Karena itulah kami berkata akan datang pada pukul 13.00, tapi datang pukul 15.00.

Jadi, janji temu adalah ide buruk.

Entah sampai kapan aku bertahan. Ketegangan ini makin tak tertahankan…

Wah! Wah.

Luar biasa.

Gambar-gambar pada jendela adalah interpretasi visual kisahnya.

Keren, bukan?

Dalek. Kaum Siber. Malaikat Meratap.

Rambutmu harus dicukur agar kisahmu berguna.

Semuanya terhubung. Jendela, kursi cukur, alat cukur.

Kau harus mengisahkan sesuatu, Dokter.

Kita harus memberinya makan. Ini selalu lapar.

Apa yang lapar, Omo?

Si Tukang Cukur yang mengendalikannya. Dia dan Abby.

Apakah kita diserang? TARDIS? Halo?

Terima kasih lagi, Abby.

Abby?

Setiap hari, dia membawakan makanan. Kami pasti menderita tanpa dia.

Aku tahu wajah itu.

Kenapa aku tahu wajahmu?

Apa yang telah kulakukan pada…

Kami tahu jati dirimu.

Time Lord tukang ikut campur antargalaksi.

Yang terakhir dari rasnya, dan sebagainya.

Kau beri tahu mereka, Omo?

Mana bisa tidak? Kaulah kisah terhebat yang aku tahu.

Jika begitu sudut pandangmu. Tapi kenapa aku tahu wajah Abby?

Asisten si Tukang Cukur?

Katanya, mereka berdua dahulu bekerja untuk ayah Abby.

- Tapi pria itu jahat, maka mereka kabur. - Ayah Abby?

Mereka menahan kalian di sini?

Sampai kami tiba di tujuannya.

Kita sedang bepergian?

Ini…

Omo, ada apa ini?

Si Tukang Cukur.

Dia muncul pada suatu hari, dan menawarkan untuk mencukurku di salon cukurku.

Kupikir itu tawaran yang baik, maka aku mau.

Dia keluarkan alat cukurnya sendiri.

Begitu alatnya menyentuhku, semacam arus listrik membelah ruangan ini.

Bagai sihir dan ilmu hitam, arus itu memindahkan dirinya, jiwanya, kepadanya.

Kucoba membuka pintu. Kunciku tak berguna.

Kucoba mencegah para klienku, tapi salonku meminta beberapa orang terpilih.

Mereka yang menyukai salon ini malah memaksa masuk.

Mereka sudah bertahun-tahun kukenal.

Puluhan tahun. Bagaikan putraku sendiri.

Aku datang untuk dicukur sebelum upacara penamaan putraku.

Istriku…

Kami belum setahun menikah.

Aku seorang atlet. Estafet, 100 meter.

Aku datang untuk dicukur sebelum kejuaraan.

Aku merindukan timku dan kakakku. Kakakku adalah pelatihku.

Ibuku dirawat di rumah sakit.

Omo meminjamiku uang untuk obatnya.

Aku ingin dicukur sebelum menemui ibuku.

Ada yang menungguku juga, Dokter.

Gadis beranting-anting biru pada hari pertemuan kami.

Kami datang ke kota ini bersama,

tapi kuhabiskan banyak waktuku di sini,

tak cukup bersamanya.

Jadi, kisah siapa yang akan memukau kita sekarang?

- Aku tak punya kisah. - Tak perlu mengatakan apa pun.

Aku saja yang bicara.

Izinkan aku keluar.

Berkisahlah.

- Hanya itu caranya. - Aku berubah pikiran.

Dokter, berkisahlah. Akan lebih mudah bagimu. Kisah yang hebat.

Baiklah. Kau menginginkan kisah Malaikat Meratap dan Pejuang Es,

tapi tak ada yang lebih nyata daripada kehidupan biasa.

Satu orang. Belinda.

Setiap hari, para perawat kelelahan. Setelah sif 13 jam, dia pun menyerah.

Gambar-gambarnya hidup.

Dia sedang keluar untuk pulang, tapi mendengar sesuatu.

Belinda, bisakah kau memeriksanya?

Kita butuh darah, foto rontgen dadanya, dan cairan infus.

Hipotensi, sistole 89.

Takikardia di bawah 100. Muntah beberapa kali.

Tak apa-apa.

Infeksi? Mungkin gastroenteritis.

Sudah mencoba steroid?

Untuk infeksi dada?

Bukan, jemari. Dia menderita artritis reumatoid.

Mungkin mengalami krisis Addison.

Ini. Hiperpigmentasi.

Tidak, terlalu samar. Nyaris tak ada.

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left