Romina

Romina

Unduh Subtitle Indonesian

Informasi rilis

Romina 2018 NF WEB-DL
Komentar oleh Putra14
Netflix Retail.

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Diterbitkan pada: 2018-12-21
Unduhan: 20
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

Selamat sore, Nona.

Pertama, kau harus tahu bahwa wawancara ini akan direkam.

Kau setuju?

Namaku Jose Lopez Cedeño.

Dan aku akan bertanggung jawab untuk evaluasi psikiatri forensik.

Mari kita mulai...

Nn. Romina del Rio Pineda,

apa itu nama lengkapmu?

Benar.

Baik, Nona Romina...

Yang pertama ingin kutanyakan adalah jika kau tahu

atau jika kau paham alasanmu berada di sini hari ini?

Baik, untuk memastikan

bahwa informasi yang sebelumnya diberikan adalah benar

dan alasan keberadaanmu di sini

adalah karena hakim yang menangani kasus ini

meminta diadakan evaluasi ini atas dasar kepentingan penuntutan.

Hasil dari evaluasi ini akan dijadikan pertimbangan

pada proses pemeriksaan selama kasus ini berlangsung.

Apa kau paham yang baru saja kujelaskan?

Baik, Nona, sebelum kita mulai dengan kronologi kejadian,

aku ingin kau memberi tahuku apakah kau

seorang yang terlibat, korban atau saksi

dari beberapa pembunuhan yang terjadi di Danau Crystal

Pada tanggal 27 Juni 2016.

Paham.

Apa kau kenal dengan para korban,

Ximena Navarro, Celia Bogliano,

Ramon Larrain,

Arturo Guiza, Victor Ortega, dan Diego Navas?

Mari kita mulai dengan kronologi kejadian

yang terjadi pada peristiwa itu.

Sangatlah penting agar kau tetap tenang.

Kuminta, mohon, lakukan dengan benar-benar tenang.

Coba untuk ceritakan urutan dari kejadian sejelas mungkin,

usahakan untuk tidak melewatkan detail apa pun

walaupun itu terlihat tidak penting sama sekali.

Kau bisa mulai pernyataanmu.

Selalu saja sama, pada akhirnya, si prialah masalahnya.

- Tentu! Jika tidak, siapa? Wanita? - Tentu saja, Celia!

Beri aku argumen yang cerdas dan aku akan menerimanya.

Tak ada hal cerdas yang bisa dikatakan.

Hanya jika kau berpakaian begitu seksi, itu adalah undangan untuk memerkosa.

Keparat! Kau berengsek! Ramon, katakan sesuatu kepadanya!

Tidak, Sayang, apa yang bisa kukatakan? Dia berkata benar.

- Itu benar, Bung! - Tidak, kalian berdua babi!

- Tetapi kau masih cinta aku, bukan? - Aku mulai meragukannya.

- Bagaimana menurutmu, Diego? - Apa? Aku tak memerhatikan.

- Perhatikan, Bung! - Tidak, jangan cemas.

Aku juga tak akan perhatikan gadis cantik di situ.

Sayang sekali! Terima nasibmu! Mungkin lain kali.

- Tetapi, terima kasih atas pujiannya. - Ya! Kami semua begitu manis!

- Berpelukan bersama! - Ya!

- Bukankah kau tertidur? - Tidak, aku sudah bangun sekarang.

Yang benar?

- Bisakah kita berhenti? - Ya, kumohon!

- Aku ingin merokok! - Aku juga...

Tidak, bertahanlah! Kita hampir sampai.

- Aku perlu kencing, Bodoh! - Itu masalahmu, Bung.

- Siapa yang kau telepon? - Romina, tetapi dia tidak menjawab.

- Kau bercanda! - Masalah "Romina" lagi.

- Apa yang kau harapkan? Ini Diego. - Kau kacaukan ini.

Xime, jika menjadi dirimu, akan kukirim dia ke neraka bersama Romina.

Ada beberapa hal di luar pemahamanmu.

Dia sahabatku, ada dua panggilan tak terjawab darinya.

- Aku hanya ingin tahu dia baik-baik saja. - Memalukan!

Aku tak paham alasan Romina bisa jadi sahabatmu.

- Itu benar! - Dengar, Xime.

Aku cuma bilang jangan kaget jika dia putuskanmu demi orang aneh itu.

Hentikan, Bung!

Aku tak suka kau cela orang lain di depanku!

- Sang Ratu sudah bertitah! - Bukan seperti itu.

Hanya saja kau tak tahu ucapanmu bisa menyakiti orang.

Dia benar, kau menyakitiku dengan ucapanmu.

- Kau pembual, Bung! - Kau berlebihan.

- Ya, kau penuh dengan bualan, Bodoh. - Tepat!

Terima saja! Lagi pula, kau bagaimana? Kau Muppet, Bodoh!

- Apa-apaan? Kenapa Muppet? - Kau mirip itu, Bung!

Ayo beli bir, keripik dan marshmallow.

Ya! Aku ikut!

Tetapi jangan berikan dia marshmallow, nanti dia makan semua.

- Ya, itu benar! - Astaga, aku sungguh harus kencing!

- Cukup! Tahan saja! - Baiklah, maafkan aku!

Ini keempat kalinya kau katakan itu!

Semuanya, diam! Kumohon!

- Sayang, jangan berteriak. - Mereka membuatku stres!

Tidak, Sayang, jangan berteriak di sini, kita semua pergi dengan suasana hati baik.

Benar, Kawan! Tenanglah!

- Bung, tak ada toko di dekat sini. - Tiap kali kau teriak, satu kurcaci mati!

Atau peri, karena aku percaya dengan peri!

Kau tahu, aku akan putar balik jika kau teruskan itu, Bajingan!

- Hentikan, Gober Bebek! - Gober Bebek bodoh telah bicara!

Ini rumit. Nihil?

Tidak, ada deringnya, tetapi dia tak menjawab.

Mungkin dia tinggalkan teleponnya.

Ya, mungkin bukan apa-apa. Aku yakin dia akan telepon balik nanti.

- Satu lagi? - Tidak, aku mau ke toilet.

- Yakin? - Ya.

Baiklah.

Tempat ini penuh dengan batu!

- Apa kita sudah tiba? - Putar di sini.

Kau yakin?

Kau tak lihat papan bertuliskan "Area Kemah 2 km Lagi?"

Aku hanya mau memastikan. Diamlah.

- Jangan tanyakan pertanyaan bodoh! - Cukup! Hentikan berdebat 5 menit!

Tak bisa! Itu fondasi indah dari pertemanan kami.

- Ya! - Ya!

- Kau harus memperbanyak teman! - Tak mungkin para gadis paham ini.

Kau tak mungkin paham pertemanan seperti kami.

- Berapa banyak teman wanitamu? - Tepatnya.

- Aku benci kebanyakan gadis. - Lihat? Semua gadis sama!

- Hentikan itu, Sayang! - Itu kenyataannya!

Kau benci semua gadis lain!

Kau tak suka gadis lain, tetapi punya kelompok pertemananmu

dan geng kecilmu dan semacamnya.

Tetapi nyatanya, pertemanan antar wanita penuh kemunafikan!

Kecuali pertemanan lelaki, itu selalu lugas dan jujur.

Tidak mungkin!

Apa? Aku serius! Kami cuma ingin tiduri semuanya, itu saja.

- Kau menjijikkan. - Itu alasan kami punya pacar.

- Menjijikkan? - Tidak semua lelaki, Bung.

- Kau benar, maafkan aku. - Kasusmu beda.

- Tepat! - Siapa yang mau meniduri si Jelek itu?

Kau benar!

- Menjijikkan! - Sudah hentikanlah!

Baiklah, maafkan aku. Kau tak bisa diajak bercanda!

Hei, hanya aku yang lucu di sini!

Kau?

Aku akan setuju jika ada orang lain yang paham leluconmu.

Kau tahu? Masalahnya humorku terlalu rumit untuk orang bebal.

- Apa? - Dasar berengsek!

- Dia makan semua keripik! - Tak mungkin! Itu milikku!

Kenapa kau biarkan dia dengan semua makanan di kursi belakang?

Dengar, Arturo, biar kujelaskan sesuatu, kita akan pergi ke tempat berkemah

di mana tak ada toko, tak ada peradaban,

dan kau makan makanan yang kita beli!

- Apa bisa kukata? Aku masih bertumbuh. - Minggirlah, Sayang!

- Bukan main! - Kenapa kau biarkan dia bersama makanan?

- Tentu saja akan dia makan! - Lalu kita taruh di mana? Di atap?

- Berhenti makan. Atau beri aku satu! - Diego, sekarang ke mana?

- Apa kita sudah sampai? Aku lapar! - Ke mana? Ke kiri?

- Ke kiri lalu ke kanan. - Apa menurutmu ada prasmanan?

Ya, tentu, telurmu bisa dimasak berbagai cara.

Ya! Dan dua kerdil bertuxedo akan menyajikannya, Celia!

Maaf, tetapi tiap kali aku berkemah, selalu ada prasmanan.

Maaf!

Aku selalu membawanya ke tempat keren, bukan tempat seperti ini.

Tak akan ada prasmanan, Celia, biasakan berpikir

- bahwa kau harus memancing untuk makan! - Menjijikkan! Tak akan.

Tiap kali aku berkemah dengan ayahku, kami selalu berburu.

Tak ada yang peduli, Ximena!

Tenang, Gadis-gadis!

- Mereka akan saling menggigit. - Jangan pernah lakukan itu lagi!

- Lihat, ada pemeriksaan! - Ya, aku lihat itu.

- Ada penjaganya. - Aku hampir mati kepanasan!

- Benar, Bung! - Aku kehabisan napas.

- Selamat pagi, Sayang! - Diam, dia akan menghajar kita.

- Bagaimana dia mengatakannya? - Diam!

- Lakukan. - Mau kayu?

Mau kayu?

Selamat sore, apa kabar?

- Apa kau mau berkemah? - Tidak, kami hanya mau menyapa!

Maaf, itu anjing. Kau tahu sifat anjing. Ke arah mana?

Lurus saja dan jika melihat tempat kosong, parkir di situ.

Baik, kau tahu tempat terkeren?

Aku tahu! Aku tahu tempat yang keren, aku pernah kemari.

- Yakin? - Ya!

Baiklah, terima kasih.

- Benar, aku ingat kau. - Penggoda wanita!

- Dia bisa memberi tahumu. - Baiklah!

Apa ada orang lain yang berkemah?

Ada orang lain, tetapi dia di tepi danau.

Kau bebas menggunakan tempat yang lain.

- Bagus. - Ya! Aku benci orang!

- Hei, dia pria atau wanita? - Cukup sudah!

- Apa? Mungkin dia cantik! - Jijik. Cukup! Dasar mata keranjang!

- Cukup. - Biarkan dia!

- Sayang, dia menatapku. - Kau punya rokok?

- Celia, dia bisa mendengarmu. - Tidak, maaf, kami tidak beli.

- Baiklah, tarifnya 300 per malam. - Baiklah, lalu apa?

- 150 per kepala? - Tidak, Bung!

100 saja, Bung!

Tidak, aku tak mau bayar!

- Apa? - Kau selalu pelit!

Persetan! Arturo dan aku tak membawa gadis.

Kau dan Diego harus membayar 200, Berengsek.

- Kau pelit! - Ya, orang kikir keparat!

Apa, Bung? Apa kita mau membagi wanita juga?

Diamlah! Berhenti bicara sampah!

Aku bisa membayar bagianmu.

Aku akan bayar seluruh perjalanan jika begitu!

- Jangan mimpi. - Hei, kita masih belum membayar!

Ambil ini, Bung.

- Sayang... - Maaf, Pak.

- Diam. - Tetapi dia menatapku!

Ayo lekas pergi! Aku ingin cepat tiba!

Hitung saja.

- Terima kasih. - Itu saja? Terima kasih, Pak.

- Dia pikir kau kaya. - Ayo! Lekas pergi!

Dia pikir kau Gober Bebek!

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left