200 baris pertama.
TIGA JAM LALU
Satu döner hangat untuk pukul 14.00.
HOTEL WESTIN, KAMAR 607
Apa pendapatmu tentang hasil tes misilnya?
BADAN INTELIJEN NASIONAL KENDARAAN PENYAMARAN
Estimasi pemberianmu meleset lebih dari dua kilometer.
MAKELAR SENJATA RUSIA YURI
Teknisi kami tak ada saat uji coba.
Masalahnya bukan senjata lebih kecil dan misil tua.
Kami khawatir...
Apa yang terjadi?
Sial. Audionya hilang.
Perbaiki suaranya.
KANTOR NIS BERLIN
- Macet? - Kenapa audionya?
- Kau dapat audionya? - Kontrak belum dibuat.
Sudah sorot dekat wajahnya?
Tak ada kecocokan.
Baik CIA maupun MI6, tak ada kecocokan.
Apa...
Sudah lama aku tak lihat hantu.
Jika kau tak beli misil baru,
kami tak akan menyediakan senjata tambahannya.
LIGA ARAB ANTI-IMPERIALISME ASIM
Lalu kita uji coba lagi dengan teknisi Korea Utara.
Bagaimana?
Kataku keraskan volumenya!
Kita bicara lagi nanti.
Maaf. Mari kita teruskan.
KEDUTAAN KORUT DI BERLIN RUANG KORESPONDENSI RAHASIA
Bukan aku yang memutuskan. Aku hanya menjalani perintah.
Ya, tetapi kini kau punya pemimpin muda.
Harus lebih fleksibel, Kamerad.
Fleksibel?
Kau mengklaim melawan imperialisme,
tetapi bernegosiasi dengan logika imperialis?
Syarat kami tak bisa dinegosiasi.
DUBES KOREA UTARA DI BERLIN RI HAK-SU
Permisi.
Kalian berdua ini kenapa?
Tujuannya tanda tangan kontrak, bukan bernegosiasi.
Biar kami...
Ini tawaran paling masuk akal yang kulihat selama bertahun-tahun.
Kalian berdua keras kepala.
- Keras kepala. - Kita tak bisa menyamai harga dolarnya!
Jika dalam euro?
Setidaknya aku bisa rundingkan ini dengan dia.
Baik, Penolong. Bersiaplah.
Pertama, tanda tangan ini. Baru kau dapat uangnya.
Transfer dahulu.
Beraksi.
Beraksi!
TRANSFER KREDIT
Baik.
Stop! Hentikan!
Kontraknya batal. Penolong, keluar sekarang.
Ini Mossad!
Tim pembersihan kami tiba sepuluh menit lagi.
BADAN INTELIJEN ISRAEL MOSSAD DAGAN
Jangan memperburuk situasinya.
Kita bisa akhiri di sini.
Kami tak minat dengan transaksi senjatamu.
Target kami hanya si makelar Rusia dan orang Arab.
Klien bisnismu masih banyak.
Target di atap.
Kejar lewat bawah tanah ke lorong di seberang.
Jarak dari target...
Jangan buat keributan.
Kau diajarkan membidik dahi di Korea Selatan?
Aku hanya perlu tahu riwayat transaksi
dan barang yang diperdagangkan.
Jika aku menoleh, pasti meleset.
Baik, tetapi ikut denganku dahulu.
Sial!
Kegagalanmu sebesar apa
sampai menimbulkan kerusuhan di konsulat, kedutaan, dan Gedung Biru?
Begitu badan intelijen menembak, tak ada lagi diplomasi.
Katakan apa yang bisa kulaporkan kepada Gedung Biru.
Kami punya rekaman kontraknya...
Kau rekam percakapannya?
Atau barang dagangnya diungkit?
Kau tak bisa konfirmasi isi kontraknya.
Tak ada rekaman percakapannya.
Sebenarnya apa yang kau rekam?
Dia todongkan senjata ke wajahku. Perlu bukti apa lagi...
Agen kita mengalami cedera punggung karena si komunis itu.
Dalam hukum internasional, posisi kita tak menguntungkan.
Mengancam dan menembak tanpa bukti,
mengklaim itu Korea Utara...
Kenapa kau malah menyalahkan kami?
Ya ampun.
Kudengar kau tak punya info
tentang agen Korea Utara ini?
Apa kita yakin dia dari Utara?
Siapa yang akan bertanggung atas ini, dan bagaimana caranya?
Hah?
Jawab!
Sial.
Tn. Kang dan tim Berlin-nya.
Bersiaplah untuk bubar.
Pak Penyidik.
Memangnya membubarkan bisa menyelesaikan masalah?
Ada tim negara lain di lokasi.
Negara lain?
Berikan kepadaku.
Yang kita coba bongkar ini bukan transaksi senjata.
Kim Jong-il diyakini mentransfer dana dari Eropa ke Makau tepat sebelum tewas.
Target kita rekening rahasia ini yang menampung empat miliar dolar.
Begitu menemukan rekeningnya,
kita bisa dapat informasi
terkait bantuan negara lain untuk Korut.
Tak biasanya kau melakukan kesalahan. Apa yang terjadi?
Yuri adalah makelar senjata yang sudah diawasi Amerika.
Pasti mudah bagi Korsel untuk melacaknya.
Asim anti-Amerika, tetapi malah intelijen Israel yang datang.
Salah satu dari mereka membocorkan.
Entah Rusia menjualnya ke Israel,
atau si Arab itu agen ganda Mossad.
Jika bukan keduanya...
Artinya salah satu dari kita.
Hei, Pyo Jong-seong.
Pakai akalmu.
Jong-seong,
dengar aku baik-baik.
Kau tahu siapa yang sedang kemari dari Pyongyang?
Dong Myeong-su.
Untuk apa mereka mengutus dia jika kau sudah di sini?
Pyongyang tak memercayai kita.
Semua pejabat tinggi sedang di bawah pengawasan khusus
sejak Kim Jong-un naik takhta.
Pahlawan Republik sepertimu pun
kini diawasi.
Kau harus waspada, jika tidak...
Pak Duta Besar, kau lupa kenapa aku di sini?
Apa kau berusaha...
Aku tak akan memasukkan ucapanmu ini dalam laporan resmi.
Apa kau hanya menganggapku subjek pengawasan?
Rasanya mengecewakan melihatmu melemah begini.
Ini hanya asumsi dan bukti tak langsung.
Di mana intel aslinya?
Inteligen.
Jika terus begini, mana mungkin ditugaskan ke AS?
Jung Jin-su, penanggung jawab. Dia juga bertingkah di Libya, bukan?
Orang macam dia yang masih mengeluhkan orang komunis hanya akan menghalangimu.
Semoga aku tak pernah melihat namanya lagi di laporan.
Uruslah dia. Kita akan bahas saat ada hasil.
Aku sudah melarangmu ke restoran Korea.
Kau kesal aku tak melindungimu?
Tidak, Pak. Ini hari ulang tahunku.
Aku ingin sup rumput laut.
Kulihat tak ada orang Korea di sini,
lalu kuminta mereka buatkan sup rumput laut.
Seharusnya aku cerita soal rekening itu sejak dahulu.
Aku melewatkan waktu yang tepat.
Sejak kapan ada waktu tepat untuk memberitahuku hal macam ini?
Kau tak memikirkan posisiku?
Kita bukan berurusan dengan mata-mata industri.
Aku harus pertimbangkan sikap politik.
Diam, Bajingan.
Apa sikap politik kita terkait Korut?
Kita bahkan tak belok kiri di bundaran.
Di lembaga apa pun, saat posisimu naik ke levelku,
kau lebih hargai orang yang mendengarkan daripada yang ahli di bidangnya.
Tahu kenapa kau belum naik level?
Kau membuat orang tak nyaman.
Lantas, kenapa kau di sini? Aku pasti membuatmu tak nyaman.
Aku mengerti, aku akan pergi.
Lagi pula, kau mau aku berbuat apa?
Aku tak peduli jika kau memecatku.
Kau bisa dipindahkan ke kantor AS.
Tetapi, Ho-gil, yang dipukuli si komunis itu hari ini,
akan selamanya memakai kursi roda.
Jadi, lakukan pekerjaanmu.
Aku pun akan demikian.
HOTEL WESTIN NAMA PENGGUNA, SANDI
Kami punya reservasi atas nama Ryun Jung-hee.
Silakan ke atas.
- Dia sudah tiba. - Oke.
Dia ingin bertemu di sini,
artinya dia yang bayar, bukan?
Bukankah kusuruh kau lepaskan cincinmu saat rapat?
Menjadi juru bahasa andal tak hanya soal menyampaikan pesan.
Di Bundestag, ada yang mengungkit diplomat Korut.
Tampaknya, insiden Austria...
Tertangkap menyelundupkan rokok.
...dengan Korut merupakan masalah.
Kenapa parlemen Jerman mengkhawatirkan insiden di Austria?
Seperti yang kujelaskan,
itu kesalahan dalam dokumen.
Jika ini terjadi lagi di negara lain, pemerintah Jerman tak bisa bantu lagi.
Kami perlu mengklarifikasi posisi soal barang selundupan itu, agar...
Kita beri mereka makanan saat kita kelaparan.
Lalu ini yang kita dapat.
PUKUL 22.00 - JALUR TREM M1 AM KUPFERGRABEN
Aku hanya butuh informasi kuat untuk meyakinkan Bundestag.
Kau tahu cara kerjanya.
Semua yang terjadi harus direkam
di Jerman.
Tampaknya dia berusaha keras cuma demi hal kecil.
Dasar bajingan mesum.
No comments yet. Be the first to leave one.