Informasi rilis

사이코지만괜찮아ㆍIt's Okay To Not Be Okay E05-WEB-DL-NF
Komentar oleh SubsOnDemand
Ep. 05 - COLORED. Runtime 1:11:56 [ NEXT Ver. ]

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Diterbitkan pada: 2020-07-04
Unduhan: 41
Tuna Rungu: No

Pratinjau subtitle Indonesian

200 baris pertama.

tvN Content Trend Leader Endless Pleasures

Tubuhmu hangat.

Aku lapar.

MOTEL BATES TEMPAT PARKIR

Kau cerdas juga.

Hangatkan tubuhmu di sini.

- Baiklah. Kita bersama. - Kau saja.

Selamat datang.

Astaga.

Kalian benar-benar basah kuyup.

Untuk semalam atau berapa jam?

- Itu... - Mau kamar apa?

Kamar cermin? Bertema?

- Kostum? - Tidak.

Itu...

Sini.

Sini. Mendekat.

- Butuh pelengkap? - Apa?

Kursi cinta? Kasur getar?

Mungkin cambuk atau borgol?

Bayar dengan uang tunai diskon sepuluh persen.

Ayo pergi.

Ada kolam pusaran air gratis. Rahasiakan itu.

- Ayo pergi. - Tidak.

Aku suka tempat ini.

Ayo. Kuantar pulang.

- Aku bisa mati kedinginan. - Kamarnya sangat panas.

- Apa rumahmu jauh? - Bukan itu masalahnya.

Kenapa kau membawa motor di hujan sederas ini?

- Lantas naik taksi saja. - Beri aku ongkos taksi.

Jangan bilang...

Ya. Aku meninggalkan dompet dan ponselku.

Jika aku tak menjemputmu...

Aku akan kehujanan semalaman seperti wanita gila.

Berpikirlah sebelum bertindak! Jangan gegabah dan seenaknya!

Bagaimana kalau kau dijahati saat gelap dan sepi?

Kenapa berkeliaran sendirian? Kau terlalu berani.

Jika terjadi sesuatu...

Kenapa kau marah?

Siapa peduli aku berkeliaran saat malam dan bertelanjang bulat di tengah hujan?

Kenapa kau heboh?

Apa kau cemas?

Apa kau marah?

Apa hatimu terluka?

Apa

kau menyukaiku?

Kau benar. Aku bertanya karena tak mengerti.

Kau pasti tahu.

Jangan bertingkah seolah-olah kau tahu atau memahamiku.

Kau tak mengerti. Jangan berkhayal.

Kau tak merasa apa pun.

Kau hanya bersuara.

Seperti tong kosong.

Aku hanya tong kosong yang tak memahami bagaimana perasaanmu hingga ajalku.

Bagaimana perasaanmu sekarang?

Katakan.

Kenapa kau diam saja?

Kau tong kosong juga?

Aku...

Aku...

Cepat katakan.

Aku mencintaimu.

Aku pesan satu kamar.

Berikan saja

kamar yang hangat dan bersih.

Biayanya 50.000 won.

Apa? Kau tak bawa uang?

Ponsel juga?

Ibuku saja bayar di tempat.

Silakan pergi.

Sepertinya kau pergi terburu-buru.

Hingga tak bisa berpikir sebelum bertindak?

Tak apa.

Wajar bagi pria bergerak sesuai insting.

Nyalakan motormu.

Hei.

Jika kau pergi ke arah sana, ada penginapan murah.

Boleh berutang juga. Pergilah.

- Terima kasih. - Ya.

MOTEL BATES

BAB 5 KASTEL TERKUTUK

Turun.

Seleranya benar-benar...

Keringkan tubuhmu.

Berikan bajumu. Aku tak suka dinosaurus.

Menarik sekali.

Bagaimana bisa tempat makan, tempat tidur,

dan toilet dalam satu tempat?

Ini seperti kandang hewan.

Bukankah tinggal di sini terasa seperti hewan ternak?

Kenapa? Aku tak sopan?

Cepat ganti bajumu.

- Di mana Sang-tae? - Di bawah.

- Jangan panggil dia. - Pasti.

- Aku tak mau dia bersamamu. - Kau cemburu?

Jangan pernah dekati kakakku.

- Kau mengancamku? - Apa pun katamu,

jangan ganggu dia.

Apa dia setuju denganmu?

Kita bisa langsung tanya dia.

Kenapa? Ada apa?

Kenapa tatapanmu?

- Seperti apa ekspresiku sekarang? - Tampan.

- Bukan, tapi ekspresiku. - Menyebalkan.

Apa yang kau tahu dari perasaan, emosi, dan kondisiku ini?

Aku tak peduli.

Perhatikan ekspresi mereka, dan pelajari emosinya.

Kau harus mempelajarinya.

Jika tak ingin merasakan emosi, gunakan ingatanmu.

Kau harus tahu kecuali kau mau sendirian selamanya.

Tidak mau. Kenapa harus?

Kau harus mau.

Aku tidak autis.

- Aku hanya... - Kau juga bukan anak zombi.

KISAH HIDUP ZOMBI

Tanpa emosi, dan hanya punya nafsu makan.

Menurutmu apa keinginan anak itu? Memenuhi rasa lapar?

Atau ingin kehangatan?

Menurutmu apa jawabannya?

Makanan? Dia hanya ingin memenuhi nafsu makan?

Kehangatan.

Ini yang diinginkan anak itu, bukan dipelihara seperti hewan.

Itulah pesan tersiratmu.

- Bukan. - Bukan?

Bukan. Dia hanya ingin makanan.

Zombi tak memiliki perasaan.

Asal kenyang, memotong tangan dan kaki pun tak masalah.

Kehangatan? Jangan bercanda.

Itu hanya rasa simpati menjijikkan yang dimiliki orang sepertimu.

Jangan asal menyimpulkan.

Aku lapar, berikan aku makanan,

atau kupotong tangan dan kakimu.

Seharusnya dia berkaca.

SAMPO HANYA BOLEH DITEKAN TIGA KALI

MILIK SANG-TAE

MENGGOSOK GIGI CUKUP TIGA MENIT

Munafik.

Kenapa dia membenciku?

Sang-tae.

Turuti aku!

Sang-tae.

Apa kau masih marah?

Maaf sudah meneriakimu.

Takkan kuulangi.

Maafkan aku.

Sang-tae.

Sakit.

Itu sakit.

Aku tadi ditampar.

Aku ditampar sangat keras

sampai mulutku terasa sakit.

Aku bahkan tak bisa mendengar dengan baik.

Pipiku bengkak seperti orang tua dengan benjolan di pipi.

- Aku harus bagaimana? - Benjolan di pipi?

Di mana orang tua dengan benjolan di pipi?

Benjolannya menghilang.

Aneh sekali.

Kau pembohong!

Pembohong!

Berbohong itu buruk!

Menipu bisa ditangkap polisi!

Dasar Pinokio nakal! Penggembala nakal!

Kau harus dimarahi karena sudah berbohong!

Harus dipukuli! Sampai kapan kau akan terus berbohong?

Jawab aku. Kenapa diam saja?

Kau diam saja karena bersalah. Sakit?

Kau masih belum makan, 'kan?

Ayo cepat duduk.

Apa kau senang dipukul?

Kenapa kau terus minta dipukul?

Apa kau suka dipukul?

Aku pantas dipukul.

Astaga.

Cepat kemari.

Ayo duduk.

Tidak.

Kenapa?

Apa boleh aku...

Apa kau menyembunyikan istrimu di sini?

Pemilik rumahku sudah tua.

Tak heran. Kemampuan memasaknya hebat.

Cepat makan.

Aku ingin tinggal dengannya. Dia pandai memasak.

- Kau biasanya makan apa? - Tak makan.

Ibuku tak memotong kaki dan tangannya.

Tak ada yang memasak untukku.

Sial.

RUMAH SAKIT JIWA OK

Kenapa di sini?

Barusan kau mendengar sesuatu?

Tidak.

Listriknya menyala.

Aku mendengar seseorang bersenandung dari sana.

Ternyata itu.

Itu apa?

Bu Seon-hae tak memberitahumu?

Setelah tengah malam, di ujung koridor lantai dua,

ada hantu yang bersenandung.

Aku mendengarnya dengan jelas.

Hantu?

Komentar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left